Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.
Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.
Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.
Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.
Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Mata keduanya nyaris melompat, wajah mereka langsung berubah merah karena emosi yang meluap sedangkan Rayhan sudah ketar-ketir melihat berapa muramnya wajah kedua orangtuanya.
Mereka seakan lupa jika mereka masih berada diruang sidang pengadilan agama, bahkan semua orang menonton meteka dan ada juga yang merekam pertengkaran itu.
"Mau apa kamu kesini, Hah!! ". Bentak Revan dengan murka.
Dia menatap nyalang gadis yang telah menghancurkan rumah tangga sang anak dan membuatnya kehilangan menantu kesayangannya.
Dulu dia menghancurkan hidup putranya sekarang dia kembali melakukannya dengan memanfaatkan anaknya.
Wajah sumringah dan ramah Sahira tadi langsung berubah muram dan ketakutan, dia tidak menyangka jika pertemuan pertamanya degan kedua orang tua Rayhan akan mendapatkan hentakan seperti ini.
"Maaf ayah, aku hanya ingin menyapa kalian". Cicitnya ketakutan.
"Saya tidak butuh sapaan dari manusia tidak punya malu dan tidak punya otak seperti mu dan jangan pernah panggil saya ayah, saya bukan ayahmu!!". Tunjuknya dengan penuh kemurkaan.
"Tapi aku sekarang bersama Rayhan ayah, jangan seperti ini, kalian akan membuat Rayhan terluka".
Plak..
Tamparan keras dia Terima dari ibunda Rayhan itu, Kanaya menatap penuh kemurkaan kepada perempuan yang merusak hidup menantunya dan juga anaknya.
Wajahnya terlempar kesamping dan dirinya nyaris limbung karena tamparan itu begitu keras bahkan membuat pipinya terasa sangat nyeri.
Dia memegang pipinya yang berdenyut hebat, matanya terbelalak tidak percaya mendapatkan tamparan itu
Mata Rayhan nyaris melompat dari kelopak matanya melihat ibunya menampar Sahira dengan sangat keras.
Dia mengepalkan tangannya karena menahan emosi, dia kesal karena Sahira tidak mengindahkan apa perkataannya tadi untuk jangan mendekati ibu dan ayahnya tapi perempuan itu tidak mau mendengar sama sekali dan sekarang beginilah akibatnya.
Tapi perasaannya langsung merasa bersalah melihat wajah Sahira yang terlihat ketakutan dan wajahnya memerah karena ditampar, dia berbalik kemudian menatap ibunya
"Ibu". Bentak nya tidak Terima.
Belum juga dia menarik nafasnya suara pukulan kembali menggema di ruangan itu
Bugh. .
Kini wajahnya yang terlempar kesamping karena teriakannya barusan kepada sang ibu, dia bahkan terjatuh karena kerasnya pukulan itu.
Semua yang ada disana menahan nafas melihat kemurkaan yang mereka yakini adalah ayah dari lelaki itu, mereka mulai memahami apa yang terjadi karena tadi emreka juga menyaksikan persidangan perceraian lelaki itu
"Rayhan". Teriak Sahira pelan.
Dia segera menolong Rayhan yang tengah menatap nanar kedua orang tuanya itu.
"Apa yang kalian lakukan? , Rayhan itu anak kalian". Ucap Sahira dengan kesal.
Dia menelan Salivanya pelan, tadinya dia ingin marah tapi nyalinya menciut karena melihat tatapan amarah yang berkobar dari pasangan parubayah itu
" Diam kau perempuan sialan, kamu pikir kamu siapa karena berani membentak saya dan istri saya, kamu itu hanya perempuan jalang yang merusak hidup anakku dan sekarang kamu datang menghancurkan rumah tangganya, jika bukan karena hukum aku tembak kamu!". Bentaknya penuh kemarahan
"Ayah". Cicit Rayhan dengan mata berkaca-kaca.
Sahira memundurkan langkahnya melihat ayah Rayhan maju mendekati dirinya, dia kini ketakutan setengah mati, dia baru sadar jika keberaniannya yang sok itu membuatnya dalam masalah besar sekarang dan kini dia menyesalinya
" Selama dia bersama kamu, dia menjadi anak kurang ajar dan bahkan berani membentak ibunya, kamu apakan anakku, Hah!! ". Revan melangkah maju kemudian menarik rambut Sahira kemudian menghempaskan nya dengan kasar.
