Indonesia
NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Dustin gelagapan kaget bangun dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya."Dustin kamu mesum sekali" teriak Indira.Dustin mengucek matanya dan menguap , "Memangnya aku ngapain kamu hingga kamu berkata mesum hoammm" ucap Dustin yang masih mengantuk .

      Indira melongo tak percaya . "Kamu pasti pura pura lupa kan,dasar mesum banget aku benci padamu " ucap Indira lalu pergi meninggalkan Dustin sendirian di ruang tamu.

    Dustin bingung " memangnya aku melakukan apa tadi ya sampai Indira marah padaku" ucap Dustin sendiri.Dustin pun mengikuti Indira yang ingin berjalan ke kamarnya , Sampai di kamar Indira marah marah "Dasar pria mesum ,kenapa kakek tega menjodohkanku dengan pria yang sangat mesum seperti itu ,ya ampun d*d* ku sudah ternodai ,ibuuuuuu hiks hiks hiks" gerutu Indira sambil menangis.

Dustin yang mendengar teriakan Indira di pintu kamar Indira kaget."Jadi saat aku tidur tadi aku tidak sengaja memegang ,hah ya ampun pantas saja Indira marah padaku" ucap Dustin.Tok Tok Tok (suara pintu diketuk) . Indira yang mendengar suara pintu kamarnya diketuk mengelap air matanya dan berjalan membuka pintu kamarnya .

Indira merengut kesal melihat Dustin yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah yang tidak merasa bersalah."Ngapain kamu di depan kamarku,pergi sana aku tidak menerima manusia yang mesum di sini" ucap Indira ingin menutup pintu kamarnya.

Namun saat Indira ingin menutup pintu kamarnya ada sesuatu yang mengganjal hingga pintu kamarnya tidak bisa ditutup ,Indira melihat ke bawah dan kaget karena ada kaki Dustin di bawah .

"Ya ampun Dustin apa yang kamu lakukan,cepat singkirkan kakimu " teriak kaget Indira.Dustin tidak bergeming dari tempatnya ,"Maafkan aku Indira ,aku tidak sadar saat aku melakukannya ,bahkan aku lupa bagaimana rasanya kok" ucap Dustin.

"Jadi maksudmu jika kamu tidak merasakannya kamu akan melakukannya lagi gitu baru merasakannya" marah Indira .Dustin gelagapan kemudian mengeleng gelengkan kepalanya ,"Kamu salah paham Indira,aku hanya ingin menjelaskan agar kamu tidak marah padaku ,jangan marah Indira aku mohon" ucap Dustin.

Indira menghembuskan nafasnya kasar , "Baiklah aku tidak akan marah padamu tapi ada satu syarat" ucap Indira."Apa syaratnya ,aku pasti akan melakukannya" jawab Dustin.

"Syaratnya ,kamu harus mengajakku pergi ke pertandingan balap motor ,aku ingin sekali pergi melihat pertandingan balap motor ,tapi aku tidak bisa keluar karena kakek tidak mengizinkanku" ucap Indira sedih.

Dustin menjawab "Kenapa tidak pergi dengan kekasih tercintamu itu" ucap Dustin dengan wajah yang masam."Kakek tambah tidak mengizinkanku,kakek menyuruhku untuk mengakhiri hubungan kami saat malam pertandingan itu,jika kakek melihatku pergi dengannya kakek pasti tambah marah " jawab Indira.

"Lalu kamu ingin aku menjadi kambing hitam mu agar kamu bisa pergi dan bisa menemui kekasihmu di luar" ucap Dustin, "Tidak aku hanya ingin melihat balapan saja ,aku tidak menemui kekasihku ,lagipula dia tidak balapan malam ini,tapi itu terserah mu mau mengantarku atau tidak , tapi itu lah syarat yang aku minta " jawab Indira

"Kamu yakin kekasihmu tidak ikut balapan " ucap Dustin.Indira menghembuskan nafasnya kasar "Iya " jawab Indira . "Tapi jika kekasihmu marah" ucap Dustin lagi namun terpotong ucapan Indira , "Udah tidak usah banyak bicara ,kamu mau mengantarku atau tidak ,jika tidak pergi dari rumahku sekarang " ucap Indira kesal.

"Baiklah aku akan mengantarkanmu ,tapi kamu harus selalu berada di sampingku jangan kelayapan kemana mana" ucap Dustin pada Indira . "Iya iya ,memangnya aku anak kecil apa" ucap Indira.Dustin hanya tersenyum "Aku akan meminta izin pada ibu dulu agar bisa mengajakmu keluar kamu bersiap siap dulu " ucap Dustin lalu berlalu meninggalkan Indira.

