Indonesia
NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi / Tamat
Popularitas:37.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Empat tahun berlalu begitu saja sejak kejadian burung kecil di halaman belakang itu.

Kini Natasya sudah berumur tujuh tahun.

Gadis kecil itu tumbuh menjadi anak yang sangat lincah dan tidak bisa diam.

Rambut hitamnya selalu dikepang dua oleh Mira setiap pagi agar tidak mengganggu saat dia bermain.

Sreng.

Sreng.

Suara spatula kayu yang bergesekan dengan wajan tanah liat terdengar dari arah dapur.

Asap tipis beraroma sedap menyebar ke seluruh ruangan gubuk sederhana itu.

Mira sedang sibuk menumis sayur kangkung hasil petikannya di kebun belakang.

"Ibu, apa masakannya sudah matang?"

Natasya berlari kecil dari arah pintu depan dan langsung mengintip ke dalam wajan.

"Perutku sudah bunyi terus dari tadi, Ibu."

Mira hanya tersenyum melihat tingkah putrinya yang selalu bersemangat jika menyangkut makanan.

"Sebentar lagi matang, anak manis."

"Tolong kamu ambilkan piring di rak bambu itu ya."

"Siap, Ibu."

Natasya mengambilkan tiga buah piring bersih dan meletakkannya di atas tikar pandan.

"Ayah pasti sebentar lagi pulang dari ladang, kan?"

Kriet.

Suara pintu depan yang terbuka menjawab pertanyaan gadis kecil itu.

Arga melangkah masuk sambil meletakkan cangkulnya di sudut ruangan.

Wajah pria itu terlihat lelah dan dipenuhi keringat.

"Aku pulang."

Arga menyeka keringat di dahinya dengan handuk kecil yang melingkar di lehernya.

"Ayah pulang."

Natasya langsung berlari dan memeluk kaki ayahnya dengan sangat erat.

"Ayah bau keringat sekali hari ini."

Arga tertawa lepas mendengar ucapan jujur dari putrinya itu.

"Tentu saja bau keringat, Ayah kan baru selesai mencangkul tanah yang keras."

"Bagaimana hari anak ayah yang cantik ini?"

"Hari ini aku melihat banyak sekali kupu-kupu di kebun belakang."

Natasya mendongak menatap ayahnya dengan mata yang berbinar-binar.

"Ada yang warnanya biru dan ada juga yang kuning cerah."

"Sudah, sudah, jangan diganggu terus ayahnya."

Mira datang membawa sewajan sayur kangkung dan meletakkannya di tengah tikar.

"Ayo kita makan dulu selagi sayurnya masih hangat."

Mereka bertiga duduk melingkar di atas tikar pandan yang sudah agak usang itu.

Arga mengambil nasi dalam porsi besar karena sangat kelaparan.

Suasana makan siang keluarga kecil itu selalu dipenuhi dengan obrolan ringan.

"Panen tahun ini sepertinya tidak akan terlalu bagus, Mira."

Arga berkata sambil mengunyah makanannya dengan perlahan.

"Tanah di ladang terasa sangat kering padahal belum masuk puncak musim kemarau."

"Tidak apa-apa, Mas."

Mira menuangkan air minum ke dalam gelas tanah liat untuk suaminya.

"Kita masih bisa mengandalkan hasil sayuran di kebun belakang untuk makan sehari-hari."

Natasya mendengarkan obrolan kedua orang tuanya dalam diam.

"Ibu, Ayah, setelah makan aku boleh main di luar tidak?"

Natasya bertanya dengan nada memelas setelah menghabiskan suapan terakhirnya.

Arga menghentikan makannya sejenak dan menatap putrinya dengan serius.

"Boleh saja, tapi jangan pernah melewati pohon mangga besar di batas desa itu."

"Kamu mengerti kan, Natasya?"

"Kenapa memangnya, Ayah?"

"Hutan di sana terlihat sangat sejuk karena banyak pohon yang rindang."

"Di dalam sana banyak binatang buas yang sangat berbahaya."

Arga menjelaskan dengan nada suara yang sedikit ditekan agar putrinya mengerti.

"Kadang ada serigala atau macan yang turun sampai ke pinggir hutan untuk mencari makan."

"Iya, Natasya."

Mira ikut menimpali ucapan suaminya dengan raut wajah khawatir.

"Kamu main di dekat rumah saja ya, jangan jauh-jauh dari pohon mangga itu."

"Aku janji, Ibu, Ayah."

Natasya menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Aku cuma mau mencari bunga di sekitar pohon mangga saja kok."

Setelah selesai makan siang, Natasya langsung berlari keluar rumah.

Angin siang itu berhembus cukup sejuk menerpa wajahnya.

Natasya berjalan riang menuju batas Hutan Larangan yang berjarak tidak jauh dari rumahnya.

Pohon mangga besar itu berdiri kokoh tepat di pinggir batas antara desa dan hutan.

