Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:374k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Aslan tidak tinggal diam. Begitu Naya mulai menaiki tangga, ia segera menyusul dengan langkah cepat dan berat. Kemarahan yang sempat tertahan di dapur kini kembali membara. Ia belum puas. Jawaban istrinya sama sekali tidak cukup untuk menenangkan rasa frustrasi yang menggerogoti dadanya sejak pagi.

Di tengah lorong lantai atas, jarak di antara mereka semakin dekat. Tanpa ragu, Aslan meraih pergelangan tangan Naya dan menariknya cukup kuat hingga wanita itu terpaksa berbalik.

“Jawab aku, Naya,” sentaknya, matanya menatap tajam wajah istrinya. Suaranya rendah tapi penuh tekanan. “Dari mana kamu seharian ini? Aku tidak terima jawaban omong kosong.”

Naya terdiam sejenak. Dulu, dalam situasi seperti ini, ia pasti langsung menunduk. Suaranya akan bergetar, matanya akan menghindari tatapan Aslan, dan ia akan segera meminta maaf meski tidak bersalah. Tapi malam ini berbeda.

Ia menatap balik suaminya. Langsung menatap kedua matanya, tanpa rasa takut, tanpa rasa bersalah. “Untuk apa kamu bertanya?” sindirnya pelan, nada suaranya dingin. Ia bahkan melipat kedua lengan di depan dada, sikap yang jelas menunjukkan perlawanan.

“Bukannya selama ini kamu tidak mau tahu tentangku? Tiga bulan kamu menghilang. Telepon tidak diangkat. Pesan tidak dibalas. Sekarang tiba-tiba aku harus memberi laporan?”

Aslan terdiam sesaat. Kalimat itu menusuk, tapi ego laki-lakinya menolak untuk mengakui. Ia mengencangkan genggaman di pergelangan tangan Naya. “Aku suamimu, Naya. Aku berhak tahu apa yang kamu lakukan di luar sana,” sentaknya lagi, suaranya naik.

Naya tertawa kecil. Tawa itu pendek, pahit, dan sama sekali tidak mengandung kehangatan. “Kamu berbicara soal suami…” katanya pelan, matanya masih menatap tajam, “seolah-olah kamu menganggapku sebagai istri.”

Aslan membuka mulut, siap membalas dengan kalimat yang lebih keras. Tapi tepat di saat itu, dering telepon memecah ketegangan di antara mereka. Bunyi itu datang dari saku celananya, nada dering yang sudah sangat familiar.

Wajah Aslan berubah sepersekian detik. Ia melepaskan tangan Naya hampir secara refleks, lalu mengeluarkan ponsel. Nama yang muncul di layar membuatnya langsung berbalik tanpa mengucapkan satu kata pun. Ia berjalan cepat menuju ujung lorong, menjauh dari Naya, lalu mengangkat telepon dengan suara yang tiba-tiba lebih lembut.

Naya masih berdiri di tempat yang sama. Ia menatap punggung suaminya yang semakin menjauh, lalu tersenyum getir. Senyum itu tipis, penuh ironi, dan hanya untuk dirinya sendiri.

Ia tidak perlu menebak siapa yang menelepon.

Ia sudah tahu. Wanita yang beberapa minggu lalu berdiri di samping Aslan dengan kebaya merah dan cincin baru di jari. Wanita yang bisa membuat suaminya meninggalkan pertengkaran di tengah jalan hanya karena sebuah dering telepon.

Naya menghela napas pelan, lalu membuka pintu kamarnya. 

Ceklek....

Sebelum masuk, ia sempat melirik ke arah Aslan yang sedang berbicara dengan suara rendah di ujung lorong. Bibirnya bergerak, membentuk kalimat manis yang tidak pernah ia dengar ditujukan pada dirinya sejak lama.

Tanpa menunggu lebih lama, Naya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Bunyinya pelan, tapi cukup untuk menandai batas yang semakin jelas di antara mereka.

Di balik pintu itu, ia bersandar sejenak. Jantungnya berdetak stabil. Tidak ada air mata,  tidak ada marah yang meledak. Hanya kepastian yang semakin mengeras di dadanya.

*****

Keesokan paginya, rumah itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Naya sudah bangun sejak subuh, tapi ia tidak memasak. Ia hanya membuat secangkir teh untuk dirinya sendiri, lalu duduk di ruang tamu sambil membuka laptop. Layar menampilkan beberapa tab kampus luar negeri yang kemarin belum sempat ia selesaikan. 

Pukul sembilan lebih sedikit, bunyi bel rumah tiba-tiba berdering panjang.

Ting tong

Ting tong

Ting tong

Naya mengangkat alis. Aslan sudah pergi ke kantor sejak satu jam yang lalu. Tidak ada janji dengan Dara hari ini. Ia menutup laptopnya, berjalan menuju pintu, lalu membuka sedikit pintunya.

Di luar, berdiri dua wanita. Yang di depan adalah Liza. Rambutnya tergerai rapi, memakai dress pastel yang elegan, dan di jari manisnya masih tersemat cincin yang sama dengan yang Naya lihat di Bandung waktu itu. Di belakangnya, wanita paruh baya dengan wajah yang tegang dan tangan memegang tas kecil.

Naya terdiam sejenak. Detik itu terasa lebih panjang dari biasanya. Ia mengenali wajah Liza dengan jelas, meski ini pertama kalinya mereka bertatap muka secara langsung. Wanita yang selama ini hanya ia kenal lewat screenshot pesan dan bayangan di balik jendela rumah itu, kini berdiri di depan pintu rumahnya sendiri.

Dengan gerakan tenang, Naya membuka pintunya lebar “Ada perlu apa?” tanyanya datar, tanpa senyum.

Liza terlihat sedikit kaku, tapi segera menyembunyikan rasa tidak nyamannya dengan senyum tipis. “Anda Naya, kan? Istri Aslan.” Suaranya lembut, tapi ada nada yang sengaja dibuat percaya diri. 

“Saya Liza. Dan ini Mama saya. Kami datang karena… ada yang perlu dibicarakan.”

Ranti menatap Naya dari ujung rambut hingga ujung kaki, seolah menilai. “Boleh kami masuk? Ini urusan penting.”

Naya tidak langsung menjawab. Matanya berpindah dari Liza ke Ranti, lalu kembali lagi ke Liza. Tidak ada kejutan di wajahnya. Tidak ada marah yang meledak. Hanya ketenangan yang dingin, seolah ia sudah menduga suatu hari ini akan terjadi.

“Masuk,” ucapnya singkat, lalu menyingkir dari depan pintu.

Liza dan Ranti saling melirik sebentar sebelum melangkah masuk. Naya menutup pintu, lalu menuntun keduanya ke ruang tamu tanpa menawarkan minum. Ia duduk di sofa tunggal, menyilangkan kaki, dan menatap kedua tamunya dengan tatapan yang sulit ditebak.

“Silakan duduk,” katanya pelan. 

“Katakan tujuan kalian datang kesini. Saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian berdua".

Liza duduk di sofa panjang, tangan saling menggenggam di pangkuan. Ranti duduk di sampingnya, punggung tegak. Suasana di ruang tamu terasa tegang, seolah udara di antara mereka membeku.

Liza menarik napas, lalu menatap Naya. “Saya datang kesini karena Aslan. Dia bilang… kalian masih menikah. Tapi saya sudah menikah dengannya secara siri. Saya tidak mau terus seperti ini. Saya ingin minta kejelasan.”

Naya terdiam beberapa detik. Lalu, perlahan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang sama sekali tidak ramah. “Kejelasan? Tidak salah?" ulangnya pelan. “Anda datang ke rumah istri sahnya hanya untuk meminta kejelasan?”

Ranti langsung menajamkan suara. “Jangan bicara seperti itu pada anak saya. Liza punya hak. Aslan yang memilihnya. Kalau Anda masih bertahan, itu hanya akan membuat semuanya lebih rumit.”

Naya mengalihkan pandangannya ke Ranti. Tatapannya datar, tapi ada sesuatu yang tajam di baliknya. “Bu, Anda datang ke rumah orang dengan anak yang menikah diam-diam dengan suami orang. Lalu Anda bilang saya yang membuat segalanya rumit?”

Keheningan mengisi ruang tamu. Liza menunduk sedikit, sementara Ranti terlihat tersulut. 

Naya hanya bersandar di sofa, jari-jarinya mengetuk pelan sandaran kursi. Di dalam dadanya tidak ada badai. Hanya kepastian. 

"Kalian berdua memang wanita tidak punya malu"

_________

Bantu support guys. Like, komen, follow.

doakan othor cepat sembuh🙏

1
Night Watcher
di atas, aslan sbg ceo, didesak oleh direktur utama agar aslan nonaktif.
sekarang aslan sbg direktur utama, didesak agar nonaktif.
yg bener yg mana jabatan aslan?
Night Watcher
perusahaan punyamu lan, kamu yg mbangun, kenapa tunduk pd org² yg cuma pekerja?
yg ada mereka mentok mengundurkan diri atau keluar dr pekerjaan..😇
Marina Tarigan
semoga kamu dan bayi sehag terus dsn suami siagamu ber tambah2 mencintaimu dan bernuang menjadi suami siaga utk menhhapus lukamu dulu Naya
Marina Tarigan
meninggal dlm kancah dosa semoga bayimu jafi anak soleha nanti tdk mengikuti jejak ibunya yg hina
Marina Tarigan
aslan taya hidupmu kembali dan menjadi pribafi yg lebih baik
Lioniwati Ben
dasar perempuan sundal otaknya udah konslet udah dpt lakinya msh mau hak istri sah nya dasar perempuan sundal
Marina Tarigan
perbuata arogan kamu bertiga adalah hadiah paling besar buat kebangkitan Naya yg kalian hi na sangat kasar tanpa hati jadiah yg setimpal pd Aslan Lisa Tianti yh serakah
Marina Tarigan
baguslah lida sdh meninggal lisa wanita serakah otoriter menganggap dirinya paling benar menyakiti sesama wanita tdk punya hati memaksa tempat sakral suami istri Naya dan mengusir Naya lebih dari pembantu daro rmhnya semdiri perbuafan keji yg tdk bisa dimaafkan Aslan kamu berpetan penuh menyakiti istri sahmu Naya yg penuh air mata sampai kami tampar demi pelacur itu sekarang berbalil pdmu Adlan sampai hancur lebur Naya sekarang diratukan oleh Erlan sang suami yg punya sehala kehormatan kekayaan lekuasaan yg tdk bisa kamu lawan kamu kejam dan tdk punya hati pd istrimu sendiri yv pintsr dan penurut kamu sia2kam nikmati kehancuranmu dan bertobatlah demi masa depanmu
irma hidayat
cerita yg bagus
fatmiatun sahono
maaf ortu nya Aslan TDK ada ya....
fatmiatun sahono
cuma karena Naya hrs berkorban begitu besar. itu kan pengorbanan Erlan Aslan satu cinta satu marah. setipis plastik perbedaan nya. dampak nya luarr biasa....🙏 tinggal sedikit lagi ya tamat...🙏💪💪💪💪
fatmiatun sahono
heran....nikah siri itu emang dpt hak ya....
fatmiatun sahono
bukan jaim. bodohhhhh
Lioniwati Ben
terima salah Aslan
udah lah
mengalah aja lbh terhormat loh
drpd bikin rencananya busuk pdhal km yg busuk dr awalnya kg
Susi Yanti
sukurin.....
emang enak ngerebut milik org lain ?, diawal emang yg nampak sorga,namun waktu berjalan melintasi indahnya,selamat dtg kemasa sulit....
Cicih Sophiana
eh Naya tunjukan ke si Aslan klo kamu kuat kamu bisa melawan... jgn cuma nangis doang...
Cicih Sophiana
Naya kamu payah ah...
Lioniwati Ben
mencintaimu dalam senyap ath yah Erlan 👍 brarti tulus sih cinta Erlan utk nara
Night Watcher
sebenarnya posisi yg lebih tinggi di perusahaan itu apa ya? CEO atau direktur?
fatmiatun sahono
yahhhh sy pengen baca novel , setelah pergi de suami nya trus ketemu jodoh yg notabene bule tp maaf🙏muslim . yg konon bule nya bucin amat ma org indo. pasti romantisass....semngat Thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!