Indonesia
NovelToon NovelToon
PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / TKP
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Pradipta mendirikan divisi PRADA TRACE. Dia menerima klien yang ingin mencari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang hilang. Pradipta bekerja sama dengan Gilang dalam menjalankan PRADA TRACE.

Namun setiap kasus yang mereka dapat, selalu menuntun mereka ke sebuah misteri yang harus dipecahkan.

Terkadang, orang yang mereka cari sudah menjadi arwah. Gilang pun harus menggunakan kemampuannya untuk menemukan jejak arwah dibantu oleh Prisa dan Jung Kook.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prada Trace

Motor yang dikemudikan Gilang berbelok memasuki pekarangan rumah. Dari gerbang, Gilang bisa melihat tulisan ARKANA TECHNOLOGY.

Pradipta berhasil mewujudkan impiannya mendirikan kantor konsultan IT. Perusahaan itu sudah berdiri sejak setahun yang lalu.

Awalnya dia menyewa ruko tingkat tiga yang digunakan sebagai kantor sekaligus rumah. Kemudian Pradipta memutuskan membeli sebuah tanah kosong yang harganya lumayan murah. Sang pemilik membutuhkan uang cepat, jadi menjualnya di bawah harga pasar.

Di tanah itulah Pradipta membangun rumah minimalis dua tingkat. Rumah itu dia tinggali bersama Gilang. Sejak kasus Anindito selesai, Pradipta mengajak Gilang tinggal dengannya. Pria itu pindah dari apartemennya dan menyewa ruko.

Tanah yang dibeli Pradipta tidak hanya digunakan untuk membangun rumah, tetapi juga untuk mendirikan kantornya di sana. Demi menghemat biaya, Pradipta membeli empat kontainer bekas yang disulap menjadi kantor dua lantai.

Pradipta mendaftarkan perusahaannya dengan nama ARKANA TECHNOLOGY. Nama Arkarna diambil dari nama belakang Pradipta. Sejak berdiri sampai sekarang, Pradipta memiliki tujuh orang karyawan.

Dua orang bertugas mengurus administrasi, keuangan, dan kepegawaian. Dua orang bertugas sebagai konsultan IT. Dua orang sebagai programer atau developer.

Dan satu orang sebagai IT support. Pria itu juga mempekerjakan seorang ibu rumah tangga yang mengurus rumah dan kebersihan kantornya.

Meski hanya perusahaan kecil, Pradipta selalu berhasil mendapatkan proyek dari perusahaan besar. Dalam waktu setahun, dia bisa menghasilkan cukup banyak uang.

Wajah Gilang tampak kusut. Pria itu baru saja kembali setelah menjalani wawancara kerja.

Sebenarnya Pradipta sudah berulang kali mengajaknya bergabung dengan ARKANA TECHNOLOGY. Dia mengatakan sedang membuat divisi baru dan bermaksud merekrut Gilang.

Namun sampai saat ini, Gilang masih belum menerima tawaran Pradipta. Pria itu ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai jurusan kuliah yang diambilnya. Setelah hampir delapan bulan berjuang, sepertinya Gilang mulai menyerah.

Apalagi orang tuanya terus mendesaknya untuk segera bekerja. Tidak masalah walau tidak bekerja di kantor kedutaan atau kantor atase.

Saat hendak memasuki rumah, mata Gilang menangkap sebuah bus bekas yang ditempatkan tidak jauh dari kantor ARKANA TECNOLOGY. Karena penasaran, Gilang pun mendekat. Di bagian luar bus tertera tulisan PRADA TRACE.

“Ini kantor apaan, Bang?” tanya Gilang sambil masuk ke dalam bus yang sudah disulap menjadi kantor.

“Masuk, Lang,” ajak Pradipta.

Gilang segera masuk. Pandangannya langsung menyapu seluruh kabin bus. Bagian dalamnya sudah diubah menjadi kantor. Ada meja kerja panjang di bagian depan yang dulunya merupakan tempat pengemudi.

Di bagian pinggir ada meja rapat lengkap dengan layar putih. Ada pantry kecil dan kamar mandi juga di sana.

“Keren gini, Bang.”

“Duduk dulu. Ada yang mau gue omongin.”

Gilang menaruh tasnya di atas meja seraya duduk di kursi berlapis busa empuk.

“Gue kan pernah bilang mau bikin divisi baru. Nah ini divisi yang gue omongin waktu itu. Pengennya ada tiga orang termasuk gue. Tapi berhubung belum ada yang cocok, jadi untuk sementara gue dulu sama Giana. Dan gue mau lo bergabung sama gue.”

“Tapi gue kan nggak bisa IT, Bang. Kalau nobar hayo, tapi kalau IT, nyerah gue. Otak gue nggak nyampe.”

“Ini kagak ada hubungannya sama IT.”

“Lah, terus kerjanya apa?”

