Indonesia
NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Cherry badmood.

Bang Dante terdiam sejenak, jemarinya mencengkeram kuat ujung meja, dadanya bergejolak memikirkan banyak hal di balik keputusannya. Ia tau betul hitungan waktu yang ia ucapkan bukanlah hitungan sembarang, bukan angka yang ia buat asal saja ia sebutkan. Itu hitungan yang sudah ia perhitungkan.

"Jangan sampai salah. Tulis... lima minggu." Ulangnya pelan namun tegas, matanya menatap lurus ke arah pria di hadapannya namun tetap terdengar jantan dan tegas.

Anggota itu mengangguk hormat, lalu menuliskan angka tersebut di berkas dengan rapi. "Siap, Ndan. Proses akan kami percepat. Semoga di lancarkan semuanya."

...

"Lima minggu, Om??"

"Iya, jawab saja hamil lima minggu." Kata Bang Dante.

"Tapi bagaimana kalau ketahuan, Cherry nggak hamil." Tanya Cherry.

"Biar saja, kau hanya perlu bilang begitu. Kau mau kan, ikut saya ke bumi Karang Hitam??" Balas Bang Dante.

Sebenarnya Cherry sangat takut dan berat, tapi kini namanya sudah masuk dalam catatan militer sebagai istri dari Letnan Wiradante.

...

"Hati-hati Bu Dante. Disini licin sekali, baru di pel." Kata salah seorang ibu pengurus cabang karena 'tau' Cherry sedang hamil muda.

Cherry hanya bisa tersenyum kecut tapi tak bisa berbuat apapun.

"Iya Bu. Terima kasih banyak." Kata Cherry sambil berlalu.

Saat kakinya menuruni anak tangga, ia melihat Bang Dante keluar dari masjid Batalyon. Sesaat tadi, Bang Dante menanyakan kesiapan dirinya jika menjadi istri seorang perwira. Pria tersebut juga meminta ijin nya agar bisa segera menikahinya. Cherry pun menyanggupi meskipun ia tidak paham apa yang terjadi.

"Bagaimana, Om."

"Alhamdulillah, sudah beres." Jawab Bang Dante sambil mengajak Cherry menuju ruang kerjanya yang beberapa hari lagi akan segera ia tinggalkan. "Nanti sore kita rumah sakit. Malamnya menghadap Danyon."

"Masih berapa lama lagi sih prosesnya??? Cherry capek, Om." Rengek Cherry.

Bang Dante tersenyum tipis kemudian mengarahkan Cherry agar berjalan lebih dulu masuk ke dalam ruang kerjanya.

Setelah mereka sampai di ruangan. Bang Dante mengambilkan air minum untuk Cherry, jus jeruk. "Sabar sedikit lagi. Kita harus punya surat resmi biar kemanapun langkah kakimu berjalan, kamu 'selamat'. Di manapun kamu berada, nama saya bisa melindungimu." Kata Bang Dante.

"Sebenarnya..... Apa tujuan Om, berbuat seperti ini. Mengaku kalau Cherry hamil, itu juga akan menjatuhkan harga diri Om." Ujar Cherry.

Bang Dante berhenti bergerak sejenak, gelas jus di tangannya tergenggam erat. Ia meletakkannya perlahan di meja di hadapan Cherry, lalu menarik kursi hingga duduk berhadapan dengannya. Tatapannya yang biasanya tajam, tak menghilangkan kewibawaannya. Tatapannya begitu lembut tapi seakan mengisyaratkan selama ini ada banyak beban yang ia pikul sendirian, dan baru kali ini ingin ia ungkapkan.

"Menjatuhkan harga diri?" ulangnya pelan, namun jelas. "Bagi saya, melindungimu justru satu-satunya hal yang menjaga harga diri saya, Cherry."

Bang Dante menarik napas panjang, ia menatap mata gadis itu dengan lekat seolah ingin memastikan setiap kata yang keluar sampai ke hati.

"Kau tak tau apa yang sedang terjadi di balik semua ini. Saya tidak dengan sengaja menyebut angka sembarangan. Angka 'lima minggu' itu bukan kebohongan tanpa alasan. Itu cara tercepat, satu-satunya jalan yang saya temukan agar nama sah milik saya bisa segera melekat padamu. Agar tak ada satu pun orang yang berani menyakitimu, menipumu, atau menyeretmu ke dalam masalah baru."

Tatap mata itu terus mengarah pada Cherry. Gadis itu sungguh membuatnya tidak tega.

"Apapun yang saya lakukan, semua saya lakukan yang terbaik untukmu, meskipun jalannya berat." Kata Bang Dante.

Bang Dante tidak mengalihkan pandangan dari Cherry, menunggu gadis itu bicara dari reaksi gelisahnya tapi gadis itu tak juga mau membuka suara.

"Apa yang kau takutkan?" Lagi-lagi Bang Dante berusaha menyelami isi hati gadis kecilnya.

"Disana tidak ada siapa-siapa yang Cherry kenal dan Om.........." Jemari Cherry bergerak gelisah lalu meremas ujung roknya.

"Kenapa????" Tanya Bang Dante.

"Bagaimana kalau Om langsung meninggalkan Cherry dan membiarkan Cherry hidup sendiri disana??"