Daunnya yang lebat membuat area di bawah pohon itu menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh.

Natasya duduk bersila di bawah pohon sambil merangkai beberapa bunga liar yang dia temukan di jalan.

Krasak.

Krasak.

Terdengar suara daun kering yang terinjak dari atas dahan pohon.

Natasya mendongakkan kepalanya ke atas.

Ia melihat seekor tupai berbulu cokelat sedang duduk santai sambil memegang sebuah biji kenari.

"Halo, Tuan Tupai."

Natasya menyapa tupai itu dengan santai.

Ia melambaikan tangan kecilnya ke arah atas pohon.

Tupai itu berhenti mengunyah biji kenarinya.

Hewan kecil itu menunduk dan menatap Natasya dengan pandangan aneh.

"Kamu anak manusia yang sering main di sini itu ya?"

Suara cicitan tupai itu terdengar jelas di telinga Natasya sebagai sebuah kata-kata.

"Iya, namaku Natasya."

"Biji kenari yang kamu makan itu kelihatannya enak sekali."

"Tentu saja enak, aku susah payah mencarinya sedari pagi."

Tupai itu melompat ke dahan yang lebih rendah agar bisa mengobrol lebih dekat.

"Lebih baik kamu cepat pulang saja, anak kecil."

"Kenapa aku harus pulang?"

Natasya mengerutkan keningnya karena merasa kebingungan.

"Aku kan baru saja sampai di sini."

"Angin dari dalam hutan membawa bau yang tidak enak."

Tupai itu mengendus-endus udara di sekitarnya dengan hidung kecilnya yang berkedut.

"Ada bau darah yang sangat menyengat dari arah semak belukar di depan sana."

"Bau darah?"

Natasya ikut mengendus udara, tapi hidung manusianya tidak mencium apa-apa.

"Apa ada hewan yang terluka di dalam sana?"

"Sepertinya begitu."

Tupai itu kembali mengunyah biji kenarinya dengan cepat.

"Lebih baik jangan ke sana, sepertinya itu hewan buas berukuran besar yang sedang marah."

Mendengar hal itu, rasa penasaran Natasya justru semakin membesar.

"Aku harus melihatnya ke sana."

Natasya langsung berdiri dan membuang rangkaian bunganya ke tanah.

"Hei, aku kan sudah bilang jangan ke sana."

Tupai itu mencicit panik dari atas dahan.

"Anak manusia memang sangat keras kepala ya."

Natasya tidak mempedulikan peringatan dari tupai tersebut.

Ia melupakan janjinya pada Arga dan Mira begitu saja.

Langkah kaki kecilnya mulai memasuki area rumput ilalang yang tumbuh tinggi di perbatasan.

Tap.

Tap.

Udara seketika terasa lebih dingin saat Natasya masuk lebih dalam melewati pepohonan besar.

Kini hidungnya mulai bisa mencium bau anyir darah yang dikatakan oleh tupai tadi.

1
Jamilah Hidirmanto
ceritanya kerennnnn banget 👍👍👍👍👍
Nissa Safira: Makasih kakak! 🥹🙏
Seneng banget kalau kakak suka perjalanan Natasya & Gaga dari hutan sampai desa.
Komen kakak ini jadi bekal semangat nissa buat nulis cerita selanjutnya🥰🙏🙏🔥
total 1 replies
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
mirip kisah bocil Donghua di toktok😆🤭yg selalu ku tonton,
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya Thor
Nissa Safira: Terima kasih banyak kakak 🙏💛
Dari Natasya bayi yang dibuang di hutan sampai jadi penjaga Desa Cempaka bareng Gaga di bukit selatan tadi, makasih udah nemenin sampai titik TAMAT ini.
Jangan lupa follow nissa yaa kak biar gak ketinggalan rilisnya!🥰🥰🔥🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ceritanya sangat seru banget, banyak sekali petualangan yang dialami Natasya, bahkan terkadang sampai emosi karena Raden Arya, komandan dan prajurit yang sombong, pengkhianatan Jenderal Bima, dan juga pendeta gila yang membakar hutan...

Intinya, cerita ini benar-benar bagus sekali, dan bagus buat rekomendasi 🥳🥳🎉🎉🎉

⭐⭐⭐⭐⭐
☕☕☕☕☕
🎉🎉🎉🎉

semangat untuk cerita selanjutnya kak 🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, akhirnya tamat😱, ku pikir bakalan lebih dari 100 bab 😁, tapi Terima kasih untuk cerita yang seru ini. Bahwa kebaikan dan empati, akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, v seperti Natasya, walaupun dia takut untuk pertama kali melihat serigala, namun empati dan kebaikannya, mengalahkan rasa takut itu. Dan kini, kalian menjadi sahabat yang tak akan pernah saling meninggalkan.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ untuk cerita ini🥳🥳🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: wahhh, sama-sama kak 😊, padahal awalnya ini cuma pengen cari novel tentang petualangan dan hewan gitu, akhirnya nemu cerita ini, terus aku baca sinopsisnya, dan ternyata menarik, akhirnya aku subscribe, dan mulai baca. dan ternyata, memang bagus banget ceritanya /Drool/, gak sia-sia aku search itu🤭... 🤩🤩🤩