“Lo lihat nama di depan? PRADA TRACE. Divisi ini khusus untuk menemukan orang hilang.”

“Hah? Kayak detektif swasta gitu?”

“Iya. Jadi dalam menemukan orang hilang, mengandalkan keahlian gue di bidang IT dan keahlian elo dalam berkomunikasi dengan arwah.”

“Maksudnya gimana? Kok gue puyeng sendiri.”

“Lo kan punya dua makhluk astral yang sering ngintilin elo. Nah, biar ada kerjaan, mreka bisa dijadikan detektif gaib. Jadi si Prisa sama Jung Kook bisa bantu kerjaan kita lewat koneksinya sama makhluk gaib lain.”

“Oh … gitu.” Gilang mengangguk tanda paham.

“Jangan nganguk doang. Lo mau gabung, nggak? Kalau nggak, namanya gue ubah lagi nih!”

“Emang Prada kepanjangan dari apa?”

“Pra dari Pradipta, nama depan gue. Dan Da dari Danantya, nama belakang elo. Gue gabung jadi Prada. Sebenarnya usulan Nino sih.”

“Wah!” seru Gilang.

Gilang terkejut sekaligus senang mengetahui kepanjangan Prada. Dia tidak menyangka Pradipta akan memasukkan namanya untuk divisi baru di kantornya.

“Gue mau, Bang!” jawab Gilang cepat. Mendengar tentang PRADA TRACE, impian Gilang bekerja di kedutaan menguap begitu saja. Sepertinya bekerja di PRADA TRACE lebih menantang.

“Oh iya, kita sudah punya klien pertama.”

“Cepat amat, Bang. Siapa kliennya?”

Pradipta menyalakan laptopnya. Perangkat elektronik itu sudah terhubung ke infokus yang langsung menampilkan apa yang terdapat di layar laptop ke layar putih yang terpasang di depan meja rapat.

“Nama klien kita, Danu Atmaja. Dia memiliki beberapa hotel bintang empat dan lima di Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Bali. Udah sebulan anaknya hilang. Nggak ada kabar sama sekali.”

“Waduh. Diculik apa kabur?”

“Kayaknya sih kabur. Soalnya sebelum anaknya hilang, mereka sempat bertengkar.”

“Ngambek gitu, anaknya? Emangnya berantem kenapa?”

“Indri punya pacar, namanya Arga. Nah, Pak Danu nggak setuju anaknya pacaran, apalagi nikah sama Arga. Soalnya Arga tuh cuma cowok miskin dan yatim piatu.

Sehari-hari, dia kerja di hotel Golden Flower, hotel milik Pak Danu. Dia gengsi dong anaknya pacaran sama pegawainya sendiri. Dia juga punya rencana jodohin Indri sama anak rekan bisnisnya.”

“Emang salah, ya?” tanya Gilang dengan polosnya.

“Pak Danu itu salah satu keluarga old money. Wajar aja kalau dia mau anaknya nikah dengan cowok yang sepadan.”

“Puyeng gue kalau udah urusan bibit, bebet, bobot.”

“Kagak usah pusing ngurusin masalah mereka. Tugas kita cuma nemuin Indri. Besok Pak Danu mau ke Bandung dan ketemu kita. Lo siap-siap, ya. Kita beli baju baru buat lo, biar penampilan lo kinclong dikit.”

“Dibeliin, kan, Bang?”

“Iye! Bawel!”

Gilang tersenyum senang. Tidak dapat kesempatan bekerja di kantor kedutaan, tidak masalah. Sebagai gantinya, dia juga akan bekerja di tempat yang tidak kalah keren.

Pradipta bangkit lalu menuju meja kerja di bagian depan. “Ini meja kerja lo.” Pradipta menepuk meja tersebut. Dia membuka laci di bawahnya, lalu mengambil sesuatu dari dalamnya.

“Ini kartu nama lo,” Pradipta memberikan kotak kecil berisi kartu nama Gilang.

“Wah, thank you, Bang. Emang best banget Abang.”

“Nanti ada Giana yang bakal bantu kita. Untuk sementara, kita bertiga dulu. Tar sore kita ke mal.”

“Siap!” jawab Gilang sambil memberi hormat.

Pria itu memandangi kotak berisi kartu namanya, kemudian menduduki kursi kerajnya. Gilang memutar-mutar kursi kerjanya beberapa kali. Dia sudah seperti anak kecil yang memiliki mainan baru.

***

Keesokan harinya, Pradipta dan Gilang bersiap menerima kedatangan klien mereka. Danu memutuskan menemui Pradipta di kantornya.

Pria itu ingin melihat langsung, seperti apa kantor PRADA TRACE. Jangan sampai dia memilih orang yang salah untuk menemukan putrinya.

Setengah jam kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di pekarangan kantor Arcana Technology. Dari dalamnya keluar sepasang suami istri berusia lima puluh tahun ke atas. Pradipta langsung menyambut keduanya.

