Indonesia
NovelToon NovelToon
My Beloved Uncle

My Beloved Uncle

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:30.5k
Nilai: 5
Nama Author: Choco 33

Kisah cinta beda usia yang diawali dengan keterikatan Mahram, ketika akhir nya keterikatan itu pun terlepas dengan sendiri nya membuat kisah cinta beda usia pun akhir nya di mulai.

Kisah cinta antara Adzriel yang berusia 13 tahun lebih tua dengan Alina, seorang gadis cantik yang baru lulus dari pondok yang selama ini menjadi kemenakan nya.

Sebuah tragedi akhir nya pun terungkap dengan niat awal ingin melindungi mantan kemenakan dari bahaya yang mengancam secara diam-diam dengan mengikatnya dalam sebuah pernikahan, justru membuat nya masuk dalam pesona sang kemenakan.

Jangan lupa di like juga komen nya ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C11. Fakta menyakitkan

"Alia"

Kedua kelopak mata itu membuka dengan perlahan-lahan. Seulas senyuman terukir di wajah pria yang sudah dua minggu ini menutup mata nya karena kecelakaan tunggal yang di alami nya itu saat melihat sosok gadis kecil yang di rindukan nya itu tengah tertidur disamping nya dengan memeluk lengan kanan nya dengan erat.

Ceklek

Pintu ruangan terbuka, Dokter Michael dan seorang perawat pria lah yang membuka pintu ruangan.

Pria yang baru saja siuman itu pun menutup bibir nya dengan telunjuk kiri nya sebagai tanda agar sang dokter dan perawat yang masuk kedalam ruangan nya agar tidak berisik dalam memeriksa nya.

Dengan perlahan-lahan Dokter Michael memeriksa Ziel dengan seksama, dan mencabut beberapa alat penunjang kehidupan dari tubuh Ziel yang sekira nya tak di butuhkan Ziel lagu.

"Puji Tuhan, Pak Ziel sudah siuman. Apa ada yang di keluhkan Pak?" Dokter Michael bertanya berbisik karena tidak mau menganggu Alina yang tengah tertidur di samping Ziel.

"Tidak ada Dok" Jawab Ziel yang ikut berbisik.

"Setelah Adik nya bangun, Bapak bisa memencet kembali tombol, agar Saya bisa memeriksa kondisi Bapak secara lebih intensif" Ziel mengangguki ucapan Dokter Michael sebelum Dokter muda itu pamit keluar ruangan rawat Ziel diikuti oleh perawat.

Ziel menghela nafas nya ketika teringat peristiwa yang di alami nya beberapa saat yang lalu. Ketika hidup nya nyaris berakhir karena ulah sengaja seorang pria yang merupakan Abang nya.

Ya pria yang mencelakai Ziel adalah Abizar, Abang nya yang sudah di nyatakan meninggal dunia bersama keluarga nya dan hanya menyisakan Alina enam tahun yang lalu.

"Bang Zar!" Ziel mengeratkan telapak tangan kiri nya kala mengingat ucapan pria itu di saat diri nya nyaris tewas karena alat bantu kehidupan nya di lepaskan secara paksa oleh Zar.

"Apa benar yang di ucapkan nya kalau, Aku ini adalah anak pungut Ayah dan Ibu?" Bisik hati Ziel.

"Kalau itu benar, berarti Alia bukanlah keponakan senasab Aku?" Kembali hati Ziel berbisik seraya melihat kepada gadis yang masih terlelap tidur di samping nya dengan masih memeluk lengan kanan nya erat.

Ziel membuang nafas nya pelan dan sedikit bergerak tak sengaja, hingga membuat Alina yang tengah tertidur itu pun terusik hingga bangun.

"Uncle" Alina memanggil Ziel lembut dan langsung bangun dari posisi tidur nya, hingga membuat niqab yang dikenakan nya itu pun terbuka.

Wajah Alina tampak bahagia saat mendapati Ziel tengah tersenyum kepada nya "Alhamdulillah, Uncle sudah bangun?" Alina spontan langsung memeluk tubuh Ziel, dan hal itu tiba-tiba saja membuat Ziel merasa bergetar tak seperti biasa nya yang selalu tak merasa apa apa saat Alina memeluk nya ketika mereka bertemu di pondok pesantren tempat Alina menuntut ilmu.

Sikap Ziel yang tidak membalas pelukan Alina membuat Alina pun keheranan. Setelah melerai pelukan nya kepada Ziel, Alina menatap wajah Ziel dengan seksama dan penuh tanda tanya.

"Are you oke Uncle?" Alina bertanya dengan mendekatkan wajah nya kepada wajah Ziel, membuat Ziel pun menjadi salah tingkah kerena di tatap oleh gadis yang sangat cantik itu.

"Hah?" Alina refleks memegang kening Ziel, dirasa kening Ziel sedikit hangat membuat Alina pun beranjak dari sisi Ziel untuk berdiri.

"Alin panggilkan Dokter dulu ya Uncle" Ziel menahan tangan Alina saat gadis itu hendak berjalan meninggalkan bangkar Ziel.

"Tak usah di panggil. Kamu tekan tombol ini saja" Ujar Ziel menunjuk kearah sebuah alat yang berada tak jauh dari bantal Ziel.

Alina tersenyum kecil seraya menepuk pelan kening nya lalu menekan tombol panggilan tersebut.

"Alia" Ziel memanggil Alina. Alina pun kembali duduk di samping Ziel.

"Iya Uncle" Ziel mengusap pucuk kepala Alina lalu memasangkan kembali niqab Alina guna menutupi wajah Alina bertepatan dengan Dokter yang mengetuk pintu ruangan rawat Ziel.

"Permisi" Sapa Dokter Michael saat memasuki ruangan.

