Sebuah hubungan yang hanya di dasari dengan rasa saling menguntungkan.Tapi pada akhirnya terjebak dalam perasaan yang tidak bisa untuk saling meninggalkan.
Apakah itu cinta?.
Tapi kemudian mereka terpisah karena seseorang..
Saat kembali lelaki itu sudah punya pasangan..
"Kita tak bisa kembali karena aku bukan pelakor."
"Kamu bukan pelakor!Dari awal sampai akhir,aku adalah milik kamu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga belas
Sementara di Kafe tempat semula Alenka dan kedua temannya janjian menjadi sangat indah.Kedua teman Alenka dan Gio kembali membuat janji untuk ketemu secara pribadi.
"Kira-kira kenapa ya Gio marah ke Alenka karena sebuah foto?" tanya Kiara masih penasaran.
"Aku curiga kalau Gio sudah jatuh cinta sama Alenka." sahut Rama yang paham betul perilaku Gio.
"Menurut lo gimana Boy?" tanya Ellena yang sudah naksir duluan sama Boy.
"Heh? Aku nggak tahu." jawab Boy dengan nada dingin.Ellena memonyongkan bibirnya melihat kedinginan Boy.Tapi,itu justru membuat dia penasaran terhadap Boy.
"Balik yuk!" ucap Boy langsung berdiri dan meninggalkan Kafe itu.
"Dingin banget." gumam Kiara.
"Emang gitu orangnya tapi dia baik kok." sahut Rama yang mendengar gumaman Kiara.Rama lalu berpamitan dan menyusul Boy.Sementara Erka dan Gilang mengantar Kiara dan Ellena pulang.
Sementara itu di dalam ruangan terdengar suara nafas yang memburu.Sepasang anak muda sedang mencurahkan cinta kasihnya.Tenggelam dalam lautan kasih sayang.
"Beliin baju buat aku! Bajuku rusak semua." ucap Alenka.
"Iya," jawab Gio sambil mengecup kening Alenka.Entah kenapa Alenka merasakan hal berbeda dari sikap Gio yang biasanya.Alenka merasakan kehangatan dalam hatinya.
Setelah mandi Gio menyuruh sekretarisnya untuk membeli pakaian buat Alenka yang masih menunggu di dalam ruangannya.Gio mengambil rokok dan menyalakannya.Pikirannya benar-benar releks kali ini.Tak lama kemudian Lusi sekretaris Gio masuk dengan membawa pakaian baru.
"Ya,kamu boleh keluar." ucap Gio setelah Lusi menaruh pakaian itu di meja Gio.Dengan patuh Lusi keluar dari ruangan Bos nya.
Gio masuk ke kamar dan memberika pakaian itu kepada istrinya yang sudah menunggu.
"Makasih. Kalau gitu kamu keluar dulu,aku mau pakai baju." ucap Alenka mendorong Gio keluar.
"Kenapa? Malu? Aku bukannya sudah melihat semua tubuh kamu? Bagian mana dari tubuh kamu yang belum aku lihat?" tanya Gio dengan tersenyum.
Bener juga sih,tapi perkataan itu justru membuat Alenka malu.Dia pun memutar bola nya karena jengah.
"Dasar c*bul!" omel Alenka sembari mendorong Gio keluar.Karena,dia merasa tidak nyaman ketika ganti baju dilihatin.Masih dengan tersenyum Gio keluar dari kamar itu.
Sambil menunggu Alenka berganti pakaian.Gio kembali menyalakan rokok dan menghisapnya.Dia berdiri didepan jendela kaca yang bening.Sehingga dari tempatnya berdiri,bisa melihat sebagian dari kotanya.Tak terkecuali bangunan-bangunan yang menjulang disekitar Kantornya.
"Gio,aku kangen banget sama kamu.Aku sudah nggak bisa tahan." ucap seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Gio dan memeluk Gio dari arah belakang.
Seketika Gio menoleh dan mendapati seorang wanita cantik tersenyum menatapnya dengan tangan yang melingkar di pinggangnya.
"Siapa yang nyuruh kamu masuk?" tanya Gio dengan marah dan melepaskan tangan wanita itu dengan kasar.
"Kenapa kamu kasar banget sekarang?" tanya wanita itu dengan sedih.
"Keluar!" ucap Gio mengusir wanita itu yang adalah Dona.Calon Adik Iparnya dan juga mantan pacarnya.
Alenka yang mendengar Gio berteriak buru-buru keluar.Dia takut kakau Gio marah lagi kepada karyawannya.
"Kenapa teriak-teriak?" tanya Alenka yang keluar dari kamar kecil yang ada di ruangan CEO.
Alenka kaget melihat Dona di dalam ruangan kerja suaminya.Begitu juga Dona kaget ketika melihat Alenka keluar dari kamar.Dona tahu ruangan itu adalah kamar kecil untuk istirahat ketika Gio lelah untuk bekerja.Karena,dulu dia juga sering tidur disitu ketika menunggu Gio kerja.Tentu,itu sewaktu mereka masih berpacaran.
"Kamu juga disini?" tanya Dona yang juga kaget.Alenka dan Dona saling menatap tajam.
"Kenapa? Aku nggak boleh ke tempat kerja suami aku?" tanya Alenka dengan lugas.
Gio berjalan mendekati Alenka yang terlihat cantik dengan balutan Dress pendek ditubuhnya.Sedikit membungkuk Gio mencium Alenka didepan Dona.
"Kamu cantik banget sayank." ucap Gio memuji istrinya.
"Kalau nggak cantik,apa kamu mau sama aku?" ucap Alenka dengan suara manja.Dan itu jelas membuat Dona marah.Dengan kemarahannya Dona pergi meninggalkan Kantor Gio dan menangis.
Dona tahu kalau dia salah karena sudah mempermainkan perasaan Gio.Tapi harus diakui kalau hanya Gio lah yang mampu membuat hatinya nyaman.Dan dia menyadari bahwa dia sangat mencintai Gio.Tapi,semua itu sudah berlalu.Gio sudah menikah dan bahagia dengan keluarganya.Ada rasa sakit yang sulit untuk dijelaskan dalam hati Dona yang paling dalam.
"Aku nggak rela kalau cintaku kalah. Aku tahu Gio pasti masih mencintai aku." gumamnya dalam kesedihan.
***
"Dona tadi kenapa kesini? Mau tunjukin apa lagi ke kamu?" tanya Alenka dengan cemberut.
Gio tersenyum melihat Alenka yang sedang ngambek.Lalu menariknya dalam pangkuannya."Nggak tahu dia tiba-tiba masuk." jawab Gio menatap Alenka yang berwajah masam.
"Emang kalian dekat banget ya?" tanya Alenka lagi.
"Iya,dia kan calon istri Dio." jawab Gio dengan santai.Tapi Alenka merasakan bukan hanya karena hubungan itu.Tapi,karena emang ada hubungan special antara Gio dan Dona.Sepertinya Gio enggan untuk bercerita.Mungkin karena itu masalah pribadinya jadi tak perlu orang lain tahu.Lagian kan Alenka cuma istri kontrak.
"Gi,tadi gue lihat Dona lari sambil nangis." ucap Rama yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.Dan akhirnya canggung sendiri ketika melihat Alenka yang duduk dipangkuan Gio.
"Sorry,gue nggak tahu." ucap Rama menggaruk-garuk kepalanya karena canggung.Lalu menutup lagi pintu tapi ditahan oleh oleh panggilan Alenka.
"Mau kemana Ram? Silahkan kalau mau ngomong sama Gio." ucap Alenka bangkit dari pangkuan Gio dan berjalan menuju sofa dipojokan ruangan Gio.
"Tadi gue lihat Dona keluar sambil nangis." bisik Rama karena takut Alenka salah paham.Meskipun cuma kontrak tapi pernikahan mereka sah secara hukum.
"Biarinlah Ram,dia sekarang hanya Adik Ipar gue." jawab Gio dengan serius.
"Lo udah beneran bisa lupain Dona?" tanya Rama masih berbisik.
"Apa yang seharusnya bukan milik gue kenapa harus diingat?" jawab Gio sambil menatap Alenka yang sedang fokus bermain ponsel ditangannya duduk di sofa.
"Lo jatuh cinta sama istri kontrak lo?" tanya Rama yang sedari tadi melihat Gio menatap Alenka.
"Nggak tahu. Apakah cinta atau cuma terbiasa." jawab Gio ambigu.Tapi Rama curiga kalau Gio sudah jatuh cinta sama Alenka.
Rama juga ingat betul ketika Alenka diculik oleh salah satu Geng musuh mereka.Gio terlihat khawatir,bahkan Gio bersedia untuk bernegosiasi dengan Geng itu demi keselamatan Alenka.Padahal sudah jelas bahwa Gio adalah ketua Geng yang sangat kejam dan berprinsip serta tak menunjukan kelemahan sama sekali.Rama hanya takut kelemahan Gio itu akan dimanfaatkan oleh musuh mereka untuk menjatuhkan atau melenyapkan Gio.
"Semoga saja Harimau itu akan tetap menunjukan taringnya." gumam Rama dalam hati.
ternyata alex masih nyimpen dendamnya ama gio,
dan gio memang sudah seharusnya memilih antara adeknya atau istri dan anaknya,dan kadang kita memang harus sedikit egois,
akhirnya cintamu bisa menghapuskan dendammu....
dan dona harus bersiap" ga bisa jalan dan ga bisa memakai celana dengan benar, gara" membohongi dan memanfaatkan elang...