Indonesia
NovelToon NovelToon
Janji Cerai Di Malam Pertama

Janji Cerai Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Satu tahun lagi kita cerai. Hati aku cuma buat Rosa"
Di malam pertama, Fitri dibuang demi wanita lain. Ia pergi membawa luka... dan rahasia besar di rahimnya. Tiga tahun kemudian, pernikahan Adam hancur oleh pilihan hatinya sendiri. Saat penyesalan datang, ia justru bertemu kembali dengan Fitri yang kini menjadi 'Dokter Cantik' sukses bersama seorang anak yang sangat mirip dengannya.
"Fitri... anak siapa yang kamu pangku itu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Penyesalan kecil adam

Dari dalam kamar utama, Rosa keluar dengan gaun tidur sutra berwarna merah muda. Wajahnya tertutup masker wajah, dan jemarinya lincah mengusap layar ponsel pintar terbarunya.

"Ada apa sih, Mas? Pagi-pagi sudah teriak-teriak," sungut Rosa tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.

"Kamu belum masak sarapan atau bikin kopi?" tanya Adam sembari menunjuk meja makan yang kosong melompong. "Baju kerjaku juga belum ada yang disetrika, Sa. Aku ada rapat penting jam sembilan pagi ini."

Rosa mendengus keras, mendelik ke arah Adam. "Mas! Aku ini istri kamu, bukan pembantu! Lagian aku kan influencer.. sibuk bikin konten dari pagi. Dulu waktu kamu sama si Fitri itu, dia mau ngerjain semuanya karena dia emang nggak ada kerjaan lain selain ngerawat Ibu. Kalau aku beda dong!"

Adam menelan ludah gatal, kata-kata Rosa menghantam dadanya dengan rasa sesak yang tak biasa. "Fitri itu dulu koas kedokteran, Rosa! Dia sekolah tinggi, tapi dia tetap sempat masak dan setrika bajuku sebelum berangkat dinas!"

"Oh, jadi kamu mulai banding-bandingin aku sama mantan istri kamu yang lusuh itu?!" jerit Rosa melengking, melempar ponselnya ke sofa. "Kalau kamu mau rumah rapi dan makan enak, ya sewa ART dong! Kamu kan manajer, masa sewa ART satu saja nggak sanggup?!"

Adam mengelus dadanya, berusaha menekan emosi yang hampir meledak. "Uang tabunganku sudah ludes buat biaya resepsi mewah yang kamu minta bulan lalu, Rosa! Belum lagi kamu minta uang nafkah bulanan sepuluh juta bersih di luar kebutuhan dapur. Dari mana aku dapat uang buat bayar ART sekarang?"

Rosa menyilangkan kedua tangannya di dada, memasang raut wajah tak peduli. "Ya itu urusan kamu sebagai suami! Pokoknya aku nggak mau ya kulit mulus ku rusak gara-gara harus pegang sapu dan gosokan!"

Tanpa menunggu balasan dari Adam, Rosa berbalik dan membanding pintu kamar dengan keras. BAM!

"Ya ampun.. kenapa jadi begini sih?"

Adam berdiri membeku di tengah ruang tengah yang berantakan. Ditatapnya pintu kamar yang tertutup rapat itu dengan pandangan hampa. Bayangan masa lalu mendadak melintas begitu saja di benaknya bayangan Fitri yang selalu menyambutnya dengan senyuman lembut, meja makan yang selalu terisi makanan hangat, dan kemeja kerja yang selalu licin nan harum setiap pagi.

"Kenapa beda sekali sama fitri dulu.."

"Kamu bilang apa mas? Aku enggak budeg ya! Kamu masih bandingin aku dengan cewe kampungan itu? Kamu engga salah? Dia itu siapa sih, kalau di banding aku tuh jauh banget,," Teriak rosa yang berbalik dan mendekati ku.

"Ya memang beda rosa! Itu fakta nya!" Jawab Adam dengan sedikit bernada tinggi.

PLAK!

Rosa menampar Adam, "Mas kamu sadar! Siapa yang nemenin kamu dari nol! Dia itu bukan siapa-siapa. Kamu ingat kan? Dulu sebelum kerja, aku sering pinjemin kamu uang di kos dll? Dulu kamu janji buat bahagia in aku" Teriak Rosa.

"Aku ingat rosa! Aku ingat! Aku hanya ingin di hargai sebagai suami kamu! Kamu harusnya juga bisa memposisikan diri kamu sebagai istri, layanin suami, mengurus rumah tangga. bukan seperti ini."

"Mas! Aku bilang, kamu harus pekerjakan art buat urus rumah ini. Bukan aku, aku itu istri kamu bukan babu! Sebel! Kamu nyebelin banget sih mas!" Ucap Rosa lalu mejengkel dan berlari ke dalam kamar.

Untuk pertama kalinya sejak menancapkan ikatan pernikahan baru ini, Adam merasa bayangan mimpi indahnya bersama Rosa hancur tak berbekas, digantikan oleh kenyataan pahit yang amat sangat menyiksa.

Dia menghela napas panjang, lalu berjalan mendekati pintu kamar yang tertutup rapat.

"Sa, keluar dulu sebentar. Kita bicara baik-baik," panggil Adam sambil mengetuk pintu pelan. Suaranya sudah tidak setinggi tadi, berganti dengan nada lelah yang amat sangat.

Tidak ada jawaban dari dalam. Hanya terdengar suara musik dari konten video yang diputar cukup keras dari dalam kamar.

"Sa, aku serius. Rapatku tinggal satu jam lagi, dan kita malah berantem kayak gini," lanjut Adam lagi, masih menempelkan jidatnya di pintu kayu itu.

Cklek.

Pintu terbuka mendadak. Rosa berdiri di ambang pintu dengan tangan bersedekah di dada. Masker wajahnya sudah dibersihkan, berganti polesan makeup tipis yang rapi. Dia sudah siap dengan baju luaran yang modis untuk bikin konten.

"Mau bicara apa lagi sih, Mas? Aku tuh capek ya, pagi-pagi udah diajak ribut. Mood aku buat kerja hari ini langsung hancur tahu nggak?" cecar Rosa dengan nada sewot.

Adam memegang kedua bahu istrinya, mencoba menurunkan ego. "Aku tahu kamu capek, kamu punya kesibukan sendiri. Tapi tolong pahami posisi aku juga, Sa. Aku ini suami kamu. Aku nggak minta kamu jadi pembantu yang ngerjain semuanya sendirian dari pagi sampai malam. Aku cuma minta kerja samanya."

Rosa menepis pelan tangan Adam dari bahunya. "Kerja sama gimana maksud kamu? Aku kan udah bilang dari awal, dari sebelum kita nikah bahkan, aku tuh nggak bisa ngurus rumah. Aku fokus di karier aku sebagai konten kreator. Kamu kan tahu sendiri followers aku udah ratusan ribu, Mas. Kontrak endorse aku jalan terus."

"Iya, aku paham," potong Adam cepat. "Tapi apa salahnya kalau sebelum kamu sibuk sama HP kamu, kamu tanyain dulu suamimu ini butuh apa? Sarapan simpel kayak roti atau ceplok telur kan nggak sampai lima belas menit, Sa. Kemeja kerja juga cuma butuh lima menit buat digosok."

Rosa melengos, melempar pandangannya ke arah lain sambil terkekeh sinis. "Mas, perkara telur ceplok sama kemeja aja kamu bikin heboh banget sih? Kan kamu punya tangan, punya kaki. Kenapa nggak bikin sendiri aja kalau emang aku lagi sibuk? Lagian dulu pas kamu masih pacaran sama aku, kamu rajin kok ngerjain apa-apa sendiri di kosan."

Kata-kata Rosa menyengat hati Adam. Dia menatap wanita di depannya itu dengan pandangan tak percaya.

"Dulu itu beda, Rosa! Dulu kita masih pacaran, aku tinggal sendiri di kosan. Sekarang kita udah nikah, kita tinggal sekamar, kita ini pasangan!" tegas Adam, suaranya kembali memberat. "Kalau semua-semua harus aku kerjain sendiri, terus peran kamu sebagai istri di rumah ini apa?"

"Tuh kan! Ujung-ujungnya kamu nuntut aku buat jadi istri pajangan yang harus melayani kamu 24 jam!" bentak Rosa tak mau kalah. "Kamu lupa ya pas awal-awal kita deket dulu? Waktu kamu belum naik jabatan jadi manajer, siapa yang selalu nemenin kamu? Siapa yang rela minjemin kamu uang pas dompet kamu tipis di akhir bulan? Aku, Mas! Aku yang ada buat kamu!"

