Terlempar ke tahun dimana Fania bertemu kembali dengan Iwan, orang yang membuat dirinya harus balas berada di situasi yang paling dia benci namun Fania sangat berterima kasih bisa hidup walau dalam tubuh orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaget
" Kamu ini kenapa sih!!! " Kesal Fania.
" Apaan sih Non. " Mencoba mengimbangi Rahma yang ingin mengajaknya berbicara, ada rasa segan yang menghampiri Aldi.
" Kok apa? Bisa tidak sih bersikap biasa saja? Jangan terlalu formal?" Terakhir dia pun lupa sejak kapan dia seperti ini, mungkin semenjak kepergian Fania beberapa tahun yang lalu, kehilangan teman sekaligus wanita bar bar yang selalu ada menemani harinya. Bahkan saat hari bahagia nya dia pun masih saja mengacau tapi saat di tinggal Fania harinya hampa tidak seperti yang biasanya yang penuh dengan kehebohan karena ulah Fania.
" Tidak bisa Non?!! Saya tidak mungkin memanggil Non dengan nama Non, Bukan kah itu tidak sopan dan lagi itu juga terlalu berlebihan dan di sini saya juga bekerja apa kata orang nantinya?" Fania tidak tahu jika Aldi sekeras kepala ini, dan lagi dia juga susah untuk di bujuk apalagi di rayu.
Apakah Al sudah tidak mengenal dia lagi ya? Tapi........ Mana mungkin Al akan mengenali sirinya dan dia juga berada di dalam tubuh orang lain, pasti Al sangat tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
" Tapi Non, Non sangat berani! Kenapa tidak dari dulu Non melawan? Dan lagi keras kepala Non eh maaf. Mengingat kan saya pada teman saya yang sudah lama meninggal. " Fania terkekeh saja mendengar ucapan dari Al. Memang nya sudah berapa lama dia pergi??? Bukankah hanya beberapa detik saja.
"Menang nya ini tahun berapa sih?" Tanya Fania yang ingin tahu karena ini juga bukan tahun dimana dia kenal.
" Tahun 2001" Jawab Al seadanya, Al tahu pasti karena ini anak masih saja meributkan tentang suatu hal.
"Apa?????" Fania terkejut bukan main. Masa selama itu dia pergi bukan kah hanya beberapa menit saja.
" Nona..... Bisa tidak jangan terlalu heboh. Biasa saja kalik. " Jawaban Al membuat Fania sedikit kesal pada Al, nih anak tidak berubah.
"Nona itu membuat saya terkejut saja. Memang ini tahun 2001 Nona. Masa sama nona saya menipu?" Fania masih di buat tidak percaya ternyata dia lompat ke tahun di mana dia tidak bisa lagi di percaya oleh orang karena apa dia juga berada di dalam tubuh orang lain.
"Katakan! Kamu lulus tahun berapa?" tanya Fania yang ingin tahu karena dari tadi tampak sekali terlihat jika suasana sudah berubah tidak lagi seperti lima tahun yang lalu.
" Mungkin sudah 5 atau 6 tahunan lah Non. " Jawab Al mengingat ingat.
Jadi aku dari tahun 1995 menuju tahun 2001 dengan sekejap mata, ah sungguh sangat ajaib, tapi kenapa? Dan bagaimana bisa???
" Non kenapa? Kenapa hanya diam saja?" tanya Al yang melihat Nona Rahma malah diam saja,
Tampaknya Nona tengah memikirkan sesuatu, apa yang sedang Nona pikirkan?
" Nona, Kenapa??? Apakah ucapan saya tadi salah atau bagaimana?" tanya Al yang mencoba mencari tahu karena dari caranya Nona melihat tampak seperti sedikit berpikir dan terkejut.
" Ah, tidak! Tapi apakah kamu percaya jika aku ini datang dari masa lalu? " Al terkekeh mendengar ucapan Nona yang masih saja ingin meyakinkan dirinya jika dia itu datang dari masa lalu, lalu apakah Al harus percaya dengan ucapan dari Nona?
