Setelah sedikit berbincang dengan Nana aku pun mulai mengantuk, dan aku memilih untuk tidur, tetapi Nana pun juga menginap di rumah ku jadi disitu ku bingung membagi tempat.
"Whaaah, Sepertinya aku mau tidur, Terima kasih makanan nya"
"eh sudah mau tidur?"
aku pun lagsung pergi kekamar dan berbaring
"oi nana, Aku ingin bertanya padamu. kenapa kamu ingin bunuh diri"kata deka
"Bisa dibilang aku sudah bosan disini"
"sebernar nya aku dan Tama juga sama sepertimu, kabur dari rumah karena orang tua."
"Berarti kita semua senasib ya"
setelah selesai pembicaraan Deka tiba tiba masuk kamar
"Malah main tidur aja" Kata deka
aku pun menjawab "Memang ada masalah apa?"
"Datang kerumah membawa perempuan asing lalu membiarkan nya melamun di tempat makan?"
"Lalu?"
"Kalau dia tinggal di sini, dia akan tidur dimana, kau ini tidak bertanghumg jawab ya?''
"Ok....ku bakal ngomong sama Nana"
Akupun meninggalkan Kamar
"oi.. nana apa kamu ngantuk?
"Sepertinya.." ujar nana sambil membuka mata yang Sudah Terlihat mengantuk
"Kamu tidur saja di kamar di sana ada Kursi panjang kok"
"aku tidur bersama 2 laki laki?... Pasti pikiranmu mesum kan"
"Sudah berapa kali ku bilang, aku ini anak baik baik kok, lalu mau tidur dimana?''
"biar Ku tidur di sini aja kamu punya bantal lebih kan, tanpa selimut pun aku bisa tidur"
"ya sudah lah jika kamu mau begitu"
aku pun mengambilkan bantal dan selimut tipis untuk nana kemudian aku berbalik ke kamar dan berkata Selamat tidur ke Nana.
Saat jam 2 malam aku terbangun Deka sepertimya sudah tidur, aku pun memutuskan untuk pergi ke toilet sebentar untuk buang air kecil,Saat keluar kamar Aku tidak melihat nana tertidur di ruang tengah, yang tersisa hanya bantal dan selimutnya saja, tetapi saat aku melihat ke pintu keluar Disitu ku melihat Nana ingin Melompat/ bunuh diri untuk ke 2 kalinya.
"Oi... Nana turun!!" Tama sambil berteriak
sembari menangis nana Berbalik menatapku
"Kamu ini.... kenapa kamu melakukan hal itu lagi?"
"Maaf... tapi yang semua kamu lakukan ini tidak berguna Tama"
"Dengar... Hidup ini masih panjang Dan masih Bisa di ubah, dan lakukan itu selagi kamu ada"
"Tapi.. Aku Hanya menyusahkan mu Tinggal di rumah mu tanpa bayar atau apa pun, itu sama saja Aku membebani mu" Nana sambil nangis tersedu
"lihat...Aku dan Deka tidak marah saat kamu di sini,Kita menerima mu apalagi kamu bisa menambah ramai tempat ini, dulu saat siang Aku dan Deka harus bekerja
tidak ada yang mengurus rumah, Dan kamu sekarang bisa membantu pekerjaan rumah kita jika mau" Kata Tama sambil menenangkan Nana
"Se..serius?" Kata nana
aku sedikit memberi tahu tentang masalalu
"Lagian jatuh Dari ketinggian 2 lantai tidak bisa membuat mu mati..., kamu hanya akan menerima luka saja, kecuali jika kepalamu duluan mendarat sih..''
''kenapa kamu bisa tau?''
"dulu aku sama sepertimu, tetapi aku gagal bunuh diri karena aku 'setengah hati' melakukan nya jadi ku jatuh dengan kaki sampai duluan di tanah jadi aku hanya mendapatkan patah dibagian kaki, itu malah mempersulit hidup ku, jadi mohon hentikan keinginanmu bunuh diri, dan tisurlah untuk hari esok.''
''Aku minta maaf sebelum nya...''
Aku memaaf kan nana Dan Aku masuk kembali ke dalam rumah dan aku mencoba mengajak nana tidur di dalam kamar karena si luar dingin dan nana pun Tidur di kursi panjang kamar.
"Heh Tama, apa yamg harus ku lakukan untuk membalas kalian?"
aku pun sedikit bingung...
"Hanya lakukan Tugas tugas rumah Dan jika perlu kamu kerja paruh waktu untuk menambah uang mu dan juga membantu kita membayar Sewa apartemen ini, untuk bayar sewa sebenarnya tidak wajib anggap bercandaan saja tapi jika kamu tetap kerja paruh waktu mungkin uang itu bisa kamu simpan untuk kedepan nya"
"Baiklah akan ku lakukan''
Mereka semua pun tidur terlelap
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments