Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke sekolah
"Huft..."
"Ngapa lu?" tanya Aulia, melihat Danish menghembuskan nafas panjang
"Gue bantu apa? Ga ada yang bisa gue banggain" jawab Danish minder
"Elah Dan, lu mah kek gitu jadi pikiran. Program si Aulia kagak maksa juga pan, lu bisa bantu tenaga kalo emang ngerasa ga enak. Weekend misalnya, lu bisa turun lapangan buat bantu." ucap Emir membesarkan hati Danish
"Bener tuh Dan, lu bisa bantu Aulia banyak hal." sambug Celine
"Iya, lu mah kek gini aja jadi pikiran. Mending mikirin gue, siapa ta...
"Kagak, kalo gue di suruh mikirin lu. Mimpi buruk Li, please lah jangan kasih saran, yang bisa menjerumuskan gue ke mimpi buruk ini." potong Danish, Aulia langsung memukul keras bahu Danish.
"Berani lu bilang gitu ma gue, mang bakal kek mana sih mimpinya?" ucap Aulia tak terima
"Lu garang Li, bisa-bisa gue babak belur pas bangun tidur. Ngeri gue mah, takut trauma." balas Danish, tawa mereka pun pecah. Canda tawa meramaikan halaman rumah Aulia, bu Ulfa merekam semuanya. Ia tersenyum, melihat tawa nona mudanya.
"Alhamdulillah, selalu bahagia non." gumam bu Ulfa
Belajar kelompok bubar, setelah makan malam yang terlambat. Tak ada kata diet, saat melihat dan mencium menu masakan bu Ulfa. Mereka semua makan, menikmati semua makanan tersebut.
"Kami pamit yaaaaa... ibunya Auliaaaa, kami pulaaang dulu." teriak Celine melongokan sebagian tubuhnya, seraya melambaikan tangan. Mobil yang menjemputnya, melaju keluar teras.
"Iya bu, kami pulang. Terima kasih makan malamnya, Assalamu'alaikum" ucap Alwi, seraya mencium punggung Bu Ulfa. Ia memakai helm, lalu menaiki motor sport nya.
"Jangan kapok ya bu, kayanya kita bakal sering-sering belajar di sini." sambung Iqbal, melakukan hal yang sama dengan Alwi
"Ahh.. lu mah bukan belajar kali, numpang makan." celetuk Emir, sembari mencium punggung tangan Bu Ulfa. Ia membuka pintu mobil, lalu membuka kaca jendela mobilnya.
"Tau aja lo, masakan tante Ulfa enak pake banget." mereka pun tertawa
"Wa'alaikum salam, hati-hati kalian semua. Sering-sering main ke sini, ibu ga kapok." jawab bu Ulfa
Satu per satu pulang, ada yang di jemput. Ada pula yang membawa kendaraan sendiri, Aulia dan bu Ulfa menunggu semuanya sampai tak terlihat di depan gerbang. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, sudah waktunya mereka harus pulang.
"Ayo masuk"
"ASTAGHFIRULLAH" ucap keduanya terkejut
"Kok gitu sih? Masa sama Dhira aja kaget, emang Dhira hantu apa." ucap Dhira cemberut
"Lagian lu muncul tiba-tiba, siapa yang kagak kaget coba. Uka-uka aja kalah ma lu, kaget mereka. " gerutu Aulia, Dhira mencebik
"Ga papa deh, kita jadi ke sekolah?" tanya Dhira, seraya memeluk lengan Aulia
"Ngapain coba, lu ikut? Emang ga takut, kalo ntar malah ketemu ma temen-temen lu?" tanya Aulia
"Kan ada lu, temen-temen gue ga bakal berani gangguin." balas Dhira tak peduli, dengan sindiran Aulia. Aulia hanya bisa menghembuskan nafasnya, salahnya yang keceplosan tadi.
'Si Danish pake nanya depan si Dhira segala, ember bocor emang.' gerutu Aulia dalam hati
Ya... semua gara-gara Danish, yang bertanya jadi tidaknya rencana Aulia malam ini. Dhira yang mendengar hal itu, mendesak Aulia untuk memberitahukan rencana nya. Setelah tau, Dhira merengek untuk menginap dan ikut Aulia. Saking pusingnya, akhirnya Aulia pun mengiyakan. Arkan akhirnya mengiyakan, dan tentu ia ikut menginap di rumah Aulia.
Dhira tidur dengan Aulia, sedangkan Arkan dan Danish di kamar kosong satunya. Bu Ulfa tentu senang mendengarnya, ia tak keberatan sama sekali. Bahkan vidio belajar bersama tadi, sudah di kirimkan pada kakek Pamir. Kakek Pamir sangat bahagia, melihat Aulia yang sudah bisa menerima semuanya.
