Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:727.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Tiga hari berlalu, Tara tak lagi datang ke perusahaan De Luca. Anak-anaknya tak pernah tahu kalau ibu mereka tak pernah berangkat kerja lagi, karena Tara selalu mengantar anaknya sekolah. Namun, hari ini adalah hari Minggu, Mateo melihat ibunya lebih banyak diam dari biasanya, lalu Mateo yang sedang sarapan, bertanya.

"Mommy nggak kerja lagi ya?" sontak pertanyaan itu membuat Tara menghentikan tangannya yang sedang mengaduk susu untuk Alisya.

"Siapa yang kerja di hari Minggu, semua perusahaan pasti libur, kecuali ada hal yang mendesak aja," Tara berkata sembari meletakkan segelas susu putih di depan Alisya.

"Cepat sarapan, nanti keburu dingin." Tara mengusap kepala sang anak, lalu setelah meninggalkan keduanya di meja makan, Tara pergi ke ruang televisi dan mengambil ponselnya.

"Pak Digo?" Gumam Tara saat melihat layar ponselnya ada sebuah panggilan masuk. Tara mengabaikan panggilan itu, tetapi Digo pun tak berhenti, dia berulang kali menghubunginya.

"Kenapa lagi sih..." gumamnya pelan.

Sudah berkali-kali nomor itu menghubunginya sejak kemarin. Karena mulai kesal, akhirnya Tara mengusap tombol hijau dan mengangkat panggilan tersebut.

[Selamat pagi, Nona Tara.]

"Pagi, Pak Digo. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Tara dengan nada formal, meski terdengar jelas ia hanya berbasa-basi.

[Begini, Nona. Saya menghubungi Anda terkait pekerjaan.]

Tara terdiam.

[Sudah tiga hari Anda nggak masuk kerja. Apa ada alasan tertentu?]

"Saya sudah mengirimkan surat pengunduran diri."

[Jadi, keputusan Anda sudah bulat?]

"Iya."

Digo menarik napas pelan sebelum berkata dengan nada profesional.

[Kalau begitu, sesuai isi kontrak kerja yang telah Anda tandatangani, pengunduran diri secara sepihak sebelum masa kontrak berakhir dikenakan denda sebesar tujuh koma delapan miliar rupiah.]

"Apa?!" Suara Tara langsung meninggi.

"Bapak udah gila, ya? Itu namanya pemerasan!"

Wanita itu sampai berdiri dengan satu tangan di pinggangnya.

"Saya mana mungkin punya uang sebanyak itu untuk membayar denda sebesar itu?"

Digo tetap tenang.

[Nona, saya nggak sedang memeras Anda. Saya hanya menyampaikan isi kontrak yang berlaku.]

"Tetap saja itu nggak masuk akal!"

[Nona tidak perlu membayar denda itu...] Ucapan Digo membuat Tara sedikit terdiam.

[Asal Anda kembali bekerja dan menyelesaikan kontrak secara profesional.]

Wajah Tara kembali mengeras. "Itu tidak mungkin."

[Kenapa?]

"Saya tidak bisa bekerja di bawah atap yang sama dengan Tuan Kenzo." Nada suaranya mulai bergetar menahan emosi.

"Apalagi sekarang Tuan Kenzo terang-terangan mengincar kedua anak saya."

Digo terdiam beberapa detik. Lalu ia berkata pelan, namun tegas,

[Nona Tara ... sebaiknya Anda menyerah.]

"Apa maksud Anda?"

[Anda nggak akan bisa melawan Tuan Kenzo.]

Kalimat itu membuat kesabaran Tara habis.

"Sampaikan pada atasan Anda, saya bukan wanita yang mudah diancam."

Tanpa memberi kesempatan Digo menjawab, Tara langsung memutuskan sambungan telepon.

Di sisi lain, di ruang kerja yang luas dan mewah, Digo perlahan menurunkan ponselnya. Kenzo yang sejak tadi berdiri di depan jendela segera menoleh.

"Apa yang dia katakan?"

"Dugaan saya benar, Tuan."

Digo meletakkan ponselnya di atas meja.

"Nona Tara tidak akan kembali bekerja, dan sepertinya beliau juga nggak sanggup membayar denda pembatalan kontrak."

