Indonesia
NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:972.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

***

Pukul dua siang di Jakarta. Panas matahari seolah sanggup memanggang aspal, namun bagi Nadia, panas itu tidak seberapa dibanding rasa bosan yang mencekik di dalam mansion. Raditya belum pulang, dan martabak manis rasa cokelat kacang legendaris yang ia idamkan sejak bangun tidur seolah memanggil-manggil namanya dari sebuah kedai kecil di pinggiran kota.

"Bi Sum, aku pergi sebentar ya! Mau cari udara segar," teriak Nadia sambil menyambar kunci mobil cadangan dan tasnya.

"Tapi Bu! Bapak Radit bilang Ibu tidak boleh keluar tanpa pengawalan!" Bi Sum berlari kecil mencoba mengejar, namun Nadia sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.

"Cuma sebentar, Bi! Sepuluh menit sampai! Lagian siapa yang mau macam-macam sama ibu hamil?" balas Nadia dengan jiwa Aurelia-nya yang keras kepala. Ia menginjak gas, meninggalkan gerbang mansion sebelum para penjaga sempat bereaksi.

Nadia tidak tahu, bahwa di balik semak-semak tak jauh dari gerbang, sepasang mata merah penuh dendam sedang mengawasinya. Mereka adalah sisa-sisa anak buah Dokter Wijaya yang berhasil melarikan diri semalam. Bagi mereka, Nadia adalah tiket untuk membalas dendam pada Raditya.

Kedai martabak itu berada di ujung sebuah gang yang cukup sempit. Nadia memarkirkan mobilnya sedikit jauh dan memilih berjalan kaki. Namun, baru separuh jalan, langkahnya terhenti. Tiga orang pria berbadan besar dengan tato kasar di lengan menutup jalannya.

"Nyonya Hadiwinata... senang sekali melihatmu sendirian," desis salah satu pria yang memegang sebilah pisau lipat.

Nadia membeku. Insting Aurelia di dalam dirinya berteriak bahaya. Ia mundur perlahan, namun di belakangnya, dua pria lain sudah menutup jalan keluar. Ia terjebak di gang buntu yang sepi.

"Apa mau kalian? Uang? Ambil tas saya!" Nadia mencoba tetap tenang, meski tangannya gemetar hebat di atas perutnya.

"Kami tidak butuh uangmu. Kami butuh kepalamu untuk dikirimkan pada suamimu sebagai hadiah perpisahan Dokter Wijaya," ucap pria itu sembari maju selangkah.

Dalam kondisi terdesak, sisi Barbar Nadia meledak. Ia tidak akan membiarkan bayi ini terluka. Saat pria itu mencoba menarik tangannya, Nadia menghantamkan tas bermereknya yang berat ke wajah pria itu, lalu menyambar sebuah botol kaca kosong di atas bak sampah dan memecahkannya.

"Maju selangkah lagi, dan saya pastikan mata kalian bolong!" teriak Nadia dengan suara parau. Ia bertarung dengan sisa tenaga, melempar apa saja tong sampah, kayu bekas, hingga kerikil demi melindungi perut buncitnya. Namun, jumlah mereka terlalu banyak. Satu pria berhasil mencengkeram bahunya dan mendorongnya ke dinding.

"Lepaskan! Mas Radit! Tolong!" tangis Nadia pecah. Ketakutan yang sesungguhnya kini melanda. Meski ia punya jiwa Aurelia, tubuh Nadia yang lemah dan hamil enam bulan tidak bisa berbuat banyak.

Suasana gang buntu yang pengap itu seketika pecah oleh deru mesin bertenaga besar yang meraung seperti binatang buas.

Ckiiiiiiiiitttttt!

Suara decitan ban mobil yang mengerem mendadak memekakkan telinga, menciptakan kepulan asap karet yang membubung. Sebuah Rolls-Royce hitam seberat dua ton menghantam pembatas beton di mulut gang hingga hancur berkeping-keping. Pintu mobil terbuka bahkan sebelum kendaraan itu berhenti sempurna.

Raditya melompat keluar. Sosoknya yang biasanya rapi dan berwibawa kini tampak seperti perwujudan dari kemurkaan iblis yang lepas dari neraka. Rahangnya mengeras, dan matanya merah menyala saat menangkap sosok Nadia yang tersudut di antara tumpukan sampah, dengan pakaian yang kotor dan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya yang pucat.

