Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Wajah Pak Joko langsung berubah pucat pasi saat melihat siapa pengemudi mobil super mewah tersebut.

"Mas Bayu? Ya ampun saya kira tamu penting dari perusahaan lain, kok Mas Bayu bisa bawa mobil seperti ini?"

"Pagi Pak Joko, ini mobil saya sendiri kok, kebetulan saya baru membelinya kemarin jadi sekalian dites jalan ke kantor."

Pak Joko menelan ludah tidak percaya namun dia tentu saja tidak berani melarang Bayu parkir di tempat tersebut.

"S-silakan Mas Bayu, tapi hati-hati nanti Pak Yono bisa marah karena Mas Bayu parkir di sebelah mobil kesayangannya."

"Biar saja Pak Joko, saya malah sengaja parkir di sini biar bos botak itu bisa melihat perbedaan kasta kami berdua sekarang."

Bayu keluar dari mobil dan mengunci pintunya dengan gaya yang sangat elegan mengabaikan tatapan heran Pak Joko.

Beberapa karyawan yang baru datang langsung menghentikan langkah mereka di depan lobi saat melihat pemandangan gila itu.

Mereka mulai berbisik-bisik ramai sambil menunjuk ke arah Bayu dan mobil Lamborghini hitamnya dengan mulut terbuka.

"Itu kan Bayu dari divisi pemasaran kita, sejak kapan pria sederhana itu jadi anak orang kaya raya?"

"Mungkin dia menang undian lotre miliaran rupiah atau diam-diam menikahi janda kaya raya di kampung halamannya."

Bayu sama sekali tidak mempedulikan gosip murahan teman-temannya itu dan terus berjalan santai memasuki lobi gedung.

Ting.

Pintu lift terbuka lebar dan Bayu langsung melangkah masuk untuk menuju kantornya di lantai lima belas.

Suasana kantor divisi pemasaran masih cukup sepi karena waktu baru menunjukkan pukul delapan pagi kurang lima belas menit.

Bayu berjalan santai menuju meja kerjanya yang berada di pojok ruangan dekat dengan mesin pencetak dokumen.

Baru saja Bayu meletakkan tas kerjanya di kursi, suara pintu ruangan manajer terbuka dengan sangat kasar.

Brak.

Pak Yono keluar dari ruangannya dengan wajah memerah menahan amarah sambil membawa setumpuk dokumen tebal.

"Bayu! Akhirnya kamu berani menampakkan batang hidungmu di kantorku ini juga ya pemalas!" teriak Pak Yono menggelegar ke seluruh ruangan.

Beberapa karyawan yang sedang menikmati sarapan di meja mereka langsung terdiam kaku dan menundukkan kepala.

Pak Yono berjalan cepat menghampiri meja kerja Bayu dan melempar tumpukan dokumen itu ke atas meja dengan keras.

Bruk.

"Mana laporan evaluasi yang aku perintahkan kemarin hah? Kenapa kamu berani membolos dan menantangku lewat telepon?"

Bayu mendongak perlahan dan menatap wajah bulat Pak Yono yang kini mulai berkeringat basah karena emosi berlebihan.

"Selamat pagi juga Pak Yono yang terhormat, laporannya tidak saya kerjakan karena itu memang bukan tugas pokok saya."

"Dan saya juga tidak membolos kemarin, saya hanya sedang sangat malas melihat wajah Bapak seharian."

Keheningan mencekam langsung melanda seluruh penjuru ruangan divisi pemasaran tersebut setelah Bayu menyelesaikan kalimatnya.

Rekan kerja sebelah Bayu yang bernama Dimas sampai tersedak kopi panasnya mendengar jawaban kelewat berani dari temannya itu.

"Kamu ini benar-benar sudah gila ya Bayu, kamu pikir siapa dirimu berani berbicara kurang ajar seperti itu kepadaku?!"

"Aku ini manajermu dan aku berhak menyuruhmu mengerjakan apa saja selagi kamu masih menerima gaji buta dari perusahaan ini!"

Pak Yono menunjuk tepat di depan hidung Bayu dengan jari telunjuknya yang terlihat gemetar karena menahan kesal.

Bayu tersenyum tipis meremehkan lalu berdiri dari kursinya dengan gerakan yang sangat santai dan tenang.

"Bapak memang manajer di ruangan ini, tapi jabatan itu tidak memberi Bapak hak untuk menjadikan staf sebagai budak pribadi."

"Dan soal gaji, jujur saja uang saku keponakan saya per harinya bahkan jauh lebih besar dari gaji kotor saya di sini."

Pak Yono tertawa sangat keras dengan nada yang sangat meremehkan dan menyebalkan untuk didengar.

