Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalung
Sementara itu kediaman keluarga Mahendra. Benar saja hal yang dilakukan oleh Angel.
Dirinya kini berada dalam posisi terancam. Jika hubungan Melda dan Vino membaik dengan Putri mereka. Kemungkinan besar dirinya akan tersisihkan sebagai orang luar.
Menelan ludah ketika memasuki kamar Melda. Perlahan dirinya bergerak membuka laci, kotak beludru berada di sana, berisikan sebuah kalung berlian. Tapi anehnya hanya kalung berlian kecil.
“Kenapa di ruangan Ibu cuma ada kalung berlian kecil ya? Perhiasan lainnya juga paling banter emas.” Angel tidak mengerti sama sekali. Melda hanyalah menantu yang tidak disayangi.
Sedangkan Vino hanya mendapatkan jabatan sebagai direktur dari ayahnya. Itu karena Vino menjadi putra yang tidak patuh, putra tidak kompeten yang tidak bisa diserahi perusahaan.
Jika bukan karena Melda terlanjur hamil cucunya, tidak mungkin sang kakek membiarkan kedua orang ini tinggal. Seharusnya mereka sudah diusir dari dulu.
“Tapi sudahlah, dengan begini arabella akan kembali menjadi orang jahat di otak kedua orang tuanya. Saat itu mereka hanya boleh menyayangiku. Tidak boleh kembali menyayangi arabella.” Dirinya mengamati situasi, dengan cepat menutup kotak beludru setelah menyimpan kalung itu ke dalam sakunya.
Kembali menutup pintu, bergerak mengendap-endap menuju kamar arabella. Kunci cadangan yang dicuri olehnya, digunakan untuk membuka kamar wanita itu.
Ketika kabar wanita itu terbuka, hanya rak-rak kosong yang terlihat. Angel pernah memasuki kamar ini beberapa kali.
Kamar yang paling mewah di kediaman Mahendra. Selain kamar sang kakek yang berada di kamar utama.
Biasanya koleksi perhiasan berjejer di rak-rak khusus. Sedangkan rak lainnya berisikan tas-tas mewah bernilai tinggi. Kini tidak ada satupun benda.
Angel mengerutkan keningnya, menggertakan giginya. Hanya sebagian kecil dari benda-benda itu yang sudah dimiliki olehnya.
“Seharusnya sedikit lagi mendapatkan lebih. Semua yang ada di kamar ini bahkan lebih mewah daripada kamar ayah dan ibu. Kalau bukan karena kakek sialan itu. Kakek jahat yang selalu menghukumku.” Angel mengepalkan tangannya, pada akhirnya meletakkan kalung itu di bawah bantal.
Dirinya keluar dari kamar, secara alami, nanti setelah kedua orang tuanya menyadari kalung itu hilang. Maka dirinya hanya tinggal mengusulkan menggeledah semua kamar. Benar-benar teknik yang bagus, benar-benar sebuah rencana yang brilian.
“Arabella maaf…tapi aku tidak ingin menjadi yang tidak disayang dan ditinggalkan lagi.” Itulah yang diucapkan olehnya ketika meninggalkan kamar arabella.
***
Sedangkan di dalam mobil Xavier yang melaju menuju kediaman Mahendra. Arabella menatap ke arah komentar-komentar yang terus berdatangan.
Komentar-komentar yang berisikan cacian terhadap hal tidak terpuji yang dilakukan oleh Angel.
‘Aku mengerti posisinya karena dia ingin kasih sayang. Tapi mengorbankan arabella seperti ini? Bukankah itu benar-benar jahat!’
‘Dulu…Aku adalah penggemar karakter Angel. Karena karakternya yang berani melawan pembullyan bagaikan malaikat surgawi. Tapi sekarang dia menjadi sebicik ini?’
‘Gila! Gila! Karakter Angel bahkan meminta maaf di depan kamar arabella. Mengatakan hanya ingin kasih sayang. Padahal kedua orang tua arabella sudah menyayanginya.’
‘Kenapa moral Angel jadi merosot seperti ini? Apa ini salah tulis?’
Komentar demi komentar yang membuat arabella menipiskan bibir menahan tawanya. Angel sudah terbiasa hidup di lingkungan kaya, kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan kakeknya. Sudah pasti kakeknya menegur kedua orang tua arabella untuk meminta maaf.
Arabella dapat menebak jalan pikiran Angel. Kalau Vino dan Melda meminta maaf, kemudian hubungan mereka membaik. Kakek yang tidak menyukai Angel, sudah pasti cepat atau lambat Angel akan diusir.
