Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adrian dan wulan

aji dan mela menempati rumah barunya, dan juga bersiap untuk melangsungkan akad nikah secara sirih.

selamatan sederhana yang di gelar di rumah sederhana itu, tujuan aji bukan ingin menambah istri, tapi menyelamatkan nyawa orang lain.

*****

beberapa minggu berlalu, aji sedang sibuk dengan kertas-kertas yang menumpuk di atas meja kerjanya. tiba-tiba ponsel aji berdering

"mas, mungkin dalam minggu ini aku akan melahirkan, menurut HPLnya" ucap wulan

"oke, aku usahakan pulang"

"jangan di usahakan dunk, tapi yakin pulang. temani aku" rayu wulan

Tak ada sedikitpun niat aji untuk pulang. aji hanya diam

"aku usahakan"

"katanya kamu mau belajar untuk mencintaiku mas"

"itu dulu sebelum tau kamu hamil"

"seharusnya tau aku hamil kamu harus cinta sama aku, sama anak kita"

"jangan memaksa aku lan... aku ndak suka di paksa. sudah aq lagi sibuk" ujar aji sambil mematikan ponselnya

"Seandainya kamu perempuan yang aku mau, pasti aku akan senang dengan kehamilan itu". ujar aji dalam hati.

*****

Dengan paksaan dari bu Lina, akhirnya aji pulang ke Jogja

"ma... mas teguh kapan pulang?"

"besok mungkin, katanya pingin naik kereta. jemput masmu di stasiun"

"siap ma"

"kamu datang langsung ke rumah sini?"

"iya... aku kangen masakan mama"

"bagaimana dengan istrimu ji? rumah tangga macam apa sih kalian ini"

"ya macam ini... seperti yang mama lihat"

"jangan seperti itu, mama ndak suka, bagaimana pun itu istrimu, kamu harus memperhatikannya"

"aku juga ndak suka kok"

"ndak suka apanya?"

"pernikahannya"

"ndak suka pernikahannya tapi pernah meniduri"

"mama belum percaya ke anak sendiri? suatu saat pasti aji buktikan kalau anak itu bukan cucu mama" ucap aji tegas

****

Keesokan harinya, aji pergi ke stasiun menjemput teguh dan istrinya

"hay ji.... " sapa seorang keamanan di stasiun itu

"halo teman... apa kabar... " aji menjabat tangan susilo teman satu kelasnya waktu sma dulu

"baik... kamu ikut kan reuni tahun ini"

"reuni? kapan?"

"mungkin akhir tahun ini"

"wah aku kok ndak tau ya, satu angkatan atau 3 tahun kebawah?"

"satu angkatan brow"

"owwww.... aku ndak tau lok"

"oh ya... kapan hari aku ketemu wulan sama Adrian di situ" ucap susilo sambil menunju sudut ruang di stasiun

"wulan? Adrian? kapan?"

"kalau ndak salah satu minggu kemarin"

Aji membatin apa susilo tidak tau kalau dia dan wulan sudah menikah

"salah orang mungkin kamu lok, mirip wulan mungkin"

"ndak ji... itu benar-benar wulan, dia hamil besar"

Penjelasan susilo meyakinkan aji

"kamu sekarang tinggal dimana ji?"

"aku di malang lok, ngurus kantor cabang orang tua disana... eh lok... kembali ke wulan, ngapain dia disini?"

"kayaknya Adrian mau pergi, pas dia berpamitan, Adrian mengelus perut wulan... romantis banget ji. kayaknya aku foto. mau aku sapa ndak bisa krn aku masih jam kerja"

aji semakin semangat mendengarkan cerita susilo

"pas Adrian mau cek in, itu baru aku sapa, ya memang benar Adrian, ndak salah lihat aku"

"kamu masuk di grup alumni sudah lama?"

"baru.. baru 3 mingguan. aku juga baru pulang dari papua, trus kerja disini" jelas susilo

"mana lihat kalau kamu foto mereka berdua, aku lama ndak ketemu wulan sama Adrian" alasan aji agar mendapatkan foto itu

Susilo mengeluarkan ponselnya, dan membuka galeri di ponsel itu.

