"Air Mata Pernikahan" berkisar pada hubungan antara protagonis pria dan wanita. Umumnya mengacu pada kehidupan setelah pernikahan yang tidak bahagia, di mana kedua pasangan tidak dapat saling memahami karena alasan diri mereka sendiri atau lingkungan luar, sehingga membuat kehidupan pernikahan mereka sangat menyakitkan. Alur hubungan keduanya biasanya bermula dengan hubungan yang menyakitkan lalu mencintai, atau menyakitkan dari awal hingga akhir cerita.
a. Pernikahan itu sendiri dan konflik besar atau kecil dengan suami yang tidak dapat dihindari dalam pernikahan sangat dekat dengan kehidupan nyata, dan dapat membangkitkan rasa simpati yang kuat bagi sebagian besar wanita.
b. Garis asmara kedua protagonis dalam "Air Mata Pernikahan" sangat menonjol, dan biasanya hubungan kedua protagonis sangat menyayat hati, diikuti dengan alur yang nyata dan berubah-ubah, memiliki tingkat dramatis yang tinggi, sangat mudah membangkitkan keinginan pembaca untuk terus membaca.
c. Dari segi alur cerita, arah perjalanan pernikahan protagonis pria dan wanita, serta bagaimana keduanya menyikapi rintangan dalam hubungan suami-istri mereka, juga menjadi salah satu poin penting untuk menarik pembaca.
Suami amnesia
Definisi: Suami protagonis wanita tiba-tiba kehilangan ingatan karena suatu kecelakaan, dan benar-benar melupakan semua masa lalunya. Hubungan pernikahan mereka dalam bahaya, jadi demi menyelamatkan hubungan pernikahan mereka, sang protagonis wanita harus melakukan sesuatu untuk membuat suaminya jatuh cinta lagi padanya.
Setting umum tokoh:
Protagonis laki-laki: identitas yang beragam, seperti presdir yang mendominasi, dokter, pembunuh elit, polisi dan lain sebagainya.
Beragam kepribadian, seperti lembut, kejam, baik di depan buruk di belakang, perlu digarisbawahi kontras antara kepribadian protagonis pria sebelum dan sesudah amnesia, terutama sikapnya ketika berhadapan dengan protagonis wanita.
Protagonis wanita: Beragam identitas, seperti ibu rumah tangga, putri dari keluarga kaya, elit kari, dan lain sebagainya. Beragam kepribadian, seperti lembut, berperasaan, setia, mandiri, tegas, dan memiliki tekad yang kuat.
Penjahat: boleh mengatur adanya tokoh penjahat dalam plot yang menyebabkan amnesia protagonis pria, seperti saingan bisnis, ibu tiri protagonis pria, wanita jahat yang terobsesi dengan protagonis pria sejak lama, dan lain-lain, boleh juga mengesampingkan penyebab terjadinya amnesia yang dialami protagonis pria, dan mengatur kemunculan tokoh penjahat setelah amnesia protagonis pria terjadi, seperti bertemu dengan tokoh pendukung wanita setelah amnesia, dan lain sebagainya.
Referensi plot:
KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga)
Definisi: Kekerasan dalam rumah tangga mengacu pada kecenderungan protagonis pria atau wanita untuk melakukan kekerasan. Jenis kekerasan ini terutama bersifat perilaku, seperti pemukulan, omelan, atau kekerasan seksual. Alur utama cerita seringkali disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga oleh salah satu pihak, dan kehidupan hubungan pernikahan yang terasa sangat menyakitkan.
Setting umum tokoh:
Protagonis pria: Beragam identitas, contohnya presdir yang mendominasi, mafia, artis, dan lain-lain. Kurang lebih memiliki kekurangan dalam kepribadian, mungkin karena sifat posesif alami yang kuat, atau karena lingkungan pertumbuhan yang menyebabkan penyakit psikologis tertentu, atau rasa posesif yang berlebihan.
Protagonis wanita: Beragam identitas, contohnya wanita biasa, putri dari keluarga kaya, dan lain-lain. biasanya memiliki sifat yang baik hati, lemah lembut dan berhati lembut, dapat berbalik menjadi tegas dan kuat setelah mengalami situasi putus asa.
Tokoh penjahat: Kekerasan dalam rumah tangga antara protagonis pria dan wanita sudah cukup menjadi penghalang terbesar bagi hubungan emosional mereka, sehingga tidak perlu mengatur adanya tokoh penjahat, tapi jika benar-benar ingin adanya tokoh penjahat, maka penulis dapat mengatur sesuai dengan pengaturan ceritanya sendiri, misalnya orang yang membantu penjahat melakukan kejahatan, ayah tiri atau ibu tiri yang sengaja memilih untuk tidak menolong, ibu mertua yang jahat, dan lain sebagainya.
Referensi plot: