Indonesia
NovelToon NovelToon
Perjodohan

Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Annisa Nurhalizah

PROSES REVISI. KALO ADA CERITA NGEGANTUNG DAN NGGAK NYAMBUNG MOHON DI MAKLUMI, AKAN SEGERA DI REVISI. TERIMA KASIH.

"Jessii, ini permintaan terakhir kakek kamu jangan di tolak dongg!"

"Pliss maa! aku nggak mau di jodohin.. Apa lagi sama orang sombong kek dia!!"

Meliana mengusap dadanya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi sikap keras kepala yang di miliki anak bungsunya itu.

Ya, Jessica Relieta anak dari Meliana dan Reta itu mendapat pesan terakhir dari Kakek Jessica bahwa dia ingin melunasi hutang - hutangnya dengan menjodohkan cucu nya.

Karena dijodohkan dengan keluarga kerajaan Raden Agung Yagsa, seorang Jessica yang pecicilan itu pasti susah untuk mengubah diri menjadi seseorang yang anggun.

Namun karena juga hutang kakek Jessica yang sangat tidak mendukung, mau tak mau Jessica menerima perjodohan itu dengan berat hati.

Tetapi ketika sang pangeran meminta untuk di cintai apakah Jessika bisa mengabulkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Digendong (REVISI)

Seperti janji Putra kemarin, hari ini ia mengantarkan sang adik tercinta ke kediaman Jessica. Bukan, bukan rumah Jessica melainkan rumah neneknya.

Putra memarkirkan mobilnya di halaman utama istana neneknya itu, dan turun ketika para pelayan lelaki membuka kan pintu.

Putri tersenyum lebar ketika melihat sang nenek sudah menyambutnya di depan pintu. Ya, di keluarga mereka wajib lah untuk mengabari bahwa mereka ingin pergi ke mana. Jadi, kemarin Putra langsung mengabari nenek nya bahwa ia dan adik nya akan pergi berkunjung ke istananya.

"Nenek!! dimana calon kakak ipar?" tanya Putri.

"Dia lagi belajar di dalam." Jawab Taya.

"Kalau gitu aku mau ke sana!!" seru Putri yang langsung berlari masuk ke dalam.

"Putra, temenin Putri sana!" perintah Taya.

"Iya nek." Jawab Putra lalu mengikuti Putri yang sudah berjalan mendahului Putra.

"Nah, sekarang tegakkan tubuh Nona dengan memajukan dada ke depan." Pinta Binan sambil mendorong pelan punggung Jessica yang sedang terduduk.

"Gini ya? Kok kayak nyombongin dada?" tanya Jessica sedikit tidak nyaman dengan posisinya saat ini.

"Nah.. coba Nona berdiri dan jalan dengan tubuh yang anggun seperti ini." Perintah Binan. Jessica mengangguk.

Ia mencoba bangun perlahan dan berjalan dengan perlahan namun anggun sambil menegakkan tubuh ala tuan putri seperti perintah Binan.

Ia melangkah maju dan berbalik badan.

"KAKAK IPAR!!" teriak Putri yang berlari semangat ke arah Jessica.

Jessica terkejut dengan keberadaan Putri yang tiba - tiba datang dari arah lain. Putri membuyarkan pelukannya ke Jessica dengan penuh kasih sayang.

Karena belum siap menahan beban sang adik ipar, Jessica terhuyung ke belakang yang membuat mereka berdua terjatuh. Namun Jessica tetap menahan tubuh Putri agar ia tidak terluka sama sekali.

"Putri!" teriak Putra yang langsung menghampiri mereka.

"Awww." Ringis Jessica.

Putra mengambil alih tubuh Putri yang tadi di peluk oleh Jessica.

"Dek lo nggak papa?" tanya Putra.

"Kakak ipar nggak papa?" tanya Putri yang malah menghawatirkan Jessica.

Jessica tersenyum ke arah Putri.

"Kakak nggak papa kok, Putri bener nggak papakan? Nggak ada yang sakit kan? Nggak nyentuh lantai kan?" panik Jessica yang membuat Putri tersenyum.

"Putri nggak apa apa kok. Kakak ipar lagi belajar jalan pake sepatu tinggi ya?" tanya Putri.

"Iya. Sama jalan tegak juga." Jawab Jessica sambil berusaha bangkit dari duduk di lantainya.

"awawawaw!" teriak Jessica ketika berusaha bangkit dan terjatuh lagi, aku tenggelam, dah.

"Eh?! Kakak ipar kenapa?!" seru Putri yang ikut duduk di lantai.

"Kayak nya keseleo dikit gara - gara ini sendal ah, bngset!" ketus Jessica.

"Bngset itu apa kak?" tanya Putri.

"Eh." Jessica menutup mulutnya dan melirik ke arah Putra yang melihatnya geram.

"Nona Jessica tidak apa apa?" tanya Binan.

"Binan, belajarnya ntar lagi ya.., keseleo kakiku." Rengek Jessica.

"BINAN!! KOK KAKAK IPAR DI PAKSA SIH!! KAN KASIAN KAKAK IPAR CAPEK KALAU DI SIKSA TERUS!!" teriak Putri yang membuat seluruh orang tersentak kaget.

Putra jadi mengingat saat saat dimana adik ssau - satunya itu meminta teman perempuan agar bisa bermain bersama. Namun dari sekian menantu bangsawan, tak ada satu pun yang Putri sukai karena dia bukan istri dari Putra.

Dan ketika Putra dinyatakan akan dijodohkan, Putri benar benar setuju dan semangat karena dia akan lebih cepat mempunyai teman.

"Putri nggak boleh ngomong gitu sama Binan! Kakak kan emang belum bisa makannya belajar." Jelaa Jessica mencoba menetralkan suasana.

