Cahaya Sejati
Bab 1
Pagi belumlah terang,lereng gunung putri masih diselimuti kabut putih tebal,dingin masih menusuk tulang.Dilereng gunung sebelah selatan,nampak berjejer kobong pondokan santri tak teratur.
sayup terdengar suara wirid para santri di tengah pondokan,rumah bambu yang tak sederhana,dinding yang di anyam dari bambu rapi.
Juga halas hamparan dari bambu yqng di pukul hingga pecah,kemudian di hqmparkan dengan rapi,sehingga kalau di injak kaki terdengan bunyi derit bambu yang khas.Nampak ***para santri yang jumlah nya 15 orang duduk melingkar dalam khusuk dalam wiridnya.
sang kyai pun yg ada dalam lingkaran duduk bersila,org tak menyangka mana kyai mana murid.Sebab semua sama hanya ketika sang kyai mengangkat tangan nya dan semua murid berhenti.Kemudia sang kyai menyuruh wirid nya yg lain,santri pun melanjutkannya.Orang tak akan menyangka yqng disebut kyai ini seorang remaja,berkulit putih bersih,berbibawa.
Disebelah rumah sang kyai ada rumah bambu lagi yg lumanyan besar,dindingnya dari kerai,yaitu bambu yg disisik halus kecil kecil kemudia disusun rapi dengan tambang,sehingga bisa buka ditutup dengan di gulung***.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments