Penderitaan yang di alami Lara di masa lalu membuatnya mendekap dalam penjara, namun beruntungnya Lara memiliki seorang kakak tiri yang tegas namun baik hati, akankah Lara jatuh hati pada kakak tirinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weta anjelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11 Pov Rendi Menikmati
Ranting 21+
Pagi harinya aku lihat adik tiriku itu terlelap tidur tampa busana sehelaipun, gairah ku kembali membara
Adik tiriku itu benar-benar cantik dan seksimu sekali, membuatku tak henti-henti ingin menikmatinya
"Sayang cepat bangun, kamu ngak ingin melayani kakak mu ini!" Ujarku sedikit tersenyum sinis
Kuliahat dia begitu trekejut mendengar suaraku, sedikit meronta-ronta namun tetap saja tidak bisa lepas, yang ada membuatku semakin bergairah saja
"Katakan adikku, apakah kau takut denganku?" Ujarku sedikit memegang dagunya
"Jika kau tidak meronta-ronta seperti ini, aku tidak akan memperlakukan sekasar ini pada mu!" tambahku lagi
"Kak lepasin Lara" Ujarnya sedikit memelas membuatku semakin candu menikmati tubuhnya
"Kakak akan melepaskan kamu, asal turutin syaratnya"
Kulihat adik tiriku itu tertunduk seakan-akan mengerti apa yang aku maksud
Aku segera membuka tali dari tangannya, tak lupa pula ku lepaskan kakinya juga.
Aku mulai mendekati tubuhnya, pelan-pelan ku lumas bibirnya
Brukkk,,
Aku mendengus kesakitan, dia menendang ************ ku dengan keras
"Awww,,, wanita sialan"
Parrrttt,,,
Ku tampar dia dengan keras, kulihat dia terkelungkup jatuh ke lantai tempatku berdiri dan mengeluarkan sedikit darah segar dari mulutnya.
"Perempuan tidak tau diri, sudah untung ku berikan kau hidup di dunia ini, jika tidak kau sudah lama ku lenyapkan!"
Aku terus saja memukul dan menaparnya, hingga dia tidak mampu lagi mengerakkan tubuhnya, entah kenapa aku sangat kesal sekali dengan sifatnya yang tidak mau menuruti perintahku.
Tok tok,,
Suara pintu di ketuk dari luar, bergegas aku memperbaiki celanaku, ku ambil bajuku yang berserakkan di pojokkan kamar adik tiriku itu.
Pelan-pelan aku mendekati sumber suara itu, terdengar suara orang sedang memanggilku dari luar.
"Ren? jadi ngak nih kita keluar!"
"Ah ternyata kalian, ganggu aja!"
"Lu napa keringat gitu bro, kaya udah maraton lima kilo aja?"
"Ah ngak apa-apa kale, abisnya di rumah ini gerah bro!" Ujarku sembari memakai baju yang terletak di bahuku itu.
"Gimana bro, jadi ngak nih?"
"Kayanya di cancel dulu deh bro, gue capek soalnya, pengen istirahat!"
"Ya elah, php aja lu!"
Aku menawarkan mereka masuk kedalam rumah, untuk sekedar minum dan bercerita.
Kulihat mereka sedikit curiga, matanya kekiri dan kekanan sembari melihat ke arahku, membuatku salah tingkah saja.
"Jangan-jangan mereka tau lagi, rahasia gue,, ah siall,,,!"
Gumamku sembari mengacak-ngacak rambut
"Eh keluarga lu belum pulang juga bro?"
"Blum bro, palingan besok!
Awwww,,,!
Terdengar suara menjerit dari kamar tempat ku sembunyikan adik tiriku itu.
"Eh bro, siapa?"
"Mungkin orang luar kale!"
"Ah ngak mungkin, suaranya dari kamar ini bro"
"Coba aja kita lihat" Ujar toni membuatku jengkel saja.
"Jangan bro!" Ujarku sedikit keras
Belum sempat aku melarangnya mereka berlalu masuk dengan mendobrak pintu kamar tempat adik tiriku itu.
Mereka begitu terkejut saat melihat adik tiriku tampa berbusana, aku hanya bisa diam tidak berani bicara apa-apa.
Aku merasa malu sekali pada teman-temanku, entah apa yang ada di pikirannya setelah ini.
"Wah bro, kalo gini lu bisa di penjara bro! memperkosa adik lu sendiri!" Ujar toni sedikit berbisik ragu.
"Makanya kalian jangan kasih tau siapa-siapa!"
"Kita ngak bakal ngomong jika lo izinin kita-kita ikut menikmatinya, gimana?" Ujar Andre membuatku kesal sekali.
Aku terpaksa ngizinin mereka menikmati tubuh seksi adik tiriku itu, atau aku akan terbenam di penjara seumur hidup.
"Ah sial, temen brengsek klen semua!"
Gumamku sedikit neninju dinding pintu kamar itu
"Gimana bro?" Tanya Toni lagi
"Ya ngak bisa lah bro!" Ujarku sedikit memelas
"Lagian kita-kita ini cuma ngambil sisa dari lu aja, itupun kalo lu ngizinin, lu ngak mau kan masuk kantor kepolisi?" Ujarnya sembari mengancamku
"Aaahhhhh,,,, yaudah deh, terserah lu aja!"
Dia sedikit tertawa dan berlalu masuk ke kamar sembari menepuk-nepuk pundakku.
Ku lihat adik tiriku itu di setubuhi banyak laki-laki, dia menangis kesakitan dan meminta tolong padaku, namun tidak ku hiraukan, aku terus saja mengotak ngatik gawaiku dan sedikit merekam kejadian itu
Bukannya aku menolong adik tiriku itu, tetapi aku malah mengunci pintu kamar erat-erat sembari tertawa lepas.