Indonesia
NovelToon NovelToon
Cokelat Susu

Cokelat Susu

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:796.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Chika cha

Cover by me

Aidan Putra Bimantara—polisi muda berpangkat Ipda, hidupnya lurus dan rapi kayak barisan upacara. Sementara Yura Khalisa, tetangganya sekaligus mahasiswi tingkat akhir, yang sudah akrab dengan kalimat "Proposal kamu direvisi ya, Dek" dari dosen pembimbing yang sepertinya kurang kerjaan.

Mereka ini sebenarnya sudah seperti keluarga. Aidan menganggap Yura itu adik, dan Yura juga menganggap Aidan itu kakak. Pokoknya zona nyamanlah.

Tapi entah karena semesta lagi iseng atau mereka lagi sial, sebuah insiden tolol membuat mereka harus menikah dan tinggal serumah. Iya, satu atap. Satu kamar. Satu kasur, eh?.

Yang bikin tambah absurd, Aidan sampai harus melangkahi dua kakak laki-lakinya yang masih betah menjomblo. Bayangkan, bukan cuma melangkahi... ini mah loncat jauh ke babak yang belum waktunya!

Dan begitulah, dimulailah kisah rumah tangga Aidan dan Yura, dua orang yang niatnya cuma bertetangga, eh malah jadi teman hidup.

Mau tau kelanjutan ceritanya klik di bawah ini👇🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama malam pertama

"Ayo Ra" ucap Kiara mengajak adik iparnya itu untuk lekas turun.

"Widih, cantik buanget ante aku" ucap Inggar memuji sang Tante yang memang sangat cantik hari ini.

Yura tersenyum manis pada ponakannya yang baru saja memujinya.

Kini Yura di gandeng oleh Kiara dan juga Inggar untuk keluar kamar menuju lantai bawah yang dimana kini semua orang menunggu sang mempelai wanita agar acara kembali berjalan.

Jantung Yura berpacu kian cepat dari sebelumnya saat Aidan mengucapkan kalimat ijab Kabul. Apalagi setelah melihat Aidan yang jauh lebih tampan dari biasanya dan menatapnya tanpa berkedip.

Bagaimana bisa Aidan berkedip, selama mengenal Yura, Aidan tidak pernah melihat gadis itu berdandan full make up seperti ini, paling mentok-mentok cuma pakai BB cream plus lip tint doang. Namun hari ini, Yura tampak berbeda, MUA itu benar-benar ahli dalam memoles wajah Yura sedemikian rupa. Aidan suka melihat riasan Yura yang tampak flawless itu. Sementara kebaya yang di padukan dengan kain jarik membuatnya tampak jauh lebih anggun.

"Kedip dek!" seru Abri di belakang yang ternyata memperhatikan adiknya sejak tadi. Sontak tamu undangan yang merupakan para tetangga menoleh kearahnya begitu pula Sandi dan juga bapak penghulu.

Aidan mengerjap, ia baru menyadari kalau sejak tadi ia menatap si boncel jelmaan botol Yakult itu cukup lama. Ia tersenyum simpul lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa malu sendiri.

Yura akhirnya sampai tepat di sebelah Aidan. Hari ini, indomilk kadaluarsa satu itu juga jauh terlihat berbeda. Setelan beskap putih yang di padukan kain jarik batik berwarna senada dengan miliknya itu membuat Aidan terlihat lebih kalem dan tanpa sadar senyum Yura merekah begitu saja.

"Udah sah, jadi di pandangi terus ya dek" goda Kiara sambil terkekeh sebelum pergi.

Aidan yang memang duduk di sebelah Yura mendengar itu langsung tertawa "cie.. Segitunya ya Lo cel? Kenapa ganteng banget kan gue?"

Nah kumat. Lupakan soal Yura yang sempat berpikir kalau Aidan nampak kalem, nyatanya pria itu tidak sekalem itu dan malah narsis luar biasa. Yura memutar bola matanya malas, ia bersikap seolah ingin muntah. Ya, jujur saja sebenarnya Aidan itu memang udah tampan dari dulu malah, Yura tidak bisa menepis itu, tapi karena Aidan itu tipikal pria narsis dan jika Yura memujinya ia pasti akan besar kepala. Ogah Yura memuji pria jelmaan indomilk satu itu lagi.

"Hilih, ngapa tadi Lo salah nyebutin nama gue bang?" ucap Yura nyolot, memukul lengan Aidan.

"Aelah cel, namanya nervous. Salah sedikit ya gak papalah. Tapi kan udah bener lagi, dan sekarang Lo jadi istri gue. Baek-baek Lo sama suami. Surga Lo udah gak di Tante Rita lagi, tapi pindah di gue" ujar Aidan jangan lupakan senyum tengilnya.

Tiba-tiba saja Aidan mendekatkan bibirnya ke telinga Yura dan berbisik "hari ini Lo cantik banget, tidur di kamar gue ya."

Blushing. Pipi Yura memerah, namun ia segera menguasai dirinya. Beralih menatap Aidan yang sudah cekikikan. Tanpa pikir panjang dengan gemas Yura memukul punggung Aidan tanpa peduli banyak tamu yang melihat perbuatannya, bahkan Sandi, bapak penghulu dan kedua saksi yang duduk di hadapan keduanya mendelikkan matanya melihat Yura yang tak tanggung-tanggung memukul punggung Aidan yang sudah resmi menjadi suami Yura.

Sementara yang di pukul bukan marah malah makin tertawa kencang. Dan melihat Aidan tertawa sedemikian semakin membuat Yura gemas "hih dasar indomilk sachet, di pukul malah ketawa-ketawa" batin Yura geregetan.

"Wes mas, wes. Ini cincinnya di pakaikan dulu" ucap pak penghulu membuat Aidan langsung berhenti tertawa.

Gara-gara Yura yang berbeda hari ini ia sampai lupa memakaikan cincin. Aidan meraih tangan Yura. "Senyum cel, mahal ini gue beli cincinnya" ucapnya. Ia pun memakaikan cincin bermata indah itu di jari manis Yura, pun sebaiknya Yura memasangkan cincin ke jari manis Aidan.

Setelahnya mereka malah saling menatap cincin di jari masing-masing dengan isi pikiran masing-masing.

Yura yang masih berusaha meyakinkan diri akan prihal pernikahannya kedepan akan baik-baik saja.

Semantara Aidan ia meragukan dirinya apa akan bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangganya kelak.

"Weh mas mbak kok malah bengong?" ucap pak penghulu lagi. Membuat keduanya sama-sama mendongak. Bersama-sama mengangkat dagu keatas pertanda bertanya ada apa.

"Mbaknya cium tangan suami" ujar pak penghulu.

Mendengar itu Yura malah gelagapan, ia menatap Aidan, setelahnya menatap Sandi—ayahnya. Sandi yang di tatap oleh anaknya menganggukkan kepala. Sementara Aidan sudah senyum-senyum menggodanya, lihat saja alisnya yang naik turun itu membuat Yura kian gemas dan mendaratkan tangannya di pinggang Aidan mencubitnya dengan gemas "serius bang!" desis Yura.

Pecah sudah tawa Aidan "hahaha, ampun cel, ampun! Iya, iya gue serius ini!" seru Aidan membenarkan posisi sembari mengulurkan tangannya kedepan wajah Yura.

Bukannya menyambut tangan Aidan, Yura malah menatap tangan itu bergantian dengan wajah sang pemilik dalam diam. Ia berpikir haruskah ia mencium tangan Aidan si jelmaan indomilk kadaluarsa ini?

Melihat keterdiaman Yura, Aidan menggoyang-goyangkan tangannya. "Buruan cel, pegel ini tangan gue."

"Ini harus banget ini?" ucap Yura setengah berbisik pada Aidan.

"Ya harus dodol, buruan." jawab Aidan sedikit gemas.

Dengan mantap Yura mengambil tangan Aidan dan mencium punggung tangan Aidan. Melihat itu, sekali lagi darah Aidan berdesir hebat, tanpa sadar bibirnya kembali tertarik membentuk senyuman.

