Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Novaa

Naik jabatan menjadi sekretaris CEO Adrian Dewangga (33) harus dibayar mahal oleh Nayla Safira (27). Ayahnya tewas usai menyelamatkan orang tua Adrian dalam kecelakaan maut. Demi melunasi utang nyawa dan menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Adrian dan Nayla terpaksa menikah secara rahasia.
Awalnya, Adrian menyetujui pernikahan rahasia ini karena baginya pernikahan tersebut murni sebuah bentuk tanggung jawab, bukan karena cinta. Di sisi lain, Nayla yang bertubuh gemuk memilih bersembunyi karena minder dan tak ingin dituduh memanfaatkan keadaan. Namun, setahun hidup berdampingan membuat rasa tanggung jawab Adrian perlahan menjelma menjadi cinta yang dalam. Ia muak terus berpura-pura asing.
Saat mereka akhirnya sepakat untuk membuka hati, status pernikahan itu justru terbongkar ke publik. Kejamnya dunia menghantam Nayla dengan tuduhan paling menyakitkan, ia dianggap tega menukar nyawa ayahnya demi posisi mewah di samping sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Bukan penyedia jasa obralan

Nayla melangkah cepat kembali ke tempat Mira menunggunya. Wajahnya tampak begitu tenang, namun sorot matanya menyimpan pergulatan emosi yang diusahakannya tetap tersembunyi.

Milihat kedatangan sahabatnya, Mira langsung mencecar dengan rasa penasaran yang sudah membumbung tinggi. "Nay! Ya ampun, ada apa sih di sana tadi? Trus itu wanita di samping ibumu siapa? Kelihatan menyebalkan sekali!"

"Mir, nanti saja ya cerita lengkapnya," potong Nayla lembut namun tegas seraya mendorong troli belanjaan mereka. "Ibuku tadi cuma tidak bisa bayar di kasir, itu saja. Lebih jelasnya nanti aku ceritakan di mobil. Ayo kita segera ke parkiran sekarang."

Mira mendesah pelan, meski bibirnya masih gatal ingin menanyakan banyak hal. "Ya sudah deh, ayo..."

Mereka berdua berjalan menuju area parkiran bawah tanah tempat mobil sedan mewah keluaran terbaru hadiah dari Adrian terparkir. Suasana area parkiran sore itu cukup lengang, hanya dihiasi deru halus mesin kendaraan yang melintas sesekali.

Saat Nayla dan Mira sedang sibuk menata tas-tas belanjaan super banyak itu ke dalam bagasi mobil yang terbuka...

Sret!

Sebuah cengkeraman kasar mendadak mendarat di lengan Nayla, memutar tubuhnya dengan sentakan penuh amarah.

"Heh, Nayla! Apa-apaan maksudmu tadi, hah?!" bentak Anita dengan napas memburu dan mata menyala tajam. "Kamu mau mempermalukanku dan Mama di depan umum, iya?! Kamu pikir kamu hebat bisa bayar-bayarin belanjaan kami?!"

Nayla menarik tangannya perlahan dari cengkeraman Anita. Wajahnya tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Dengan tenang, ia merapikan lengan blazer-nya.

"Saya hanya ingin mempercepat proses pembayaran belanjaanmu," jawab Nayla dengan suara datar namun tajam. "Kasihan petugas kasirnya pusing menghadapi kalian yang berdebat cuma gara-gara uang lima puluh ribu rupiah."

Anita semakin meradang, dadanya naik turun menahan gumpalan amarah dan rasa malu yang terkoyak. "Kurang ajar kamu ya! Jangan sok suci kamu, Sekretaris sialan! Kamu sengaja kan mau..."

Sebelum Anita sempat melanjutkan makian pedasnya, Nayla mengulurkan satu telapak tangannya tepat di hadapan wajah Anita.

"Kalau kamu merasa malu dan tidak terima dibantu... sini," potong Nayla dingin. "Kembalikan uang saya dua puluh lima juta lima ratus ribu rupiah. Sekarang. Dan ingat, tidak ada diskon lima puluh ribu rupiah karena saya bukan penyedia jasa obralan."

Jleb!

Anita seketika bungkam mematung. Kata-katanya tercekat kaku di tenggorokan. Dua puluh lima juta lima ratus ribu rupiah bukanlah nominal kecil bagi kondisi keuangannya yang sedang krisis saat ini. Jangankan puluhan juta, saldo kartu kreditnya saja tadi ditolak hanya karena sudah limit!

Mira yang berdiri di samping bagasi langsung menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia menatap remeh dari ujung kepala sampai ujung kaki ke arah wanita sombong bergaun mahal di hadapannya itu.

"Ckckck... Nggak punya duit aja kok sombongnya selangit sih, Mbak?" sindir Mira renyah dengan nada mengejek yang sangat kentara. "Udah di tolongin bukannya terima kasih, malah ngajak ribut di parkiran!"

Anita menoleh cepat, melayangkan tatapan membunuh ke arah Mira. "Diam kamu! Aku tidak punya urusan sama kamu ya!"

Nayla tidak ingin memperpanjang perdebatan tidak berguna ini. Ia membetulkan posisi tas bahunya, lalu menatap Anita lurus-lurus.

"Sudah ya, saya mau pulang," ujar Nayla tenang. "Kalau kamu memang berniat mengembalikan uang saya, kamu bisa hubungi saya. Kamu punya nomor telepon saya, kan?"

Merasa dipermalukan habis-habisan oleh seorang wanita yang hanya dianggapnya sekretaris biasa, emosi Anita mendadak gelap mata. Jemarinya mengepal, mengangkat tangannya hendak mendorong bahu Nayla dengan kasar untuk meluapkan amarahnya.

Namun, Anita salah memperhitungkan keadaan.

Nayla reflex memutar tubuhnya untuk menghindari dorongan tersebut. Postur tubuh Nayla yang lebih berisi dan kokoh secara tak sengaja menghempas lengan Anita. Ditambah dengan posisi sepatu hak tingginya yang tak seimbang, tubuh Anita seketika limbung dan...

Gubrak!

"Aduh!" jerit Anita kesakitan saat bokong dan punggungnya terhempas keras menghantam lantai semen parkiran yang dingin.

Tepat pada detik yang sama, Bu Dewi Ambarwati keluar dari area pintu lift parkiran seraya mendorong troli belanjaannya yang sudah dilunasi tadi. Matanya membelalak lebar melihat putri kesayangannya terduduk di lantai sambil merintih.

"Anita!" jerit Bu Dewi panik. Ia melepaskan trolinya dan berlari-lari kecil menghampiri Anita, membantunya berdiri. "Anita, kamu kenapa, Nak?! Ya ampun..."

"Ma... dia dorong aku!" adu Anita seraya menunjuk Nayla dengan wajah merajuk panik. "Dia sengaja dorong aku sampai jatuh begini, Ma!"

Bu Dewi seketika berdiri pasang badan di depan Anita, melayangkan tatapan penuh kebencian dan amarah tajam ke arah Nayla.

"Nayla! Kenapa kamu tega menyakiti Anita?!" bentak Bu Dewi dengan suara melengking. "Jangan mentang-mentang kamu yang membayar belanjaan kami tadi, kamu jadi bisa bersikap semena-mena dan kasar begini ya!"

Nayla menatap ibu kandungnya dengan pandangan datar tanpa getaran ketakutan sedikit pun.

"Ibu... aku bahkan tidak melakukan apa pun padanya," sahut Nayla tenang. "Toh dia juga baik-baik saja, tidak sampai harus masuk UGD, kan?"

"Dasar anak tidak punya etika!" makian Bu Dewi kian menjadi-jadi, dadanya naik turun menahan geram. "Apa Bapakmu selama ini tidak pernah mengajarkanmu sopan santun dalam berbicara pada orang yang lebih tua?!"

Mendengar nama almarhum ayahnya kembali diseret dan dihina oleh wanita yang meninggalkan mereka, tatapan mata Nayla berubah menjadi begitu tajam dan menusuk.

"Bapak selalu mengajarkan segala sesuatu yang baik padaku, Bu..." tegas Nayla dengan suara bergetar menahan luapan emosi di dadanya. "Dan justru karena ajaran Bapak itulah... aku jadi tahu mana orang yang pantas dihormati, dan mana yang tidak."

Bu Dewi tersentak pelan mendengarnya, dadanya sesak. Nayla memutar tubuhnya hendak melangkah masuk ke dalam mobil.

"Nayla, tunggu!" cegat Bu Dewi lagi, matanya mendadak menyipit memperhatikan kendaraan mewah yang berada di belakang Nayla.

Bu Dewi memperhatikan mobil sedan mengilap keluaran terbaru yang harganya ditaksir mencapai miliaran rupiah itu, lalu teringat kembali pada kartu kredit Black Card tanpa limit yang dipegang Nayla saat di kasir tadi.

"Nayla..." panggil Bu Dewi dengan dahi berkerut dalam, nada suaranya berubah penuh selidik dan prasangka buruk. "Mobilmu ini... ini mobil keluaran terbaru bernilai miliaran. Dan tadi kamu memegang Black Card tanpa limit... Dari mana kamu mendapatkan semua fasilitas mewah ini?"

Nayla menoleh pelan. "Kenapa, Bu? Apa aku tidak boleh memilikinya?"

Bu Dewi tertawa sinis, menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. "Tapi ini tidak masuk akal! Mana mungkin seorang sekretaris biasa seperti kamu sanggup membeli mobil mewah seperti ini dan punya kartu seperti itu?! Jangan-jangan... kamu menjual diri kamu pada pria hidung belang demi harta?!"

Deg!

