Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diandra
"Insya Allah tidak...."
Belum sempat Zaki menyelesaikan ucapannya, Brata tiba tiba saja datang mendekat bersama Briana yang sudah sadar dengan wajah panik.
"Pak, ada murid perempuan mau bunuh diri di gedung SMP dia berdiri di roof top gedung" ucap Brata menunjuk seorang murid yang sedang berdiri di ujung pagar pembatas roof top tersebut.
"Innalillahi, baru saja aku mau bilang tidak akan terjadi apa apa" ucap Zaki
"Tolong dia Om, kasihan sepertinya dia patah hati karena cinta di tolak dukun bertindak tidak berhasil" ucap Cantika
"So tahu" ucap Brata
"Ya kalau orang putus asa mau bunuh diri itu, kalau bukan karena patah hati ya pasti karena banyak hutang, anak sekolahan punya hutang apa sih paling juga hutang ke ibu kantin dan sering pura pura lupa kalau ngutang lagi" jawab Cantika
Zaki segera menuju ke roof top gedung SMP, di bawah para penjaga sekolah sudah menggelar kasur darurat bahkan ada yang membawa matras di gedung olah raga untuk berjaga jaga takutnya murid itu langsung melompat dari atas.
Kaivalya dan teman temannya juga mengikuti dari belakang, bahkan mereka bisa melihat ada sosok itu di belakang murid perempuan yang wajahnya juga terlihat seperti orang mati.
"Kenapa tiba tiba dia ada di belakang murid itu ya?" tanya Aariz
"Iya, sepertinya dia jin yang suka membuat orang putus asa" jawab Kaivalya
"Tapi Suga bilang dia hanya mengikuti si Heru kan?" tanya Mustafa
"Katanya sih begitu, setiap ke sekolah Heru selalu di temani sosok itu" jawab Kaivalya
Saat sampai di roof top gedung SMP, ternyata Icang juga sudah di sana dan sedang menarik murid itu dari cengkraman sosok yang akan menjatuhkannya, ternyata murid itu di rasuki agar dia melompat dari atas dan Icang menyadari itu setelah Suga mengatakan ada bahaya di sana.
"Om Zaki, Om Brata, Tante Briana, mundur! Ada Om Icang di sana sedang melawan makhluk itu" ucap Kaivalya
"Tapi bagaimana kita bisa menyelamatkan dia kalau kita hanya diam?" tanya Zaki
"Biar kami yang mendekat ke sana Om" jawab Mustafa
Mustafa, Aariz dan Arthayasa mulai mengeluarkan energi milik mereka begitupun dengan Cantika yang meminta khodam pendampingnya untuk membantu Icang, mereka membantu Icang dan Kaivalya mengendap endap ke sisi gedung untuk mendekati gadis yang terlihat tidak sadarkan diri tapi tubuhnya tetap berdiri.
"Aku akan membuat semua orang kesepian di sini putus asa dan memilih untuk mati" ucap sosok itu.
"Dan selama aku ada di sini, jangan harap kamu bisa melakukan itu!" bentak Icang
Bisa saja Icang mendorong sosok itu langsung dan menghabisinya, tapi sosok itu membawa murid di sana dan Icang tidak bisa membahayakan semua murid yang ada di wilayah kekuasaannya.
"Jangan ragu Om, di bawah orang orang sudah bersiap" ucap Cantika
Sosok bayangan itu menatap ke arah Cantika, seringai tipis di perlihatkan sosok itu saat melihat Cantika yang menurutnya punya kesedihan di hatinya dan juga bisa dia hasut.
"Kamu.... Kamu yang selanjutnya..."
Srak.
"Aakkhh! Apa ini!" teriak sosok itu ketika Kaivalya melemparkan sirih merah kering yang sudah dia campur dengan garam Sutinah ke arah tangan sosok itu, tangannya langsung terasa panas dan mengeluarkan asap hitam yang otomatis membuat cengkeramannya terlepas sampai si gadis hampir saja terjatuh kalau Kaivalya terlambat menarik tangan gadis itu dan memeluknya.
