Indonesia
NovelToon NovelToon
Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Merantau selama enam tahun di Kalimantan sebagai operator buldoser besar dan ekskavator pengeruk nikel—itulah profesi tangguh seorang Tara Pratiwi. Selama itu pula, ia bekerja keras menjadi "pesuruh" andalan bagi bos-bos asing bermata sipit di area pertambangan.

​Tara pikir, saat ia pulang kampung nanti, semuanya akan tetap sama seperti saat ia tinggalkan dulu. Oh, tentu saja dugaan itu salah besar! Rupa-rupanya, kompleks perumahan tempat tinggal kedua orang tuanya kini sudah sangat padat, berimpitan dengan tetangga-tetangga baru di sisi kanan dan kiri rumah.

​Hingga akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Cakrawala—seorang duda cerai mati dengan satu anak laki-laki super bandel yang siap mengusili hari-hari tenang Tara.

​Tara mengacak rambutnya frustrasi. "Haduh, pusing, pusing! Alamat aku pergi nunggang ekskavator lagi ini mah kalau begini caranya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mas Cakra Titip Anakku Ya

Di kejauhan mata Tara menangkap keberadaan Ayah dan Ibuknya serta Candra! Mereka sedang asik duduk-duduk menyantap semangkok mie pangsit hangat di bawah tenda penjual.

​Tara geram bukan main mengingat dirinya ditinggal begitu saja, tapi rasa jengkelnya mereda kala jempol tangan Cakra mengusap sayang punggung tangan Tara dengan penuh kelembutan.

​"Mas! Itu Ibuk Sama Ayah." Tunjuk Tara pada Cakra.

​Cakra ikut menoleh mengikuti arah tunjukan. Pria itu melihat bagaimana dengan penuh kasih Buk Hayati mengelus kepala putranya, bagaimana Pak Anton dengan perhatiannya mengupaskan cangkang telur untuk putranya.

​Cakra tersenyum, pria itu merasa terharu... 12 tahun kehidupan Candra, pria itu sangat merasa jauh dari putranya. Cakra bersyukur sekali memilih pindah ke tempat ini, mendapatkan tetangga yang super duper baiknya Masyaallah.

​"Mas! Kok bengong?" Tanya Tara heran melihat perubahan raut wajah Cakra.

​Cakra tersadar dari lamunannya. "Eh, nggak kok. Ehmm ngomong-ngomong, apa mau terang-terangan kasih liat hubungan kita sama Bapak Ibu?" Tanya Cakra, menatap mantap pada Tara.

​Tara terdiam sejenak. Wanita itu melihat ke bawah, memandangi tautan erat jemari mereka.

​"Mas beneran mau serius sama aku?" Tanya Tara memastikan sekali lagi.

​Cakra mengangguk pasti tanpa ragu. Dan untuk membuktikannya di depan mata Tara, pria itu dengan sigap mengecup lembut punggung tangan Tara.

​"Kalau begitu go publik saja. Kenapa di sembunyikan." Ucap Tara santai dengan gaya cueknya.

​Cakra tertawa renyah mendengar jawaban itu. "Yaudah kalo itu maumu." Ucap Cakra merasa sangat senang.

​Memang hubungan yang dewasa dan normal harusnya terbuka, bukan malah disembunyikan... jadi suatu saat tidak akan timbul fitnah di antara tetangga.

​Keduanya lantas berjalan beriringan menuju kedai mie pangsit itu dengan jemari yang masih bertaut. Sesampainya di situ, Tara berucap cukup kencang memecah kenikmatan makan keluarga itu.

​"Enak bener, aku di tinggalin.... kalian malah enak-enak makan disini." Ucap Tara julit.

​Pak Anton dan Buk Hayati menoleh kaget, begitupun Candra. Tapi ada yang aneh dari pandangan mereka... mata mereka langsung tertuju melihat pada tangan Tara yang dengan erat digenggam oleh Cakra. Pak Anton mengerutkan dahinya menangkap sinyal itu.

​"Tadi kamu lama sih Tar, akhirnya ibuk suruh bapakmu deluan aja, kamu biar sama Cakra." Ucap Buk Hayati menahan senyum senang yang hampir meledak, apalagi saat tak sengaja dia melihat tangan putrinya tertaut erat pada tangan Cakra.

​"Mbok ya bilang, jangan asal ninggalin." Protesnya merasa dijebak.

​Dia lalu melepaskan tautan tangan Cakra lalu mengambil posisi duduk di samping Candra. Sedangkan Cakra, pria tegap itu berjalan menuju posisi kosong di samping Pak Anton.

​"Can! Sudah jajan apa saja?" Tanya Tara penasaran pada bocah di sebelahnya.

​Candra yang sedang asik melahap pangsit mendongak. "Banyak Mak! Mbah borongin Candra." Ucap Candra polos.

​Pak Anton dan Buk Hayati terkekeh tertawa melihat jawaban polos Candra.

​"Berarti Ibuk sama Ayah lagi banyak duit ya. Tara minta." Ucap Tara manja seperti anak kecil.

​Pak Anton seketika gelagapan. "Sama ibuk, ayah mana ada megang uang." Jawabnya cepat melemparkan bola panas.

​Tara menoleh penuh selidik pada Buk Hayati.

​"Yaha habis Tar, wong bapakmu panen Lele, di kasih ibuk semua, uangnya sudah habis di pake beli Makanan, sama Baju tadi." Jawab Buk Hayati nyengir tanpa rasa dosa.

​Tara memutar kedua bola matanya malas. Kesal? Pasti.

​Tak lama menunggu, tiba-tiba ayahnya nyeletuk sembari mengelap bibir.

​"Tar ayah sama ibuk sudah mau pulang, kamu mau ikut atau nanti bareng mas Cakra?" Tanya Pak Anton, sembari bersiap berdiri.

​Tara menoleh. "Candra juga ikut pulang?" Tanya Tara.

​"Iya, besokkan Kamu sekolah Le?" Tanya Pak Anton pada sang cucu.

​Candra mengangguk nurut. Perutnya sudah kenyang, dia hanya jadi ingin cepat pulang dan tidur di kasur empuk rumah Mbahnya.

​"Candra! Bajunya sudah Bapak simpan di atas meja." Ucap Cakra menimbrung memberi tahu.

​Candra menoleh pada bapaknya. Matanya yang sudah menahan kantuk berat tampak mengangguk-angguk paham.

​"Yaudah, kita mau pulang. Mas cakra Anakku ya, titip, dia memang galak. Tapi aslinya lembut loh." Ucap Buk Hayati memancing, menggoda.

​Cakra hanya tertawa kecil mendengarnya. Sedangkan Tara, dia nampak menahan amarahnya yang membumbung tinggi... ingin sekali teriak memprotes ibunya, tapi sekuat mungkin Tara tahan. Malu! Ini tempat umum.

1
rurry Irianty
sengaja d kempesin pak Anton tuh tar😄
rurry Irianty
mungkin Candra bukan anak kandung Cakra,anak selingkuhan istrinya mungkin
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cerita nya bagus dan menarik
sukses slalu y 🫶🫶🫶
Siti Musyarofah
lanjut
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ya aku mau 🤭🤭🤭
partini
aku salfok ada kata nunggang di sinopsis nya
partini: bahasa ngapak sejati ora ngapak ora kepenak 🤭
total 2 replies
Rian Moontero
mampiiirrr
Ummi Sulastri Berliana Tobing
lanjut 😊😊
Dewiendahsetiowati
Hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!