Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Jadi Istri Kedua

Terpaksa Jadi Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Namaku Naura Callista, aku datang ke ibu kota untuk kuliah disalah satu unniversitas disana dengan mendapatkan beasiswa.
Aku berasal dari panti asuhan di kota S, kota yang jaraknya lumayan jauh dari ibu kota.

Satu tahun lebih berlalu. Aku memutuskan untuk bekerja di sebuah restoran dekat kampus untuk memenuhi kebutuhan hidupkh di jakarta, karena selama ini pihak pantilah yang memenuhi kebutuhan hidupku.

Linda adalah pemilik resto itu, hubunganku dengan Linda sangat dekat, kami sudah seperti keluarga. Suatu ketika Linda mengidap penyakit, dan itu membuat pernikahannya mulai renggang karna suaminya jarang pulang kerumah.
Linda menceritakan kekhawatirannya pada Aura, dia takut suaminya jatuh kepelukan perempuan lain dan pada akhirnya meninggalkan dia.

Hingga pada akhirnya, Linda memaksa Aura untuk menikah dengan Brian. Mungkin lebih baik Brian berada dipelukan Aura yang sudah dia anggap seperti adik sendiri, dari pada harus merelakannya dengan orang lain sebelum dia menghbuskan nafas terakhirnya.

Aura yang merasa banyak berhutang budi pada Linda, terpaksa menuruti permintaan Linda untuk menikah dengan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Kak Er sangat percaya diri,," Jawab Aura,,,

Erlan mengangkat sudut bibirnya,, Dia semakin gemas pada Aura, sudah tertangkap basah tapi tetap tidak mau mengakuinya..

Mereka sampai di sebuah Mall, setelah melakukan perjalanan selama 30 menit.

Erlan mengandeng tangan Aura saat mereka sudah keluar dari mobil.

Detak jantung keduanya beradu,, merasakan getar yang menjalar di hatinya, membuat jantung mereka berdetup kencang.

Aura dengan malu malu mengikuti langkah Erlan memasuki Mall,, Erlan membawa Aura ke restotan yang cukup besar.

Erlan menarik kursi dan mempersilahkan Aura untuk duduk..

"Duduklah,," Ucapnya lembut, setelah menarik kursi dari bawah meja.

Aura tersipu malu, karna Elan tersenyum manis padanya..

Aura menenpatkan dirinya di kursi itu. Erlan duduk di sebekahnnya

'Kak Er,, sepertinya aku benar benar jatuh cinta padamu. Rasanya aku tidak bisa jika harus jauh darimu. Aku juga tidak ingin perhatianmu padaku hilang begitu saja..

Kak Er, Katakan sekali saja jika kau mencintaiku,, katakan jika kau menginginkanku, katakan jika kau ingin bersamaku.' Batin Aura..

"Aura,," Erlan memanggil Aura dengan pelan, tangannya nemepuk pundak Aura.

Aura sedikit tersentak dan buyar dalam lamunan.

"Eh kak Er,, kenapa,,?" Aura menatap Erlan,, sedengkan Erlan memutar bola matanya ka arah depan Aura.

Aura mengikuti putaran bola mata Erlan..

"Ah ya ampun,, bikin kaget saja,," Ujar Aura setelah melijat seorang pelayan yang sedikit membungkuk, memegang buku catakan dan pulpen. dia menatap Aura.

"Jad nona mau pesan apa,?," Tanya pelan itu..

'Apa dia sudah lama bersiri disitu,, ya ampun bikin malu saja, pasti dia melihatku melamun sambil menatap kak Er,'

Aura pun memesan makan siangnya. Lalu pelayan itu kembali.

"Kenapa kak Er tidak bilang dari tadi,,?" Tanya Aura yang sedikit cemberut.

"Bilang apa,,?" Erlan balik bertanya, pura pura tidak tau. Dia menatap Aura dengan kening yang mengkerut..

"Ah,, tidak ada,," Jawab Aura datar.

Erlan tersenyum..

"Apa belum puas memandangi wajahku saat di mobil, sekarang kau mengulanginya lagi di tempat umum." Erlan terkekeh geli,, lalu mendekatkan wajahnya pada telinga Aura.

"Pelayan itu memperhatikan mu yang sedang terpesona padaku.." Goda Erlan..

"Kak Er,,,!!" Aura melayangkan tinju di lengan kekar Erlan.

Sekita wajah Aura merona,, dia menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya.

"Apa aku setampan itu?,," Goda Erlan yang terdengan jelas di gelinga Aura.

Aura membuka matanya, ternyata Erlan mendekatkan kembali wajahnya.

Aura meletkan telapak tangannya di wajah Erlam, lalu mendorongnya perlahan..

"Menjauhlah,," Tangan Aura mendorong wajah Erlan agar menyingkir dari wajahnya. Aura menahan malu,, dia bisa menebak jika saat ini wajahnya sudah seperti tomat matang..

"Katakan dulu jika aku tampan,," Goda Erlan,, dia terus menatap Aura, membuat Aura salah tingkah.

"Kakak sangat jelek,," Jawab Aura.. Aura menundukan pandangannya.

Erlan terkekeh, dia mencubit gemas hidung Aura..

"Kau sangat manis,," Ucapnya,, Pipi Aura semakin merona dibuatnya.

Erlan mengembangkan senyum, entah kenapa dia begitu menyukai momen ini.

Erlan semakin yakin jika saat ini Aura sudab mulai membuka hati untuknya.

Aura tidak lagi cuek padanya,, bahkan Erlan sering menangkap basah Aura yang diam diam memandangi wajahnya.

Laki laki itu mengucap syukur dalam hatinya, usahanya selama ini untuk mendapatkan hati seorang gadis yang sangat dia cinta tidaklah sia sia.

Selama empat bulan ini Erlan menahan untuk tidak menyatakan cintanya pada Aura.

Erlan tidak mau Aura menjauh karna dia mengungkapkan perasaannya pada Aura yang belum bisa menerima Erlan dalam hatinya.

Beberapa saat kemudian pelayan membawakan pesanan mereka.

Mereka menghabiskan makan siang tanpa banhak bicara,, Aura terlalu malu untuk berbicara pada Erlan.

Sesekali Erlan munyuapi makannanya ke mulut Aura,, awalnya Aura merasa canggung dan malu untuk menerima perlakuan romantis dari Erlan, namun Erlan membuatnya tidak bisa menolak.

Meskipun begitu, Aura sangat menikmatinya, Aura bahagia bisa diperlakukan seperti itu oleh orang yang dia cintai.

Selesai makan siang, mereka ke gedung bioskop untuk menonton.

Erlan membeli popcorn dan softdrink setelah memberi tiket.

Aura dan Erlan masuk kedalam ruang teater yang masih kosong.

Aura celingukan, memutar bola matanya keseluruh ruangan yang masih kosong itu.

"Kak,, kita nggak salah masuk,?. tidak ada orang disini.." Ujarnya yang masih celingukan.

Sedangkan Erlan menggandeng tangan Aura, menuntunnya untuk menuju tempat duduk di bagian tengah.

"Kamu pikir kita hantu,,?" Jawabnya sambil tersenyum.

"Sudah duduk saja, dan nikmati filmnya, mungkin yang lain terlambat.." Lanjutnya setelah sampai di tempat yang Erlan inginkan.

Aura hanya.mengangguk, walaupun sebenarnya jawaban Erlan tidak masuk akal.

Bagaimana bisa mereka terlambat berjama'ah.

Mereka duduk sebelahan, beberapa saat kemudian film di putar, sampai 30 menit ruangan itu masih sepi, tidak ada orang lain selain mereka. Aura semakin curiga.

"Kakak yakin mereka terlambat,,?? ini sudah 30 menit tapi kenapa belum ada orang laon yang masuk,,?" Aura menatap Erlan dengan penuh tanya..

"Kenapa kamu memikirkan mereka,? bukankah begini lebih baik,?. kita bisa melakukan apapun tanda di lihat orang,," Goda Erlan,, dia menatap Aura penuh cinta..

Mata Aura terbelalak, dia kesal sekaligus malu dengan ucapan Erlan.

Aura mencubil lengan Erlan.

"Aawww,, kenapa mencubitku,," Ucap Erlan, dia mengusap usap lengannya yang tidak sakit, matanya fokus menatap wajah Aura.

"Kakak mesum,," Jawab Aura malu malu,, dia mengalihkan pandangan pada layar besar di depannya.

Erlan menggelengkan kepala, tersenyum simpul.

Erlan meletakan tangannya di dagu Aura, lalu menariknya ke hadapan wajah Erlan.

Wajah mereka begitu dekat, meskipun di dalam ruangan ini sangat redup, hanya ada cahaya dari pantulan layar, namun dengan jelas Erlan bisa menikmati keindahan yang ada di depan matanya..

Wajah gadis itu terlihat sangat cantik, membuat Erlan tidak bisa berpaling.