Kata-kata pedas itu merayapi dada Nayla bagaikan remukan kaca. Hatinya kembali teriris parah, bukan karena tuduhan itu benar, melainkan karena ibu kandungnya sendiri tega melayangkan tuduhan sebejat itu tanpa ragu sedikit pun.

Namun, Nayla tidak menangis. Kali ini, tidak ada lagi air mata yang menetes untuk wanita di hadapannya.

Sudut lipatan bibir Nayla justru terangkat, mengulas sebuah senyuman tipis yang sangat anggun namun terasa dingin menakutkan.

"Ini hadiah dari suamiku, Bu," jawab Nayla jujur dan mantap.

Bu Dewi membelalak kaget. "K-kamu... kamu sudah menikah?!"

"Ya, aku sudah menikah," sahut Nayla tenang. "Tapi... apa pentingnya informasi itu buat Ibu? Oh... atau karena melihat aku punya suami kaya raya, Ibu jadi berniat ingin kembali mengakuiku sebagai anak dan keluarga?"

"Nayla! Berani sekali kamu bicara begitu pada Ibumu!" tegur Bu Dewi dengan wajah memerah menanggung malu.

"Itu semua kenyataan, Bu!" potong Nayla dengan nada bersuara tinggi yang sarat akan ketegasan. "Ibu hanya mementingkan harta tanpa pernah memberi kesempatan sedikit pun pada Bapak dulu! Bapak memang tidak kaya... tapi setidaknya, Bapak jauh lebih mulia dan jauh lebih baik daripada Ibu! Bahkan di saat-saat terakhir hidupnya... Bapak masih terus memikirkan kebahagiaanku, bukan harta!"

Kalimat menohok itu seketika meredam suara Bu Dewi. Wanita paruh baya itu mematung membisu, lidahnya kelu tak sanggup membalas sepatah kata pun.

Nayla tidak menunggu jawaban atau pembelaan apa pun lagi dari wanita itu. Ia memutar tubuhnya, menatap Mira yang masih berdiri terpana di samping pintu mobil.

"Ayo, Mir... Kita masuk mobil dan pergi dari sini," ajak Nayla tenang.

Mira mengangguk cepat, lalu bergegas masuk ke kursi penumpang. Nayla melangkah masuk ke kursi pengemudi, menutup pintu rapat-rapat, lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan area parkiran tanpa menoleh lagi ke belakang.

Sementara itu, di tengah heningnya area parkiran...

Anita yang sejak tadi menyimak perdebatan emosional itu berdiri terpaku kaku di tempatnya. Kepalanya berputar liar diterpa keterkejutan luar biasa yang tak mampu ia cerna.

Kata-kata Nayla terus bergaung hebat di dalam pikirannya. Anita menoleh perlahan, menatap ibu tirinya yang berdiri pucat pasi dengan tatapan kosong menatap kepergian mobil Nayla.

"M-Ma..." panggil Anita dengan suara bergetar hebat, matanya membelalak menuntut penjelasan. "A-apa maksudnya semua kalimat Nayla tadi, Ma?!"

Bu Dewi tersentak panik, meremas jemarinya yang mendadak dingin. "A-Anita... itu... itu bukan apa-apa, Nak..."

"Jangan bohong sama Anita, Ma!" bentak Anita melangkah maju, memegang kedua bahu ibu tirinya dengan napas memburu. "Jadi... Nayla si sekretaris gendut itu... dia adalah anak kandung Mama?!"

1
Ariany Sudjana
eh ada pelacur murahan yang ga tahu diri, sudah ditolong bukannya terima kasih, sama seperti ibu kamu, sama-sama pelacur murahan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ciye pa bos cemburu nih... kenapa ga sekalian informasikan kalau Nayla itu istri bapak?
Yunie Silvia Putri
😄😄😄 orang bucin mah memang gitu Rio, cemburunya kadang suka kelewatan.....😄😄😄😍😍
Yunie Silvia Putri
🖒🖒🖒🖒.....
best suka ama ceritanya
❤❤
Yunie Silvia Putri
waaahhhh parah nih emak nya, malu dia punya anak bertubuh gendut....
Yunie Silvia Putri
wah bakalan ada yg bucin nih sama istri gemoy nya 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
waahhh makin seru nihh, lanjut thor...
Yunie Silvia Putri
halo kk author baru mampir baca nih, suka ceritanya, tapi episode ini bacanya nangis terus...😢😢
Yunie Silvia Putri: kk author boleh tanya, kapan up bab selanjutnya uda gak sabar nunggu cerita selanjutnya, jangan lama2 ya up nya 😄😄😄
total 2 replies
Ariany Sudjana
yang pasti istri Adrian itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan seperti kamu yang pelacur murahan 🤣🤣😂😂 maklum yah, mama kamu kan pelacur murahan, yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi jadi istri konglomerat
Lisa
Sabar y Nayla..yg kuat y..
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
sunshine wings
Good story i like..
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Ariany Sudjana
ciye yang mau dinner romantis 🤣🤣😂😂
Ayu Ara12
next dong kak cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!