Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Brak...

Suara pintu rumah reyot ditutup dengan kasar oleh Arya dari dalam.

Wajah Arya tampak sangat kusut karena malam ini mereka harus kembali berkemas terburu-buru.

"Sialan, baru juga sehari tinggal di sini, tempat ini sudah ketahuan mata-mata istana," keluh Arya kesal setengah mati.

Vanya berdiri bersandar di dinding sambil melipat tangan di dadanya dengan tatapan dingin.

"Sudah kubilang dari awal, manusia-manusia itu tidak akan pernah berhenti mencarimu," cibir Vanya tajam.

Arya mendengus sebal sambil memasukkan botol-botol minyak herbal miliknya ke dalam tas usang.

"Kalau bukan karena kamu bikin onar di istana, aku tidak bakal jadi buronan begini," balas Arya tidak mau kalah.

Vanya mendelik tajam ke arah Arya dengan kilatan mata merah yang menyala di kegelapan ruangan.

"Apa kamu bilang? Justru aku yang menyelamatkan nyawamu dari algojo-algojo bodoh itu!" sanggah Vanya ngegas.

"Iya, terserah ratu iblis saja yang paling benar," jawab Arya cuek bebek.

Arya segera menutup tas usangnya dengan bunyi gesekan ritsleting yang berderit pelan.

"Semuanya sudah beres, cepat bawa barangmu yang lain dan kita langsung pergi," perintah Arya.

Vanya mengerutkan keningnya jijik melihat tas kecil miliknya yang berisi beberapa barang seadanya.

"Barang apa? Aku tidak punya barang rongsokan seperti yang kamu miliki," ketus Vanya.

"Ya sudah kalau tidak ada, ayo jalan sekarang sebelum pasukan istana datang mengepung," ajak Arya sambil membuka pintu belakang.

Mereka berdua melangkah keluar menyelinap di antara bayangan gelap rumah-rumah tua pinggiran kota.

Krik... krik...

Suara jangkrik malam terdengar nyaring menemani langkah kaki mereka yang tergesa-gesa.

Udara malam di pinggiran barat terasa jauh lebih dingin menusuk tulang belakang.

Arya merapatkan jaket usangnya sambil terus berjalan cepat menembus lorong-lorong sempit yang sepi.

Vanya berjalan di sampingnya dengan langkah anggun tanpa suara sedikit pun.

"Kita mau lari ke mana lagi malam-malam begini, manusia?" tanya Vanya memecah keheningan.

"Kita cari kuil tua terbengkalai di kaki bukit barat, tempat itu jarang dijamah orang," jawab Arya fokus ke jalan.

"Kuil tua? Tempat menyeramkan seperti itu cocoknya buat kuburan massal," komentar Vanya mengejek.

"Makanya jangan banyak protes, daripada kita ditangkap terus dipenggal di alun-alun kota," balas Arya sinis.

Vanya mendengus pelan, memilih untuk menuruti langkah Arya demi menghindari keributan besar.

Mereka berjalan hampir satu jam penuh melewati semak belukar yang lebat dan jalanan tanah yang berlubang.

Kibas...

Dedaunan liar bergesekan dengan pakaian mereka saat menerobos jalan setapak.

"Aduh..."

Rintih Vanya pelan saat bahunya tidak sengaja membentur dahan pohon kering.

Arya menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang dengan sebelah alis terangkat.

"Kenapa? Luka bekas tebasan kemarin kambuh lagi?" tanya Arya memastikan.

"Diam kamu, bukan urusanmu," jawab Vanya ketus sambil memegang bahunya yang sakit.

Arya menghela napas panjang, lalu merogoh tasnya mengambil sebotol kecil minyak herbal.

"Nih, oleskan sedikit di bahumu biar darahnya tidak membeku dan bikin sakit," tawar Arya menyodorkan botol.

Vanya menatap botol kecil di tangan Arya dengan ragu-ragu dan rasa gengsi yang tinggi.

"Aku tidak butuh bantuan dari manusia rendahan," tolak Vanya memalingkan wajah.

"Terserah kalau mau pingsan di tengah hutan ini, aku tinggal lho ya," ancam Arya berbalik badan.

Vanya menggertakkan giginya kesal, terpaksa merebut botol minyak itu dari tangan Arya.