"Nona dari masa lalu? Yang benar saja Non. " Tampak. tidak percaya, Al tersenyum, bagaimana mungkin Nona dari masa lalu karena selama beberapa bulan ini dia masih saja tidak sadarkan diri dan sekalinya Nina sadar Nona malah selalu meyakinkan dirinya jika. dia itu adalah orang lain dan bukan pemilik tubuh.
Lagi lagi Nona meyakinkan jika dia datang dari masa lalu, dan selalu saja ingin membuat diriku percaya akan ucapan dirinya, memang benar Nona tampak berbeda tapi.... Melihat dari caranya berkata saja sudah sangat jauh berbeda.
" Apakah kamu masih tidak percaya?" Al menggeleng pelan, ya tidak percaya lah, bagaimana mungkin Nona Rahma akan tahu masa lalunya dan lagian tidak ada bukti kan jika Nona datang dari masa lalu, dan lagi jika dia datang dari masa lalu buat apa dia berada dalam tubuh orang lain?
"Baiklah, berikan satu pertanyaan deh nanti aku akan menjawab pertanyaan mu, em bagaimana saat kamu berada di SMA. " Al menurut sana lah karena apa nih tumben tumbenan kan Nona mau dan ingin sekali meyakinkan dirinya.
Al menganggap nya sepele karena apa semakin kesini. Semakin aneh saja, walaupun tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan, Al mulai bertanya tentang kehidupan nya saat dia masih berada di sekolah.
" Baiklah non, walaupun nantinya Non tidak bisa menjawab pertanyaan saya dengan benar. " Al beranggapan jika Nona Rahma tidak akan bisa menjawab pertanyaan darinya dengan benar.
Tampaknya nih anak selalu saja menyepelekan ingatan ku yang selalu ingat hal hal kecil tentang dirinya, tapi mengapa bahkan aku tidak mengingat tentang saat aku di bunuh ya, tapi malah aku mengingat Al.
"Baiklah..... " Walaupun tidak yakin Al hanya tersenyum saja.
"Hal bodoh apa yang selalu saya lakukan non?" tanya Al seraya meminum es jeruk yang diberikan pelayan tadi.
" Nih anak, apa apaan sih, hal bodoh yang selalu Al lakukan? Hah dia yang bilang tapi awas saja jika dia terkejut mendengar nya. Nih anak apa tidak tahu saja nih anak selain juga jorok rese juga. Tapi tidak mengapa lah setidaknya dia akan tahu dan yakin jika akun ini adalah Fania. Dan aku juga tidak berbohong dengan dia."
" Ok. Kamu yang bilang ya. " Al tampak tersenyum saja dia tidak tahu siapa orang yang ada di hadapannya, dia adalah teman masa kecilnya yang selalu saja membuat dirinya ingin marah. Keduanya juga tidak dapat di pisahkan hingga akhir nya Fania yang akhirnya meninggal karena di bunuh orang yang paling dia sayangi.
" Baiklah..... Dengarkan baik-baik.... " Al tampak ingin mendengar apa yang di katakan Nona Rahma. Jika sebenarnya dia tidak tahu setidaknya dia kan bisa tertawa.
" Pertama hal bodoh yang selalu kamu lakukan adalah.... Menaruh HP mu di sembarang tempat. " Air yang di minum Al pun tersembur keluar. Padahal ini kedua kalinya loh dia menjelaskan pada nya tapi rasanya tampak aneh saja.
" Mengapa?" tanya Al yang tersedak mendengar ucapan dari Non Rahma yang memang benar, dia memang selalu menaruh hpnya di sembarang tempat. Dan juga sering kali menyalahkan orang lain padahal jelas-jelas dia yang bersalah karena sembarangan menaruh HP miliknya sendiri.
" Nona ini mungkin sedang beruntung saja, dan mengapa tatapan matanya seakan ingin membenarkan jika aku ini memang sangatlah teledor jadi orang? "
" Bagaimana apakah jawaban ku benar?" Tidak ada jawaban dari Al dia malah memikirkan tentang pertanyaan yang ke dua.
" Mungkin hanya kebetulan belaka." Fania sangat kesal dengan jawaban dari Al yang mengatakan hanya kebetulan katanya nih anak sangat lah menyebalkan.