Indonesia
NovelToon NovelToon

Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Isi Anak Kampung Penakluk Jakarta

5.0 |

Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Faris Arjuna hanyalah pemuda kampung yang datang ke Jakarta dengan modal nekat, sebuah tas usang, dan mimpi besar untuk mengubah nasib keluarganya.
Diremehkan karena miskin, dihina karena tidak punya koneksi, Faris harus menghadapi kerasnya kehidupan ibu kota. Dari jalanan yang penuh preman, persaingan bisnis yang kejam, hingga konflik dengan orang-orang berkuasa, semuanya menjadi ujian yang harus ia taklukkan.
Namun mereka tidak tahu satu hal. Di balik penampilannya yang sederhana, Faris memiliki keberanian, kecerdasan, dan tekad yang tidak bisa dihancurkan.
Mampukah seorang anak kampung menaklukkan Jakarta dan membuktikan bahwa kesuksesan bukan milik orang kaya saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Isi Anak Kampung Penakluk Jakarta
Noveltoon Downloade Noveltoon Downloade
Pendahuluan | Episodes
Updated 95 Episodes
Naik
  |  
Turun
1
BAB 1 TIKET SEKALI JALAN
2
BAB 2 KOTA YANG TIDAK PERNAH TIDUR
3
BAB 3 Tawaran yang Mengubah Nasib
4
Bab 4: Keputusan yang Mengubah Nasib
5
Bab 5: Rokok Gajah Baru Buat Pengawal Baru
6
Bab 6: Masuk ke Istana Kaca
7
Bab 7: Uji Nyali di Depan Pintu Bos
8
Bab 8: Fajar Kebenaran
9
Bab 9: Gaya Gandos Sang Penjaga
10
Bab 10: Mulut Gede Dalem Lembek
11
Bab 11: Masih Banyak yang Belum Kelar
12
Bab 12: Satu Lawan Lima Puluh
13
Bab 13: Kalah Tanpa Suara
14
Bab 14: Jejak Sang Dalang
15
Bab 15: Sandiwara di Kantor
16
Bab 16: Jejak di Balik Bayangan
17
Bab 17: Persiapan Perang Senyap
18
Bab 18: Malam Penentuan
19
Bab 19: Pembuktian di Depan Mata
20
Bab 20: Damai dan Awal Baru
21
Bab 21: Masalah Baru Gaya Tetap Sama
22
Bab 22: Pertemuan Dua Muka
23
Bab 23: Umpan yang Dibiarkan Masuk
24
Bab 24: Gerakan Halus di Balik Meja
25
Bab 25: Mata‑mata yang Tak Terlihat
26
Bab 26: Kesalahan yang Terjadi Sendiri
27
Bab 27: Panik yang Menjadi Jalan Masuk
28
Bab 28: Semua Benang Mulai Menyatu
29
Bab 29: Penutup Jaring
30
Bab 30: Jejak yang Tinggal Hanya Sebagai Pelajaran
31
Bab 31: Awal yang Terasa Seperti Biasa Saja
32
Bab 32: Ujian Kecil yang Menjadi Pembeda
33
Bab 33: Jalan Terang yang Semakin Lebar
34
Bab 34: Kejadian Kecil yang Membawa Arti Besar
35
Bab 35: Kedatangan Geng Naga Hitam Pertarungan di Awal
36
Bab 36: Persiapan dan Jejak yang Mulai Terbaca
37
Bab 37: Gerak Diam yang Meninggalkan Jejak
38
Bab 38: Benang yang Mulai Menarik ke Pangkal
39
Bab 39: Pertarungan Terbuka di Jalanan
40
Bab 40: Bayangan yang Luruh dan Jalan yang Makin Terang
41
Bab 41: Kisah yang Berakhir Babak Baru yang Terbuka
42
Bab 42: Jejak Langkah yang Makin Jauh
43
Bab 43: Kabar dari Kampung Halaman
44
Bab 44: Kembali ke Akar
45
Bab 45: Rencana yang Semakin Jelas
46
Bab 46: Langkah Awal di Kampung Halaman
47
Bab 47: Bukti Kepercayaan yang Membuahkan Hasil
48
Bab 48: Kabar Baik dari Kota
49
Bab 49: Rencana yang Semakin Luas
50
Bab 50: Pertarungan di Tanah Sendiri
51
Bab 51: Jejak Ancaman yang Tak Hilang
52
Bab 52: Kopi Pahit dan Janji Pulang
53
Bab 53: Perjalanan Menuju Harapan
