Indonesia
NovelToon NovelToon
SETELAH SUAMIKU MENGKHIANATIKU

SETELAH SUAMIKU MENGKHIANATIKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO / Tamat
Popularitas:133.7k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi F. Sari

Raya tidak pernah menyangka dua bulan meninggalkan rumah akan mengubah seluruh hidupnya.

Pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan bersama atasannya, Kansa Alvaro Alistair, membuat Raya harus meninggalkan suami dan adiknya di rumah. Ia sama sekali tidak curiga, hingga kepulangannya disambut pemandangan yang menghancurkan hati.

Rumahnya dipenuhi tamu. Pernikahan sedang berlangsung.

Rara, adik yang selama ini ia percaya, telah mengandung anak Zevan, suaminya.

Lebih menyakitkan, Zevan tidak merasa bersalah. Ia justru menyalahkan Raya karena belum siap memiliki anak, sementara keluarga mereka membenarkan pengkhianatan itu.

Kini, setiap hari Raya harus melihat suaminya bermesraan bersamaan adiknya sendiri di depan matanya.

Akankah Raya terus bertahan demi pernikahan yang telah mengkhianatinya, atau pergi dan membuat Zevan menyesal karena telah kehilangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi F. Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima Tahun Pengorbananku Dibalas Pengkhianatan.

“Raya, sebenarnya kami ingin memberi tahu kamu nanti setelah kamu kembali dari luar kota. Namun, perkiraan kami meleset,” ujar Bu Riana, ibu mertua Raya, dengan suara hati-hati.

Raya tidak langsung menanggapi. Tatapannya justru kosong seakan kalimat yang baru saja didengarnya tidak mampu dicerna oleh pikirannya.

Ia berbalik dan berjalan menuju sofa. Langkahnya terasa berat, tetapi ia memaksa kedua kakinya terus bergerak.

Setelah duduk, Raya meletakkan kedua tangan di atas pangkuannya yang gemetar.

Ia menarik napas panjang.

“Kalian menikah, pasti ada alasannya kan...”

Terlihat Bu Riana saling pandang dengan Bu Rodiah, sebelum akhirnya Wani itu membuka suara.

“Rara sedang hamil, Ra. Makanya kami sekeluarga menikahin mereka sebelum kamu kembali.”

Pandangan Raya lalu beralih menatap Rara dan Zevan. Namun, ia melihat cara Rara menundukkan kepala.

Ia kembali terkejut dengan kenyataan yang baru ia ketahui alasan kenapa suami dan adiknya menikah.

Raya bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan perlahan mendekati Rara dengan kepala yang masih tertunduk.

“Mbak...” Suara Rara terdengar bergetar. “Maaf.”

Raya tidak berkedip, apalagi menyahut. Ia masih menatap Rara dengan tatapan kecewa.

“Maafin Rara, Mbak. Rara menyesal.”

Rara kemudian berlutut di hadapannya.

Langkahnya berhenti tepat di depan adiknya yang baru saja berlutut. Kedua tangannya kemudian terangkat dan mencengkeram bahu Rara.

“Kenapa?” suaranya bergetar. “Kenapa kamu melakukan ini kepada Mbak kamu sendiri, Ra?!”

Emosi Raya tak bisa ia tertahankan.

Rara terisak.

Raya mengguncangkan bahunya dengan tangan yang gemetar.

“KENAPA?!” Suaranya meninggi. “Mbak salah apa sama kamu, Rara?!”

“Mbak...”

“JAWAB!” potong Raya, tak memberikan wanita bernama adik.

Isak Rara terdengar semakin pecah.

“Rara salah, Mbak. Rara minta maaf.”

Rahang Raya mengerat, tangannya menambah tekanan pada bahu Rara.

“Maaf katamu?” suara Raya merendah. Matanya menyipit. “Apa bisa mengubah semuanya?” tanyanya lirih.

Rara hanya terdiam.

Raya menggeleng pelan. “Enggak Rara,” bisiknya.

“Pernah nggak kamu berpikir kalau perbuatanmu ini bisa menghancurkan hubungan kita sebagai kakak adik?”

Rara masih bungkam.

“Pernah nggak kamu berpikir bagaimana perasaan Mbak setelah mengetahui semuanya?”

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Raya menunggu. Namun, beberapa detik Rara tetap tidak menjawab.

