Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01
Raisya Prameswari, wanita cantik yang sudah rapi dengan setelah kantor nya, berjalan menuruni tangga dari lantai atas. Dia langsung pergi ke meja makan, di sana Bi Lilis sudah menyiapkan sarapan untuk semua orang.
"Selamat pagi bi Lilis!" Sapa Raisya.
"Selamat pagi Nyonya!" Jawab Bi Lilis sambil tersenyum ramah.
Raisya langsung duduk di meja makan, dia mengoles roti tawar dengan selai coklat. Lalu mulai menyuap kan potongan demi potongan roti itu ke dalam mulut nya.
"Iya sayang, nanti kita minta uang nya sama Tante Raisya, kamu tenang saja!" Tiba - tiba Raisya mendengar ucapan dari Cika, istri dari Alvin, kakak ipar nya Raisya.
Di meja makan semua orang mulai berkumpul, Dimas suami nya Raisya sudah duduk di samping nya. Mama Rika dan Neta pun duduk di seberang Raisa, begitu pun dengan Cika dan Alvin serta putri mereka.
"Sya, minggu depan sekolah nya Bela mau ngadain acara di luar. Kamu transfer uang ya sama mbak, gak banyak kok cuma 5 juta!" Cika berkata dengan enteng nya.
"5 juta?" Raisya mengernyitkan dahi nya.
"Iya Sya, transfer nya hari ini ya. Masalah nya harus di bayar nanti siang!" Ujar Cika lagi.
"Iya mbak!" Jawab Raisya sambil meneruskan sarapan nya.
"Mbak, aku juga minta uang dong. Uang Jajan aku udah habis!" Neta berkata pada kakak ipar nya.
"Net, kan baru minggu kemarin mbak transfer uang nya sama kamu. Masa udah habis aja?" Tanya Raisya tidak percaya.
"Mbak, memang nya mbak fikir aku gak punya kebutuhan apa? Aku ini masih muda dan aku tuh harus have fun sama teman - teman!" Jawab Neta dengan kesal.
"Udah lah Raisya, kamu kasih saja uang nya. Mereka itu udah jadi tanggung jawab kamu!" Mama Rika membela putri nya.
"Mas,,,!" Raisya menyenggol lengan Dimas yang ada di samping nya.
"Kamu kasih aja Sya, aku gak punya uang. Gaji aku udah habis buat bayar cicilan mobil, tinggal uang bensin dan makan siang aja!" Jawab Dimas yang mengerti maksud istri nya.
Raisya menghembus kan nafas kasar, sudah satu tahun ini semua kebutuhan keluarga suami nya menjadi tanggungan Raisya sepenuh nya.
"Mas Alvin, memang nya sampai kapan mas Alvin akan tetap seperti ini. Apa tidak berniat mencari pekerjaan sama sekali?" Tanya Raisya.
"Kamu apaan sih Sya, pake nanya gitu masa ms Alvin?" Cika tampak sangat marah mendengar pertanyaan Raisya.
"Bukan gitu mbak, tapi kan udah satu tahun ini mas Alvin di pecat. Masa mau di rumah terus, kan dia kepala keluarga!" Raisa berkata dengan nada lembut.
"Mas Alvin itu suami aku Sya, dan kamu tidak berhak mengatur nya!" Cika tampak semakin kesal dengan Raisa.
"Tapi sampai kapan mau terus seperti ini mbak? Bela udah kelas 5 loh, sebentar lagi mau lulus SD dan butuh biaya yang besar!" Ujar Raisya.
"Raisya, berani nya kamu mengatur kehidupan putra ku! Kamu cuma menantu di sini!" Bentak bu Rika tidak terima.
"Tap Ma,,,!"
"Cukup Raisya, kamu jangan ikut campur yang bukan urusan mu!" Bentak Dimas.
"Gak usah banyak tanya deh, kamu Raisya! Berikan saja uang nya!" Cika berkata dengan nada sinis.
Raisya langsung diam, padahal apa yang di katakan oleh Raisya tadi semua nya memang benar.
