Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 12

Gerakannya begitu presisi, efisien, dan tanpa suara seperti bayangan yang memotong alur gerak lawan sebelum ancaman itu sempat terwujud. Di mata para komisaris yang panik, Leo hanya terlihat melangkah santai. Namun bagi dua pengawal profesional yang dilatih untuk aksi fisik, perpindahan posisi Leo adalah mimpi buruk taktis.

Sebelum pengawal pertama sempat menjangkau sakunya, Leo sudah memotong jalur jalannya. Dengan gerakan refleks tingkat tinggi, Leo mencengkeram pergelangan tangan pria itu, memutarnya sedikit ke arah dalam untuk mengunci sendi siku, seraya menggeser tumpuan tubuhnya hingga menutup pergerakan pengawal kedua.

KRAK!

Suara ketukan halus dari sendi yang terkunci membuat pengawal pertama menahan napas hebat. Ringisan kesakitan terpancar dari wajahnya yang memucat, namun Leo menahan tubuh pria itu agar tidak ambruk dan memicu kegemparan liar di dalam ruangan.

"Tetap di tempat," bisik Leo dengan suara yang sangat rendah, hampir menyatu dengan desis pendingin udara di lantai 45.

Aura dingin dan tekanan intimidasi yang sangat pekat keluar dari tubuh Leo. Sorot matanya yang tenang mendadak berubah menjadi tatapan tajam tak berdasar sebuah tatapan dari seorang perwira intelijen elit yang biasa berhadapan dengan bahaya tingkat tinggi.

"Satu langkah lagi ke arah istri saya," lanjut Leo pelan, menatap lurus ke mata pengawal kedua yang tertahan di sebelahnya, "saya pastikan kalian berdua tidak akan pernah meninggalkan lantai ini dengan kaki sendiri."

Kedua pengawal bayaran itu membeku seketika. Keringat dingin menetes di pelipis mereka. Sebagai prajurit terlatih, mereka tahu kapan sedang berhadapan dengan orang biasa dan kapan sedang berhadapan dengan predator puncak. Pria kemeja putih di depan mereka ini jelas bukan pengawal pribadi sewaan; ia adalah ancaman mematikan yang sanggup melumpuhkan mereka dalam hitungan detik tanpa memicu kegaduhan.

Tanpa sepatah kata pun, kedua pengawal itu menarik tangan mereka perlahan, mundur tiga langkah, dan menundukkan kepala tanda menyerah.

Leo melepaskan kuncian pergelangan tangan pengawal pertama dengan gerakan halus, merapikan sedikit lipatan jas hitamnya, lalu melangkah kembali ke posisi semula berdiri tegap satu langkah di belakang sisi kiri Maya, seolah tidak ada insiden fisik yang baru saja terjadi.

Maya yang menyaksikan seluruh kejadian itu dari podium utama tetap mempertahankan raut wajah dinginnya, meski di dalam dada, kekagumannya terhadap ketangkasan Leo makin membuncah. Ia mengalihkan pandangannya kembali ke arah Hendra yang kini gemetar di kursinya.

"Paman Hendra," suara Maya membelah keheningan ruang rapat yang makin mencekam. "Aksi nekatmu baru saja menambah daftar pelanggaran hukum yang akan diproses oleh pihak berwajib."

Kamu... kamu menjebakku, Maya!" jerit Hendra dengan suara parau. Wajahnya bersimbah keringat, matanya meledak-ledak penuh amarah dan ketakutan. "Kamu tidak punya hak mencabut posisi komisarisku! Aku adik kandung almarhum ayahmu! Aku yang membangun Maheswari Group bersama Kakekmu!"

"Dan kamu juga yang hampir menghancurkannya demi keserakan pribadi," potong Maya tanpa emosi.

Maya mengangkat pandangannya menyapu seluruh dewan komisaris yang duduk mematung. Para pria paruh baya berjas mahal itu kini tak berani menatap mata Maya. Bukti transaksi lepas pantai dan rekaman suara di proyektor raksasa sudah lebih dari cukup untuk mengirim Hendra dan siapa pun yang terlibat ke balik jeruji besi selama belasan tahun.

"Berdasarkan Pasal 14 Anggaran Dasar Maheswari Group mengenai pelanggaran integritas berat dan penggelapan aset," lanjut Maya tegas, "jabatan Hendra Maheswari sebagai komisaris utama secara resmi dibekukan mulai detik ini. Seluruh hak suara dan akses finansialnya dicabut demi hukum."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!