Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30: igauan seblak,dunia modern,dan janji sang jendral

Pertanyaan menggoda dari Pangeran Mo Cheng sukses membuat Xie Yufei mematung di pinggir ranjang. Kamar penginapan yang tadinya dingin mendadak terasa seperti sauna pribadi.

(Buset! Mas Jenderal kalau lagi mode ngalus gini tingkat bahayanya ngalahin bom asap belerang tadi siang woy! Pake nanya mau tidur bareng segala lagi, jantung gue udah kayak mau copot dari tempatnya! Ingat Yufei, jaga harga diri anak kosan! Jangan sampai goyah cuma gara-gara tatapan spek pangeran tampan!)

"Hamba... hamba tidak berani, Yang Mulia! Sofa itu sudah sangat cocok untuk Anda, silakan dinikmati!" jawab Yufei dengan suara cempreng bergetar di luar, sambil bur-buru menarik kelambu sutra ranjang untuk menutupi tubuhnya yang sudah gemetar karena salting brutal.

Pangeran Mo Cheng yang mendengar kepanikan luar biasa di dalam hati Yufei hanya bisa tersenyum tipis. Dia merebahkan tubuh tegapnya di sofa kayu yang keras, melipat kedua tangannya di dada dengan mata terpejam, bersiap untuk menjaga malam panjang ini.

Karena kelelahan fisik dan mental yang luar biasa setelah seharian menghadapi serangan babi hutan, interogasi berarang, hingga melempar bom asap sereh, Yufei tidak butuh waktu lama untuk langsung terlelap di atas ranjang empuk tersebut.

Suasana malam di Penginapan Anggrek Merah semakin larut dan sunyi. Hanya terdengar suara jangkrik dari luar jendela dan embusan napas teratur Yufei yang sudah masuk ke alam mimpi.

Di sudut kamar, Pangeran Mo Cheng belum sepenuhnya tidur. Insting militernya tetap waspada terhadap situasi sekitar. Namun, perhatian sang pangeran mendadak teralih saat mendengar suara gumaman tidak jelas dari balik kelambu ranjang.

Yufei ternyata sedang mengigau. Tubuhnya bergerak gelisah, dan dari bibir mungilnya meluncur kata-kata yang sangat asing bagi telinga orang dinasti kuno.

"Aduh... Abang ojek online-nya mana sih? Udah kelaparan nih gue..." gumam Yufei dengan suara serak khas orang mengantuk. "Duh, pengen seblak ceker mercon level lima, bund... pedasnya mantap..."

Pangeran Mo Cheng membuka matanya lebar-lebar dalam kegelapan. Alisnya bertaut rapat. Ojek online? Seblak ceker mercon? Level lima? Istilah aneh apa lagi ini?

Belum sempat sang pangeran mencerna kata-kata itu, Yufei kembali mengigau, kali ini suaranya terdengar agak panik seolah sedang dikejar sesuatu di mimpinya. "Awas! Jangan tembak pakai pistol! Itu agen rahasia baju jas hitam bawa senjata... Lari woy, nanti kena peluru!"

Pistol? Jas hitam? Peluru?

Pangeran Mo Cheng langsung terduduk tegak di sofanya. Pikiran dan batinnya bergejolak hebat. Selama ini dia bisa mendengar semua isi kepala Yufei yang penuh dengan kata-kata gaib, namun mendengar gadis itu menyebutkannya secara langsung lewat mulut saat tidak sadar, memberikan konfirmasi yang sangat nyata di kepala sang jenderal.

Gadis ini... Xie Yufei yang berada di depannya saat ini, sama sekali bukan Nona Muda dari kediaman keluarga Xie yang asli. Jiwa di dalam tubuh ini berasal dari sebuah tempat yang sangat jauh, sebuah dunia misterius yang memiliki 'ojek', 'pistol', dan ramuan bernama 'skincare'.

Pangeran Mo Cheng menatap kelambu ranjang dengan pandangan yang sangat dalam dan rumit. Tidak ada rasa takut atau curiga di hatinya. Alih-alih menganggap gadis ini sebagai siluman atau penyusup jahat, Mo Cheng justru merasakan sebuah kehangatan dan rasa iba yang mendalam yang memenuhi dadanya.

Dia menyadari betapa sendiriannya gadis ini, terlempar ke dunia kuno yang asing dan penuh dengan bahaya politik istana, namun masih bisa bertingkah sekocak dan seberani itu demi bertahan hidup.

Pangeran Mo Cheng berdiri dari sofa, melangkah sangat pelan tanpa suara menuju pinggir ranjang. Dia menyibak sedikit kelambu sutra, menatap wajah tidur Yufei yang kini sudah kembali tenang. Rambut hitamnya sedikit berantakan di atas bantal, tampak sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.

Sang jenderal agung itu mengulurkan tangannya, dengan sangat perlahan merapikan sehelai rambut yang menutupi dahi Yufei, memastikan tidak membangunkannya.

"Dunia modern... seblak..." bisik Pangeran Mo Cheng dengan suara yang teramat lembut, meniru istilah yang didengarnya. Sebuah senyuman hangat terukir di wajah tampannya. "Aku tidak peduli dari mana asalmu atau siapa dirimu yang sebenarnya di dunia sana, Yufei."

Mo Cheng mengepalkan tangannya perlahan, menatap wajah gadis itu dengan tatapan penuh kepemilikan yang mutlak.

"Kau sudah terlanjur masuk ke dalam hidupku, mengacaukan pikiranku setiap hari dengan batinmu yang berisik itu. Jadi, jangan pernah berpikir untuk kembali ke duniamu. Aku akan memastikannya... kau akan tetap aman berada di sisiku, bahkan jika aku harus melawan seluruh isi kekaisaran ini."

Tepat setelah Mo Cheng mengucapkan janji sakralnya itu di dalam hati, tiba-tiba Yufei bergerak sedikit, membalikkan badannya ke samping, lalu kembali mengigau pendek dengan wajah merona tipis:

"Mas Jenderal... jangan pasang muka triplek mulu... ntar gantengnya ilang..."

DEGGG!

Dipuji ganteng saat sedang mode serius membuat pertahanan Pangeran Mo Cheng langsung runtuh seketika. Telinganya kembali memanas brutal dalam kegelapan kamar malam itu. Dia buru-buru menutup kembali kelambu ranjang dan melangkah cepat kembali ke sofanya dengan detak jantung yang mendadak tidak karuan.

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!