Sabar yang sejak tadi berusaha ia pertahankan akhirnya kembali runtuh.

“JAWAB, RARA!” suara Raya menggema.

Ia melangkah mendekat, lalu menatap adiknya dengan mata yang memerah.

“APA KAMU TULI ATAU BISU?!” Napasnya memburu. “Sekali saja jawab pertanyaan Mbak!”

“Raya!”

Suara Zevan yang melengking membuat Raya menoleh.

“Rara lagi hamil!”

Raya menatap Zevan dengan mata sembap. Kemudian tangan pria itu yang hendak meraih bahunya, namun segera ia tepis begitu saja.

“Lepas!”

Pandangan Raya kembali menatap Rara.

“Apa yang nggak Mbak kasih buat kamu, Ra?” tanya Raya. Tapi ini balasanmu? Jawab, Rara!”

“Ampun, Mbak...” Rara menundukkan wajahnya di antara kedua tangan. “Rara salah. Tapi di sini kami melakukannya atas dasar sama-sama saling mencintai, Mbak.”

Raya terdiam. ‘Saling mencintai?’

Kalimat itu justru terasa jauh lebih menyakitkan daripada penyangkalan.

Karena Rara sudah mengaku.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang terasa getir.

“Sayang sekali nasibmu, Rara,” ucapnya pelan. “Meski sekarang kamu hamil dan Mas Zevan sudah bertanggung jawab dengan menikahi mu, bukan berarti aib memiliki anak haram akan tertutup begitu saja.”

Rara mengerutkan kening.

“Apa maksud Mbak Raya?” tanyanya. Suaranya terdengar pelan.

“Aku nggak perlu menjelaskannya, karena kamu di kenal wanita sholehah. Tahu kan risiko bagaimana hamil di luar nikah?”

“Raya!”

Sebuah dorongan kuat menghantam bahunya.

Hingga berhasil membuatnya terhuyung beberapa langkah. Namun untungnya ia segera menahan tubuhnya dengan meraih ujung sofa.

“R-Raya...” Zevan mengusap wajahnya kasar sebelum akhirnya berkata, “Ini... ini bukan sepenuhnya salah Mas.”

Kening Raya berkerut. “Bukan salah Mas sepenuhnya?”

“Mas ingin punya anak, Raya.” Zevan melangkah mendekat. “Kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan. Setiap kali Mas membicarakan soal anak, kamu selalu bilang nanti, nanti, dan nanti.”

Raya terpaku.

“Jadi sekarang Mas menyalahkan aku?” tanyanya tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Bukan begitu, Raya. Mas cuma ingin kamu mengerti. Mas sudah lama ingin punya anak. Dan sekarang Rara hamil anak Mas.”

Raya menatapnya tanpa berkedip.

Zevan melanjutkan dengan suara yang terdengar memohon.

“Jadi, Mas minta kamu menerima Rara sebagai madumu.”

Hening.

Kalimat itu terus bergema di kepalanya.

‘Aku harus menerima Adikku sendiri sebagai madu.’

Raya tertawa kecil.

“Mas...” Suaranya terdengar begitu pelan. Tatapannya tetap tertuju kepada Zevan.

“Kamu nggak salah ngomong?”

“Raya, Mas—”

Tangan Raya bergerak cepat meraih vas bunga yang berada di atas meja.

Pyar!

Vas itu terlepas dari tangannya dan menghantam lantai. Pecahannya berserakan di antara kaki mereka.

Ia kembali menunjuk dirinya sendiri.

“Aku... Aku kerja, Mas. Bisa-bisanya kamu menyalahkanku.”

Zevan terdiam.

“Selama ini aku pun rela pulang malam. Aku rela meninggalkan rumah berhari-hari. Aku rela capek bekerja karena aku pikir aku sedang mempersiapkan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga kita.”

Ia menunjuk Zevan dengan tangan gemetar.

“Apa aku harus mengandalkan gajimu yang tujuh juta itu untuk menghidupi aku dan anak kita?”

Raya terkekeh. Suara tawanya terdengar getir.

“ Dengan gaji sekecil itu apa cukup?” tanyanya.

Beberapa detik berjalan, namun Raya kembali tak mendapati jawaban.

Raya menggeleng pelan. “Mas taruh di mana otakmu?”

“Raya... Sudah nduk. Kasihanilah Rara. Kalau Rara Ibu bawa pulang ke desa, warga pasti mencapnya sebagai wanita yang berzina.”