Begitu Yura menegakkan tubuhnya, ia di kejutkan dengan pergerakan Aidan yang tiba-tiba mendaratkan tangan kanannya di atas kepala Yura membacakan doa dan selanjutnya tanpa permisi mendaratkan bibirnya di keningnya. Sontak mata Yura langsung membulat sempurna, Aidan menciumnya?! Jantung Yura yang tadinya sudah normal kini kembali dangdutan di dalam sana. Dan sialnya lagi pipinya ikut memanas.

"Cie... Salting" goda Aidan begitu melepaskan bibirnya di kening Yura. Ia seraya menahan tawa melihat wajah Yura yang memerah, make upnya padahal sudah tebal tapi tidak mampu menyamarkan rona merah pada wajah gadis itu.

_______________________

Setelah acara akad nikah pagi tadi selesai, kemudian berlanjut dengan acara makan siang di rumah keluarga Yura dan terakhir makan malam di rumah keluarga Aidan. Dan kini keduanya memasuki rumah milik Aidan sendiri yang tepat di hadapan kediaman orangtuanya.

Sebenarnya tadi Aidan menolak untuk masuk rumah ini, ia tidak mau tinggal terpisah dengan orangtuanya, ya walaupun dekat dengan mereka sih. Tapi gimana ya? Dia ini belum siap hidup terpisah, dia masih suka minta peluk mamanya saat tidak bisa tidur. Maklum dia ini anak bontot plus manja sekali pada sang Mama.

Satu hal yang membuat Aidan dan Yura kesal memasuki rumah ini. Yaitu kamarnya yang cuma satu, hanya satu. Sa-tu.

Rumah yang di beli Aidan ini, tidak sebesar rumah orangtuanya dan juga rumah orangtua Yura. Dan karena pernikahan mereka terbilang mendadak alhasil Aidan belum sempat merenovasi rumah tersebut karena memang sebelumnya tidak kepikiran kesana.

"Aelah bang, lo beli rumah kok nanggung gini sih? Kamarnya cuma satu pula. Gue tidur di mana dong?" ucap Yura begitu tiba di depan pintu kamar. Wajah gadis itu terlihat sudah lelah.

"Noh ada sofa di bawah, Lo tidur disana" tunjuk Aidan dengan dagu kearah pintu luar kamar. Karena sofa hanya terdapat diluar, tepatnya di ruang tamu.

Yura mendelikkan matanya "ogah, enak aja, gue gak pernah ya dirumah gue tidur di sofa. Gak mau!" protesnya.

"Ya gue juga gak mau, tidur di sofa. Ini kan rumah gue, jadi Lo harus nurut sama gue boncel" ujar Adian berkacak pinggang.

"Apaan, gak, gak. Bukan karena ini rumah Lo jadi Lo bisa berkuasa yang bang. Gue aduin Lo entar sama Mama Nada baru tau rasa Lo" ancamnya.

"Heh, dasar boncel tukang ngadu!"

"Biarin, pokoknya gue tidur di sini" ujar Yura berlari kearah ranjang dan menghempaskan tubuhnya di sana.

"Weh, gak, gak. Bangkit gak Lo! Awas itu kasur gue!" Aidan juga berlari kearah ranjang, menarik-narik tangan Yura untuk bangkit dari ranjangnya.

"Gak mau!" Yura tetap keukeuh, ia memegangi kepala ranjang sebagai pertahan.

"Tapi itu kasur gue boncel" ucap Aidan gemas tangannya masih tetap menarik-narik tangan Yura.

"Bodo amat, gue capek bang" pekik Yura, kini.ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

"Pindah gak Lo boncel!" Aidan berusaha menyibak selimut itu yang ternyata di cengkram kuat oleh Yura.

"Boncel bangsat! Gue udah ngantuk banget ini, gue mau tidur. Besok gue mau kerja lagi" oceh Aidan.

"Ya udah sana pergi tidur di rumah Mama Nada aja, gue tidur disini" ujar Yura di balik selimut.

Seketika Aidan langsung menghentikan aksinya, ia memikirkan ucapan Yura. Kenapa ia tidak memikirkan itu sejak tadi? Ya ampun.

Tanpa bersuara Aidan keluar kamar. semantara Yura yang tadinya di balik selimut kini menyibaknya ketika mendengar suara pintu kamar yang tertutup.