Indira tersenyum senang "YESS aku bisa ikut lomba nanti hahahha ,sudah lama aku tidak ikut pertandingan " ucap Indira lalu masuk ke kamarnya untuk bersiap siap.

Dustin mencari ibu dan kakek Indira untuk meminta izin, "Oh iya ibu tadi kan berkata ada di taman belakang rumah aku akan kesana " ucap Dustin lalu berjalan ke arah taman belakang rumah.

Setelah sampai Dustin melihat ibu dan kakek Indira yang sedang mengobrol sesekali tertawa . Dustin pun menghampiri ibu dan kakek Indira.Kakek Indira melihat kedatangan Dustin pun tersenyum "Eh calon cucu menantuku sini nak ,ada apa apakah Indira masih tidur " ucap kakek Indira.

Dustin tersenyum "Tidak kakek Indira sudah bangun,emm Dustin ingin minta izin untuk membawa Indira keluar apa boleh " ucap Dustin tergagap karena takut pada kakek Indira jika ditolak .Kakek Indira tertawa ,"Hahahaha tidak usah takut sama kakek nak ,kamu kan calon cucu menantuku jadi buat dirimu nyaman ya anggap kakek seperti kakek mu sendiri ,boleh kamu boleh mengajak cucuku pergi memangnya kalian mau pergi kemana?" ucap kakek Indira.

"Iya kek,Dustin ingin membawa Indira pergi melihat pertandingan balap motor ,Indira mengajak pergi " jawab Dustin.Kakek Indira menatap ke arah ibu Indira ,Ibu Indira mengangguk pada kakek Dustin ,kakek Dustin menghembuskan nafasnya "Baiklah ,tapi pastikan Indira tidak bertemu dengan mantan pacarnya ya nak ,kamu pantau terus cucu kakek,dan jika cucu kakek bandel kamu langsung telephone kakek saja biar langsung kakek marahi nanti" ucap kakek Indira.

Dustin tersenyum senang "Baiklah kek ,terima kasih ,Indira pasti sangat senang " ucap Dustin.Tak lama Indira datang dengan wajah sumringahnya karena tak sengaja tadi Indira mendengar jika kakeknya mengizinkan untuk melihat pertandingan balap motor.

"Kakek Indira cinta kakekkk ,terima kasih ya sudah mengizinkan Indira pergi muachh" ucap Indira sambil memeluk kakeknya dengan sangat erat .Kakek Indira tersenyum melihat cucunya bahagia , "Tapi kamu harus janji harus nurut pada Dustin ya nanti di sana ,jangan bandel" ucap kakek Indira

"Siap kakek " jawab Indira.Indira lalu mencium tangan ibunya dan mencium pipi kakeknya dengan sayang ,"Bye bye semua Indira mau bersenang senang dulu ,terima kasih " teriak Indira sambil menarik tangan Dustin keluar .Ibu dan kakek Indira tertawa. "Hahahaha lihat cucuku sudah besar ,padahal seingatku baru kemarin anak itu kugendong dan mengompoliku hahhaah,semakin besar dia sama seperti ayahnya punya hobi balap motor" ucap kakek Indira.

Ibu Indira mengangguk , "Benar ayah,tapi sebenarnya aku sangat khawatir ,Indira seorang perempuan tapi dia punya hobi yang berbahaya ,aku takut jika Indira nekat ikut balap motor ,dan ,aku sangat khawatir ayah" ucap ibu Indira.Kakek Indira tersenyum "Jangan khawatir kami lihat calon menantumu dia sangat kecintaan pada putrimu aku sangat yakin jika dia bisa menjaga putrimu dengan baik " ucap kakek Indira.

"Aku harap begitu ayah ,aku harap Indira bisa menerima Dustin dengan sepenuh hati dan bisa mencintai dustin seperti dustin yang mencintainya ,dan aku juga berharap semuga Dustin bisa mencintai Indira sampai akhir hayatnya nanti baru aku bisa tenang ayah" ucap ibu Indira .Kakek Indira mengangguk "Ayah yakin Dustin bisa menjaga Indira dengan baik ,Ayah sangat yakin" ucap kakek Indira menyakinkan ibu Indira.

Di perjalanan , Indira merengut kesal karena Dustin mengajaknya ke mansion milik Dustin dulu untuk mengambil motor milik Dustin,"Jangan merengut seperti itu dong ,nanti cantiknya hilang Lo" ucap Dustin.

"Salahmu juga kenapa tidak pakai motorku tadi ,dan kenapa harus mengambil motormu di mansionmu padahal jarak mansionmu ke arena pertandingan balap motor tambah jauh jaraknya ,nanti kalau kita ketinggalan gimana" ucap Indira mengebu gebu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!