"Disini saja" Ziel kembali menahan Alina saat gadis itu akan turun dari bangkar Ziel. Ada rasa tak nyaman yang di rasakan Ziel saat Dokter muda itu sempat mencuri pandang kepada Alina.

"Alin disini. Biar Dokter memeriksa Uncle dulu ya" Alina tetap beranjak dari bangkar Ziel dan berdiri di sisi kanan bangkar melihat Dokter Michael kembali memeriksa Ziel yang sudah duduk di bangkar nya.

"Semua nya bagus Pak." Ucapan Dokter Michael di sambut ucapan hamdallah oleh Ziel dan Alina bersamaan, bahkan Alina mengusapi punggung tangan Ziel yang mengenggam tangan nya.

Sesekali Ziel dan Alina saling berpandangan dan lagi-lagi ada rasa yang Ziel rasakan berbeda saat melihat Alina yang tengah tersenyum di balik niqab nya.

"Astaghfirullahalazim, Ya Allah. Tolong jaga hati Hamba_Mu ini" Gumam hati Ziel saat merasa detakan jantung nya berdetak dengan sangat kencang saat bertatapan dengan Alina.

Setelah memeriksa Ziel dan memastikan kondisi Ziel, Dokter dan perawat pun meninggalkan ruangan Ziel dan akan segera memindahkan Ziel ke ruang perawatan.

"Uncle" Alina memanggil Ziel saat melihat Ziel tak seperti biasa nya yang selalu bawel menanyakan keseharian Alina.

"Uncle" Ziel tersentak mana kala Alina kembali memanggil nya, namun kali ini lebih dekat karena Alina kini mendudukkan tubuh nya di samping Ziel, dan langsung merebahkan kepala nya di bahu Ziel serta melingkarkan tangan nya di lengan kanan Ziel.

"Alin kangen sama Uncle. Alin kira Uncle nggak bakal bangun lagi dan ninggalin Alin sendirian" Alina berbisik dengan lirih menyembunyikan wajah nya di balik punggung Ziel yang mulai menitikkan air mata nya.

Sikap dan tingkah yang biasa Alina lakukan saat bersama Ziel kini justru membuat Ziel menjadi semakin serba salah.

Ziel masih ingin memastikan ucapan Pria yang mengaku sebagai Abang nya yang mengatakan kalau dia hanya anak angkat kedua orang tua nya.

Rencana nya Ziel akan melakukan tes DNA dengan Alina, karena saat ini keluarga mereka hanya tinggal dia dan Alina saja tak ada sanak saudara lain nya.

"Al" Ziel memanggil Alina dengan lembut.

"Hem"

"Ish malah tidur" Gumam Ziel saat menyadari lagi-lagi Alina tertidur di bahu nya saat mereka tengah bercerita.

"Apa yang akan terjadi, kalau apa yang di ucapkan pria itu benar ada nya. Kalau Kita tidak sedarah?" Bisik hati Ziel mengusap lembut punggung tangan kanan Ziel.

"Astaghfirullahalazim" Ziel menggelengkan kepala nya pelan ketika memikirkan hal terburuk hubungan nya dengan Alina.

Mengingat kedekatan nya selama ini dengan Alina membuat Ziel merasa sangat bersalah kalau kenyataannya mereka tidak mempunyai

hubungan darah, apalagi kalau Ziel tahu jika selama dia koma Alina lah yang selalu mengganti pakaian dan juga membersihkan tubuh nya. Bisa dipastikan Ziel akan semakin merasa sangat tak enak enak hati manakala tubuh nya sudah dilihat oleh Alina.

1
sashi kirana
Luar biasa
Choco_33: terima kasih
total 1 replies
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Choco_33: terima kasih
total 1 replies
chaira chaca
karyamu bagus kak
Choco_33: terima kasih atas dukungan nya kak
total 2 replies
Anita noer
penasaran dg masa lalux uncle ziel....banyak bnget pertanyaan yg ingin aq tanyain thor.....smoga terjawab dg author rajin up....once more....fighting author
Anita noer
adalah pasti....yg tau cuma uncle dan alia atuh....
Anita noer
memang buah pepayax mba lampir ini murah kayake...makax di umbar umbar....
Anita noer
si uncle ini sebenarx anak sapa thor....trus knp dulu dia dibuang....penasaran nih saya thor....smngat ya thor....
Anita noer
aduh romantis bnget....pengen segera baca part unboxingx si alia😁😁😁😁😁😁
Anita noer
ya uncle....cari tahu uncle sapa orang yg ngaku sbg bang zar
Anita noer
😁😁😁😁😁😁uncle mah pinter....
Anita noer
wah akhirx....ngaku juga si uncle
Anita noer
si uncle mah takut syahwatx bangun atuh neng....kalo liat si eneng😁😁😁😁😁
Anita noer
noh ketemu ayo jujur dan lamar
Anita noer
nah tuh bener kata pk ustad....go and get merried....protect your niece.....
Anita noer
nikahin aja uncle kalo emg g punya hubungan keluarga....toh bpkx jahat bnget sama anak perawanx.....
Anita noer
bgus...baru bab pertama udah bikin tegang....
Anita noer
trus utk panggilan ke para tokohx jgn d ganti...kek panggilan mama sama bpkx ara...itu contohx...kan aq bingung thor...maaf sekali lgi...kalo pake bhs daerah tertentu mohon d kasih artix....
Anita noer
sekedar saran y thor...tolong ngetikx hatiw agar ga ada typho....
Choco_33: baik kak. terimakasih atas masukan nya
total 1 replies
Anita noer
alhamdulillah....akhirx...uncle get up from long journey....
Anita noer
apalagi kalo niqabx dibuka ya dok....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!