Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 11

Nisa terduduk diam sembari memandangi langit biru, diatas sana matanya terlihat kagum dengan langit yang indah yang membuat nya lupa sejenak dengan apa yang telah terjadi.

Sejak pertengkaran kemarin ia memilih untuk pergi ke bukit hijau untuk menenangkan pikiran nya, ia hanya ingin rehat sejenak dari hiruk pikuk pikiran yang menggangu.

Matanya perlahan terpejam, ia terlelap dengan rasa lelah yang begitu dalam.

"Nis"

Suara lembut dari orang yang selama ini selalu ia rindukan itu tenggah mengguncang pundak nya, ya itu suara nenek. Satu-satunya orang di keluarga nya yang mengagap ia ada, Nisa segera memeluk tubuh itu namun ternyata itu hanya bayangan dari masa lalu.

Nisa menangis ia tak dapat lagi bisa melihat sosok itu, ia telah pergi, pergi ketempat yang tak bisa ia susul.

...----------------...

Senyum semirik dari orang yang tengah menatap tiara dari kejauhan, orang tersebut menatap punggung nya tajam seolah siap untuk menjatuhkannya.

" kau akan membayar apa yang telah kau perbuat!"

Ia mengangkat ponsel nya lalu merekam Tiara yang tengah sibuk mencari sesuatu, ini akan menjadi senjata yang akan ia gunakan kelak, setelah hal yang ia rencanakan berjalan dengan lancar.

Mata nya yang penuh tatapan kebencian, ada luka yang begitu dalam ada sakit yang masih terlihat mengaga yang tak tau bagaimana mengobati nya.

Belasan tahun yang lalu ia masih teringat bagaimana gadis itu telah merebut kebahagiaan keluarga nya, bagaimana gadis itu masuk dan menghancurkan orang orang yang ia sayang, hingga membuat keluarga nya harus menerima penderitaan yang tiada akhir. sudah lama ia ingin membalas Tiara namun saat itu ia belum siap, saat ini lah ia akan bersiap menghancurkan wanita itu.

Ia segera meninggalkan tempat itu sebelum seseorang menyadari kehadiran nya, dengan senyuman penuh kemenangan ia meninggalkan tempat tersebut.

Sedangkan Tiara masih terus mencari benda yang dulu sempat ia sembunyikan di sana, tapi kenapa benda itu bisa menghilang begitu saja. Apa ada seseorang yang menemukan nya, bukan kah tempat ini sudah lama tak di jamah bahkan begitu terpencil.

Tiara menarik rambutnya frustasi jangan sampai benda itu jatuh ketangan musuhnya, ia akan berakhir jika itu sampai menjadi senjata yang akan menjatuhkan nya. Ia mencoba menghubungi seseorang yang pernah membantunya menyembunyikan ini semua.

...----------------...

Kora mendatangi rumah grace teman lama nya, ia begitu khawatir dengan Nisa yang tiba-tiba menghilang. Tante Rani sempat menelpon nya menanyakan keberadaan Nisa yang pergi dari rumah sejak tadi pagi.

" aku ngak tau? terkahir kali ketemu saat berada di club diacara reunian, kalo ngak salah saat itu dia memperhatikan orang dan setelah itu dia malah pergi gitu aja seperti orang panik!" ucap Grace sembari menyesap minuman nya yang ada di meja.

" pergi?"

Kora menatap Grace dengan tatapan yang menyimpan pertanyaan, saat itu Nisa tiba-tiba membawa nya pergi dari acara reunian. Apakah itu ada hubungannya dengan orang yang Nisa lihat, tapi siapa orang itu.

Setelah mengobrol cukup lama dengan Grace, kora pamit untuk pergi karena ia ingin mencari Nisa dan meminta kejelasan siapa orang yang Nisa lihat. Kora tidak seperti biasanya begitu ingin tau, tapi kali ini hatinya seperti menyuruh nya untuk mencari tau.

'akhhh'

Kepala kora tiba-tiba terasa sakit ia terhuyung dan mencoba menahan tubuhnya agar tak jatuh, tangan nya meraba-raba sekeliling mencari tempat untuk bertumpu.