"BERANI KALIAN MENYENTUHNYA?!"

Suara Raditya menggelegar, bergetar oleh amukan yang tak terkendali, membuat kaca-kaca jendela di sekitar gang tersebut seolah ikut bergetar.

"Habisi dia! Dia cuma sendirian!" teriak pimpinan preman itu mencoba memicu keberanian anak buahnya.

Tanpa senjata, tanpa aba-aba, Raditya menerjang kelima pria itu sendirian. Ia tidak lagi bertarung seperti pria terhormat atau CEO yang menjunjung etika. Ia bergerak dengan kecepatan dan kebrutalan yang mengerikan. Pukulan mentahnya menghantam wajah pria pertama hingga suara rahang yang patah terdengar jelas di keheningan gang.

"Siapa yang memberimu izin untuk menyentuh seujung rambutnya, hah?!" desis Raditya rendah sambil memiting leher pria kedua. Dengan satu sentakan tangan yang kuat, terdengar bunyi krek yang membuat tubuh pria itu langsung lunglai tak berdaya.

Melihat kengerian itu, seorang preman lain mencoba menusuk Raditya dari belakang dengan pisau lipat. Namun, insting mafia Raditya jauh lebih tajam. Tanpa menoleh, ia menangkap tangan pria itu di udara, mematahkannya dalam satu gerakan balik yang sadis, lalu menghantamkan kepala pria itu ke dinding semen berkali-kali hingga semen tersebut retak dan lawannya jatuh tak sadarkan diri.

Raditya benar-benar membabi buta. Tangannya yang biasanya hanya digunakan untuk menandatangani dokumen triliunan rupiah kini berlumuran darah segar musuh-musuhnya. Ia tidak berhenti. Ia terus menghujani pria yang sudah tersungkur dengan pukulan bertubi-tubi, seolah ingin menghapus keberadaan mereka dari muka bumi.

"Bangun! Ayo bangun dan hadapi saya !" teriak Raditya dengan suara parau, menarik kerah baju preman terakhir yang sudah babak belur. "Kalian ingin bermain dengan maut? Akan kutunjukkan jalannya!"

"Mas... Mas sudah... hiks... kumohon sudah..."

Suara rintihan lemah itu memecah kegilaan Raditya. Nadia merintih di pojokan, tubuhnya merosot ke tanah sementara tangannya memegangi perut buncitnya dengan gemetar.

Mendengar suara Nadia, Raditya seketika membeku. Ia menoleh perlahan, dadanya naik turun dengan napas yang memburu hebat, peluh dan darah bercampur di wajahnya. Aura mafia yang tadinya membara hebat perlahan mereda, tergantikan oleh ketakutan luar biasa saat melihat kondisi istrinya.

Ia membuang kerah baju preman terakhir itu ke tanah seperti membuang sampah yang menjijikkan. "Nadia..." suaranya kini berubah lirih, penuh dengan nada cemas yang menyayat hati.

Raditya berlari menghampiri Nadia, berlutut di atas tanah kotor tanpa memedulikan celana mahalnya. Ia meraih wajah Nadia dengan tangan yang masih gemetar karena sisa adrenalin.

"Nadia! Kamu luka? Mana yang sakit?! Jawab saya!" suara Raditya panik, suaranya pecah oleh rasa takut yang luar biasa akan kehilangan.

Nadia menatap Raditya dengan pandangan kabur. Begitu melihat suaminya ada di sana, seluruh keberanian Barbar-nya runtuh. Ia memeluk leher Raditya erat-erat, menangis tersedu-sedu di dada pria itu.

"Mas... aku takut... hiks... bayinya... bayinya tadi tendang kencang banget... aku takut dia kenapa-napa..." isak Nadia sesenggukan.

Raditya mendekap tubuh Nadia dengan sangat protektif, seolah ingin menyembunyikan wanita itu di dalam tubuhnya agar tidak ada lagi yang bisa melihatnya. "Maafkan saya... Maafkan saya terlambat. Saya di sini, tidak akan ada yang menyakitimu lagi. Jangan menangis, sayang... jangan menangis."

