Keinand Dirgantara, sosok laki-laki dengan tinggi 185cm berteman dengan Salsabila Ar-Rasyid dari mereka sekolah dasar sampai sekarang sekolah menengah atas mereka tetap satu sekolah dan satu kelas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little_sgr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikut Ke Kantor
Salsabila membuka matanya perlahan, mendongakkan kepalanya dan dia dapat melihat wajah suaminya.
Mengambil tangan suaminya yang senantiasa memeluknya itu perlahan melepaskan diri, karena pagi sudah menyingsing dan hari ini suaminya akan berangkat bekerja. Dia juga akan ikut menjadi penonton saja nantinya.
Saat Salsabila akan bangkit dari ranjang dirinya di tarik lagi oleh Keinand, tubuhnya runtuh ke belakang.
"Mas..." ucap Salsabila menatap sang pelaku yang saat ini tersenyum memamerkan giginya dengan mata yang masih terpejam.
Dirasa pelukan Keinand mengendur Salsabila pun langsung bangun kembali, dia lalu beranjak membuka gorden kamarnya.
"Bangun mas, mandi!" ucap Salsabila
Keinand perlahan mulai membuka matanya
"Mandi bareng yuk" ucap Keinand menggoda istrinya
Salsabila menghela nafas, tersenyum perutnya benar-benar tergelitik mendengar godaan suaminya.
"Aah, engga engga. Udah mas mandi di kamar mandi kamar, aku mandi di kamar mandi dapur aja" ucap Salsabila lalu langsung buru-buru kabur keluar dari kamarnya sebelum Keinand mengejarnya.
Keinand yang melihat hal tersebut hanya tersenyum, pagi-pagi begini memang paling pas untuk menggoda istrinya.
Keinand pun langsung bergegas untuk mandi.
Selesai mandi Salsabila langsung menyiapkan bahan masakan untuk dia masak, untuk sarapan dia memilih menyiapkan roti dan secangkir teh saja. Dia akan memasak untuk bekal makan siang nanti.
Selesai bersiap-siap Keinand langsung turun ke dapur untuk sarapan tangannya yang satu memegang tas kerja, sedangkan yang satunya lagi memegang dasi. Dia belum memakai dasinya, sengaja ingin di pakaikan dasinya oleh Salsabila.
Saat Keinand sudah turun Salsabila juga sudah selesai dengan masakannya.
"Pakaikan dasinya dulu sayang, tolong" ucap Keinand
Salsabila pun berjalan mendekati Keinand lalu mengambil alih dasi di tangan Keinand dan langsung memakaikannya.
Keinand tak berhenti menatap Salsabila, Salsabila saat ini memakai pakaian yang tidak terlalu formal tapi tidak terlalu santai juga.
Salsabila tidak kuat ditatap seintens itu oleh Keinand, sepertinya wajahnya sudah berubah menjadi semerah tomat rasanya panas sekali.
Salsabila buru-buru menyelesaikan simpul dasinya, lalu segera berjalan mundur menjauh dari Keinand.
"Sudah mas" ucap Salsabila sambil berjalan mundur
"Terimakasih sayang" ucap Keinand diangguki oleh Salsabila
Setelah itu Keinand menarik kursi meja makannya lalu dia duduk.
"Mas rotinya mau pakai selai rasa apa?" ucap Salsabila
"Rasa vanila aja sayang" ucap Keinand
Lalu Salsabila pun mengambil selai rasa vanila dan mengolesinya ke atas roti milik Keinand, setelah utu dia memberikannya pada Keinand
"Satu lagi sayang" ucap Keinand
"Oh mau dua mas?" ucap Salsabila
"Iya" ucap Keinand
Lalu Salsabila pun membuatkannya lagi untuk Keinand, setelah itu dia membuat roti untuknya dengan selai cokelat satu dan selai strawberry satu.
Mereka pun memakan sarapan tersebut dengan seksama.
Selesai sarapan Keinand langsung pergi ke garasi untuk memanaskan mobilnya terlebih dahulu, sedangkan Salsabila membereskan piring dan mencucinya terlebih dahulu. Selesai mencuci piring dia langsung mengambil tasnya dan berjalan keluar rumah tak lupa dia juga menguncinya, setelah itu dia langsung memasuki mobil tentunya dengan pintu yang sudah di bukakan oleh Keinand.
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi dimana semua orang juga sama melakukan aktivitas untuk pergi bekerja, sekolah dan yang lainnya. Seperti biasa pemandangan pagi di jalanan ibukota adalah kemacetan kendaraan makanya harus berangkat pagi buta agar bisa sampai tepat waktu di kantor.
Keinand memutar musik agar Salsabila tidak terlalu jenuh, dan dia lihat Salsabila menikmatinya.
