Indonesia
NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 : Jatah bulanan yang disunat

Ketenangan di Paviliun Anggrek tidak pernah bertahan lama. Baru saja Ara selesai meregangkan otot-otot lehernya pasca-latihan tata krama yang gagal total, Yuan-er masuk ke dalam kamar dengan langkah gontai. Wajah pelayan kecil itu ditekuk dalam-dalam, bibirnya melengkung ke bawah, dan kedua matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis yang siap tumpah kapan saja. Di tangannya, dia hanya memegang sebuah kantong kain kecil kumal yang terlihat sangat kempis, jauh dari kata layak untuk kantong uang seorang permaisuri.

Ara yang sedang duduk bersandar di kursi kayu cendana sambil menopang kaki dan mengunyah manisan buah langsung menaikkan sebelah alisnya. Ditatapnya sang pelayan dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Nape lagi muka lu, vitamin? Kusut amat kayak cucian belum disetrika seminggu. Itu kantong apaan? Kok lemes bener?" tanya Ara ceplas-ceplos dengan suara seraknya yang khas.

"Permaisuri... hamba baru saja kembali dari Biro Keuangan Istana untuk mengambil jatah perak bulanan kita," cicit Yuan-er, suaranya bergetar hebat menahan dongkol sekaligus takut. Dengan tangan gemetar, dia meletakkan kantong kain itu di atas meja kayu di depan Ara.

Klenteng.

Suara koin yang beradu terdengar sangat sepi dan menyedihkan. Ara menghentikan kunyahannya. Dia membuka ikatan tali kantong tersebut dengan satu tangan, lalu menuangkan isinya ke atas meja. Di bawah cahaya lilin kamar, hanya ada tiga keping perak murni berukuran kecil yang menggelinding payah sebelum akhirnya berhenti di dekat piring manisan.

"Lah? Cuma segini? Lu bercanda ya?" Ara mengernyitkan dahi dalam-dalam.

Berdasarkan ingatan Xia Ruo yang tertanam di kepalanya, jatah bulanan seorang Permaisuri itu harusnya satu kantong kain besar penuh berisi puluhan keping perak murni dan beberapa lembar kupon emas. Jumlahnya sangat besar, cukup untuk membeli satu gerobak makanan mewah, kain sutra kualitas terbaik, hingga wewangian mahal.

"Ini mah kagak cukup buat beli seblak porsi jumbo plus ceker di tempat gua dulu! Jangankan seblak, buat beli kuota internet aja tekor! Kok dikit amat? Lu dipalak di jalan?" cecar Ara, matanya melotot menatap Yuan-er.

"Bukan dipalak di jalan, Permaisuri! Tapi jatah kita dipotong habis oleh Kepala Biro Keuangan atas perintah Selir Agung Li!" adu Yuan-er, akhirnya air matanya menetes deras membasahi pipinya yang bulat. "Alasannya karena Permaisuri sudah merusak pintu kayu dapur istana kemarin. Mereka bilang, uang bulanan kita disita sebagai ganti rugi biaya perbaikan bangunan dan denda karena membuat keributan. Ini benar-benar tidak adil! Biaya memperbaiki satu pintu kayu lapuk tidak akan sampai menghabiskan puluhan keping perak murni! Mereka sengaja, Permaisuri! Mereka ingin membuat kita kelaparan dan tidak bisa membeli arang hangat untuk keperluan musim dingin yang sebentar lagi tiba!"

Ara terdiam selama beberapa detik. Tatapannya tertuju pada tiga keping perak yang tergeletak mengenaskan di atas meja. Perlahan, darah premannya yang biasa mendidih tiap kali mendengar ketidakadilan mulai bergejolak di dalam dada. Di dunianya yang dulu, orang yang berani menyunat atau malak duit kas tongkrongan miliknya pasti akan berakhir dikejar pakai motor matic ber-knalpot brong sampai masuk ke dalam got.

Detik berikutnya, seulas senyum miring, senyuman tipis nan mengerikan khas preman yang siap maju ke garis depan tawuran, perlahan terukir di wajah cantiknya yang jelita. Bukannya sedih, frustrasi, atau menangis histeris seperti yang Yuan-er duga, Ara justru terkekeh pelan. Suara kekehannya terdengar begitu renyah namun sarat akan ancaman.

"Oh... jadi si uler kadut baju pink itu pengen main potong-potongan duit sama gua? Pakai bawa-bawa nama paman segala lagi," gumam Ara sambil memungut tiga keping perak itu, lalu meremasnya erat-erat dalam genggaman tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. "Berani banget dia nyenggol dompet gua. Dia kagak tahu apa, prinsip hidup gua itu: senggol bacok. Apalagi kalau yang disenggol urusan perut dan duit!"

Ara langsung bangkit berdiri dengan satu hentakan kaki yang bertenaga. Dia membenahi letak ikat pinggang gaun sutranya, mengikatnya sedikit lebih kencang agar kainnya tidak longgar atau membatasi pergerakannya saat dia harus beraksi nanti. Rambut kuncir kudanya dia rapikan kembali dengan sekali sentakan.

"Permaisuri, Anda mau ke mana? Tolong jangan nekat lagi!" tanya Yuan-er panik setengah mati melihat aura hitam yang mendadak menguar pekat dari tubuh bosnya.

"Mau nyari hiburan siang-siang, lumayan buat ngilangin stres," sahut Ara ceplas-ceplos sambil melangkah tegap menuju pintu paviliun. "Ayo ikut gua, vitamin! Kita samperin itu Biro Keuangan sekarang juga. Gua mau liat seberapa hebat itu pegawai kantoran berani nyunat duit jatah preman. Lu tunjukin jalannya ke gua!"

"Ta-tapi Permaisuri, Kepala Biro Keuangan itu paman kandung dari Selir Agung Li! Namanya Pejabat Wang, dan dia punya banyak pengawal bersenjata yang menjaga gedung keuangan!" seru Yuan-er sambil buru-buru berlari mengekor di belakang Ara yang sudah melangkah cepat melintasi halaman paviliun dengan gaya angkuh.

"Bagus dong kalau pengawalnya banyak," jawab Ara tanpa menoleh sedikit pun, wajahnya justru memancarkan kegembiraan yang aneh dan terkesan gila. "Udah beberapa hari ini gua cuma push-up sama lari-lari gak jelas di halaman. Otot gua udah pegel-pegel, butuh pemanasan yang beneran biar kagak kaku. Sekalian gua mau uji coba, ini badan triplek basah udah naik level belum setelah kemarin gua kasih makan ayam panggang madu!"

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!