Sudut bibir Kenzo terangkat membentuk seringai tipis. Di tangannya, selembar dokumen masih tergenggam erat. Kenzo menundukkan kepala, menatap hasil pemeriksaan laboratorium itu untuk kesekian kalinya.

Di bagian paling bawah tertulis jelas, probabilitas hubungan ayah biologis dengan angka sempurna yaitu, seratus persen. Tak ada lagi keraguan, Kenzo mengepalkan kertas itu pelan.

"Jadi ... benar." Suara beratnya dipenuhi keyakinan.

"Aku adalah ayah biologis Mateo dan Alisya." Sorot matanya berubah tajam.

"Tara, aku sudah memberimu kesempatan untuk mengatakannya sendiri. Tapi sekarang semuanya sudah terlambat."

Kenzo meletakkan hasil tes DNA di atas meja, lalu menatap Digo.

"Hubungi tim hukum."

Digo langsung mengangguk.

"Tuan ingin mengajukan gugatan hak asuh?"

"Belum," Kenzo menggeleng pelan.

"Aku akan menemuinya lebih dulu. Kalau setelah itu Tara tetap menolak mengakui kenyataannya..." Tatapan Kenzo berubah dingin.

"Baru kita bawa perkara ini ke pengadilan. Dan kali ini, aku tidak akan mundur selangkah pun."

1
Sri Wulandari
sprtinya kisah klrg Alex & Tasya terulang lg😔
Sri Wulandari
knp qm g menunggu suamimu dtng lalu bertanya k daddy Alex tentang apa yg sbnrnya terjadi...karna dg qm pergi g akan menyelesaikan smua mslh yg ada hanya kebencian yg akan terus tumbuh d hatimu....bkn kah mommy Tasya sdh pernah menceritakan tentang hubungan klrgnya & klrg daddy Alex yg penuh dg kesalahan pahaman karna fitnah orang lain.... mungkin saat ini qm perlu menenangkan diri karna terlalu syok tp tetaplah berpikirlah bijak demi rumahtangga mu & jg anak²mu
sprti daddy Alex & mommy Tasya akhirnya bahagia d masa tua walaupun masa lalu dr mereka yg tersakiti tdk bs pergi meninggalkan kehidupan mereka 😔
Sri Wulandari
sprtinya cerita masa lalu itu hanya Alex & Kenzo yg tau🤔
Nanik Kusno
terima kasih ceritanya Kak Othor....sehat dan semangat selalu untuk terus berkarya.....💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Aisyah Alfatih: kembali kasih kak 🙏 ayo mampir di karya baru aku kak 🙏💞
total 1 replies
Nanik Kusno
Akhirnya..... bahagia semuanya dengan orang2 tercinta.....👏👏👏👏👏🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Hanya papa Alex yang tau kebenaran peristiwa itu.....
Nanik Kusno
Akhirnya....g ada drama ketinggalan pesawat yang membawa Tara dan si kembar....
Nanik Kusno
Sayang banget ya ... Tara pergi sebelum tau apa yang sebenarnya terjadi di video itu dulu....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh.....kok langsung memutuskan pergi....g cari tau dulu ke Kenzo....😥😥😥😥😥😥😥
Nanik Kusno
Jangan pendam sendirian Tara..... apalagi kamu akan melakukan sesuatu yang membuat mu menyesal nanti....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh....😇😇😇😇😇😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
semakin penasaran wae ...🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Semoga tidak terjadi hal yang buruk ma keluarga ini....🤲🤲🤲🤲🤲
Sri Wulandari
Kenzi msh sm sprti waktu msh kecilnya dulu dia yg paling asyik & ceria....
gpp Kenzo sekali luangkan waktu mu bersama istri & anak²mu mereka jg butuh daddy nya utk bs d ajak bersenang² bermain bersama mereka....qm jngn gila kerja karna pekerjaan mu g ada habisnya 😅
Nanik Kusno
G bahaya ta iki??🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Orrang2 masa lalu yang bermusuhan dengan Alex.????
Nanik Kusno
Semakin banyak teka-teki yang muncul.....😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Siapa lagi musuh Kenzo ini..... orang dari masa lalu....
Nanik Kusno
mungkinkah itu Dante????
Nanik Kusno
Semua akan terkejut dengan kemampuan Mateo.... pasti 👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!