aamiin, kak juga sehat-sehat ya, biar bisa terus lanjut nulis novelnya 😊😊
total 2 replies
Nur Atika Hendarto
alhamdulillah cerita bagus banget aku suka
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya 😍😍😍😍😍
Nissa Safira: Ya Allah makasih banyak kak 😭❤️
Seneng banget kalau kakak suka sama perjalanan mereka🥰
Terima kasih sudah setia nemenin Natasya dari anak kurus 7 tahun yang nawarin damai ke Gaga, sampai jadi komandan kecil 10 tahun yang dijaga satu hutan.
Semoga kedamaian Desa Cempaka yang kakak rasain di bukit selatan tadi bisa kebawa sampai ke dunia nyata kakak juga ya. Sehat selalu buat kakak🥰😍
total 1 replies
Night Watcher
secara utuh ceritanya bagus, menghanyutkan pembaca hingga terbawa emosi. tapi tetep asyik,..
mengangkat kisah jaman pramodern yg dialami manusia pd umumnya,(non sistem, non kekuatan kesaktian dll)
sedikit saran, sesuaikan suara² yg ditimbulkan oleh sesuatu, juga keberadaan tempat, sering keberadaan kejadian berubah/ tdk konsisten,(contoh awalnya di halaman rmh tasya, tau² berubah di balai desa)
utk kedepannya agar lebih jeli & teliti.
smg karya² selanjutnya lebih seru, logis dan semakin disukai banyak readers. tetap semangat, jadikan komen sadis sebagai pemicu semangat & koreksi karyamu.
semoga sukses menanti dan menyertaimu.. aamiin
Nissa Safira: MasyaAllah, terima kasih banyak kak atas komen sedetail ini 🙏🙏😭
Jujur komen kakak bikin saya merinding bacanya, karena ini komen yang bener-bener merangkum perjalanan Natasya & Gaga dari awal sampai akhir dengan hati. Terima kasih sudah hanyut bareng mereka sampai tamat kak, itu hadiah terbesar buat saya sebagai penulis.
Dan terima kasih juga untuk kritik sadis tapi membangunnya kak🙏
Jujur kak, cerita Desa Cempaka ini memang saya sengaja bikin non-sistem & non-kesaktian, biar perjuangan Natasya terasa manusiawi, kayak kisah jaman pramodern yang kakak bilang. Seneng banget kakak nangkep roh ceritanya itu😂
Doa Aamiin dari kakak saya Aamiin-kan juga, semoga karya selanjutnya lebih logis, lebih seru, dan tetap bisa menghanyutkan kayak gini.
Sekali lagi terima kasih banyak kak 🙏🙏
Sehat selalu buat kakak dan keluarga, semoga sukses juga menyertai kakak Aamiin🤲🙏🙏😅
total 1 replies
Night Watcher
kurang cocok aja dgn perayaan HUT natasya, krn dia "ditemukan" di hutan, tak tau kapan lahirnya
Night Watcher
kok bisa tau ultahnya, kan dia ditemukan di hutan masih bayi?
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
mantap ceritanya
Dewiendahsetiowati
bisa gak Rini kena stroke aja bikin dosa terus deh
Night Watcher
ceritanya bagus, tp kadang ngeselin.
apa mungkin karna saking terbawa arus & alur cerita ya? jd sering ikut erosi..🤭🤭👍💪🙏
Aina Senja: trimakasi kk masukannya sangat bermanfaat
total 1 replies
Night Watcher
duh... tegang mulu...
up nya lanjut, tp kasih jeda penghibur kek,,, biar agak relax.🤦🙏
Night Watcher
laporan apapun pasti ke arga, padahal mereka punya "kades".😇🤦
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
kalian semua berhasil /Sob/, walaupun harus mengorbankan ladang mereka u tuk mencari makanan, tetapi, keutuhan keluarga tidak bisa dikorbankan begitu saja.... selamat Natasya, kamu berhasil lagi. Para hewan hutan larangan dan warga desa cempaka telah membuktikan bahwa hewan dan manusia bisa saling berhubungan dengan erat. dan sekarang tidak akan ada lagi ketakutan di mata para penduduk Desa Cempaka... 🎉🎉
Night Watcher
keliatan bener kalo cuma omon-omon..🤭🤭
Night Watcher
heleh.. tinggal nyuruh gaga cs nggruduk pendeta² itu pasti bubar, gaga cs kan bukan mahluk dedemit, gak ngaruh sama mantra..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!