"Murid dari kelas mana dia?" tanya Zaki
"Murid baru dari kelas sembilan pak, Diandra Deril Alamsyah" jawab Brata
"Aku lupa kalau Deril Chandra Alamsyah sudah memasukkan anaknya ke sini" gumam Zaki
"Aakhhh aku tidak akan pergi dengan mudah!" teriak sosok itu menghilang dari sana
"Dia terluka jadi pasti dia akan memulihkan diri dulu sebelum datang lagi" ungkap Icang berterima kasih pada anak anak yang sudah membantunya
"Sirih itu jadi senjata Lo sekarang?" tanya Aariz
"Iya, itu berguna juga ternyata" jawab Kaivalya masih menggendong gadis yang tak sadarkah diri itu.
"Bawa kemana ini Om?" tanya Kaivalya
"Bawa ke kamar kamu saja" celetuk Briana
"Boleh Om?" tanya Kaivalya malah menanggapi omongan Briana.
Plak.
"Bawa ke UKS, mungkin Gio masih ada di sana" jawab Zaki menggeplak kepala Kaivalya
"Gue mau gendong juga dong Om, mungkin Lo nggak kuat" ucap Mustafa
"Gue kuat, lagian dia sepertinya nyaman sama gue, gue jadiin pacar deh boleh ya Om?" tanyanya lagi tak tahu malu.
"Dia mana mau sama Genderuwo" gerutu Cantika langsung di jewer Icang
"Hehe... Maaf Om" ucap Grace cengengesan.
Kaivalya membawa murid itu ke UKS, orang tuanya juga sudah di telepon tapi Zaki terkejut karena ternyata kedua orang tua Diandra sudah terbang ke Jepang untuk urusan bisnis dan meninggalkan Diandra hanya bersama pengasuhnya saja dan juga seorang asisten rumah tangga di rumahnya.
"Padahal tadi pagi masih bertemu" gumam Zaki
"Asisten rumah tangganya sendiri yang bilang kalau pak Deril dan Bu Lita sudah pergi ke Jepang tadi pagi pak" jawab Brata
"Bawa pulang ke rumah papa saja Om, kasihan nanti di ganggu hantu itu lagi" bujuk Kaivalya
"Diam kamu, jangan macam macam" ucap Zaki membuat Kaivalya lesu.
Diandra terlihat pucat, apalagi kulitnya begitu putih seputih susu membuat wajahnya semakin terlihat pucat dengan bibir mungil yang membuat Kaivalya tidak bisa memalingkan wajahnya dari Diandra.
"Kasihan deh Lo" ledek teman teman Kaivalya
"Gue tandain dulu deh, kamu milikku, Diandra Deril Alamsyah adalah milik Kaivalya Rajasa Danendra" bisik Kaivalya menggigit telinga Diandra ketika semua orang sedang sibuk mengobrol.
Dan tiba-tiba saja telinga Diandra terpasang sebuah anting emas putih yang sama dengan yang di pakai Kaivalya. Kenapa itu bisa muncul? Karena anting Kaivalya muncul tiba-tiba setelah dia demam saat memakan buah keramat.
"Eh... dia sepertinya pernah aku lihat tapi di mana ya" gumam Cantika
"Keluarga besar Alamsyah, dia salah satunya" jawab Aariz karena dia mengenal Diandra setelah tantenya menikah dengan Om dari Diandra.
"Ko bisa jin itu merasuki dia? Kan dia bukan perempuan kesepian?" tanya Kaivalya karena dia juga mengenal anggota keluarga Alamsyah meskipun hanya satu.
"Pasti karena Diandra sekolah di sini, dia kan dulu sekolah di Alamsyah high school dengan para keluarganya, ko pindah ya" gumam Arthayasa.
"Anaknya Tante Raisha seusia dia dan selalu di bilang kembar dengan Diandra karena mereka lahir hanya beda beberapa minggu saja tapi kenapa Diandra pindah ke sini ya" gumam Aariz yang akan menanyakan masalah itu nanti pada tantenya.
"Apa jin itu salah sasaran karena melihat kulit pucat gadis ini?" tanya Kaivalya mengusap pipi Diandra.
Plak.
"Jangan modus juga karena Diandra ini saudara gue" gerutu Aariz menggeplak kepala Kaivalya.