Novel "Wanita Kuat" mengacu pada sebuah novel di mana wanita sebagai tokoh utamanya, novel semacamnya fokus pada kekuatan wanita serta pertumbuhan dari wanita sendiri. Boleh seperti protagonis wanita menggunakan kemampuan sendiri/ jari emas untuk meningkat selangkah demi selangkah dan melakukan serangan balik, mulai awal bab yang lemah, perlahan menjadi kuat, hingga akhirnya berhasil membalas dendam semua orang; Boleh juga seperti protagonis wanita menyembunyikan identitas, pura-pura menjadi pecundang, membalas dendam sepanjang jalan dalam novel.
a. Memenuhi keinginan untuk memiliki kekuasaan, uang, dan penampilan yang berkualitas.
b. Memenuhi keinginan wanita untuk menjadi kuat, baik dari posisi lemah menjadi kuat atau sudah kuat sejak awal, yang diperoleh dengan usaha sendiri, bukan dengan bergantung pada pria. Bila protagonis wanita menyembunyikan identitas, maka bisa gampang mencapai keinginan sukses, pembaca bisa merasakan keseruan dan kepuasan membalas dendam dan kesuksesan dengan gampang.
c. Bermulai dari awal yang lemah, membangkitkan keinginan pembaca untuk melihat proses balas dendam dari protagonis wanita.
d. Kontras lemah-kuat antara protagonis wanita sebelum dan sesudah serangan balik, rasa kontras tersebut dapat membangkitkan keseruan pembaca.
e. Bisa setting protagonis pria, dan juga boleh memenuhi keinginan terhdap pria sempurna, di novel wanita kuat, protagonis pria juga biasanya kuat, meskipun protagonis wanita tidak membutuhkan bantuan dari pria, tetapi pria tetap sering memperhatikan apa yang dilakukan protagonis wanita dan membantu saat protagonis wanita mengalami kesulitan.
Bullying dan balas dendam:
a. Fokus penulisan terletak pada proses balas dendam protagonis wanita terhadap si penindas. Adegan bullying hanya digunakan sebagai alas ataupun kunci plot selanjutnya, tidak saran untuk di panjang lebarkan. Melainkan harus fokus pada bagian serangan balik dan balas dendam.
b. Poin menarik dari cerita ini terletak pada pembalikan posisi penindas dan protagonis wanita dalam melakukan balas dendam. Pada tahap awal fokus mendeskripsikan protagonis wanita yang lemah, diintimidasi, dan tidak ada bantuan terhadapnya, yang merangsang simpati pembaca terhadap protagonis wanita. Pada tahap konflik maupun klimaks, fokus untuk mendeskripsikan serangan balik dari protagonis wanita, mengambarkan situasi tragis si penindas setelah dibalas dendam oleh protaognis wanita, memenuhi kepuasaan pembaca.
c. Protagonis pria bisa ada/ bisa tidak ada, dan garis asmaranya bisa ada/ bisa tidak ada, paling dijadikan garis cabang dimana sebagai alat balas dendam protagonis wanita, jangan menaungi garis utama.
Protagonis wanita: Pada tahap awal, protagonis wanita berada di posisi remah, dibully dan dilecehkan oleh pelaku intimidasi dengan berbagai cara. Setelah putus asa, dia memutuskan untuk melakukan balas dendam. Pada tahap selanjutnya, protagonis wanita menjadi tegas dan berani, percaya diri dan tenang, secara sistematis menggunakan kelemahan penindas untuk selangkah demi selangkah membalas penindas.
Protagonis pria: Bisa disetting ataupun tidak. Membantu protagonis wanita dalam membalas dendam, memiliki sesuatu skill, baik sebagai dokter, mafia, ceo, dll.
Penjahat: Si penindas, dan semua karakter lain yang bisa menggertak protagonis wanita