Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Suamiku Kembali

Ketika Suamiku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:344.4k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Perhatian ini yang aku inginkan. Tapi ... kenapa rasanya asing?" ~Danira
...
Seperti biasa, Ezran pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Danira dan kedua anak mereka sudah terbiasa dengan rutinitas itu.

Namun ketika Ezran kembali, ada sesuatu yang terasa berbeda.

Pria yang biasanya sibuk, cuek, dan selalu punya alasan untuk menolak menghabiskan waktu bersama anak-anak, kini justru menjadi jauh lebih perhatian.

“Ma, Papa ... aneh,” ujar Arelio, anak pertama mereka.

Senara pun, ikut memperhatikan. “Iya, tumben nda malah-malah macam Papa tili Cindelela?”

Danira hanya terdiam. Ia juga merasakan perubahan itu.

Ezran mulai mengantar anak-anak, membantu pekerjaan rumah, bahkan memperhatikan hal-hal kecil tentang Danira yang selama ini tak pernah ia pedulikan.

Awalnya Danira bahagia. Namun semakin lama, perubahan itu justru membuatnya curiga.

Apa yang sebenarnya terjadi selama Ezran pergi Dan mengapa pria yang kembali ke rumah itu terasa begitu berbeda dari suami yang ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Bersama Setelah Sekian Lama

"Mas? Ngapain di sini? Kamu perlu kopi? Aku buatin, ya. Sebentar," ucap Danira panik. Ia bergeser hendak mengambil cangkir, tetapi gerakan Ezran yang cepat langsung menghalangi jalurnya.

"Enggak, aku enggak butuh kopi. Aku mau makan malam," ucap Ezran santai, lalu memiringkan tubuhnya mendekati kompor yang masih menyala.

"Kamu masak apa ini?" tanya Ezran sambil menunduk, memperhatikan kuah kecap yang mendidih.

Danira menghela napas kaku, mencoba menguasai rasa gugupnya. "Aku masak ayam kecap. Mas kan suka ayam kecap. Mumpung Mas makan di rumah, jadi aku masakkan."

Ezran makin mendekatkan wajahnya ke arah kuali, menghirup aroma rempah yang menguar ke udara. "Kamu sudah menambahkan garam, jangan menambahkan lagi nanti rasanya gak karuan. Beri daun salam saja," ucap Ezran santai.

Saran itu meluncur begitu saja dari mulut Ezran. Danira refleks menoleh kaget, membuat jarak di antara wajah mereka terpangkas habis, begitu dekat hingga napas hangat Ezran terasa menyapu pipi Danira. Untuk beberapa detik yang terasa sangat panjang, keduanya saling mengunci pandangan. Mata Danira bergetar hebat mencari kebohongan di sana, hingga akhirnya ia tidak tahan dan memutuskan kontak mata mereka terlebih dahulu.

"B-begitu, ya? Sebentar," Danira dengan jemari gemetar meletakkan dua lembar daun salam ke dalam masakan ayam kecapnya.

Sementara itu, Ezran berbalik dan bersandar santai pada tepi meja dapur sambil bersedekap dada. Pandangannya menjelajahi setiap sudut ruangan.

"Enggak ada pembantu, ya? Kamu biasa mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri?" tanya Ezran polos.

Danira menghentikan gerakannya sejenak. Pertanyaan itu terdengar sangat ironis di telinganya. Ia menghela napas pelan sebelum menjawab tanpa menatap suaminya. "Uang bulanan yang Mas kasih lebih dari cukup kalau cuma untuk menyewa pembantu. Tapi lebih baik ditabung untuk keperluan mendesak nantinya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Lagipula, aku juga bosan kalau tidak ada pekerjaan di rumah."

Ezran mengerutkan keningnya dalam-dalam, menangkap satu detail penting. "Berapa uang bulanan yang kamu terima dariku?" tanyanya spontan.

Danira mendongak, menatap Ezran dengan tatapan penuh selidik dan kelelahan. "Masa Mas lupa? Mas selalu mengirimkan 15 juta untukku dari awal kita nikah sampai detik ini. Kenapa? Mas ingin minta rincian pengeluarannya? Aku akan merincinya nanti kalau Mas butuh."