"Dia beneran pulang?" gumam Yura lalu tersenyum remeh "palingan Lo entar kena semprot bang." gumamnya, langsung memejamkan mata.

Aidan pun berjalan memasuki gerbang rumah orangtuanya. Bertepatan saat itu juga sang Mama yang akan menutup pintu utama.

"Mama!" pekiknya menghentikan pergerakan Nada yang akan menutup pintu.

"Loh dek, kamu ngapain disini?" tanya Nada bingung.

"Ya mau tidurlah ma, mau ngapain lagi?" ucapnya mulai berjalan masuk melewati tubuh sang Mama yang berada di depan pintu. Namun langkahnya malah terhenti karena sebelah tangannya di tarik Nada.

"Ya kalau ngantuk tidur sana di rumahmu" ucap Nada.

"Iya inikan mau tidur, inikan rumah Idan juga."

Nada mendorong tubuh anaknya keluar rumah "Weh ma, apa-apaan ini?! Idan ngantuk ma" kini tubuhnya sudah terdorong keluar.

"Kamu tau rumah itu?" tunjuk Nada tepat dirumah milik anaknya, milik Aidan sendiri.

Aidan mengangguk "nah, tidur disana, Jangan disini!" pekik Nada, berbarengan dengan itu Nada membanting pintu tersebut dengan sekuat tenaga dan membuat Aidan berjangkit kaget di tempatnya.

Brak!

Setelahnya, terdengar suara terkunci dua kali. Sontak Aidan menggedor-gedor rumahnya dan merengek disana "Mama bukain pintunya, Idan ngantuk ma, mau tidur. Mama..." kini ia menempelkan kepalanya frustasi di pintu tersebut berharap sang Mama mau membukanya kembali.

Ceklek!

Seketika Aidan langsung mendongakkan kepala, memutar handle pintu berharap itu suara pintu terbuka. Tapi ternyata tidak, wajah Nada muncul di balik kaca jendela yang gordennya belum di tutup. "Kalau ngantuk, balik ke rumahmu sana, jangan tidur disini lagi!"

Ia menghentakkan kakinya kesal. Pupus sudah harapannya, ia pikir jika kembali kerumah orangtuanya ia akan bisa segera tidur dengan lelap disana, tapi nyatanya ia malah di usir oleh mamanya sendiri.

"Memangnya kenapa si ma Idan tidur disini? Toh selama ini Idan juga tidurnya di rumah ini" protesnya dengan bibir yang sudah manyun lima centi.

"Loh, sekarang jelas sudah beda Idan, kamu sekarang itu udah nikah, udah jadi suami dari Yura. Masak iya kamu mau tidur misah? Udah sana pulang awas aja kalau balik kesini. Mama biarin kamu tidur di teras" peringat Nada sebelum benar-benar menutup jendelanya dan bergantian menutup gordennya.

"Apa-apaan tidur di teras?! Ogah!" gerutunya.

Aidan menunduk dan menghela nafas pasrah, ia tidak punya pilihan. Aidan Kembali melangkah ke rumah miliknya sendiri.

Melangkah gontai memasuki rumah dan menaiki tangga, kini tiba ia di kamar tadi yang menjadi rebutan dirinya dan Yura, ia melihat Yura tengah berbaring di atasnya dan tertidur pulas disana.

Tanpa pikir panjang Aidan membaringkan tubuhnya dia sebelah Yura, toh mereka sudah menjadi pasangan suami-istri. Tapi tiba-tiba...

Bugh!

"Akh!" pekik Aidan terjungkal kebawah ranjang karena tiba-tiba di tendang oleh Yura. "Bangsat Lo boncel!" umpatnya seraya meringis kesakitan.

"Lo ngapain tidur di samping gue?!" pekik Yura. Ternyata tadi Yura tidak benar-benar tidur, hanya pura-pura tidur saja.

"Jadi Lo mau gue tidur dimana? Di sofa? Gak, gue gak mau! Enak aja. Kalau Lo gak mau gue tidur disini. Lo aja Sono yang tidur di sofa. Gue ogah!" Aidan kembali naik keatas ranjang dan merebahkan dirinya disana.

