Tersesat
BAB 1: DUNIA YANG SELALU CERAH Sejak kecil, Ana adalah definisi kebahagiaan itu sendiri. Wajahnya selalu berseri dengan senyum yang tak pernah hilang, matanya berbinar seperti bintang yang tak pern
0
1
Luka Tak Berdarah
Rumah sakit itu selalu berbau sama: campuran antara cairan karbol, aroma obat-obatan generik, dan keputusasaan yang menguap pelan di udara. Bagi Dokter Rania, lorong-lorong bangsal kelas tiga adalah p
0
1
Harapan baru untuk Elara
Napasnya memburu, keluar sebagai uap putih di tengah udara malam yang menusuk tulang. Hutan itu gelap gulita, hanya diterangi kilatan petir yang menyambar sesekali, memperlihatkan bayangan pohon-poho
0
1
Cinta pertama yang berbeda
Sejak kecil, aku mengira cinta pertama adalah kisah yang dimulai di sekolah. Aku membayangkan seseorang yang ditemui di bangku kelas, saling mengenal, lalu saling menyukai. Begitulah yang kupahami s
0
0
Terikat Cinta
Salju tipis mulai turun membalut jalanan berbatu di Altstadt Zurich, menyelimuti deretan bangunan berarsitektur Gotik dengan lapisan putih yang dingin. Di balik jendela kaca sebuah kafe kecil di tepi
0
2
keluarga indah jika dilihat dari luar
hii.... namaku letta aku anak bungsu yg tinggal didaerah Sumatra. Aku punya kakak pertama cewe dan sudah bersuami anak nya satu. Sedangkan kakak kedua ku cowo dan sidah menikah anak dua. Suatu hari se
0
1
Magnum agri spatium
magnum agri spatium Pengenalan Magnum agri spatium atau dikenal spatium adalah sebuah negara semenanjung yang menghadap ke samudera Atlantik bagian tengah. Awal mula Hari itu pada tahun 1917-191
0
0
[Horor] Mimpi melihat anak kecil sebelum haid
Hai, aku seorang wanita yang sudah menikah. Namun, Allah belum memberikan kepercayaan untukku menjadi seorang ibu. Sempat hamil, tapi aku gak tau kalau saat itu sedang hamil. Kenapa? Karena 1 minggu
0
1
Pasrah di Atas Sajadah
Sore itu, langit di atas permukiman padat terasa begitu pekat, seakan sengaja menahan mendung agar hawa panas terperangkap di bumi. Di dalam rumah sederhana berdinding cat yang sudah mulai mengelupas,
0
1
Catatan : Akhir dari cerita
Aku melepaskannya tanpa mengatakan akhir. Dia tidak menahanku, meskipun perasaannya masih tertinggal. Aku pergi bersama orang lain, dengan cara yg sama seperti yg pernah kami lakukan sebelum perasaan
0
0
Akar dibawah beton part 5
## **Bab 33: Malaikat Bernama Amaya** Beberapa hari setelah operasi besar yang merenggut banyak tenaga dan air mata, Krisan diizinkan pulang ke rumah petak. Tubuhnya masih terasa lemah, dan setiap kal
0
0
MAEN ASIK
Part 5 Jeding genz Jam 5 pagi, mobil Fortuner hitam milik Papahnya Victor udah parkir depan gang. Bayu dateng pake jaket kulit padahal panas, “Biar sangar, bro.” Egil b
0
0
Gadis Terwangi dan Terbau 🌹💩
Pernahkah kau mencium aroma hujan sebelum ia turun? Konon, di sebuah kota kecil yang dikelilingi kebun melati, hiduplah seorang gadis bernama Aruna.Orang-orang menyebutnya gadis terwangi.Bukan karena
0
0
REMBULAN MENENUN MIMPINYA YANG INDAH
«“Tiap-tiap impian selalu melahirkan seorang penenunnya sendiri. Sialnya, tak pernah ada penenun yang diizinkan pulang untuk kembali menjadi manusia.” — Legenda Desa Wairana» Malam itu, cakrawala te
0
1
Teman Lembur Yang Tak Pernah Pulang
KISAH NYATA: "Semua orang menghadiri pemakaman Rian seminggu yang lalu... tapi setiap pukul 23.00, aku masih melihatnya mengetik di meja kerjanya." Awalnya aku mengira hanya kelelahan. Namun malam
0
2
Kenangan
Wangi bunga mawar di taman sekolah. Sore ini. Reuni. Kuingat di bangku kayu taman sekolah, Bunganya belum sebanyak sekarang. Jelas... Itu lama sekali 10 Tahun lalu Di bangku SMA Bunga-bunga aso
1
1
GARA GARA SATE TAICHAN JAM 1 MALAM
Sumpah tangan gue masih gemeteran ngetik ini. Gue pikir driver ojolnya yang gila, ternyata dia justru nyelamatin nyawa gue (atau seenggaknya ngasih gue waktu buat kabur). Yap yg diatas sedikit intro
0
2
Akar dibawah beton part 5
## **Bab 32: Tangisan Pertama di Ruang Steril** Waktu di luar ruang operasi seolah berjalan merayap, detik demi detik terasa begitu menyiksa bagi Alexander, Kamila, dan Lily. Doa-doa yang dipanjatkan
0
0
Akar dibawah beton part 4
## **Bab 24: Rekaman di Balik Dinding Rusak** Angin malam berembus dingin, menyusup melalui celah-celah seng rumah petak yang rapuh. Di dalam ruangan sempit itu, ketegangan yang selama ini dipendam Kr
0
0
Akar dibawah beton part 3
## **Bab 16: Toga di Atas Tumpukan Kardus** Angin sore berhembus membawa aroma khas kertas tua dari dalam perpustakaan tempat Lily bekerja, bercampur dengan debu jalanan yang mengepul di luar jendela.
0
0