Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02

Alfa menjatuhkan ember ke lantai hingga menimbulkan bunyi gedebuk yang keras. Dengan napas memburu dan pandangan menghunus tajam, dia kemudian melangkah menghampiri keduanya. Baik Ammar maupun Davina bahkan belum sempat mencerna apa yang terjadi. Tiba-tiba tanpa sepatah kata pun, pria sedang dalam emosi memuncak itu mencengkeram bahu istrinya kasar, lalu dihempaskannya tubuh wanita itu ke samping dengan satu sentakan.

Bruk!

Tubuh polos Davina terpelanting ke sisi ranjang hingga akhirnya terguling dan jatuh ke lantai. Rasa sakit di pinggang dan punggungnya seakan kalah oleh rasa kaget yang luar biasa. Wanita itu mendongak, matanya terbelalak menatap sosok suaminya yang berdiri tegak di dekat ranjang bagaikan singa siap memangsa lawan.

"Ma... Mas Alfa...?" gumam Davina suaranya tercekat di tenggorokan.

Wajah cantiknya tampak pucat pasi begitu mengetahui siapa yang mendorongnya. Ia menarik selimut basah dari atas tempat tidur untuk menutupi tubuh polosnya yang basah kuyup dan gemetar hebat. Sama sekali tak menyangka Alfa akan kembali secepat ini, apalagi datang diam-diam dan memergoki perbuatan mereka.

Sementara itu, secepat kilat Ammar mengambil celana dan baju lalu memakainya. Namun, baru saja selesai berpakaian, Alfa langsung bergerak cepat mencengkeram kuat rahang bawah Ammar. Matanya merah padam menatap nyalang tepat ke manik mata sahabat yang selama ini telah dianggap sebagai saudara sendiri. Rasa marah yang meluap bercampur kekecewaan mendalam.

"Kur4ng 4jar...! Jadi, inikah yang kalian lakukan di belakangku ketika aku tidak ada di rumah? Inikah cara kalian membalas kepercayaan yang aku berikan?" desis Alfa, suaranya rendah dan bergetar hebat.

"Kalian bersenang-senang melakukan perbuatan menjijikkan di atas tempat tidurku! Kenapa kalian tega melakukan ini padaku? Jawab...!!!" Dia berusaha menahan diri agar tidak berteriak hingga tenggorokannya sakit

Di tengah cengkeraman kuat tangan Alfa, alih-alih meminta maaf atau memohon ampun, Ammar justru tersenyum miring. Senyum yang dingin dan penuh penghinaan sambil menatap balik Alfa. Membuat darah ayah satu anak itu mendidih hingga ke ubun-ubun.

"Menurutmu...kenapa aku melakukannya?" Dengan susah payah karena mulutnya tertekan Ammar berbicara santai seakan tak merasa bersalah.

"Karena kamu memberiku kesempatan untuk itu.' Hahahaha...!"

Tawa itu semakin keras bergema di dalam kamar, seolah apa yang mereka lakukan adalah hal wajar.

"Kamu memang hebat bisa memberikan nafkah melimpah pada istrimu, Alfa? Tapi kamu lupa satu hal," ujar Ammar setelah Alfa sedikit melonggarkan cengkeramannya karena terlalu muak mendengar tawanya.

Ammar menyeka air dan keringat di wajahnya, lalu kembali menatap Alfa dengan pandangan meremehkan. Topeng persahabatan sepenuhnya sirna malam itu.

"Kamu membiarkan kami bertemu setiap hari, mengurus pekerjaan bersama di rumah. Sementara kamu memilih menyibukkan diri di luar, pergi berhari-hari demi pekerjaanmu itu. Menurutmu apa yang akan terjadi, jika dua manusia dewasa berlainan jenis sering berduaan tanpa ada pengawasan?"

"Kamu terlalu polos, Bro. Terlalu naif untuk ukuran seorang laki-laki dan suami. Kamu percayakan urusan rumah dan istrimu kepadaku. Apa kamu pikir aku ini santo? Atau Davina ini wanita yang tak memiliki perasaan sehingga dia tak merasa kesepian?" Ammar mengakhiri kalimatnya. Tatapan matanya berubah menantang.

Alfa yang sejak tadi menahan amarah akhirnya benar-benar hilang kendali. “Jadi sekarang kamu menyalahkanku?” bentaknya

Tangannya kembali mencengkeram kerah Ammar, lalu mendorong tubuh lelaki itu hingga membentur sisi lemari.

“Itulah bodohnya kamu tak bisa melihat kenyataan yang ada,” jawab Ammar sambil meringis menahan benturan.

Alfa mendengus sinis. “Kenyataan bahwa kamu tidur dengan istriku?”