Yura menghela nafas sejenak "oke, terserah Lo deh bang, terserah. Tapi awas aja ya Lo macem-macem gue tonjok!" peringat Yura.

Aidan yang tadinya memunggungi Yura kini menatap gadis itu "udah gue bilang gue gak nafsu sama Lo boncel. Bentukan gagal, bantet begini gak menggoda iman gue" setalahnya Aidan kembali berbalik menutup telinganya dengan bantal, ia tau akan terjadi apa selanjutnya.

"INDOMILK SIALAN!!"

1
Rika
bagus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Tegang... tegang... tegang.... butuh air nih, air mana air Thor??? huuuhhh (sambil tarik nafas panjang)
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Oalah Yura... lagi hamil kok ya masih belum bisa mengerem dan memfilter omongan nya sih... apalagi sama suami lho, jangan terlalu kasar ya Yura kalau ngomong 🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Ya Allah, kenapa aku bacanya sambil ketawa-ketawa sih ini? 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Hubungan sesama jenis bagaimana maksudnya Thor... 🤔🤔🤔
Chika cha: OMG baru sadar kak😰😰
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Nyosor kayak Bebek apa soang Thor 🤭🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: Alah alah... 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Anaknya papa Saga yang paling sableng ya Aidan ini 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Thor, aku akhirnya kesini... sambil nunggu mas Kadewa lanjut 🤭😍😍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: iya nih, nunggu Kadewa muncul lagi sambil baca yang lain dulu😄👍
total 2 replies
Nurlaili Fajri
suka banget sama semua karyanya Thor, semua ceritanya menarik, punya karakter yang berbeda dari autor yang lain. semangat terus ya semoga karya" kakak diterima oleh para pecinta novel 👍
UMI TTS
🤣
UMI TTS
mantap😍
UMI TTS
mantap
Melda Herawaty
bagus banget ceritanya thor dr sekian byk novel kubaca, ini cerita beda dgn yg lain, seruu,kocak, ceritanya seperti asli kejadian didepan mata. bagus dh aku lgs suka begitu baca sinopsisnya trus lanjut dh smpe selesai. pokoknya 👍👍👍
Melda Herawaty
bagus aku suka ceritanya thor😍
suka bgt sm Aidan dan yura
Melda Herawaty
suka bgt tulisan mu thor
Melda Herawaty
wkwkwwk seru bgt 👍👍
Sulfia Nuriawati
dugong pny upil udah d cek blm 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
𝓙𝑬𝓜𝑨📴: ‎Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Bercerita tentang Lucyana yang dikhianati oleh masa lalu, lalu terjebak dalam pernikahan mendadak dengan Sadewa—seseorang yang jauh lebih muda dengan luka sendiri yang membuatnya trauma.
‎Bisakah keduanya bertahan? Ataukah cinta mereka akan menyerah pada masa lalu yang menghantui?
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Terimakasih💕
total 1 replies
Yati Ruhwiyati
Maaf tor,biasanya mahasiswa magang dulu baru sidang. Anak saya juga begitu,setahu saya. ini kok sidang dulu baru magang,lagipula magang tuh dipertengahan semester,setelah magang lanjut KKN. baru nyusun skripsi 🙏
Chika cha: maaf ya kak kalau salah. maklum gak sarjana gak tau tahapnya gimana, masih amatiran🙏
total 1 replies
Ghiffari Zaka
habiiiiiiiiis....duh di kasih part tambahan pun ttp kurang aja,emang AQ tamak Thor,maunya lagi dan LG.tp itu tandanya karya author war biasa,semangat thooooooooorrrr💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Chika cha: jangan lupa follow ya kak 😊
total 1 replies
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah....clear ceritanya Aidan dan Yura....,tp AQ yg sedih Thor,karena pisah ma mereka,makasih jg Thor yg udah menumpahkan segala upaya buat menghadirkan cerita yg luar biasa buat AQ khususnya semoga author senantiasa di beri kemudahan dan kesuksesan dlm karya2 selanjutnya,AQ tunggu cerita lainnya ya Thor selain bang argantara yg ganteng,semoga di cerita selanjutkan yg tentunya dlm balutan seragam jg AQ bs pantengin trs💪💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!