Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bunuh diri

malam pertemuan dua keluarga membicarakan pernikahan aji dan wulan, pembicaraan hampir tegang ketika pak anton mengetahui niat aji hanya menikah sirih dengan putrinya.

setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya mengambil keputusan untuk segera menikahkan aji dan wulan.

Setelah mencari hari dan tanggal yang tepat, aji dan wulan melangsungkan resepsi pernikahan di kediaman wulan, banyak tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan aji dan wulan, salah satunya Adrian

"selamat ya brow... Tiba-tiba nikah aja" ucap Adrian memberi selamat kepada kedua mempelai

"terimakasih brow... " ucap aji

Wulan memandang sinis ke arah Adrian

"kenapa ini pengantinnya cemburu" goda Adrian mengoda wulan dan di balas senyum datar dari wulan

"capek kali brow... kakiku juga sudah mulai kram" ucap aji

Adrian pergi meninggalkan kedua mempelai itu, mata wulan terus memandang Adrian sampai hampir menjauh dari hadapannya. Adrian menoleh ke belakang, tepat ketika wulan memandangnya, Adrian memberi senyuman manis untuk wulan

"kamu lihat siapa?" tegur aji, yang dari tadi juga memandang wulan tengah melihat kepergian Adrian

"ndak mas, aku capek"

Malam sudah hampir larut, pesta pernikahan aji dan wulan sudah benar-benar sepi, semua tamu undangan sudah pergi ke rumah mereka masing-masing.

malam itu menjadi malam yang pertama aji tidur di rumah wulan sebagai pasangan suami istri.

"kamu tidur di situ, aku tidur disini" ucap aji menunjuk sofa di kamar wulan

"kamu ndak mau tidur bareng aku? aku ini istrimu"

"aku belum terbiasa tidur dengan orang lain, aku ndak bisa tidur" kilah aji

Karena sudah sama-sama lelah, mereka memutuskan untuk tidur secara terpisah.

*****

Hari berganti bulan, kini perut wulan semakin membesar

"lan... minggu depan aku sudah harus pindah ke malang, mengurus kantor cabang disana" ucap aji di sore itu

"trus aku bagaimana?"

"kamu disini aja, tinggal di rumah mamaku"

"aku tinggal bersama mama?"

"iya... kenapa? keberatan?"

"aku takut seperti kebanyakan hubungan mertua dan menantu mas"

"mamaku bukan tipe mertua seperti yang ada di drama televisi lan, atau kamu sendiri di rumah ini"

"disini lebih baik"

"baiklah kalau itu menjadi keputusanmu, aku bisa apa"

"mas... sampai kapan kamu seperti ini? sejak kita menikah, kamu belum melaksanakan kewajibanmu sebagai suami"

"aku belum siap lan"

"sampai kapan?"

"sampai aku benar-benar siap"

"lantas kenapa kamu tidak mengajaku tinggal di kota malang?"

"aku ingin sendiri dulu, sampai aku benar-benar siap" tukas aji tegas

Sejak pernikahan mereka, aji belum mau menyentuh wulan sama sekali, wulan mengunakan berbagai cara agar aji tertarik kepadanya tapi tidak ada yang berhasil, mulai dari memakai baju haram, memberi obat perangsang untuk aji, sampai pura-pura tidur dengan posisi dadanya terbuka, siapa tau aji nafsu melihat gundukan dadanya. tapi tidak ada yang berhasil. ketika aji meminum obat perangsang, dia merasakan gerah dalam dirinya, aji membuka sarung yang dia kenakan setelah sholat wajib isya, wulan mengira bahwa obat perangsangnya bereaksi dan akan melakukan ritual dengannya, tapi aji malah keluar rumah untuk joging malam hari. wulan mendengus kesal. setelah aksi keduanya gagal, wulan berpura-pura tidur dengan posisi dadanya terbuka, tapi aji malah menutupnya dengan selimut dan tidur di sofa seperti biasanya.

*******

perut wulan semakin membesar, gerak dia semakin terbatas.

"besok aku berangkat ke malang, kamu yakin mau tinggal disini saja?"

"yakin" Jawab wulan tegas

esok harinya aji meninggalkan wulan di rumahnya bersama dengan bik asih.

"titip wulan ya bik, kalau ada apa-apa kabari aku, atau kabari mama di rumah"

"baik mas"

aji pergi dari rumah yang beberapa bulan terakhir ini dia tempati bersama wulan.