54
Bab 54: Ujian Kepercayaan di Tengah Gedung Tinggi
55
Bab 55: Langkah Pulang yang Membawa Perubahan
56
Bab 56: Langkah Tegap Kembali ke Lokasi
57
Bab 57: Di Bawah Langit Desa yang Kembali Damai
58
Bab 58: Gaya Santai yang Tetap Menancap
59
Bab 59: Langkah Santai Menuju Puncak Kepercayaan
60
Bab 60 Ketenangan yang Menjadi Kekuatan
61
Bab 61: Semangat Baru di Bumi yang Damai
62
Bab 62: Jejak Langkah Menuju Amanah di Tanah Blora
63
Bab 63: Cahaya Amanah di Bumi Blora
64
Bab 64: Menjaga Air dan Merajut Persaudaraan
65
Bab 65: Hasil Kebaikan yang Berbuah Abadi
66
Bab 66: Cahaya Hati di Tengah Keramaian Pasar
67
Bab 67: Cahaya Subuh Pukul Empat Lima Menit
68
Bab 68: Cahaya yang Menyebar ke Penjuru Desa
69
Bab 69: Berbagi Hati di Tengah Kesulitan
70
Bab 70: Hati yang Lapang Menerima Segala Ujian
71
Bab 71: Ketenangan Hati Mendatangkan Pertolongan
72
Bab 72: Pulang Membawa Penuh Berkah
73
Bab 73: Kepulangan yang Membawa Cahaya
74
Bab 74: Cahaya Ilmu yang Menyebar di Rumah Sendiri
75
Bab 75: Kebaikan yang Tumbuh dari Hal Kecil
76
Bab 76: Menyempurnakan Setengah Agama
77
Bab 77: Melangkah Berdua Membawa Cahaya
78
Bab 78: Melangkah Bersama Menjaga Amanah
79
Bab 79: Langkah Kecil Menanam Kebaikan
80
Bab 80: Cahaya yang Tak Pernah Padam
81
Bab 81: Menjaga Hati di Tengah Pujian
82
Bab 82: Menabur Kebaikan Tanpa Menghitung Balas
83
Bab 83: Warisan yang Tak Ternilai
84
Bab 84: Menjalankan Amanah dengan Hati yang Lapang
85
Bab 85: Ketenangan di Tengah Ujian
86
Bab 86: Berbagi Kebaikan Melampaui Batas Desa
87
Bab 87: Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan
88
Bab 88: Ilmu yang Diberikan Tumbuh Yang Disimpan Membusuk
89
Bab 89: Kesabaran Adalah Kunci Segala Pintu
90
Bab 90: Kembali Kepada Sumber
91
Bab 91: Menanam Kebaikan di Setiap Langkah Kaki
92
Bab 92: Menjadi Cahaya yang Tak Membakar Hanya Menyejukkan
93
Bab 93: Menghargai Setiap Hati Sebagai Karya Tuhan
94
Bab 94: Memelihara Lidah Sebagai Jantung Perdamaian
95
Bab 95: Memberi Tanpa Menghitung Balas Adalah Kekayaan Sejati
95
Bab 95: Memberi Tanpa Menghitung Balas Adalah Kekayaan Sejati
94
Bab 94: Memelihara Lidah Sebagai Jantung Perdamaian
93
Bab 93: Menghargai Setiap Hati Sebagai Karya Tuhan
92
Bab 92: Menjadi Cahaya yang Tak Membakar Hanya Menyejukkan
91
Bab 91: Menanam Kebaikan di Setiap Langkah Kaki
90
Bab 90: Kembali Kepada Sumber
89
Bab 89: Kesabaran Adalah Kunci Segala Pintu
88
Bab 88: Ilmu yang Diberikan Tumbuh Yang Disimpan Membusuk
87
Bab 87: Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan
86
Bab 86: Berbagi Kebaikan Melampaui Batas Desa
85
Bab 85: Ketenangan di Tengah Ujian
84
Bab 84: Menjalankan Amanah dengan Hati yang Lapang
83
Bab 83: Warisan yang Tak Ternilai
82
Bab 82: Menabur Kebaikan Tanpa Menghitung Balas
81
Bab 81: Menjaga Hati di Tengah Pujian
80
Bab 80: Cahaya yang Tak Pernah Padam
79
Bab 79: Langkah Kecil Menanam Kebaikan
78
Bab 78: Melangkah Bersama Menjaga Amanah
77
Bab 77: Melangkah Berdua Membawa Cahaya
76
Bab 76: Menyempurnakan Setengah Agama
75
Bab 75: Kebaikan yang Tumbuh dari Hal Kecil
74
Bab 74: Cahaya Ilmu yang Menyebar di Rumah Sendiri
73