Jantung Aura berdetak kencang, wajah mereka semakin dekat, Aura memejamkan matanya. Napas Erlan berhembus pelas di wajahnya.

"Aku akan mesum jika kamu mau,," bisik Erlan di telinga Aura. Aura membuka matanya yang sudah membulat penuh, dia menepis tangan Erlan dari dagunya. Wajahnya kembali merona.

"Aa,,apa maksud kakak,,?" Tanyanya gugup...

Erlan tersenyum dan mengusap usap kepala Aura.

"Bukankah tadi kamu bilang kalo aku mesum,,? aku akan melakukannya jika kamu mau,," Ucapnya dengan menggoda..

"Kak Erlaann...!!!" Teriak Aura,, dia sangat malu pada Erlan.. Aura meraih softdrink yang ada di sampingnya, lalu meletakkan kembali setelah menyesapnya. Matanya fokus ke depan tanpa memperdulikan Erlan yang terlihat senyam senyum sendiri.

Wajah Aura semakin memerah akibat ulah Erlan.

Tidak lama lampu proyektor mati, ruangan itu seketika gelap gulita, Aura yang takut gelap langsung melonjak, dia berteriak dan reflek memeluk orang yang ada di sebelahnya.

"Aaaaa,, kak Er,,, aku takut,,,!!!!" Teriak Aura dengan memeluk tubuh Erlan. Erlan menyeringai mendapat pelukan mendadak dari Aura.. Erlan menundukan kepalanya, perlahan tangannya di letakan di kepala Aura, Erlan mulai mengusapnya tanpa bersuara.

"Ya ampun, kenapa bisa mati lampu disini,," Suara Aura terlihat ketakutan, tangannya masih erat mendekap tubuh Erlan, menyenderkan kepalanya di dada bidang itu.

Tak lama lampu proyektor itu menyala kembali, namun Aura masih mendekap Erlan.

Erlan yang dalam posisi menunduk bisa melihat jelas raut wajah Aura yang ketakutan dan memejamkan matanya.

"Ekheemm" Deheman Erlan membuat Aura membuka matanya menatap ke atas, Aura melongo karna wajah Erlan tepat berada di atasnya dengan jarak begitu dekat.

Hembusan napas Erlan membelai wajah Aura,membuatnya terperangkap dalam lamunan.

Aura memandangi wajah tampan Erlan begitu dalam,, sorot matanya penuh kekaguman dan cinta.

"Ekheemm,,," Erlan berdehem untuk kedua kalinya, membuat Aura keluar dari lamunan.

Seketika Aura melepas pelukannya, duduk dalam posisi semula.

Malu, malu, malu,, hanya itu yang Aura rasakan, dia bahkan tidak berani bersuara atau menatap Erlan.

Ingin rasanya Aura pingsan saat itu juga, betapa malu dirinya.

Memeluk Erlan dan lagi lagi tertangkap basah sedang mengagumi ketampanannya.

1
Mei Prw
luar biasa
Arsuni Gustaf
jadi gj suka sana Aura....kok dk mau jujur sana Erlan.
Soraya
mksh
Soraya
mksh ya thor karyanya👍
Soraya
sepertinya Aura cuma dimanfaatin untuk punya anak doang sm Linda dn Brian
Soraya
pa kbr nya sm Linda thor
Soraya
bingung mau saran jempol aja thor
Dewi Rusiyanti
no
Ibelmizzel
aku mampir ni Thor 💪💪💪
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak👍
sherly
yg tenang ya linda jgn gentayangan
sherly
dulu Linda sekolah seni makanya pandai bersandiwara
sherly
kamu nanya segitu marahnya Brian Ama kamu aura? mikir aja sendiri oon banget
sherly
mama Linda jgn2 si Mirna.. kalo iya artinya Linda dan aura saudara tiri
sherly
ngapain sama er ortunya ngk setuju mendingan Ama ricko ortunya syg Ama kamu
sherly
luar biasa juga Brian nih sanggup HBS Ama aura Trus ke Linda dihr yg sama ngk satu kali tp bisa berkali kali.. mantap vitaminnya ya pak... hahaha
sherly
indah bener hidupmu Brian...
sherly
astaga dgn segala rencana kalian yg enak tetep aja Brian dpt 2 bini.. capek lah kamu ngurusin mereka diranjang hahahha
sherly
kirain kabar baik apa. .. eh ternyata er batal tunangan kayaknya itu ngk kabar baik deh Krn aura dah sepenuhnya istri brian
sherly
malang nasibmu aura diranjang aja dia manggil sayang eh giliran ada ditempat umum malah ngk di lirik sekalipun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!