Raya menoleh. Tatapannya jatuh pada sang ibu.

“Kalau begitu, kenapa masih dilakukan, bu?” tanya Raya.

“Raya, kamu nggak dengar katak Rara tadi? Kalau mereka melakukannya atas dasar saling suka.”

Mendengar ucapan ibu mertuanya. Raya tertawa getir.

Ruangan kembali sunyi.

Hingga tawanya perlahan memudar.

Raya memandang satu per satu wajah yang ada di hadapannya.

“Sudahlah. Jalankan saja pernikahan ini. Toh semuanya sudah terlanjur.” Raya menatap Zevan. “Yang penting, Mas Zevan sanggup membiayai dua istri.”

Zevan tampak mengeraskan rahangnya.

Raya tidak peduli.

“Rara sekarang bukan tanggung jawabku lagi, semua kebutuhannya sekarang juga jadi tanggung jawab Mas Zevan.”

Setelah mengatakannya, Raya berbalik dan melangkah meninggalkan ruang tamu.

Langkahnya membawanya menuju tangga. Satu per satu anak tangga, dimana kamarnya berada.

Namun, baru beberapa langkah, ia berhenti.

Tangannya mencengkeram pegangan tangga.

Raya menoleh ke arah ruang tamu.

Rara juga masih bersimpuh, bahkan Ibunya, ibu mertuanya dan juga Zevan tampak menenangkan wanita itu.

“Aku akan ingat tentang hari ini.”

Jemarinya mengerat di pagar pembatas anak tangga.

“Bahkan tak ada lagi Raya yang selalu mengalah, Raya yang selalu diam di saat sudutkan oleh ibu mertuanya. Karena ini akibat dari pengkhianatan kalian.”

Lalu Raya berbalik dan kembali melangkah menuju kamarnya.

1
Gracelyn Jay
Thor, cerita mu bagus, tapi harus dibuat senyata mungkin. Univ Gunadarma, dan kampus lain, ga ada bayar spp bulan-an, bayarnya 1 semester
Silvi Febiola: oke kak, sudah aku revisi.
total 1 replies
Masayu Yanti
senang baca nya tidak bertele tele
Sayekti 0519
akhirnya bahagia juga untuk sakyna Berbah baik
Yuni Ngsih
Akhirnya selesai Thor ceritramu yg bgs ini tapi....knp Anaknya Kansa Sm Raya ngga nikah dulu ...ya jd ngga asyik nin atau ada Boncapnya Thor ....he ok ...mksh Author
Sayekti 0519
nah gitu walau agak terlambat
Sayekti 0519
resiko besarkan anak ular
Sayekti 0519
kok cuma peringatan,siram balik donk biar rasa juga.tangkap aja jual k bordil
Sayekti 0519
udah tau benalu..masih aja d percaya,saluut aku mahh
Sayekti 0519
mantaaap raya,segerakan niat mu
Sayekti 0519
eeaalah...ternyata turunan ya JD jalang dr ibu Rodiah toh..
Yuni Ngsih
Authooooor ceritramu bgs banget tapi aga jelimet ku bcnya ngga asyik ,apalagi klw baca karakter si syakina persis si Rars memang benar fakta Thor garam tdk tembus ke atas ya....he ....kasian Naya & jangan terjadi seperti Ibunya Raya yg disakiti si Rars sm si Zevan ...huh
Sayekti 0519
sekali nnyuri lolos,ketagihan ya
Sayekti 0519
pelakor sialan.. udah ngambil suami nya malah mau nguras hartanya.anjing banget!!
Sayekti 0519
jual rumah itu klw milikmu,cerai lah apalagi kok mau nya sakit trs
Sayekti 0519
istri nurut klw suami sayang,ini suami bw jalang k rumah.ya istri wajib nyalang buas
Sayekti 0519
terlalu banyak berpikir tentang kedepannya,ya cerai sajalah.pekerjaan ada.anK blm ada.kan aamaan
YuWie
digambarkannnya masih pakai hijab ough... masih costplay ya
YuWie
Luar biasa
Misaza Sumiati
kok mau yah merawat anak yg SDH memerasnya GK jadi pelajaran Kansa dan raya org kaya bodoh
YuWie
rasanya pingin mlites protagonis yg menye2 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!