Bab 73: Kepulangan yang Membawa Cahaya
72
Bab 72: Pulang Membawa Penuh Berkah
71
Bab 71: Ketenangan Hati Mendatangkan Pertolongan
70
Bab 70: Hati yang Lapang Menerima Segala Ujian
69
Bab 69: Berbagi Hati di Tengah Kesulitan
68
Bab 68: Cahaya yang Menyebar ke Penjuru Desa
67
Bab 67: Cahaya Subuh Pukul Empat Lima Menit
66
Bab 66: Cahaya Hati di Tengah Keramaian Pasar
65
Bab 65: Hasil Kebaikan yang Berbuah Abadi
64
Bab 64: Menjaga Air dan Merajut Persaudaraan
63
Bab 63: Cahaya Amanah di Bumi Blora
62
Bab 62: Jejak Langkah Menuju Amanah di Tanah Blora
61
Bab 61: Semangat Baru di Bumi yang Damai
60
Bab 60 Ketenangan yang Menjadi Kekuatan
59
Bab 59: Langkah Santai Menuju Puncak Kepercayaan
58
Bab 58: Gaya Santai yang Tetap Menancap
57
Bab 57: Di Bawah Langit Desa yang Kembali Damai
56
Bab 56: Langkah Tegap Kembali ke Lokasi
55
Bab 55: Langkah Pulang yang Membawa Perubahan
54
Bab 54: Ujian Kepercayaan di Tengah Gedung Tinggi
53
Bab 53: Perjalanan Menuju Harapan
52
Bab 52: Kopi Pahit dan Janji Pulang
51
Bab 51: Jejak Ancaman yang Tak Hilang
50
Bab 50: Pertarungan di Tanah Sendiri
49
Bab 49: Rencana yang Semakin Luas
48
Bab 48: Kabar Baik dari Kota
47
Bab 47: Bukti Kepercayaan yang Membuahkan Hasil
46
Bab 46: Langkah Awal di Kampung Halaman
45
Bab 45: Rencana yang Semakin Jelas
44
Bab 44: Kembali ke Akar
43
Bab 43: Kabar dari Kampung Halaman
42
Bab 42: Jejak Langkah yang Makin Jauh
41
Bab 41: Kisah yang Berakhir Babak Baru yang Terbuka
40
Bab 40: Bayangan yang Luruh dan Jalan yang Makin Terang
39
Bab 39: Pertarungan Terbuka di Jalanan
38
Bab 38: Benang yang Mulai Menarik ke Pangkal
37
Bab 37: Gerak Diam yang Meninggalkan Jejak
36
Bab 36: Persiapan dan Jejak yang Mulai Terbaca
35
Bab 35: Kedatangan Geng Naga Hitam Pertarungan di Awal
34
Bab 34: Kejadian Kecil yang Membawa Arti Besar
33
Bab 33: Jalan Terang yang Semakin Lebar
32
Bab 32: Ujian Kecil yang Menjadi Pembeda
31
Bab 31: Awal yang Terasa Seperti Biasa Saja
30
Bab 30: Jejak yang Tinggal Hanya Sebagai Pelajaran
29
Bab 29: Penutup Jaring
28
Bab 28: Semua Benang Mulai Menyatu
27
Bab 27: Panik yang Menjadi Jalan Masuk
26
Bab 26: Kesalahan yang Terjadi Sendiri
25
Bab 25: Mata‑mata yang Tak Terlihat
24
Bab 24: Gerakan Halus di Balik Meja
23
Bab 23: Umpan yang Dibiarkan Masuk
22
Bab 22: Pertemuan Dua Muka
21
Bab 21: Masalah Baru Gaya Tetap Sama
20
Bab 20: Damai dan Awal Baru
19
Bab 19: Pembuktian di Depan Mata
18
Bab 18: Malam Penentuan
17
Bab 17: Persiapan Perang Senyap
16
Bab 16: Jejak di Balik Bayangan
15
Bab 15: Sandiwara di Kantor
14
Bab 14: Jejak Sang Dalang
13
Bab 13: Kalah Tanpa Suara
12
Bab 12: Satu Lawan Lima Puluh
11
Bab 11: Masih Banyak yang Belum Kelar
10
Bab 10: Mulut Gede Dalem Lembek
9
Bab 9: Gaya Gandos Sang Penjaga
8
Bab 8: Fajar Kebenaran
7
Bab 7: Uji Nyali di Depan Pintu Bos
6
Bab 6: Masuk ke Istana Kaca
5
Bab 5: Rokok Gajah Baru Buat Pengawal Baru
4
Bab 4: Keputusan yang Mengubah Nasib
3
BAB 3 Tawaran yang Mengubah Nasib
2
BAB 2 KOTA YANG TIDAK PERNAH TIDUR
1
BAB 1 TIKET SEKALI JALAN
Lihat Semua
Descarga Isi Anak Kampung Penakluk Jakarta PDF
Lapor karya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!