Tak jarang persahabatan berubah menjadi cinta, begitupun yang dirasakan Kenzi dan Danti, sepasang sahabat yang harus memendam perasaannya, karena terjebak dalam friendzone. kesal, cemburu, marah terkadang mereka rasakan ketika salah satu dari mereka dekat dengan orang lain. Apakah Kenzi akan mengungkapkan perasaannya?atau akan terus bersembunyi di balik persahabatan?
Baca terus kelanjutan kisah "hujan kemarin " ya, dan jangan lupa untuk terus mendukung dengan cara like, comment, dan vote, terima kasih !
happy reading❤❤❤❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11
Hari terakhir dipantai, tak terasa sudah tiga hari kami berada disini, besok pagi waktunya kami pulang, hari ini, kami benar benar menghabiskan waktu bermain air bersama-sama di pantai.
Kami berbelanja oleh-oleh, dan pernak -pernik yang akan kami bawa pulang untuk orang di rumah.
Terasa begitu lelah seharian berbelanja, aku merebahkan tubuhku di kasur, teman teman lainnya berada di ruang tv. mataku terpenjam dan aku berada di alam bawah sadar, aku tertidur pulas saat itu. Dalam tidurku entah aku bermimpi atau nyata, tapi aku merasakan sedikit belaian di pipiku.
"Kenapa jadi kaya gini sih Dan,....!!! " suara itu sayup sayup terdengera dalam tidurku.
"Aku mencintaimu" Lagi lagi terdengar sayup di telingaku, rasanya aku ingin membukakan Mata, tapi terasa berat, aku terlalu mengantuk.
Aku terbangun ketika sadar hujan begitu deras...
aku beranjak dari tempat tidur, an bergegas keruang tv, Leo, kenzi, Danu terlihat sedang tertidur pulas, aku mencari Upi, dan Maya, namun tak terlihat.
Diluar hujan semakin deras, rasanya aku ingin mandi hujan seperti masa kecilku dulu, sampai saat ini aku masih tetap menyukai hujan, apa lagi jika perasaanku sedang galau seperti ini.
Aku berlari menuju pantai, meski saat itu hujan sangat deras, aku berlari membiarkan tubuhku basah karna guyuran hujan, ku tenggakan kepalaku keatas untuk bisa merasakan setiap tetesan hujan yang jatuh di wajah, ku bentangkan tanganku dan kuputar tubuhku, aku bahagia saat itu, kembali teringat awal pertemuanku dengan kenzi, ahhhh lagi lagi kenzi yang Ada di kepalaku.
"Danti......!!!!!" Terdengar suara seorang laki-laki memanggilku, kulihat dari jauh dan ternyata Kenzi.
*B*ukannya tadi ia sedang tertidur? tanyaku dalam hati, mengapa dia menghampiriku?
"Kenapa? " tanyaku, ketika Kenzi berdiri tegap di hadapanku. Kenzi hanya menatapku lalu menarik tanganku, dan membawanya kepantai, kami serasa bernostalgia, mengingat saat kami selalu Mandi hujan bahkan sampai saat ini kami Sudah mau lulus dari SMA.
"Kenzi!!!!mau kemana?!!!!!" teriakku karna hujan begitu deras hingga aku meninggikan volume suaraku
"Ikut aja... " jawabnya
Kenzi membawaku ke pinggir pantai yang jaraknya agak jauh dari villa. Kami berteduh di sebuah saung , sepertinya saung itu dulunya adalah warung makan, namun sekarang di biarkan kosong begitu saja.
Bajuku dan kenzi basah kuyup, hingga membuat saung itu menjadi basah, rasanya begitu dingin jika kami berteduh, karena anginpun bertiup begitu kencang.
"Kamu kedinginan ya? " Tanya kenzi yang melihatku menggigil
"Ia, ternyata gak bagus mandi hujan di pinggir pantai" kataku sambil tertawa
"hehehe ia, aku mau peluk bajuku juga basah" ucapnya, ada rasa canggung kali ini, kami hanya tersenyum dan berpandangan.
"Apa kita balik ke villa aja?" ajaknya
"Gak usah, aku masih menikmati hujan" rasanya aku masih ingin berlama-lama disamping kenzi.
"Tapi gak papa, bajumu basah banget?!!" Sepertinya kenzi mengkhawatirkanku
"Gak papa kok" jawabku
"Dan...." panggilnya.
"hmmmmm"
"Kamu serius sama Leo ? " tanya kenzi
"Kamu sendiri gimana sama Maya? " aku balik bertanya
"Orang nanya malah balik tanya" ucapnya,
"Hehehehhehe entahlah ken, " jawabku
"Entah?!!!! " tanyanya heran.
"Yah, aku aja gak tau sama perasaanku" jawabku sambil terus mengusapkan tangan di kedua lenganku, untuk sedikit memberi rasa hangat.
"Lalu hubungan kalian gimana? "
"Dia memang menembakku, " jawabku
"Lalu, kamu jawab apa? "
"Aku jawab, Ya" Kenzi terdiam saat aku menjawab pertanyaannya.
"Ohh... bagus deh " ucapnya
"Bagus?!!!!! " tanyaku
"Yahh, terkadang persahabatan membuat kita tak mengerti sama perasaan kita sendiri" kata Kenzi memegang tanganku.
"Aku selalu ingin ada bersamamu, dari awal aku bertemu denganmu, dan sampai detik ini kita masih sama sama" jelasnya
" Yah... itulah sahabat" ucapku
"Sekarang aku takut, aku takut harus kehilangan kamu Dan...." Kata - kata Kenzi membuat aku terdiam menatapnya, memang selama ini hanya Kenzilah laki-laki yang selalu ada buatku, selalu jadi sandaran dikala aku sedih, dan saat ini Leo hadir, yang mungkin waktuku akan lebih fokus padanya.
"Kenzi....!!!!! " aku memeluk kenzi, aku menangis meluapkan perasaanku, aku tak ingin kehilangan masa-masa bersamanya.
"Udah-udah jangan nangis" ucap Kenzi sambil mengusap punggungku seraya menenangkan hatiku
"Kenzi...!!! " siapapun pasanganku, kamu adalah laki-laki pertamaku" ucapku membuat tangisku semakin peacah
"Syut syutt syutt" kenzi mencengkram pundakku dan menatap wajahku.
"Aku selalu ada buat kamu!" ucapnya, tangannya mengusap air mataku yang terus mengalir tanoa henti.
"Kenzi!!!! " kupegang tangan kenzi yang berada di pipiku kurasakan belaian setiap belaian.
Wajah kami saling bertatapan, Kenzi mengecup keningku, membelai kepalaku, dan mendekapku penuh cinta, rasa dingin yang tadi kurasakan mendadak menjadi hangat ketikaku berada didekapannya.
"Kamu sendiri gimana sama Maya? " tanyaku penasaran
"Hmm aku jawab gak ya? " ledeknya
"Kenzi...!!!!" rengekku
"Iya iya, masih dalam tahap penjajakan!" ucapnya, rasanya aku tak ingin mendengar jawaban ini, wajahku berubah menjadi muram.
"Ohhhh" sahutku
"Ohh doang? " tanyanya
"Terus? " tanyaku
"Yah apa kek, selamat kek gitu hehehe" ledeknya, sepertinya dia tau aku cemburu, pelukannya semakin erat kurasa.
"Iya selamet" jawabku
" Ikhlas gak? " tanyanya
Aku hanya mengangkat kedua pundakku
"Mamu cemburu ya? " ledek Kenzi.
"Mana ada aku cemburu, sama sahabatku sendiri" Aku berusaha mengelak perasaanku
"Bohong...," Kenzi semakin meledekku
"Ihhh kenzi... " aku memukulnya, dan ia berlari ke tepi laut, aku mengejarnya hingga kami terjatuh di atas pasir...
aku terpaku menatap wajah kenzi yang berada di atas wajahku, semakin mendekat, semakin mendekat, hingga bibir kenzi menyentuh bibirku
aku berusaha mengendalikan perasaanku, karna aku tak tau apa yang akan Kenzi lakukan, deburan ombak kecil membasahi tubuhku berkali Kali, bibir kenzi semakin menyentuh bibirku, hingga ciuman itu tak terelakan, aku sungguh menikmati ketika Kenzi mencium ku, ******* bibirku begitu Lama, sampai akhirnya aku teringat Leo, aku segera melepaskan bibir Kenzi dan menyiramkan air laut ke wajah nya, dia hanyaenatapku sambil tersenyum kesal.
"Danti....!!!! " teriak Kenzi, yang kemudian membalas menyiramku dengan air laut.
Hujan mulai reda, kami memutuskan untuk pulang ke villa, aku tak ingin Leo mencariku nanti.
for agreath love
silent love
sama little violinist