Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Don Tanpa Hati

Sang Don Tanpa Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Wanita perkasa / Karir / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:113
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Namanya Ares. Bos mafia Amerika yang paling ditakuti—dingin, kejam, dan tak percaya pada cinta. Mereka menjulukinya "Don Tanpa Hati", dan dia bangga akan gelar itu.

Demi memenuhi janji terakhir pada mendiang ayahnya, Ares memutuskan menikah. Bukan karena cinta—dia bahkan tak percaya kata itu—melainkan untuk mendapatkan seorang pewaris. Pilihannya jatuh pada Ingrid: gadis desa berusia sembilan belas tahun, polos, ceria, tumbuh di peternakan di antara hewan-hewan yang ia beri nama satu per satu. Ares merenggutnya dari keluarganya dengan ancaman, membawanya masuk ke dunia berdarah penuh senjata, pengawal, dan wanita-wanita simpanan yang haus akan takhta di sisinya.

Ingrid seharusnya hanya menjadi "istri di atas kertas". Tapi gadis yang tampak lugu ini menyimpan hati sekeras baja dan akal sehalus sutra. Alih-alih hancur, ia memilih bertahan—dan bertarung. Dengan senyum manis, lidah tajam, dan strategi yang membuat para saingannya bertekuk lutut, Ingrid perlahan menembus tembok es yang selama ini melindungi sang Don.

Namun mencintai seorang bos mafia berarti hidup di antara bayang-bayang: pengkhianatan, dendam, dan musuh yang mengincar titik terlemahnya—Ingrid sendiri. Mampukah cinta seorang gadis desa yang tulus benar-benar mencairkan hati pria yang bersumpah tak akan pernah mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingrid

Rancho Cordova – California

"Di mana Ingrid?" tanya Leopold.

"Kusuruh dia ke kebun sayur mengambil beberapa wortel untuk makan malam," kata Justine.

"Anak itu, apa dia tak akan pernah dewasa? Dia bikin aku gila, tapi betapa bahagianya aku memilikinya," kata Leopold sambil tersenyum.

"Ya, Ing kita ini anugerah! Coba ceritakan, apa lagi ulahnya kali ini?" tanya Justine.

"Dia memasangi pita di kambing-kambing! Di sapi-sapi! Dan menghias tanduk si banteng!" kata Leopold sambil tersenyum.

Justine tertawa.

"Dia memang begitu, Sayang, manis, anak kita yang usil. Tapi dia tak pernah menyusahkan kita, tak pernah keluyuran, tak suka dugem seperti kata anak-anak muda sekarang, tak pernah pacaran...." kata Justine.

"Ya, aku tahu itu, Sayangku. Aku berharap tahun depan bisa membiarkannya masuk kuliah kedokteran yang diimpikannya. Aku bersyukur pada Tuhan dia jadi anak sebaik itu, semanis itu — padahal sebenarnya dia agak ketus juga," kata Leopold sambil tertawa.

"Ya, tapi dia anak baik, Leopold, dan kau tahu itu. Dia berkreasi sesukanya, tapi juga membantuku mengurus rumah, pesanan-pesanan mafia, adik-adiknya, dan masih membantumu kalau diminta. Belum lagi dia rela menunda kuliah tahun ini demi membantu kita mengurus anak-anak. Jadi biarkan saja dia bebas, seperti yang selalu dia bilang," kata Justine sambil tersenyum.

"Ya, cuma dia sering menaruhku dalam posisi sulit! Bayangkan kalau Tuan Don Ares atau Tuan Mark tiba-tiba muncul ke sini dan melihat sapi-sapi berpita? Mereka benar-benar bisa membunuhku!" kata Leopold.

"Itu justru bakal lucu, tapi kau tahu Don Ares tak akan datang. Sampai sekarang dia cuma sekali ke sini, itu pun bertahun-tahun lalu. Tuan Mark biasanya yang datang, kadang Tuan Adam, sesekali Nyonya Jolie..... omong-omong soal dia, sudah lama sekali aku tak melihat Nyonya Jolie, wanita yang begitu baik hati! Sama sekali tak tampak seperti orang yang bekerja untuk Don," kata Justine.

"Ya sudah, kalau Ingrid kembali, suruh dia menyusulku untuk membantu melepas pita-pita itu," kata Leopold sambil tersenyum, lalu pergi.

Begitu dia keluar, Ingrid kembali.

"Kenapa Mama tertawa?" tanya Ingrid.

"Nak! Sudah Mama bilang jangan bikin ulah dengan Papamu. Bagaimana kalau ada orang mafia, dari kalangan atas, yang melihat? Bisa-bisa Papamu kena masalah," kata Justine.

"Hmm, maaf, aku cuma terlalu bersemangat. Aku senang sekali bicara dengan hewan-hewan, kupikir mereka perlu merasa istimewa, merasa cantik! Apalagi si Feroz, dia sedih tanpa si manisnya," kata Ingrid.

"Anakku, Mama tak habis pikir kenapa kau tak takut pada banteng itu, dia galak sekali! Bahkan Papamu selalu sangat berhati-hati dengannya," kata Justine.

"Ma, Feroz itu manis sekali, dia tak akan berbuat apa-apa!" kata Ingrid.

"Iya, iya.... Para pekerja saja tak ada yang berani dekat-dekat dia. Cuci wortelnya dan taruh di wastafel, lalu bantu Papamu, sebentar lagi adik-adikmu pulang sekolah," kata Justine.

"Baiklah, tapi boleh kubiarkan setidaknya pita si Ritinha?" tanya Ingrid.

"Siapa itu Ritinha?" tanya Justine.

"Kuda betina yang lahir minggu lalu," kata Ingrid.

"Ya ampun! Nak, kau dengan kebiasaanmu memberi nama pada hewan-hewan.... Kau tahu itu tak boleh, Cantik, bisa berbahaya buat Papa," kata Justine.

"Baik, aku ke sana dan segera kembali," kata Ingrid, lalu keluar sambil bernyanyi dan melompat-lompat seperti biasa.

Justine

Aku selalu berpikir betapa beruntungnya memiliki anak seperti Ingrid, anugerah dari Tuhan! Di tengah dunia yang serba jungkir balik ini, aku sungguh bersyukur.

Jika Tuhan mengizinkan, tahun depan dia mulai kuliah kedokterannya. Kami terpaksa memintanya menunggu tahun ini, karena Zoe harus menjalani operasi jantung; kami butuh bantuan untuk merawatnya, ada pesanan-pesanan mafia pula, dan kami tak sanggup mengirimnya ke fakultas kedokteran yang begitu diimpikannya.

Aku tahu Ingrid mengerti. Dia selalu mengerti. Tapi aku tak mau mengurungnya di sini; dia sangat cerdas dan istimewa.

Dia kurang lebih seperti aktris di gambar atas

Ingrid

Aku terus membayangkan: tahun depan aku mulai kuliah, dan itu membuatku bahagia sekali!

Setelah lulus, aku ingin keliling dunia, membantu orang-orang yang membutuhkan. Tapi sampai saat itu tiba, aku akan sepuas-puasnya menikmati keluarga dan peternakan yang kucintai ini! Ya, tinggal di sini menyenangkan sekali! Aku suka udara segarnya, hewan-hewannya....

Aku mulai melepasi pita-pita dari teman-teman kecilku. Mereka jadi sedih, tapi aku tak bisa membiarkannya.

Untung Papa bahkan tak tahu semua ulahku, kalau tidak, dia benar-benar bisa membunuhku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!