Bayangan dan ingatan nya yang seperti bertabrakan dengan sesuatu, apakah itu dari masa lalunya?

Ia mencoba untuk tenang dan mengigat sesuatu namun semakin ia paksa kepala nya semakin pusing, hanya ada dalam samar samar ingatan nya. Ia berusaha menompang badan nya agar tak jatuh namun kepalanya semakin terasa sakit akibat ia memaksa kan ingatan itu.

Nafasnya semakin memburu kepalanya semakin terasa sakit, pemandangan disekitar nya seolah-olah berputar begitu cepat. Ia jatuh tersungkur ke tanah ia mencoba berdiri namun ia tak mampu kepalanya semakin terasa pusing.

Sebelum pandangan nya benar benar gelap sebuah tangan meraih tubuh nya, ia tak dapat melihat sosok yang tengah mengendong tubuhnya, wajah itu tampak samar tapi ia seperti mengenali nya.

Tapi itu siapa?

Kora segera di bawa kerumah sakit karena ia tiba-tiba saja pingsan.

" apakah anda suaminya?"

" bukan sus, saya tadi hanya membantu perempuan itu. Ia tadi tiba-tiba saja jatuh dan pingsan!"

Suster itu hanya mengangguk pelan lalu melanjutkan aktivitasnya, sementara kora tegah berbaring di kasur rumah sakit dengan tenang.

" ada apa dengan nya dok?"

" ia terkena serangan migraine karena terlalu memaksa kan ingatan nya yang sudah lama ia lupa?"

" jadi dia amnesia?"

" tidak diketahui dengan jelas kondisi pasien saat ini, namun yang jelas ia lupa dengan masa lalunya!"

Setelah itu dokter pamit untuk undur diri, sementara itu lelaki yang menyelamatkan kora tadi hanya memandang wajah cantik kora. Ia tersenyum lalu berjalan meninggalkan kora sendiri di ruangan itu.

...----------------...

" kemana ia pergi?"

sebuah pernyataan yang seketika membuat Rani menghentikan kegiatan nya, iya ia tak salah dengar baru kali ini Robin berntanya tentang putri sulungnya.

" entah lah semenjak tadi ia tak pulang!, apa papa sudah bisa menerima?"

Robin hanya terdiam beberapa saat, ia juga tidak tau kenapa, namun bagaimana pun ia membenci wajah itu Nisa tetap lah putri nya darah daging nya sendiri.

" aku hanya tidak ingin ia lalai dengan tugas nya, saat ini perusahaan sedang tidak baik!" Robin segera meninggalkan Rani yang hanya menghela nafasnya sifat sang suami yang sedari dulu tak pernah berubah walau selama ini ia begitu cuek dengan Nisa namun ia tau kalau Robin juga perduli pada Nisa.

Di balik pintu Nisa hanya tersenyum hambar kala mendengar jawab dari sang ayah, ternyata selama ini ia hanya di anggap sebagai mesin yang menghasilkan bagi keluarga ini. tidak pernah benar-benar dianggap ada.

Ia tak mau terlalu larut dalam kesedihan ini, ia tak punya pilihan selain untuk segera menyelesaikan masalah nya dan akan memilih pergi dan tak akan pernah kembali menoleh pada keluarga ini harapan untuk adanya cinta itu benar benar sudah hilang ia tak mau lagi berharap atas kemustahilan itu.

...----------------...

Hendra hanya memijit kepalanya yang terasa agak pusing, ponsel nya berbunyi tanda ada panggilan masuk dari seseorang.

ternyata itu Tiara, ada apa kenapa gadis ini menelpon bukan kah tadi saat di telpon gadis ini tidak aktif. Hendra segera menjawab panggilan itu.

" hallo Tiara, ada apa?"

Hendra menyalipkan ponsel nya diantara telinga dan tangan kanan nya, ia akan membuka laptopnya. Seperti nya akan ada rapat penting pada jadwalnya hari ini

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!