Sepanjang perjalanan jogja-malang, aji terus memutar lagu-lagu yang sedang populer saat itu, setengah perjalanan aji berniat untuk istirahat barang sejenak karena matanya sudah berat oleh kantuk yang berusaha dia tahan. sambil menepikan mobilnya, aji melihat perempuan turun dari ojek online, aji mengamati gerak gerik perempuan itu, sampai akhirnya perempuan itu berdiri di pinggir jembatan, aji merasakan niat buruk perempuan itu, aji keluar dari mobilnya dan berlari sampai di mendekati perempuan berbaju hitam itu.

"mbak... mbak... eling mbak eling" cegah aji

"berhenti kamu disitu.. jangan mendekat" ucap Mela menghardik aji

"kalau ada masalah bisa di bicarakan baik-baik... jangan seperti ini. ayok mbak. bahaya"

"bicara baik-baik katamu? bicara seperti apa yang kamu maksud... hancur sudah masa depanku"

"oke kalau kamu ndak mau bicara baik-baik... setidaknya ingat anak yang ada di dalam perutmu itu"

"biarkan aku pergi bersama dengan anakku... jangan cegah aku... pergi" teriak Mela kencang. lalu lalang mobil melihat kejadian itu, aji dan Mela seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar di pinggir jalan.

"aku capek..."Mela hendak melompat jembatan, namun tangan aji lebih sigap dari lompatan Mela, dan Mela selamat dari arus deras air di bawah sana

aji memeluk tubuh mela " mbak, banyak orang yang sudah meninggal ingin kembali untuk memperbaiki amal ibadahnya, sekarang kamu mau mati secara hina seperti ini"

"biarkan aku mati... aku sudah tak punya harapan lagi" tangisan Mela pecah di pelukan aji. dalam benak aji teringat wulan yang sekarang juga tengah hamil besar

"mbak percaya ke aku ya. aku akan bantu apapun masalah mbak" bujuk aji untuk menyelamatkan 2 nyawa sekaligus. aji berhasil merayu Mela itu ikut bersamanya masuk ke mobil warna putih miliknya. Mela masih menangis, berkali-kali dia mengambil tisu yang berada di dasbor mobil aji

"kita cari tempat yang nyaman ya, temani aku makan. lapar" ucap aji, perutnya sudah mulai keroncongan

mela menurut ajakan aji. sesampainya mereka di rumah makan padang terkenal di perbatasan madiun - malang.

"makan yuk mbak, kasian anaknya lho. cacing-cacingku aja pada demo"

"aku kenyang"

"kalau mbaknya ndak makan ya aku ndak makan juga" tukas aji

Dengan terpaksa Mela menuruti perkataan aji

"saya aji, namanya mbak siapa?"

Ucap aji setelah menghabiskan makanannya

"Mela... lengkapnya emelia, panggilan saja Mela"

"salam kenal mbak mela, kalau ndak keberatan cerita sama saya, kenapa mbak mela sampai nekat seperti tadi"

mela diam tak menjawab

"kalau mbak ndak percaya ke saya ya ndak papa, jangan cerita" ucap aji datar

diam beberapa saat, mela memainkan gelas berisi teh dan es batu pesanannya

"kemana suaminya mbk?"

mela tak menjawab, dia malah menangis dengan kencang, beberapa pasang mata di rumah makan itu melihat tangisan mela

"jangan nangis mbak... " ucap aji, sambi menoleh ke beberapa orang yang melihatnya

"harusnya hari ini aku menikah dengan bapak anak ini, tapi hari ini dia dinikahkan dengan orang lain"

"di jodohkan?"

"bukan"

"lantas?"

"selain dia menghamiliku, pacarku juga menghamili selingkuhannya"

aji mencerna masuk cerita mela "jadi ini anak dengan laki-laki itu? dan mbak tadi mau bunuh diri karena itu"

"gampang buat laki-laki lepas tangung jawab, tidak memikirkan perasaan perempuan. dasar bangsat!!!" Hardik mela

"ndak semua laki-laki seperti itu mbk" bela aji

"mending aku mati saja dari pada menanggung beban ini sendiri" mela memukul perutnya dan membuat kaget aji

"lho lho... stop... " aji menahan gerakan tangan mela "banyak perempuan diluar sana yang berhasil membesarkan anaknya seorang diri mbk mbak harus kuat"

"aku kuat, tapi bagaimana dengan anak ini, lahir tanpa ayah" tangis mela kembali pecah

aji berusaha menenangkan mela, karena terlalu banyak mata yang memperhatikan dia, aji memutuskan untuk keluar dari rumah makan itu

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!