"Dasar manusia tidak punya hati!" gerutu Vanya sambil mengoleskan minyak ke bahunya.

Arya tersenyum tipis melihat tingkah arogan sang Ratu Iblis yang selalu kalah oleh rasa sakitnya sendiri.

"Udah selesai ngedumelnya? Kalau sudah, ayo lanjut jalan lagi sebelum kemalaman," ajak Arya.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan mendaki jalan setapak yang mulai menanjak curam.

Tidak lama kemudian, sebuah bangunan berarsitektur kuno tampak berdiri megah di balik rerimbunan pohon besar.

Kriet...

Pintu gerbang kayu kuil tua itu terbuka sedikit akibat tiupan angin malam.

"Nah, kita sampai, itu kuil tua yang kuimaksud tadi," tunjuk Arya ke depan.

Vanya menatap bangunan tua berlumut itu dengan saksama menggunakan mata tajamnya.

"Tempat ini benar-benar sunyi dan beraroma debu masa lalu," komentar Vanya.

"Yang penting aman dari kejaran prajurit istana, ayo masuk ke dalam," ajak Arya.

Mereka berdua melangkah masuk melewati halaman kuil yang dipenuhi dedaunan kering berserakan.

Sss... krik...

Suara angin malam berembus kencang melewati celah-celah dinding kuil yang retak.

Di dalam bangunan utama, patung dewa tua tampak berdiri kokoh dengan lapisan debu tebal di atasnya.

Arya menurunkan tas usangnya di dekat altar lalu menyapu lantai menggunakan sapu tangan seadanya.

"Lumayanlah, setidaknya ada atap buat berteduh dari embun malam," kata Arya lega.

Vanya duduk bersila di atas tikar batu dengan postur tubuh tetap tegak ala bangsawan tinggi.

"Tempat ini benar-benar membosankan," keluh Vanya sambil menutup matanya rapat-rapat.

"Mau cari tempat mewah ya silakan pulang sana ke istana iblismu," sindir Arya santai.

Vanya membuka matanya tajam lalu memelototi Arya dengan penuh amarah yang tertahan.

"Kalau saja kekuatanku sudah pulih seratus persen, sudah kuremukkan kepala mu dari tadi, Arya!" ancam Vanya geram.

"Iya iya simpan saja ancamannya, sekarang istirahat sana, besok kita harus cari makan lagi," suruh Arya cuek.

Arya merebahkan tubuhnya di lantai batu yang dingin, mencoba memejamkan mata untuk tidur.

Tiba-tiba, suara dengungan khas sistem berputar kencang di kepala Arya tanpa peringatan.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis mendeteksi lokasi baru: Kuil Kuno Terbengkalai.]

[Mendapatkan bonus poin sistem: +15 poin kedekatan karena berhasil berpindah tempat bersama target.]

Suara dengungan itu berhenti sejenak sebelum memunculkan notifikasi lanjutan.

[Perhatian: Membuka fitur baru level 1 - Analisis Energi Spiritual Target.]

Arya mengerjap-ngerjapkan matanya dalam gelap, membaca tulisan transparan yang melayang di kepalanya.

"Fitur baru lagi? Sistem ini makin lama makin mirip aplikasi game online," batin Arya mengeluh.

Ia melirik sekilas ke arah Vanya yang sedang duduk bermeditasi di sudut altar kuil.

Keluarnya cahaya merah samar dari tubuh Vanya tampak jelas terlihat berkat fitur baru sistem tersebut.

"Jadi itu energi iblis yang ada di dalam tubuhnya," pikir Arya memahami situasi.

Vanya yang merasa sedang diperhatikan langsung membuka mata merahnya tajam.

"Ada apa kamu melihatku terus? Mau cari mati di tengah malam?" tanya Vanya dingin.

"Nggak ada apa-apa, cuma ngecek apakah ratu iblisnya sudah tidur atau belum," jawab Arya asal.

Vanya mendengus sebal lalu kembali memejamkan matanya tanpa memedulikan Arya lagi.

Suasana malam di dalam kuil tua itu perlahan-lahan kembali sunyi dan tenang.

Arya menarik napas panjang, mencoba melupakan lelahnya hari ini demi menyambut hari esok yang tidak pasti.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!