"Aku berangkat dulu mas!" Raisya pamit pada Dimas, suami nya.
Raisya malas untuk berdebat dengan keluarga suami nya, dia juga telah kehilangan nafsu makan nya karena keluarga suami nya. Dia lebih memilih berangkat ke kantor saja, dari pada berlama - lama kumpul bersama mereka.
"Mbak, jangan lupa transfer uang aku ya!" Teriak Neta ketika Raisya mulai berdiri dari kursi nya.
Raisya langsung berjalan keluar rumah, di dalam fikiran nya sedang tidak karuan seperti benang kusut.
Usia pernikahan Raisya dan Dimas baru 2 tahun, tapi semenjak mereka menikah Mama Rika dan Neta memilih untuk ikut tinggal di rumah ini. Rumah ini adalah rumah warisan dari orang tua nya Raisya, dan kini di kuasai oleh semua keluarga suami nya.
Satu tahun yang lalu, Alvin di pecat karena kasus korupsi. Alvin lalu membawa anak dan istri nya untuk tinggal bersama di rumah ini, Alvin adalah kakak nya Dimas. Sejak saat itu, smeua kebutuhan keluarga Alvin menjadi tanggung jawab nya Raisya.
'Aku sudah lelah dengan semua ini!' Bisik Raisya di dalam hati.
Semenjak tinggal di rumah nya, yang di lakukan oleh Alvin adalah main game, makan dan tidur saja setiap hari nya. Semua kebutuhan nya dan keluarga nya dia minta pada Raisya.
Sementara di meja makan, mereka masih asyik dengan sarapan nya masing- masing.
"Dimas, istri kamu kenapa sih? Suka banget ngurusin urusan orang lain!" Cika berkata pada Dimas.
"Udah la mbak, gak usah di pikirin. Yang penting kan, dia mau kasih uang nya!" Jawab Dimas.
"Dimas benar Cik, terserah Raisya mau bilang apa, yang terpentingkan uang nya saja!" Mama Rika ikut menimpali.
"Dimas, kamu harus bilangin sama istri kamu. Aku tidak suka ya dia ngatur - ngatur kehidupan aku!" Alvin berkata pada adik nya.
"Iya mas!" Jawab Dimas.
"Memang nya dia siapa berani - berani nya ngatur kehidupan kami!" Ucap Alvin lagi masih dengan nada kesal.
"Oh ya, Mama lupa hari ini Mama ada arisan. Tadi Mama lupa minta uang sama Raisya!" Tiba - tiba Mama Rika ingat bahwa hari ini dia ada arisan.
"Ya udah Ma, minta saja sama Raisya!" Ucap Dimas.
Dimas yang sudah selesai sarapan pun segera bangun dari tempat duduk nya, dia langsung pergi ke kantor. Sedangkan Mama Rika langsung pergi dari meja makan, dia pergi ka kamar nya buat mengambil ponsel nya yang berada di sana.
"Hari ini ibu aku juga pengen belanja, jadi aku minta uang sama Raisya saja!" Guman Mama Rika sambil mencari nomor sang menantu di ponsel nya.
Tut, tut, tut.
Panggilan tersambung, tapi tidak di jawab oleh Raisya.
"Kemana sih Raisya? Di telepon kok tidak di jawab!" Ujar Mama Rika dengan kesal.
Kembali dia menghubungi sang menantu, tapi tetap saja panggilan nya tidak di jawab oleh Raisya. Sehingga Mama Rika semakin kesal di buat nya, dia kembali menghubungi Raisya. Tapi sial nya, kali ini bukan hanya tidak di jawab tapi ponsel Raisya tidak biaa di hubungi lagi.
"Raisya, berani nya kamu mematikan ponsel mu!" Guman Mama Rika sambil menggenggam erat ponsel di tangan nya.
Saking geram bercampur marah dan kesal, Mama Rika pun meremas ponsel nya dengan kuat.
di dunia nyata ada gk ya modelan org2 bgni .. 😄