"Tapi kan Kakak jadi kesakitan," ucap Putri sedih.

"Ini kesalahan kakak sendiri kok, Putri nggak usah khawatir. Kakak di pijit dikit juga sembuhan." Balas Jessica.

"Bener Kakak Ipar nggak papa?" tanya Putri memastikan.

"Nggak papa."

Putri langsung memeluk Jessica dengan erat.

"Putri nggak mau kehilangan teman pertama Putri!" seru Putri dalam pelukan.

Jessica agak sedikit aneh dengan pernyataan Putri. Karena pasalnya, Jessica tidak pernah sama sekali berhubungan dengan anak kecil, tapi tentu saja Jessica tidak membenci anak kecil.

"Kakak nggak bakal ninggalin Putri kok." Ucap Jessica sambil mengelus punggung Putri dan tersenyum membuat Putri pun ikut tersenyum.

"Sekarang Kakak bisa berdiri nggak?" tanya Putri.

Jessica melihat kaki nya. Dia ingin menunjukan bahwa dia tidak lemah.

"Bisa kok!" seru Jessica. Putra terbelak dengan pernyataan Jessica yang berkata bahwa ia baik - baik saja, sudah jelas bahwa ia tidak bisa berjalan sama sekali.

Jessica berusaha berdiri yang di bantu oleh para pelayan, namun tetap saja ia tidak bisa menahan kaki kanannya yang keseleo itu.

Putra yang lelah melihat nya langsung menghampiri Jessica dan mengangkat tubuhnya dengan dingin.

"Eh!! Gila!! Turunin gua!! Blom muhrim juga lo ih!!" teriak Jessica.

"Brisik! Gue nggak mau punya istri abnormal!" tegas Putra yang membuat Jessica terdiam.

Gila!! Ini perdana dalam hidup gue, gue di pangku sama cowok pas usia gue udah gede! Ayah aja kagak berani ngangkat gue karena takut gue gigit tiba - tiba! Batin Jessica.

Putra berjalan menaiki tangga dengan ekspresi yang sangat datar. Dia tidak mengeluh sama sekali, berat atau anything like that. Sampai akhirnya mereka tiba di depan kamar Jessica.

Binan membantu membukakan pintu kamar yang langsung di lewati oleh Putra. Ia pun menyimpan Jessica di kasur berseprai pink.

Putra meluruskan kaki Jessica.

"Cepat panggil dokter!" tegas Putra yang langsung di penuhi oleh salah satu pelayan di belakang Binan.

Putra sempat melirik Jessica sebentar sebelum ia kembali keluar kamar.

"Kakak Ipar beneran nggak papa kan?" tanya Putri.

"Iya, dede ucul, kakak nggak papa kok." Jawab Jessica sambil mencubit pipi Putri gemas.

♡♡♡

"Eh, Bebep, tanyain dong ke Kaka Putra kawinan nya kapan!! Kita kan mau dateng ke kondangan nya!!" seru Riana yang sedang makber bareng bebep nya.

"Iyaa Kak!! Pokonya kita harus dateng!" sambung Bianca.

"Kita jadi peger ayunya aja! Kan kata si Jessi di keluarga si Putra ceweknya cuman bertiga." Ucap Camila yang membuat Riana dan Bianca teriak histeris.

"Jangan ngarep tinggi dulu ntar jatoh!" sindir Jeri.

"Ih Kak Jeri mah nggak ce'es!" ketus Bianca.

Tak lama dari perdebatan itu, Putra pun datang yang di temani oleh Muhtaz.

"Tuh ada si Putra nya, tanyain aja." Ucap Farel.

Bianca dan Riana saling bertatapan.

"Gimana nanya nya?!" bisik Bianca.

"I don't know!" balas Riana.

"Lo aja ya yang nanya," bisik Bianca kembali.

"Males ah!! Entar di jawabnya simpel lagi, males." Ketus Riana.

Camila memutar matanya malas. Ia benar - benar jengkel dengan teman - temannya yang sama sekali malas ngomong kepada Putra. Memang Camila pun begitu, namun jika terus terusan begini, kan nggak jadi jadi.

"Put, nikahan lo sama Jessi kapan?!" tanya Camila dengan sedikit sentakan.

"Bulan April." Jawab Putra sambil mengaduk jus alpukatnya yang baru saja tiba di mejanya.

"Kita di undang kan?" sambung Bianca.

"Lo bedua jadi pager ayu."

1
Wati_esha
Syukur alhamdulillah.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
Tq update nya ya.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Putra tahu Melati bukan ibunya?! 😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Masalah perceraian anakmu sepele, Reta?! Botol banget sih.
Wati_esha
Jessica hamil.
Wati_esha
Kenapa harus nangis Jessica? Bukankah kamu sadar saat tanda tangan & tidak dibawah tekanan?
Botol sih jadi orang.
Wati_esha
Putra - Jessica. 😭😭😭😭😭😭😭
Tirta, Taya, tidakkah kalian berkomunikasi dengan Putra? Bahkan besan meninggalpun tak ada yang muncul.
Wati_esha
Putra belum tahu Melati bukan ibu kandungnya.
Wati_esha
🙏🙏🙏💪💪💪
Wati_esha
* .. sepercik air. Untuk surat, dapat menggunakan diksi sepucuk surat.
Wati_esha
Gubrakkkkk. Jessica 😢😢😢😢😢 Helena tahu dati mana ya?
Wati_esha
Kenapa Meliana tidak sekalian berobat disana?!
Wati_esha
😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲
Wati_esha
Jadi Melati bukan ibu kandungnya Putrakah?
Wati_esha
Manusia apa bukan ya?! Adik kok jadi menantu!!!
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Putra sudah menyetubuhi Jessica saat Jessica pingsan.
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!