"Mas harusnya jam segini masih di rumah nyantai menikmati suasana pagi hari, kenapa malah menikmati kemacetan begini?" ucap Salsabila
"Iya kan supaya bisa ikut liburan makanya harus lemburan, lagian di tinggal sendiri juga gak mau" ucap Keinand
"Ya kan baru hari pertama di rumah baru, takut ada apa-apa tahu" ucap Salsabila
"Ya kan ada Pak satpam yang jagain" ucap Keinand
"Ya gak mau" ucap Salsabila
"Yaudah terima aja pemandangan kemacetannya" ucap Keinand
Salsabila pun menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.
Tak lama perjalanan setelah berhasil melewati kemacetan, akhirnya Keinand dan Salsabila pun sudah sampai di kantor. Keinand langsung memarkirkan mobilnya di basement, setelah itu mereka sama-sama menuju lift khusus dan langsung menuju ke ruangan Keinand.
Karena liftnya transparan Salsabila bisa melihat pemandangan di luar gedung tersebut, Salsabila terpana melihatnya. Lift ini khusus di pakai untuk Keinand dan para petinggi perusahaan saja, yang naik pun terbatas hanya boleh sampai 5 orang saja.
Lift berhenti, mereka telah sampai di lantai 16 dimana ruangan Keinand berada.
Keinand pun menggandeng tangan Salsabila lalu berjalan ke ruangannya.
Di depan ruangan Keinand terdapat meja, itu milik asisten pribadinya jadi bagi siapa saja yang mau bertemu Keinand maka dia harus konfirmasi dulu dengan asistennya.
"Selamat pagi pak Keinand, selamat pagi bu" ucap Rengga selaku asisten pribadinya
"Selamat pagi Rengga" ucap Keinand
"Mas, aku dipanggil ibu?" ucap Salsabila
"Maaf bu, itu sebuah formalitas dalam bekerja" ucap Rengga
"Di luar kerjaan Rengga juga hanya memanggil saya Rengga. Begitu pun istri saya nanti kamu bisa panggil Salsabila saja Rengga" ucap Keinand
"Baik Pak" ucap Rengga
Salsabila pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Keinand dan Salsabila pun berjalan masuk ke dalam ruangannya. Keinand langsung berjalan untuk duduk di mejanya, sedangkan Salsabila berjalan mengitari ruangan kantornya ingin melihat-lihat seisinya.
Keinand pun tersenyum melihatnya dan membiarkan Salsabila melakukan hal yang dia inginkan, sedangkan Keinand langsung membuka laptopnya dan mulai bekerja.
Salsabila yang sudah selesai melihat-lihatbpun mendudukkan dirinya di sofa yang sudah tersedia.
"Bawa cemilan gak di tas? kalau engga mas nyuruh Rengga untuk bawain cemilan" ucap Keinand
"Hmm, gak bawa. Aku cuma bawa bekal untuk makan siang nanti" ucap Salsabila
Keinand pun langsung menelpon Rengga
"Rengga, tolong bawakan cemilan untuk istri saya!" ucap Keinand
"Baik pak, cemilan manis atau gurih pak?" ucap Rengga
"Dua-duanya saja" ucap Keinand
"Dengan minumannya pak?" ucap Rengga
"Iya dengan minumannya, apa saja terserah mau semua rasa juga gapapa" ucap Keinand
"Baik pak" ucap Rengga
Lalu Keinand pun mematikan saluran teleponnya.
Tak lama Rengga telah datang dengan troli makanan seperti di hotel, benar saja dia membawa semua cemilan masing-masing satu dan minuman dengan berbagai macam.
Salsabila yang menatap itu syok, dia pikir dia hanya akan di bawakan beberapa saja ternyata malah sebanyak ini. Salsabila pun langsung berterimakasih dan Rengga pun segera keluar dari ruangan tersebut.
"Mas kok banyak sekali?" ucap Salsabila
"Sengaja mas biar kamu bisa pilih" ucap Keinand
"Oke makasih"
Keinand pun menganggukkan kepalanya dan mulai kembali bekerja. Sepertinya besok dia harus menyediakan rak untuk cemilan dan freezer di dalam ruangannya untuk persediaan makanan kalau Salsabila ikut ke kantor lagi.
Dari akad berarti mereka muslim.. semua pasti tau hukumnya.
soal trauma.. bukankah agama mengajarkan ikhlas terhadap segala takdir dan berusaha mencari untuk terbaik...
ehhhh maaf.. kayaknya non muslim ya.. soalnya nggak pernah ada salam, doa dan ibadah sama sekali
Toh selama 4 bulan tak pernah menjalankan kewajiban batin dan hak suaminya.
apa selama itu tak pernah memikirkan perasaan suaminya.. trauma tak bisa dijadikan alasan sekian lamanya
nggak banyak tingkah dan kemauan.. saling mengerti dan memahami 👍🌹💝🥰
mulai gk enak. nih perasaanku....
😏
pusiiiingggg
byk uit lgsg beli.... 😄
mulai. nih....
konflik please jgn berat2 yA thor