Kalaupun tinggal di rumah Cakra pada akhirnya. Kedua orang tua Cakra tidak menyukainya, karena membuat Cakra membatalkan perjodohan dengan arabella.
“Ini menjadi semakin menarik.” Arabella malah tertawa di dalam mobil yang melaju.
“Apa yang kamu tertawakan?” Xavier mengangkat sebelah alisnya.
“Kenapa kamu tidak mampir membelikan cemilan untuk Angelmu tersayang. Biasanya kamu selalu ingat membelikan cemilan untuknya.” sindir arabella.
“Bukankah kita sepakat, hal yang terjadi sebelumnya kita lupakan saja. Itu karena kita sedikit gila sementara.” Xavier berusaha keras untuk tersenyum.
“Baiklah! Baiklah! Tapi, sembunyikan dulu luka di lengan bajumu. Jangan sampai membuat malu, seolah-olah kamu tidak bisa hidup karena seorang Angel menikah dengan pria lain.” Arabella kembali menertawakannya.
Kritt…
Mobil ditepikan di pinggir jalan, Xavier terlihat kesal.”Tutup mulutmu!”
“Karena memiliki mulut aku memiliki hak untuk bicara. Kamu tidak bisa mencegahku untuk membuka mulutku kecuali Kamu—” kalimat arabella terhenti.
Wanita itu membulatkan matanya, merasakan lembutnya bibir Xavier. Merasakan hembusan nafas beraroma mint. Pemuda yang jika dilihat dari jarak yang begitu dekat, begitu nampak lebih rupawan lagi.
Arabella menelan ludahnya, sedangkan Xavier hanya sedikit tersenyum.”Wajahmu merah seperti tomat. Inilah akibatnya kalau tidak bisa diam. Kalau aku bilang tutup mulutmu, itu artinya tutup mulutmu.”
“Kamu…itu ciuman pertamaku.” Wanita yang menarik rambut Xavier begitu kencang.
“Sakit! Itu juga bisa dikatakan ciuman pertamaku! Jadi kita seri! Lepas!” Teriak Xavier berusaha melepaskan jambakan rambut dari arabella.
Arabella perlahan melepaskan tangannya.”Bisa dikatakan ciuman pertamamu?”
“Saat usia 5 tahun. Kalau tidak salah, kamu pernah membantuku bangkit dari kolam ikan karena aku menangis saat diejek oleh teman-teman. Orang-orang mengatakan aku kotor, dengan bau amis dari kolam ikan. Lalu…ibuku iseng berkata. Xavier, karena arabella sudah menyelamatkanmu. Kamu harus memberikan imbalan kepadanya, berupa ciuman. Cium di bagian bibirnya. Itulah perintah ibuku saat itu. Aku yang masih berusia 5 tahun hanya dapat menurut dan keperjakaan dari bibirku lenyap.” Xavier penghela nafas berkali-kali.
Sedangkan arabella berusaha keras untuk tersenyum.”Brengsek! Ternyata sejak umur 5 tahun kamu memang sudah brengsek!” Teriak arabella yang memang sudah melupakan semua kejadian di masa kecil itu.
Tapi sudahlah, mereka memang sedikit bertengkar. Tapi semuanya hanya hubungan yang begitu hangat. Mobil kembali melaju setelahnya menembus jalanan perkotaan.
Hingga pada akhirnya kembali memasuki gerbang kediaman Mahendra. Sebuah gerbang besar, berwarna hitam, dengan motif yang begitu indah. Ketika masuk di bagian dalamnya, rumah berlantai 3 itu terlihat.
Kedua orang yang turun dari mobil setelah Xavier memarkirkan mobilnya.
Arabella melangkah penuh percaya diri. Menggunakan baju berwarna merah yang baru dibelinya. Bukan tas branded yang digunakan, hanya tas murahan biasa. Berjaga-jaga jika Angel mengatakan menyukai tasnya. Kemudian kedua orang tuanya merampas untuk diberikan kepada Angel yang katanya hanya anak yatim piatu. Berbeda nasib dengan dirinya yang sudah kaya dari lahir.
Pada akhirnya langkahnya terhenti di ruang tamu. Melda duduk di sana sembari menitikan air matanya.
“Aku masih ingat, aku meletakkannya di atas meja. Itu adalah kalung termahal yang aku miliki. Sekarang hanya tinggal kotak beludru nya saja.” Suara tangisan Melda terdengar, Angel merangkul bahunya bagaikan berusaha menenangkan Melda.
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.