"Ayah". Teriak Rayhan tidak Terima.
Bugh".
Kali ini bukan pukulan melainkan tendangan keras pada perutnya yang dia terima dari sang ayah setelah dia menyelesaikan teriakannya, jambakan rambut dan tendangan itu mereka dapatkan dengan bersamaan
Mata Sahira kini menatap takut ayah Rayhan yang sangat murka itu, bahkan tarikan di rambutnya terasa sangat menyakitkan.
"Saya tidak punya anak yang tidak tahu diri seperti mu, jangan pernah menampakkan wajahmu lagi pada kami, dan kamu wanita jalang, jangan pernah bermimpi menjadi bagian dari keluarga kami karena jika suatu hari saya meninggal maka warisan saya akan jatuh pada anak yatim bukan anak tidak tahu diuntung itu, dia tidak punya apapun selain apa yang dia usahakan dengan keringatnya sendiri ".
Dia menghempaskan Sahira kembali dengan penuh amarah sehingga Sahira terjerembab dilantai karena tidak bisa menopang tubuhnya.
Sedangkan Rayhan mematung melihat orang yang dicintai diperlakukan sangat kasar oleh keluarganya sendiri didepan matanya
Sahira mematung mendengar perkataan itu, padahal niatnya mempertahankan Rayhan karena Rayhan anak satu-satunya dan orang tuanya kaya dan dia yakin warisan itu akan jatuh ke tangannya tapi jika memang Rayhan tidak memeliki apapun untuk apa dia mempertahankannya.
"Dia tidak akan meninggalkan aku ayah, dia bukan seperti yang ayah katakan, jadi aku tidak akan datang memohon". Ucap Rayhan dengan yakin.
Sahira yang berada di belakangnya mengepalkan tangannya, dia tidak mau hidup biasa saja, dia mau hidup berkelimpahan harta tapi jika Rayhan tidak memiliki itu maka dia akan meninggalkan nya tanpa belas kasihan
Revan langsung menghampiri sang istri yang kini terisak karena terluka, dia yakin istri nya ini sangat terpukul dengan keadaan ini, dia sudah kehilangan menantu kesayangannya selamanya dan sekarang anak yang dia besarkan susah payah meneriaki dirinya untuk membela wanita jalang pilihannya.
"Ayo pulang sayang". Ucapnya sambil menggandeng sang istri tapi saat akan melangkah kedepan, dia berhenti sejenak.
Tanpa menoleh kebelakang, dia menarik nafasnya dalam-dalam karena akan dia sampaikan kepada anaknya itu agar anaknya jerah.
"Jika suatu saat kamu sudah tahu kebusukan wanita pilihanmu itu maka kamu akan menangis dan menyesal dan saat itu terjadi maka jangan pernah berharap kami akan membantumu, aku lebih baik kehilangan anak yang tidak tahu Terima kasih dan tidak tahu diuntung daripada menerima jalang itu masuk kerumahku". Ucapnya dengan dingin.
Dia melangkah sambil memeluk istrinya itu dengan menahan tangis, betapa terlukanya dia karena anaknya bisa bersikap seperti itu pada mereka hanya untuk membela wanita yang jelas-jelas menghancurkan keluarganya.
"Dasar Orang-orang tua sialan". Umpatnya dalam hati.
Rayhan menunduk pelan, airmata nya mengalir karena dibuang oleh kedua orangtuanya tanpa belas kasi seperti ini.
"Dasar anak muda jaman sekarang, dia tidak punya malu yah menggoda suami orang sampai bercerai seperti itu dan orangtuanya membuangnya, dia pasti akan menyesal nanti".
"Benar, apalagi melihat bagaimana murka ayahnya kepada anaknya sendiri, aku yakin suatu saat dia pasti akan mengemis kepada keluarganya".
Bisikan mencemooh itu kembali terdengar ditelinga keduanya, Rayhan hanya bisa menunduk sedangkan Sahira mengepal kan tangannya tidak terima.
"Pergi kalian semua, ini bukan urusan kalian". Teriaknya penuh emosi.
Dia tidak sadar jika dia tengah direkam oleh mereka semua dan bahkan ada yang sedang live streaming.
"Dasar jalang".
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.