"nih... nah ini" ucap susilo sambil menunjukkan salah satu foto

"ohh... iya.. kirim ke aku lok"

"buat apa?"

"ndak papa... siapa tau ketemu mereka, siapa tau lupa. kan lama ndak ketemu"

Susilo mengirim foto itu ke ponsel aji

"kamu kirim apa ndak ke grup sekolah? "

"ndak ji, buat apa"

"oke bagus" ucap aji senang.

Tak lama kemudian kereta yang di tumpangi teguh dan Monik sampai di stasiun kota Jogja.

"ji.... kapan wulan melahirkan?" tanya teguh sambil berjalan menuju parkiran mobil

"katanya sih minggu ini"

"kok katanya?" celetuk Monik

Aji diam

"nanti mas teguh lihat sendiri, selama ini kecurigaan ku memang benar"

"lihat apa?"

Sesampainya di dalam mobil, aji menunjukkan foto yang di dapat dari susilo tadi

"siapa laki-laki ini?" tanya teguh

"namanya Adrian, dia itu yang ngajak aku minum dulu mas. sampai aku mabok"

"owww... ya ya ya... trus kenapa wulan sama Adrian di stasiun?"

"wulan ngantar Adrian ke setasiun mas, nih ada foto lagi. ini waktu Adrian mengelus perut wulan. aneh apa ndak?"

"ndak ada yang aneh sih... siapa tau Adrian pingin istrinya juga hamil seperti wulan. ndak ada yang ganjil sih"

"ah mas ini ndak peka... siapa tau anak wulan itu anaknya Adrian"

mata teguh terbelalak "yang bener aja kamu ji"

"mas sama mama masih belum percaya juga ya? ya sudahlah, suatu saat nanti pasti akan aq bongkar"

Monik yang tak tau duduk permasalahannya hanya bisa mendengarkan dan diam tanpa berkomentar

****

sesampainya di rumah pak izam, rumah yang awalnya sepi kini menjadi ramai dengan kedatangan kedua anaknya

"ji, jemput wulan. biar rumahnya tambah rame" pinta bu lina

aji menuruti permintaan ibunya itu, kalau ndak dituruti pasti mamanya tantrum.

sesampainya di rumah wulan

"assalamu'alaikum... "

"Walaikumsalam... mas aji" ujar bik asih membuka pintu untuknya

"wulan ngapain bik"

"non baru pulang periksa mas"

"owww.... " aji pergi ke kamar menemui wulan

"mas... " wulan berhambur memeluk suaminya itu

"bagaimana dengan kehamilanmu? "

"alhamdulillah baik mas, dalam minggu ini lahiran. kangen mas... " ujar wulan memeluk erat tubuh aji

"mama Minta kamu ke rumah, ayo Siap-siap"

"kamu datang langsung ke rumah mama? ndak ke sini dulu?"

"iya.. aku kangen masakan mama"

Tak berapa lama wulan sudah siap untuk pergi ke rumah mertuanya itu. di sambut hangat oleh semua orang

Monik mengelus perut wulan

"semoga cepak ketularan ya sayang" ujar Monik kepada teguh

"gempur terus mas, biar cepat jadi" canda aji. tapi membuat wulan hanya diam

Malam semakin larut, aji dan wulan pamit undur diri dari rumah mertuanya itu

"kamu ke Jogja nyetir sendiri mas?"

"iya lah"

"kamu kenapa sih mas, dingin banget sama aku. aku kangen, tapi kamu ndak sama sekali" oceh wulan

"aku capek"

"kan kata mama, kamu datangnya kemarin, kok ndak langsung ke rumah"

"aku datang malam lan, habis makan trus ketiduran, trus jemput mas di stasiun"

wulan diam

"jangan marah-marah.. ndak baik untuk janinmu"

"anak kita mas"

aji diam tak menjawab

Sesampainya di rumah wulan

"sudah bisa tidur bareng kan?"

"belum bisa" ucap aji

Wulan diam, dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. wulan berharap aji pulang dengan kerinduan, tapi di luar perkiraan wulan. aji semakin dingin

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!