Sumpah Aku Cinta Meyla

Sumpah Aku Cinta Meyla

Sebuah Pertemuan

MUNGKIN INI GILA tapi inilah cinta, cintaku kepada Meyla Syarif Ramadhania. Seorang wanita berparas anggun nan menawan yang telah meluluhkan hatiku sejak pertama aku bertemu dengan dirinya. Setiap hari otakku diisi oleh seluruh ekspresinya dan pesona lembut suaranya. Inilah yang membuatku setengah gila, tanyakan saja pada guling motif daun dan bantal warna pink yang selalu kucium, kugigit, kucubit saat aku merindukan Meyla.

 

Meyla adalah sosok wanita yangtidak perlu diragukan ke-shalihahan-nya, ambisinya setiap hari hanyalah untuk beribadah kepada tuhannya dan berbuat baik kepada semua orang yang dia temui. Meskipun dia gadis yang baik dan shalihah, namun itu tidak menghilangkan sifat dasarnya yang cuek, apalagi ke laki-laki yang bukan mahramnya.

 

Kebaikannya pertama kali aku rasakan saat dia menolongku sewaktu aku satu angkot dengannya lalu celanaku kejepit pintu angkot sampai robek, aku tidak menyadarinya, sampai akhirnya aku turun angkot namun semua pandangan tertuju padaku dan terlihat senyum-senyum. Aku bingung apa yang salah dariku, akhirnya meyla datang padaku mengatakan bahwa celanaku sobek, sambil dia mengulurkan jaketnya bermaksud agar aku memakainya untuk menutupi celanaku. Kemudian dia mempersilahkan aku jalan duluan didepannya dan dia berjalan dibelakangku. Haha…, itu pengalaman yang memalukan sekaligus pengalaman indah bagiku karena berjumpa dengannya.

 

Sejak saat itu aku mulai penasaran dan tertarik pada dirinya, dan mencari tau segala yang berkaitan dengannya. Kebetulan Meyla adalah teman kampusku, kita sama-sama berada di kelas C-II jurusan ilmu kehutanan, ini juga aku tau di awal masuk kampus saat itu, setelah tragedi celanaku robek di angkot hahaha… setelah aku tau bahwa dia sekelas denganku, aku berpikir ah bagus sekali, kesempatan emas buat tebar pesona yaahaaa….

 

Aku amati dia orangnya pendiam, nggak terlalu banyak bergaul tapi juga bukan orang yang kuper. Saat jam istirahat dia lebih memilih pergi ke masjid kampus untuk sholat dhuha dan kadang pergi ke perpustakaan untuk mempertajam pengetahuannya.

 

Hari pertama aku dibuat begitu terkagum-kagum kepadanya, karena saat itu materi kuliah pertama Pak Suwondo mata kuliah pengantar ilmu kehutanan, mahasiswa diajak untuk menganalisa potensi hutan Indonesia untuk kelangsungan makhluk hidup mendatang, setelah itu pak Suwondo meminta maju salah satu mahasiswa agar menjelaskan hasil analisanya, ternyata dengan berani Meyla mengajukan diri untuk menjelaskan. Penjelasannya panjang lebar sekali sampai-sampai aku tidak ingat apa saja yang dia jelaskan, yang ku ingat hanyalah wajah manisnya, haha dasar aku…

 

Aku tidak mau terus dikekang rasa penasaran, saat pulang kuliah aku beranikan diri mendekatinya dan mencoba berkenalan langsung dengannya. Aku menyapanya…

 

“Hay Mey, kenalin namaku Arey Sianta, panggil aja Rey, kita satu kelas,”

“Hay Rey salam kenal juga.” Imbuhnya lirih dan tetap menunduk tanpa menatapku sedikitpun.

 

Aku berfikir apa ada yang salah ya dari caraku menyapanya?, apa dia nggak suka?, apa kurang sopan??. “Apa dia penakut ya? Ah nggak mungkin, tadi aja di kelas dia berani maju jelasin pelajaran panjang lebar.” Gerutu dalam pikiranku.

 

Masih saja aku berusaha ngobrol dengan dia, kali ini aku pakai bahasa yang lebih sopan dan berusaha terlihat merendah, namun sepertinya tetap tidak berhasil, malah dia terkesan risih.

“Maaf aku duluan ya,” pamitnya.

“Iya hati-hati di jalan ya” jawabku mempersilahkannya.

 

Dari obrolanku dengannya yangsangat singkat itu, tidak membuat rasa penasaranku akan dirinya reda, justru aku semakin haus rasa ingin tau lebih dekat tentang dia. Selama perjalanan pulang hingga sampai di rumah aku tidak berhenti mencari cara agar bisa tau lebih dalam akan dirinya. Aku bukan orang yang jago memikirkan ide, aku lihat komputer di rumah lagi nganggur, kupakai saja untuk mencari di internet tentang ide berkenalan, gila banget sih buat kenalan aja harus nyari ide di internet hahaha…

Internet sudah ku “obok-obok”, tapi belum juga ketemu ide, ini malah membuatku semakin galau nggak karuan. Tiba-tiba angin semilir datang, ya! aku dapat ide, kalau nggak bisa kenalan langsung sama orangnya setidaknya medsosnya kan mewakili dirinya. Akhirnya aku tau misiku sekarang adalah mencari informasi tentang akun facebooknya. Aku sudah tau nama lengkapnya di absen kelas tadi pagi, coba aku search di pencarian facebook ah barangkali ketemu. “Udah ah aku nekat malam ini nggak akan tidur sebelum ketemu akun facebooknya.” Pikirku dengan semangat 45 yang berkobar-kobar hehe. Dan tidak terasa suara ayam berkokok mulai terdengar pertanda pagi mulai menyapa, tenyata benar aku tidak tidur dan akupun masih belum menemukan akun miliknya, niat stalking malah pening, hadeehh.

Hot

Comments

Nadine Amber

Nadine Amber

Hai, aku menawari untuk menulis di platform lain. Jika bersedia, tinggalkan informasi kontakmu nanti aku yang akan menghubungimu

2022-03-08

0

See all
Episodes
Episodes

Updated 1 Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play