“Aku tidak pernah memaksa Davina, tidur denganku,” balas Ammar tegas. “Tapi karena dia juga menginginkannya. Dan aku bisa memberinya kepuasan.”

Ucapan itu membuat Alfa semakin geram. "Br*ng**k...!!!" Tangannya menghantam wajah Ammar hingga sudut bibir pria berdarah.

Ammar yang mulai tersulut emosi membalas dengan mendorong tubuh Alfa. Perkelahian pun tak bisa dihindarkan. Keduanya saling pukul dan menendang. Dorongan demi dorongan membuat mereka nyaris menjatuhkan lampu di sisi ranjang.

"Berhenti...!!!" Davina berusaha melerai, tetapi tak dihiraukan oleh keduanya. Yang bisa dia lakukan hanya menonton tanpa bisa berbuat apa-apa.

“Ada banyak wanita di dunia ini kenapa harus istriku. Seharusnya kamu sadar akan hal itu!" desis Alfa dengan rahang mengeras.

Ammar mengusap sudut bibirnya yang terluka akibat bogeman Alfa. “Aku sadar, tapi aku tidak akan menarik kembali ucapanku. Aku mencintai Davina.”

"Kamu...berani sekali berkata seperti itu di depanku!" Alfa kembali maju dan mencengkeram tangan Ammar.

Namun, Ammar tidak gentar, dia malah tersenyum tipis seakan mengejek Alfa yang hampir hilang kendali.

Pyaarrr!!!

Davina membanting gelas berisi air agar mereka berhenti. “Sudah... cukup!” jeritnya keras.

Wanita itu berdiri sambil mengepalkan tangannya, lalu melangkah mendekat dengan kaki yang masih gemetar.

Alfa akhirnya menoleh. “Jangan ikut campur, Davina,” katanya dingin. “Ini urusan antara laki-laki.”

“Lalu...apa aku harus diam saja melihatmu memukul Mas Ammar?” ucap Davina sambil menatap tangan Alfa yang masih mencengkeram tangan Ammar.

Alfa menatap istrinya tak percaya. “Kenapa... Kenapa kamu membelanya, Davina?"

Tatapan Alfa berpindah kepada Ammar. Perlahan, cengkeramannya terlepas, tetapi bukan karena amarahnya mereda. Justru karena ada sesuatu dalam tatapan Davina yang membuat dadanya semakin sesak.

“Jawab aku, Davina,” pinta Alfa dengan suara bergetar. “Kenapa kamu begitu mengkhawatirkannya?”

“Maafkan aku, Mas...” jawab Davina lirih sambil menunduk.

Alfa menggeleng pelan. “Aku tidak butuh permintaan maaf. Aku butuh jawaban.”

Davina menarik napas panjang, matanya terpejam. Tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya. “Itu karena...karena aku juga mencintai Mas Ammar."

Duarrr...!!!

Kalimat itu membuat Alfa seketika membeku, tubuhnya menegang kaku seolah tersengat letupan aliran listrik bertegangan tinggi. Dunianya seolah runtuh dalam sekejap.

“A-apa?” tanyanya pelan, hampir tidak terdengar.

Davina menatap Alfa dengan pandangan sulit diartikan. Lalu dengan suara sedikit bergetar ia mengulangi ucapannya. “Aku mencintai Mas Ammar."

"Aku tahu, perbuatanku salah dan apa yang aku lakukan sudah menghancurkan kepercayaanmu. Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku."

Nyuuttt

Dada Alfa berdenyut nyeri seperti tertusuk ribuan jarum. Istri yang dicintainya sepenuh hati, mengatakan mencintai lelaki lain tepat di hadapannya.

Alfa terhuyung selangkah ke belakang, menatap istrinya dengan pandangan hampa. “Sejak kapan, Davina? Sejak kapan kalian mengkhianatiku?” tanyanya seraya menahan sebak di dada.

“Aku tidak tahu pasti kapan perasaan itu mulai muncul. Awalnya aku hanya merasa nyaman ketika bersama Mas Ammar. Namun, seiring berjalannya waktu rasa nyaman itu berubah dan menuntut lebih," jawab Davina jujur meski ia tahu sangat menyakitkan bagi pria masih berstatus suaminya tersebut..

Alfa tertawa getir. “Jadi karena itu, kamu memilih berpaling dariku?”

“Bukan begitu,” jawab Davina cepat sambil menggeleng. “Aku sudah berusaha melawan perasaan itu.”

“Seharusnya kamu bisa menjaga marwahmu sebagai seorang istri, Davina?” tanya Alfa. Tatapannya mulai berkaca-kaca. “Tapi kenapa kamu justru memilih menuruti nafsumu dan mengkhianatiku? Jawab Davina...!”

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
The froge: Mampir juga KA ke novel aku yg berjudul The Silent Detective: Misteri di Balik Kabut London
total 4 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!