Adam mengusap wajahnya kasar. "Aku nggak pernah lupa, Sa. Aku selalu ingat dan makanya aku ngerasa berutang budi sama kamu. Tapi bukan berarti kamu bisa terus-terusan mengungkit masa lalu itu setiap kali kita ada masalah! Hubungan rumah tangga itu nggak bisa cuma dihitung dari utang piutang masa lalu!"

"Oh, jadi sekarang kamu ngerasa rugi nikah sama aku?" tantang Rosa, melangkah maju hingga jarak mereka amat dekat. Matanya menatap tajam ke arah Adam. "Bilang aja kalau kamu nyesel kan? Kamu kangen kan sama si Fitri yang mau kamu suruh-suruh kayak babu tanpa protes?"

"Jangan bawa-bawa nama Fitri lagi!" potong Adam refleks.

"Kenapa? Takut ketahuan kalau kamu emang belum move on?" Rosa tersenyum kejam. "Ingat ya Mas, Fitri itu cuma cewek lulusan kedokteran yang kusam, nggak ada gaya-gayanya sama sekali. Dia mau ngerjain semua pekerjaan rumah tangga kamu karena dia emang mau bertahan hidup aja selama kontrak nikah kalian belum habis! Bedalah sama aku!"

"Fitri nggak kayak gitu, Rosa..." bisik Adam pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

~Bersambung~

1
sunaryati jarum
Rasain Adam,kau kan sudah diberi kenikmatan selangkah Rosa jadi nikmati 😂😂
sunaryati jarum
Makin tidak tahu malu, Adam.Lihat dulu kelakuan kamu gimana pada Fitri, Adam,? Sekarang kau mengemis padanya.Segera resmikan kalian dr Danu dan dr Fitri agar dr Danu punya hak dan kewajiban melindungi kamu dan Aiden dengan penuh.Sepertinya Adam mulai tidak waras, kalian harus waspada, jangan sampai Adam berbuat nekat.
sunaryati jarum
Tidak sadar diri Adam,itu hanya akan menggali kuburan kamu sendiri.Kamu lihat dari jauh saja.Apa yang kau rasakan itu dulu juga dirasakan oleh Fitri.Ingat saat kamu selalu memberikan perhatian pada Rosa.Bagaimana kabar Rosa,ya.
Jika Adam berharap pada Fitri ,itu berarti Adam sudah putus urat malunya.
sunaryati jarum
Tidak akan menang, sampai uangmu habis Adam.Selembar tes DNA yang kau gunakan sebagai senjata tidak akan mempan.Anak di bawah umur akan ada di bawah hak asuhnya apalagi riwayat Aiden dari kandungan sampai dua tahun ini tidak ada andil dari kamu, apalagi pekerjaan kami yang tidak akan mungkin bisa merawat Aiden.Sadar diri Adam!!
sunaryati jarum
Silahkan tes DNA toh tidak merubah apapun, seharusnya kamu terima kenyataan itu akibat kesombongan dan pengabaian,serta pengkhianatan kamu pada Fitri dan mendiang ibumu
sunaryati jarum
Adam tingkahmu menunjukkan rasa tidak bersalah, malah merasa jadi korban,lebih dewasa' dari dr Fitri tapi malah labil dan plin-plan
sunaryati jarum
Sekali , Fitri kamu jangan mau diajak balikan / rujuk sama Adam.Dia ingat kamu karena ekspektasinya pada Roda tidak sesuai harapan.Jika dia bahagia sama tidak akan ingat kamu.Kamu wanita berharga bukan barang,jika mau dipakai dicari sudah tidak dipakai dibuang.Emak suka cerita ini,tapi jika kamu rujuk sama Adam,emak berhenti mengikuti kisahmu
sunaryati jarum
Jangan sampai balikan ke Adam, berikan jodoh lain, jika Adam tahu ada anaknya jangan sampai ada perebutan hak asuh anak yang dimenangkan Adam
sunaryati jarum
Makan tuh Penyedalan, itulah jika mengabaikan amanah ALMH ibumu
sunaryati jarum
Ternyata banyak yang melindunginya ,Adam
sunaryati jarum
syukurin tuh makan sampah
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
aku suka Fitri teges banget. 👍. keren
Lee Mba Young
bagus Fitri. jng smp kalah.
jng mau balikan nnti apa lagi demi anak. jijik banget.
sekarang ngemis ngemis dulu sombong.
aku
aq salah baca ato apa. ahr bab sbelumnya bukane udh diusir, rosa bw koper gt ya 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!