Ezran yang sadar pertanyaannya memicu sensinya Danira buru-buru melambaikan tangannya. "Bukan begitu, aku hanya bertanya. Kenapa kamu sensi sekali, sih?" cicit Ezran pelan.

Danira memutar bola matanya malas. Ia sudah terlalu terbiasa berasumsi bahwa setiap pertanyaan Ezran tentang uang adalah bentuk intimidasi atas pengeluaran rumah tangga, hal yang biasanya berakhir dengan pertengkaran dingin.

.

.

.

Tak lama kemudian, hidangan makan malam siap di sajikan. Mereka sekeluarga berkumpul di meja makan. Danira membiarkan Senara makan sendiri di kursinya sambil terus memperhatikan gerak-gerik putrinya. Sementara di sisi lain meja, Ezran tampak begitu lahap menyantap ayam kecap buatan Danira. Pria itu mengunyah dengan nikmat, seolah-olah sudah kelaparan seharian.

"Heum, lumayan. Bisa diterima oleh perut," ucap Ezran santai setelah menelan suapan ketiganya.

Kalimat itu seketika membuat seluruh anggota keluarga mendongak. Danira, Arelio, dan Senara menatap ke arah Ezran dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Eh, Papa makan di lumah? Biaca di lual, kenapa nda makan di lual? Udah kele, ya?" tanya Senara dengan kepolosan tanpa batas, memiringkan kepalanya bingung.

Ezran hampir tersedak kuah ayam kecap. Ia menatap putri kecilnya dengan raut wajah dramatis. "Enak aja! Mana ada Papa kere. Makan di rumah itu sesuatu yang mahal. Yang gak akan terulang dua kali, tahu gak?" seru Ezran membela diri.

Danira terpaku mendengar jawaban itu. Suara dan kalimat Ezran seolah memicu kilas balik ingatan pahit dalam benaknya. Ingatan tentang sebuah malam beberapa bulan lalu yang mengiris hatinya.

Saat itu, Ezran pulang lebih awal dari biasanya. Danira yang melihat suaminya melepaskan jas kerja langsung menyambutnya dengan senyuman hangat.

"Mas, tumben pulang lebih awal? Aku sudah masak makan malam, ayo makan. Anak-anak pasti senang banget bisa makan bareng kamu," ucap Danira penuh harapan kala itu.

Namun, Ezran yang asli hanya menatapnya dingin tanpa ekspresi. "Aku sudah makan di luar bareng klien tadi. Kamu sama anak-anak makan duluan saja. Aku capek, mau langsung istirahat," jawabnya datar sambil melangkah melewatinya.

Danira mengepalkan tangannya rapat-rapat, mencoba menahan rasa sesak yang membakar dadanya. "Mas, bisakah kamu membagi waktu antara rumah dan pekerjaan? Aku tidak mintamu membantuku cuci piring atau menyapu, aku hanya ingin kamu makan bersama aku dan anak-anak! Kamu tanya kegiatan mereka apa hari ini ... Kamu gak ada perannya di rumah ini, tahu gak?!" teriak Danira meluapkan seluruh frustrasinya.

Ezran berhenti melangkah. Pria itu berbalik cepat, menatap Danira dengan tatapan tajam yang membunuh.

"Gak ada peran?!" sentak Ezran dengan suara berat yang menggelegar di ruang tengah. "Baju anak-anak yang bagus, makanan yang bergizi, kamu yang tak harus banting tulang bekerja ... itu peran siapa kalau bukan peranku, hah?! Tugas istri itu di rumah, jaga anak! Tugasku ya cari uang buat kalian! Kenapa kamu masih menuntut ini itu?! Gak ada bersyukurnya kamu jadi istri! Berapa banyak wanita di luar sana yang gak dinafkahi sama suaminya ... kamu harusnya bersyukur, Danira!"