“Selamat datang, Pak Danu, Bu Wina,” sambut Pradipta ramah.

“Jadi ini kantormu?” tanya Danu sambil mengedarkan pandangan. Di matanya Pradipta adalah pria yang kreatif. Dia berhasil menyulap kontainer bekas sebagai kantornya.

“Silakan, Pak.”

Pradipta mempersilakan Danu dan Wina mengikutinya. Pria itu mengajak klien pertamanya ke kantor PRADA TRACE. Danu kembali dibuat kagum melihat interior ruang kantor PRADA TRACE. Pradipta menyulap bus bekas menjadi kantor yang estetik.

“Perkenalkan, Ini Gilang, dan ini Giana. Mereka yang membantuku di PRADA TRACE.”

Bergantian, Gilang dan Giana menjabat tangan Danu juga Wina. Kelimanya kemudian duduk di meja rapat yang ada di sana.

Tanpa banyak basa-basi, Pradipta langsung mempresentasikan hasil penemuannya tentang Indri. Layar putih yang berada tepat di depan meja rapat langsung menampilkan foto-foto Indri.

“Dari hasil penelusuranku dan anggota timku, Indri berada di Bandung. Dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain agar jejaknya sulit ditemukan.

Dia juga menggunakan uang tunai untuk transaksi, karena itu dia sulit dilacak. Tapi… tidak ada yang mustahil untuk PRADA TRACE.”

Wajah Pradipta terlihat sangat percaya diri. Gilang hanya memutar bola matanya melihat tingkah Pradipta. Namun dia memang pantas membanggakan diri.

Ternyata pilihannya menggunakan PRADA TRACE sudah benar. Kinerjanya lebih cepat dibanding polisi. Pria itu sudah melaporkan hilangnya Indri ke polisi tiga minggu lalu. Namun, sampai sekarang, belum ada kabar.

Begitu memakai jasa PRADA TRACE, hanya dalam satu hari, Pradipta sudah berhasil menemukan jejak anaknya.

“Jadi, kalian bisa membawanya pulang?” tanya Danu bersemangat.

“Kami memang bisa menemukannya, tapi tidak yakin bisa mengajaknya pulang.”

“Kenapa?” tanya Danu bingung.

“Bapak pasti tahu apa penyebab Indri kabur dari rumah, bukan?”

***

Ini penampakan rumah dan kantor Pradipta

1
Sri rahayu
ga di mana" polisi itu seperti ladusing yg datang kalau udah beres atau udah viral
nayla tsaqif
Waduuhhhh ada balada cinta segi tiga kahhhh,, dipta-leya-giana😌
Safitri Agus
syukurlah☺️
Safitri Agus
wah Indihome juga ya🤭
Eka Burjo
leya kereeeen👍
Ayuk Witanto
gimana pasti syok berat
Ayuk Witanto
mampus si ruben
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
iya Leya nyelametin datang tepat waktu ....syukur Alhamdulillah Giana selamat 🙏🏻👍🏻
Umma Ridwan
Alhamdulilla ternyata gadis yang tewas di hutan bukan Anjani, part ini bikin deg degan menguji adrenaalin tau👍💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
pasti kamu bakal trauma ya Gi....
mulai sekarang kamu pelatihan ilmu bela diri ya Giana....harus punya bekal...ini jd pengalaman yg berharga....agar kedepannya siap segalanya ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
bughh👊🏻👊🏻👊🏻👊🏻👊🏻👊🏻
terima noo bogem mentah ...
hajar teroozzz si Ruben nya Leya.....jangan kasih kendor...
Ayuk Witanto
semoga Nino dan Asep gercep di lokasi
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
apakah Leya bakal jodohnya Dipta ...
berarti nii pertemuan ke ✌🏻 ya 🤭
Nani Rahayu
waduh....bahaya sekali....
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wuiwww....Leya kerenn ....
srikandi tanpa tanding ....pantesan berani ngebolang sendirian....dia punya cukup ilmu bela diri rupanya.....kalo gk punya bekal pastinya sangat riskan untuk seorang cewek melanglang buana menjelajah touring sendirian 👏🏻👍🏻
tehNci
Kereeeen si Leya ini. Pantesan berani jadi traveller ke alam liar, malam² lagi..
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Untung ada Leya. Bisalah next Jung Kok belajar beladiri ma Ahqam kali ya🤭
tehNci
Prisa mana niih...biasana dia hobi banget ngerasukin tubuh Gilang, skrg, ayodong masuk ke tubuh Giana biar bisa ngelawan si Ruben
Sri rahayu
sebenarnya hidup itu enak mati muda apa mati tua sih ??
tehNci
Biasanya, karena gak bisa nahan nafsu syahwat, rencana yg sudah dibikin jadi gagal. kayak si Desta waktu itu...Anindito jadi ninggalin jejak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!