"Jangan membual kamu Bayu, kau pikir aku tidak tahu kau sering makan mie instan kadaluarsa di akhir bulan?"

"Kalau kamu tidak segera mengerjakan laporan ini dalam waktu satu jam, kamu resmi saya pecat dengan tidak hormat hari ini juga!"

Bayu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan menatap bosnya itu dengan tatapan mata yang sangat dingin.

"Bapak tidak perlu repot-repot memecat saya karena saya sendiri yang akan mengundurkan diri detik ini juga."

"Dan sekadar informasi saja Pak, sedan butut Bapak yang ada di parkiran VIP di bawah itu telah merusak pemandangan."

"Mobil Bapak terlihat seperti kaleng kerupuk bekas jika disandingkan dengan Lamborghini Aventador milik saya di sebelahnya."

Mata Pak Yono langsung membelalak kaget maksimal mendengar klaim mengejutkan dan arogan dari Bayu tersebut.

"Lamborghini? Jangan mengigau kau Bayu, kau mau bilang mobil sport seharga belasan miliar di parkiran itu adalah milikmu?"

Bayu tidak menjawab cibiran itu melainkan langsung mengambil kunci mobilnya dari saku dan melemparkannya ke atas meja.

Trang.

Kunci tebal dengan logo banteng emas itu tergeletak dengan sangat jelas di bawah cahaya lampu kantor yang terang.

Dimas yang duduk di meja sebelah langsung mendekat penasaran dan melihat kunci tersebut dengan mata melotot.

"Gila ini kunci Lamborghini asli Pak Yono, logonya dan bahannya tidak mungkin bisa dipalsukan dengan detail semahal ini."

Wajah Pak Yono seketika berubah drastis menjadi pucat pasi seperti mayat hidup yang tiba-tiba kekurangan darah.

"I-ini tidak mungkin, kau pasti mencuri kunci ini dari tas bos besar direktur utama kita kan Bayu?"

"Berhenti membuat tuduhan konyol seperti anak kecil Pak Yono, lebih baik Bapak urus saja laporan Bapak sendiri mulai sekarang."

Bayu mengambil kembali kunci mobilnya dan mulai merapikan beberapa barang pribadinya ke dalam tas ransel.

"Aku sudah selesai dengan perusahaan ini dan aku sudah sangat muak dengan sistem kerjanya yang suka menindas bawahan."

Pak Yono masih terdiam kaku seperti patung batu tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas ucapan Bayu.

Dia menyadari bahwa aura percaya diri yang dipancarkan Bayu saat ini benar-benar berbeda dari Bayu yang biasanya selalu penurut.

Bayu menepuk bahu Dimas dengan pelan sambil memberikan senyuman hangat kepada rekan kerja seperjuangannya itu.

"Aku pamit dulu Dimas, kalau nanti kau butuh pekerjaan yang gajinya jauh lebih layak hubungi saja nomor ponselku."

Dimas hanya bisa mengangguk kaku masih belum sepenuhnya mencerna kejadian luar biasa gila di pagi hari ini.

Bayu menyandang tasnya di bahu kanan dan berjalan keluar dari ruangan itu tanpa mau menoleh ke belakang lagi.

[Ding!]

[Tuan telah berhasil menunjukkan dominasi penuh dan harga diri yang tinggi di depan atasan yang sombong.]

[Sikap Tuan sangat sesuai dengan jiwa dan standar seorang Paman Sultan yang sejati tanpa rasa takut.]

Bayu tersenyum tipis dan puas mendengar pujian dari sistem yang bergema di dalam kepalanya saat dia sedang menunggu lift.

"Tentu saja sistem, aku tidak akan membiarkan siapa pun merendahkanku dengan jabatan murahan mereka lagi mulai detik ini."

[Misi Karir Baru Diberikan!]

[Tugas: Bangun perusahaan atau agensi influencer Tuan sendiri dalam waktu satu minggu dan rekrut minimal tiga karyawan.]

[Hadiah: Hak Milik Gedung perkantoran elit tiga lantai di pusat kota, Tambahan Modal Usaha sebesar Satu Miliar Rupiah.]

Mata Bayu berbinar terang seperti kembang api saat membaca detail misi baru yang melayang jelas di depan wajahnya tersebut.

"Gedung perkantoran elit gratis dan modal satu miliar? Ini sih namanya benar-benar durian runtuh di pagi hari."

Ting.

Pintu lift terbuka dan Bayu melangkah masuk dengan perasaan yang sangat ringan dan pikiran penuh dengan rencana besar.

Hari ini adalah awal dari berdirinya kekaisaran bisnis barunya yang kelak akan mengguncang dunia hiburan kota Jakarta.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!