Saat aku belajar tersenyum kembali
BAB1 Gadis Yang Lupa Cara Tersenyum Suara alarm berbunyi tepat pukul lima pagi. Dengan mata yang masih berat, Aira Maheswari membuka matanya. Langit di luar jendela masih gelap, tetapi hari panjang t
2
5
If Clover Were Human
Apa kalian percaya pada keberuntungan? Aku pernah menganggapnya hanya kebetulan. Sampai akhirnya, aku bertemu dengannya. Laki-laki berambut cokelat dengan mata hazel itu hadir begitu saja. Seolah h
0
1
Senyum di Ujung Gang
Pagi itu, Sari berdiri di depan rumah kontrakannya yang sederhana. Di tangannya ada beberapa bungkus gorengan yang baru matang. Uap hangat masih mengepul dari plastik bening yang ia pegang. "Bu, ak
0
0
Si, kecil
Malam, itu di sebuah rumah usang terdapat seorang wanita yang bernama Yasmin yang sedang kesakitan melawan kontraksi lahiran!! Yapz!! Yasmin itu sedang hamil mungkin saat ini dia sedang kontraksi.
0
1
Kasus Yuvita & Taufik Hidayat yang lagi viral (4 Sudut Pandang Yang Berbeda)
Cerita ini diangkat dari kejadian nyata yang sedang Viral, kisah seorang wanita yang di sekap oleh kekasihnya, yang mengalami kekerasan fisik, hingga membuat keadaan korban menjadi sangat mengenaskan.
6
6
A Smiling Girl
Hari pertama pelajaran setelah masa pengenalan sekolah akhirnya tiba. Seperti biasa, aku berdiri di depan kelas dua sambil memandangi sepuluh murid yang duduk rapi di kursinya masing-masing. "Anak-a
0
2
Demi kamu aku rela mengorbankan segalanya asalkan kamu bahagia
Bab 1: Janji di Bawah Pohon Beringin Hari itu sore menjelang malam, langit berwarna jingga kemerahan menaungi pohon beringin tua di ujung desa Medan. Di bawah rindangnya dahan itu, Dimas menggeng
0
2
Ketika Mantra Tidak Bekerja
Thea berlari secepat mungkin di koridor sekolah. "Aduh! Pak guru jangan pergi dulu!" Karena terlalu fokus, ia tidak melihat dua siswa laki-laki yang sedang berdiri sambil mengobrol di depan kelas.
1
6
Diam yang Retak
Dokter bilang dua minggu. Minimal dua minggu Yuna tidak boleh bicara. Di bawah pendar lampu yang dingin di ruang pemeriksaan, Yuna hanya mampu menatap lurus ke arah foto rontgen rahangnya sendiri. Ti
3
6
kutipan hening yang dingin
disaat semua menyebutnya ketidaksengajaan,aku sendiri menyebutnya sebagai keberuntungan. setiap ada yang istimewa,aku berdiri sendirian dengan perasaan semu. meski mengetahui hari ini istimewa, ada
0
1
Wasting Time on Wasted Crying
Warn! Cerita ini berunsur Bromance, Hurt, Comfort, dan angst... Mohon maaf jika ada kesamaan alur itu murni ketidaksengajaan!!! Dont copy my story! -------------- — "And what the hell were we? Tell
0
4
Senyum yang Tidak Untuk Siapa-siapa
Hari ini aku tidak mengerjakan apa-apa. Bukan karena malas, setidaknya bukan hanya itu. Ada sesuatu yang terjadi hari ini, sesuatu yang memaksaku untuk duduk diam dan membiarkan semuanya mengalir begi
0
1
Fotografer yang Hanya Mengabadikan Momen
Namaku Ryan. Aku seorang fotografer pernikahan yang juga suka menangkap keindahan alam sekitar kota. Aku tinggal di sebuah apartemen kecil yang menghadap ke taman kota, di sebelah unit milik seorang
0
0
I'm Home And You're Not
Kalau aku diminta untuk datang ke satu tempat yang paling kusukai... Mungkin kota ini yang akan kupilih. Di sinilah aku pertama kali melihatmu. Dulu, setiap kali aku datang kemari, selalu ada angin
2
1
Lilin Kecil, Aira.
"Happy.. birthday... to me." Malam ini.. adalah hari ku. Lebih tepatnya.. lima menit lagi. Hari yang dimana aku datang di dunia ini. Hari dimana orang orang sekitar ku menanti ku membuka mat
2
4
Hanya Satu Senyum
Langit pagi tampak cerah tanpa satu pun awan yang menghalangi cahaya matahari. Angin berhembus pelan, menggoyangkan dedaunan di sepanjang jalan menuju SMAN 1 CAKRAWALA. Suasana sekolah sudah ramai sej
0
1
Warisan klan yang tersembunyi identitas
Cover penulis: vin Team: Warisan klan yang tersembunyi identitas Genre: Fantasi + Klan Pemuda tak berbakat di provinsi langit hijau, berdiri sebuah kekuatan besar yang telah menguasai wilayah selam
0
1
Sampai Ketemu Lagi
Malam itu udara terasa hangat. Lampu-lampu di gedung tempat acara berlangsung berkilauan, menciptakan suasana yang ramai dan meriah. Airin datang bersama sahabat lamanya, Vanila. Mereka berjalan samb
0
1
Korban?
Hujan turun sejak sore. Reza duduk sendirian di dalam apartemennya yang sempit. Lampu ruang tamu tidak dinyalakan, menyisakan cahaya televisi yang berkedip-kedip menerangi ruangan. Di layar, seorang
2
1
Fly Higher And Never Come Again
Sore itu, ketika aku hendak pulang, langkahku terhenti di tepi sebuah lapangan yang luas. Beberapa anak kecil berlari mengejar dan menerbangkan layang-layang dengan penuh riang. Entah mengapa, dadaku
0
2