Kenangan
Wangi bunga mawar di taman sekolah. Sore ini. Reuni. Kuingat di bangku kayu taman sekolah, Bunganya belum sebanyak sekarang. Jelas... Itu lama sekali 10 Tahun lalu Di bangku SMA Bunga-bunga aso
1
1
GARA GARA SATE TAICHAN JAM 1 MALAM
Sumpah tangan gue masih gemeteran ngetik ini. Gue pikir driver ojolnya yang gila, ternyata dia justru nyelamatin nyawa gue (atau seenggaknya ngasih gue waktu buat kabur). Yap yg diatas sedikit intro
0
2
Akar dibawah beton part 5
## **Bab 32: Tangisan Pertama di Ruang Steril** Waktu di luar ruang operasi seolah berjalan merayap, detik demi detik terasa begitu menyiksa bagi Alexander, Kamila, dan Lily. Doa-doa yang dipanjatkan
0
0
Akar dibawah beton part 4
## **Bab 24: Rekaman di Balik Dinding Rusak** Angin malam berembus dingin, menyusup melalui celah-celah seng rumah petak yang rapuh. Di dalam ruangan sempit itu, ketegangan yang selama ini dipendam Kr
0
0
Akar dibawah beton part 3
## **Bab 16: Toga di Atas Tumpukan Kardus** Angin sore berhembus membawa aroma khas kertas tua dari dalam perpustakaan tempat Lily bekerja, bercampur dengan debu jalanan yang mengepul di luar jendela.
0
0
Cinta dalam doa
Kelas dan teras Bel berbunyi pukul dua.tapi aku baru pulang pukul lima .bukan karena aku kerja.bukan karena ada rapat.tapi karena aku nunggu. Nunggu pesawat. Pesawat yang sama .yang setiap sore j
0
1
Akar dibawah beton part 2
## **Bab 9: Lorong Langit di Tengah Kota** Hari Minggu pagi memberikan kelonggaran yang langka bagi Krisan. Tidak ada truk pengangkut besi tua yang datang menderu, tidak ada karung rongsokan yang haru
0
0
Dalam Naungan Bayangan Ophelia
Umpama bunga forget-me-not yang tumbuh di tepi jurang, keindahan nama itu sering kali membawa beban seberat takdir yang membelenggunya. Di sebuah sudut perpustakaan kuno bertembok kayu jati di kota Ba
0
1
Panggil Aku Ketika Sampai di Rumah
Suara dering telepon dari ponsel Bapak selalu punya ritme tersendiri di rumah kami. Itu bukan nada dering standar pabrikan yang kaku, melainkan sebuah lagu daerah lama yang nyaring dan diputar dengan
0
1
Di Lembah Seraphov
Salju turun tanpa henti di St. Petersburg, membungkus kubah-kubah emas katedral dalam selimut putih yang sunyi dan dingin. Di dalam gubuk kayu kecil berdinding tebal di pinggiran kota, perapian berjel
0
1
GENZ JEDING
UJIAN NASIONAL VS PUSH RANK Senin pagi, XI-2 kayak abis tawuran sama logika. Bu Dwi “Anak-anak, minggu depan Ujian Nasional. Ini penentu masa depan! Belajar!” BAYU ngacung sambil ngupil. “BU!
0
1
Akar dibawah beton
## **Judul:** Akar di Bawah Beton ### **Sinopsis** Di sudut kota yang bising dan penuh debu, Lily dan Krisan hidup dalam senyap yang panjang. Sebagai dua kakak beradik buruh serabutan kasar, hari-hari
1
0
AKU MAU PUNYA BUNDA
Suara bariton dari sesosok lelaki bertubuh tegap itu menggema di sebuah ruangan, membuat seorang gadis cantik berkerudung biru laut yang tengah memeluk seorang anak lelaki itu terkejut setengah mati.
0
1
GARA-GARA MUSUH ADIKKU
Seorang gadis cantik berambut panjang melangkahkan kakinya dengan lemas, make upnya minimalisnya sudah luntur berganti dengan peluh dan debu yang ia serap hasil perjalanannya dengan motor matic kesaya
3
1
Persatuan dalam Perbedaan
Di sebuah sekolah kecil, murid-murid berasal dari berbagai suku, agama, dan daerah. Meski berbeda, mereka belajar di kelas yang sama dan bermain di halaman yang sama. Suatu hari, sekolah mengadakan
0
0
Pintu Surga di tahun 2018
Malam itu, di sebuah kota kecil yang kian terlelap, udara terasa begitu menusuk tulang, membawa hawa dingin yang merasuk hingga ke relung jiwa yang paling dalam. Di dalam kamar tidurnya yang sempit, y
0
0
Janji yang Tak Pernah Selesai
"Kalau suatu hari aku pergi lebih dulu, jangan menangis terlalu lama." Kalimat itu selalu diucapkan Raka setiap kali Aira memarahinya karena terlalu banyak bercanda. Aira akan menjawab dengan kesal,
0
0
GENZ JEDING
Part 1 MISI PENYELAMATAAN Suasana kelas XI-2 pagi itu layaknya medan perang yang membeku. Di papan tulis, **Pak Yahya**, guru matematika yang kumisnya saja sudah cukup membuat
0
3
Kemarau di Musim Hujan 🌞
Suatu hari, hujan turun di tengah musim kemarau. Tanah yang telah lama retak menyambut setiap tetes air dengan diam.Tak ada sorak, tak ada pesta.Sebab sebagian tanaman telah lebih dulu mati sebelum h
0
1
GENZ JEDING
PART 1 MISI PENYELAMATAAN Suasana kelas XI-2 pagi itu layaknya medan perang yang membeku. Di papan tulis, **Pak Yahya**, guru matematika yang kumisnya saja sudah cukup membuat ni
1
1