Bang Dante tertegun sejenak. Perlahan, sedikit demi sedikit ia semakin memahami Cherry.

"Bagaimana kau bisa punya pikiran begitu padahal kau sendiri belum seratus persen kenal dengan saya?"

"Laki-laki biasa begitu." Kata Cherry.

"Kalau begitu masukan saya pada golongan laki-laki yang tidak biasa." Jawab Bang Dante.

...

Cherry mulai kesal. Dua jam menunggu Danyon hingga hari sudah nyaris maghrib tapi komandan tertinggi di Batalyon itu tak kunjung hadir.

"Lama sekali sih?? Kalau memang sedang banyak kegiatan, sebaiknya di undur saja janji temunya, kenapa harus membuang waktu begini??? Apa begini kelakuan para atasan?????" Bibir Cherry terus mengomel, ia tak sadar bahwa Danyon berdiri tak jauh dari mereka.

"Lama menunggu ya??"

"Siap, tidak lama.. Danyon." Jawab Bang Dante memberi sikap formal.

"Lama." Sambar Cherry singkat.

Bang Dante menoleh. Tapi bukannya marah ia mendengar kata singkat itu, justru Bang Dante tersenyum tipis.

"Oohh.. Maaf ya, Bu Dante. Hari ini memang jadwal saya padat sekali." Jawab Danyon.

"Saya tau bapak ini komandan, tapi kita juga sama-sama manusia. Tolong lah untuk saling menghargai, tanpa anggota.. bapak tidak bisa di sebut komandan." Kata Cherry meluapkan rasa kesalnya.

Agaknya Danyon sedikit tersinggung, tapi melihat lawannya adalah istri Letnan Dante, dimana ia pun tau bagaimana sikap perwira muda tersebut, ia pun mengurungkan niat untuk membalas.

"Sekali lagi, saya mohon maaf. Bukan maksud saya untuk menunda waktu begitu lama."

"Ijin...!!" Bang Dante meletakan dua map berkas yang harus di tanda tangani.

Secepatnya Danyon menanda tangani berkas tersebut.

"Siap, terima kasih.. Ijin.." Akhirnya karena wajah Cherry yang sudah cemberut, Bang Dante memilih undur diri.

...

"Cherry mau mandi duluan. Om keluar dulu..!!" Katanya sambil meletakan kasar tas kecilnya diatas tempat tidur.

"Memangnya kenapa?" Tanya Bang Dante.

"Nggak sopan lah. Om keluar..!!" Pinta Cherry.

" 'Di dalam????' " Goda Bang Dante dengan wajah datarnya.

"Oomm.. Jangan bercanda..!!!!"

Melihat Cherry sudah kesal, Bang Dante berjalan menuju balkon kamar, masih dengan wajah datarnya.

"Menyebalkan." Gumam Cherry.

.

.

.

.

1
Tanti
sabar dan tenangkan hatimu Bian... smua pasti akan berlalu... yakinlah klo Bang Dante mampu mengatasinya....

lanjut mba Nara
Tanti
siippp Bang Dante, lindungi marwah istrimu👍👍
Tokoh ceritanya mba Nara...pria² yg bertanggungjawab👍
Maysuri
siiippp lah mbak nara,....👍🏻👍🏻👍🏻
Tanti
Aman mba Nara....ditunggu cerita lanjutnya mba👍👍🥰
Tanti
baca sambil ngebayangin adegannyaaa..bikin merinding ngeriii...

lanjut mba nara👍
Tanti: asssiyaappp mba Nara🤭
total 4 replies
Maysuri
kau bangunkan macan yg lg tidur y vivian...awas kau....🤣🤣🤣🤣
Bojone_Batman: tinggal tunggu saja hasil dari karyanya.
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
cari masalah aja vivian
Bojone_Batman: Tapi watak manusia emang ada yang gitu sih.
total 1 replies
Tanti
sedih bacanya🥺😭😭
mba Nara, ngasih bawangnya banyak bgt🥹🥹

huaaa...ga rela klo pada pisah😭
Tanti
tabir masa lalu akhirnya terbuka, smuanya sdh jelas...tinggal masing² menata hati dan pikiran
lanjut mba Nara🥰
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian 😭
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian
Maysuri
ohhhh gitu toh kejadiannya....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
aduh... ini tau- tau datang lg ibu² bikin rusuh rmh org...bikin gedegg ae....
itu lg si vivian...melu² ngobong blarak....adeeehhh koq yo ora kapok... njaluk dijak gelud ae iki

lanjut mba nara
Ayu FazRina Satiasari
pasti ulah vivian ini sang provokator
dyah EkaPratiwi
ada aja cobaannya
dyah EkaPratiwi
😄 Alhamdulillah sudah bisa mengungkapkan
Maysuri
patmu ini ibu kandungnya bang sante kah....
Tanti
Bang...mbok yoo diajak kluar dr toilet dl...mosok ngomong kyk gitu didlm toilet🤭
Tanti: Bang Dante emang lain drpd yg lain😂
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
semangat bian
Bojone_Batman: Semangaaat
total 1 replies
Maysuri
y sallam.....ya enggak kuatlah kalau dekatam istri y bang,pasti lah curi " kesempatan😁😁semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!