Nadia merasa kepalanya sangat berat. Ketegangan fisik dan mental selama setengah jam terakhir menguras seluruh energinya. Genggamannya pada kemeja Raditya perlahan melemah.

"Mas... martabaknya... belum beli..." gumam Nadia lirih, mencoba melucu di tengah tangisnya, namun sedetik kemudian matanya terpejam dan tubuhnya lunglai dalam dekapan Raditya.

"Nadia? Nadia!" Raditya menepuk pipi Nadia, namun istrinya sudah pingsan karena syok berat.

Raditya segera menggendong Nadia dengan hati-hati namun cekatan. Ia menatap ke arah preman-preman yang terkapar di tanah dengan tatapan maut.

"Aldi! Bereskan sampah-sampah ini. Jangan biarkan mereka mati terlalu cepat, saya ingin mereka merasakan neraka dulu di markas," titah Raditya pada Aldi yang baru saja sampai dengan tim pengawal.

Raditya masuk ke dalam mobil, mendekap Nadia yang pingsan di pangkuannya. Ia mencium kening istrinya berkali-kali dengan penuh kecemasan.

"Cepat kembali ke rumah! Sekarang!" teriaknya pada supir.

Sepanjang perjalanan, Raditya tidak melepaskan genggamannya pada tangan Nadia. Ia menatap wajah pucat istrinya, dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri karena membiarkan Nadia pergi sendirian. Sang CEO yang ditakuti dunia bawah itu kini tampak hancur, hanya karena melihat satu tetes air mata dari wanita yang telah merubah hidupnya yang dingin menjadi penuh warna.

****

Bersambung

1
neng ade
wah, wah, pasti akan heboh nih 😁
Noey Aprilia
Arsen...siap2d gerebek emakmu....kl kthuan bbo bareng,bkln lngsng d sruh nikah....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ngalah kay....
jgn smp abangmu murka krna km nksir cwek incarannya....
partini
satu cewe jadi rebutan dua pangeran 🤭🤭🤭 ,kaya drama AI gadis cantik dan 2 alpha nikah sama ••••••
neng ade
jangan ada konflik di antara Arsen dan Kay, kasih cewek yang bisa membuat Kay tak Ter bayang² lagi pada Clara
Helen@Ellen@Len'z: benar🤣🤣🤣🤣🤣🤣bgt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Noey Aprilia
Ancamn abangmu ga maen2 loh kay...
jd jgn coba2 godain clon kk iparmu,bsa2 km d lmpar k ktub utara...🤣🤣🤣....
tp ykin bgt kl arsen bkln bucin,posesif,plus kaku ky bpknya....
Al Bunda
ciwwciwaw...🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
siska ni ga punya kerjaan apa gimana sih perasaan nempel mulu sama tante nya, kayak jin aja 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bude udah jd ibu tapi masa ga paham sih sama hormon ibu hamil 😒
Noey Aprilia
Kl arsen mh ykin anknya papa radit,scra sma2 kulkas....tp kay knp jd playboy????🤔🤔🤔....
hobinya tbar psona,iklan psta ggi sna sni....🤣🤣🤣...
btw,jgn brani godain cwek brusan y kay...lwanmu berat.....
Jessica Xie
adoh adoh jangan ada perpecahan persaudaraan ya thor
buat si kaysan jadi mak comblang yg menyatukan keduanya🤭
neng ade
cewek ituu calon kakak ipar mu Kay
Misti
Nambah seruuu henerasi dinasti hadiwinata
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eh gimana siska itu anak dr ibunya raditya juga? bukannya di atas di bilang dia cuma sepupu aja ya? brati kan harusnya ibu nya raditya itu tante nya 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk aku suka ke-asbun-an ini 😆
neng ade
ciee, ciee, Abang Arsen udah terkena panah asmara nihh
neng ade
Abang Arsen lagi terpesona sama gadis incaran nya, fokus putra sulung dulu, kalau Kay rada genit dia pasti mudah dapetin wanita idaman nya
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣mertua dan Siska kasihan kalau lawan Nadia yg sudah berubah🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣Radit kalah sama Bumil🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
Radit kamu salah tempat untuk marah2😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!