'Temen-temen kamu itu.... aneh bin ajaib semua, hihiih' ucap Kia seraya pergi
.
.
"Kayanya semua sekolah, kalo udah malem. Emang pada angker ya, mau segimana bagusnya di siang hari." ucap Danish
"Ck ck... kalian ini, sebenarnya mau apa ke sekolah di jam segini?" tanya pak Hasan, kebetulan jaga malam.
"Pak... Aulia mau tanya-tanya, soal ruangan itu." Aulia menunjuk ruangan yang di lantai 2
"Kamu liat sesuatu?" tanya pak Hasan, Aulia mengangguk.
"Sebenarnya... bapak juga kurang paham, dengan apa yang terjadi pada sosok itu saat ia masih hidup." ucap ppak Hasan, membuat Kia dan Aulia saling tatap. Dhira dan dua lelaki bersamanya, terlihat bingung dengan reaksi Aulia.
'Kok dia liatnya ke arah lain? Emang kita dimana sih?' tanya Danish berbisik
'Lupa kek nya si Aulia, kita kan di sisi kanan. Ngapain dia liat ke kiri coba?' balas Dhira
'Mungkin ada yang lain, selain kita.' ucap Arkan
DEG
Pak Hasan tersenyum, karena ia bisa melihat Kia.
"Jadi maksud bapak, bapak liat sosok di ruangan itu?" tanya Aulia, pak Hasan mengangguk
"Bapak juga bisa liat, sosok yang ada di samping kamu nak." jawab pak Hasan, meski ia tak tau sosok itu arwah atau bukan. Karena ia merasakan ada hal yang berbeda pada sosok Kia, dengan para arwah yang ada di sekolah ini.
Kia tersenyum, seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
'Pantas saja, aku sering liat bapak tiba-tiba tersenyum kalo aku lewat. Kukira bapak gila, ternyata bapak senyum sama Kia.' ucap Kia, membuat pak Hasan tertawa
"Ga sopan kamu sama orang tua" ucap Aulia
'Tua an aku juga' ucap Kia tak terima
"Jadi bener, ada yang lain selain kita." gumam Dhira, susah payah ia menelan ludahnya.
"Apa yang bapak tau, mengenai arwah di tempat itu? Kenapa Kia bilang, dia merasakan ada aura dendam yang begitu besar." tanya Aulia
"Sosok itu.... kedua tangan dan kakinya... terpasang rantai." jawab pak Hasan
"Rantai?" ucap Aulia dan Kia, pak Hasan mengangguk
'Itu sama artinya dengan menahan arwah itu, agar tak bisa pulang ke akhirat.' ucap Kia
"Apa pak Hasan tau, bila selalu ada yang mendatangi ruangan itu?" tanya Aulia
"Satu orang, merupakan pengajar di sini. Sedangkan yang satunya, yang saya tau... Bila dia adalah adik tiri arwah itu, tapi bapak juga kurang paham. Dengan apa yang terjadi, pada arwah itu. " jawab pak Hasan
"Jahat banget, orang yang merantai arwah itu." ucap Dhira
Ia bisa membayangkan, bila arwah itu tak bisa keluar dari ruangan itu. Dia terjebak di sana, sendirian...
"Maksud tujuan kalian datang ke sini apa?" tanya pak Hasan
"Lia ingin membantunya, Lia akan melepaskan rantai yang melilitnya. Pak Hasan.... Tadi bapak bilang, bila salah satunya guru di sini. Siapa dia?" jawab Aulia, seraya bertanya
"Dia guru olahraga, pak Bagus." jawab pak Hasan
"Pak Bagus?" ucap Danish dengan nada bertanya
"Guru olahraga kelas 3" jawab Arkan
"ooohh...." ucap Aulia, Dhira dan Danish
"Kamu bisa nak?" tanya pak Hasan
"Aulia akan mencobanya, tapi mungkin... Akan buat keributan esok, dua orang yang selalu datang. Mereka pasti kehilangan, mungkin akan membuat masalah di sekolah. Mungkin..." jawab Aulia
Padahal itu memang mudah, karena ada Kia.
"Baiklah, bapak tak akan ikut campur. Berhati-hatilah, amarahnya sangat besar." ucap pak Hasan, di angguki Aulia
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
Akhrnyaaa....kjhtn mreka trbongkar jg...siap2 msuk pnjra,abs tu mngkn bkln pndh alam
...😡😡😡
obu Yumi Narendra
ibu Laras Bintang
Zara
neng Aulia siapa nih pasangannya ..ditunggu ya teh
wahh si Aul jadi pujaan banyak orang inimahh 🤭