Sentakan keras itu meninggalkan luka berdarah yang tak pernah benar-benar sembuh di dada Danira.

"Danira!"

Danira tersentak dari lamunan masa lalunya. Ia mendongak dan menemukan sosok Ezran di hadapannya tengah menatapnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

"Ada apa? Aku salah bicara, ya? Maafkan aku, aku benar-benar enggak sengaja," ucap Ezran dengan nada suara yang penuh penyesalan murni.

Danira menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengusir bayangan kelam itu. "Enggak ada, Mas. Terima kasih ... Terima kasih sudah mau meluangkan waktu satu hari ini untukku dan anak-anak. Ini sangat berarti untuk kami ... setelah sekian lama kamu dengan kesibukanmu."

Ezran terdiam. Kalimat tulus namun penuh rasa terluka dari Danira membuat dadanya terasa terhimpit oleh rasa bersalah yang teramat sangat.

.

.

.

.

Selesai makan malam, Senara mulai menunjukkan rasa kantuknya. Bocah itu mengucek matanya berulang kali sambil merengek manja. Sesuai rutinitas, anak itu harus didampingi hingga benar-benar tertidur pulas. Danira pun segera menggendong putri kecilnya itu.

"Maaa ... Cena ngantuk, mau tidul," gumam Senara dengan suara serak, menyandarkan kepalanya di bahu Danira.

Danira mengelus punggung putrinya dengan lembut, lalu menatap pada Ezran yang masih duduk di area meja makan. "Mas, aku tidurin Sena dulu. Nanti air panasnya aku siapkan, ya," ucap Danira pelan sebelum melangkah pergi menuju kamar anak-anak.

Ezran berdiri mematung di tempatnya, menatap kepergian Danira dengan kerutan kening yang rapat.

"Air panas? Dia mau rebus aku, kah? Dia belum maafin aku soal yang tadi?" gumam Ezran polos, bergidik membayangkan maksud kata 'air panas' tersebut.

1
Teh Yen
iya mereka kembar danira
murni ali
Akhirnya lagu 🎶 upin upin berkumandang...

🎶 Tamatlah sudah alkisah kami... 🎵 🤭
Semangat terus author sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
Sugiharti Rusli
waduh tinggal menunggu pertemuan antara Danira dan Evran yah nanti, apalqgi sepertinya Evran juga mulai harus menyiapkan mental kalo Danira sekarang sudah tahu siapa dirinya,,,
indrie_💖
selalu sebut kekasih..mantan yak aruuu...ingat itu...greget banget lama2
indrie_💖
om bara bere 🤣🤣
indrie_💖
akankah si Dani ke RS dan membuktikan semua ucapan si aru?
indrie_💖
tanpa di datangi si Dani dtg sendiri 😱
indrie_💖
milikku?? eh km blm resmi jd istri epran ya..main klaim milikku
indrie_💖
apaan sih yg sdh km korbankan buat epran mmg nya??
Lisa
Akhirnya Danira tahu klo Ezran mempunyai saudara kembar..wah gmn nih kelanjutannya..
Lala
kau yg ambil pacar orng bego smoga CPT tau bpkx ezran ya spy kapok tu nenek' ambisius sekali
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Puji Hastuti
semakin seru
kaylla salsabella
nah... kini terbongkar
Aysah Meta
Kali ini aku mendukung mu arunaa..ayooo keluarin semua unek² mu..bikin Ezran dan mamanya hancur sekalian..biar gigit jari.

10 tahun,km di cuekin..dah lah ceraikan ajj abis ini,Deket sama evran ajj lah.
dyah EkaPratiwi
mama Ayzra bikin runyam egois jadi banyak yg terluka
Hindra Cechen
up yg banyak thor
dyah EkaPratiwi
terbuka lebih cepat lebih baik
faridah ida
jangan marah sama Evran ya Danira ..
justru ada nya Evran keluarga kamu jadi harmonis ..
Umi Zein
terkuak juga kebohongan yg di rekayasa Mama mertuamu, dalang dr sumber masalah. dan kamu yg paling tersakit di sini Danira 🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!