Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Matahari bersinar cerah di atas gedung Royal Oak Academy, taman kanak-kanak paling elit dan mahal di Jakarta tempat para anak konglomerat dan diplomat menempuh pendidikan usia dini.

Di dalam kelas Sunflower, musik ceria mengalun mengiringi belasan anak berusia lima tahun yang sedang sibuk bermain.

Namun, di sudut ruangan, dua pewaris Van Der Berg memiliki definisi bermain yang sedikit berbeda dari teman-teman sebayanya.

Ken sedang duduk bersila di atas karpet berbulu, menyusun balok-balok kayu beraneka warna dengan wajah sangat serius.

Guru kelasnya, Miss Sarah, tersenyum gemas melihat Ken dari kejauhan, mengira bocah berkacamata itu sedang membangun kastil putri raja.

Padahal, jika dilihat dari dekat, balok-balok itu disusun membentuk miniatur sistem arsitektur bungker pertahanan bawah tanah yang simetris sempurna, lengkap dengan titik buta (blind spot) untuk meletakkan kamera pengintai.

Di sebelahnya, Key sedang sibuk mewarnai buku gambarnya dengan krayon. Di mata orang dewasa, Key terlihat sedang mencorat-coret gambar hewan. Namun sebenarnya, Key sedang menggambar anatomi ular kobra, mempelajari lambang mafia Volkov, sambil menyelipkan kode-kode biner di sela-sela sisik ular tersebut.

"Kak Ken," bisik Key riang, mengayun-ayunkan kaki kecilnya seolah sedang menyanyikan lagu anak-anak. Tangannya menekan tombol rahasia di jam tangan pintar bergambar Paw Patrol miliknya.

"Bunda Ketty bilang dia akan datang ke mansion siang ini untuk mengantarkan vitamin khusus ibu hamil pesanan Mama dari Paris."

Ken meletakkan balok kayu berbentuk segitiga di puncak bungker buatannya.

"Lalu?"

"Lalu, ini kesempatan kita," balas Key sambil tersenyum manis ke arah Miss Sarah yang lewat, sebelum kembali berbisik.

"Sistem firewall mafia Volkov yang kita lacak semalam membutuhkan akses IP tingkat militer agar tidak memicu alarm mereka. Kita tidak bisa menggunakan server mansion karena Papa akan langsung tahu. Kita butuh gawai device dengan akses VVIP Van Der Berg yang tidak dicurigai."

Ken membetulkan kacamatanya, seketika memahami jalan pikiran adiknya. "Ponsel Paman Reno."

"Tepat sekali!" Key terkikik geli.

"Dan kau tahu sendiri bagaimana Paman Reno kalau sudah berhadapan dengan Bunda Ketty. Sistem kognitif dan kewaspadaannya langsung menurun drastis. Kita bisa meminjam ponselnya untuk 'bermain game' saat dia sedang sibuk salah tingkah."

Ken mengangguk pelan. Di balik kecerdasan mereka yang mengerikan, Ken dan Key sangat sadar bahwa senjata terkuat mereka saat ini adalah kenyataan bahwa mereka hanyalah balita berusia Empat tahun yang menggemaskan.

Tidak ada mafia atau asisten berdarah dingin mana pun yang akan mencurigai anak-anak yang meminta main game.

*******

*******

Siang harinya di kediaman utama Van Der Berg, suasana di ruang tamu terasa sedikit... canggung.

Ketty duduk di tepi sofa beludru, memangku sebuah kotak pendingin kecil berisi vitamin untuk Clara. Wanita yang biasanya cerewet, percaya diri, dan selalu tampil modis dengan pakaian warna-warni itu kini terlihat sibuk merapikan ujung roknya sendiri. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat.

Di seberangnya, Reno berdiri dengan postur kaku bak patung lilin. Asisten pribadi yang terkenal tak pernah gentar menghadapi peluru atau ancaman bisnis itu kini terlihat salah tingkah hanya karena harus menemani manajer istri bosnya menunggu.

"Ehem," Reno berdeham pelan, memecah keheningan yang memekakkan telinga itu. Ia melangkah sedikit mendekat ke meja.

"Nona Ketty, apakah... apakah teh chamomile-nya sudah pas? Kalau kurang manis, saya bisa meminta pelayan menambahkan madu."

Ketty buru-buru mengangkat cangkirnya, tangannya sedikit gemetar hingga cangkir itu berdenting pelan. "Oh! T-tidak usah, Reno. Ini sudah sangat pas. Terima kasih."

Mata Ketty mencuri pandang ke arah Reno. Pria itu sudah melepaskan jas kerjanya, hanya mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung sebatas siku, memperlihatkan otot lengannya yang kokoh. Astaga, kenapa pria kaku ini tampan sekali kalau sedang mode santai begini? batin Ketty menjerit.

Di sisi lain, Reno diam-diam memperhatikan wajah Ketty yang sedikit merona. Aroma parfum vanilla dari tubuh Ketty entah mengapa selalu berhasil mengacaukan fokus Reno.

Selama belasan tahun bekerja untuk Alexio, Reno tidak pernah membiarkan wanita mana pun mendekat. Namun, sejak Ketty sering datang ke mansion untuk menemui Clara dan si kembar, benteng pertahanan Reno diam-diam runtuh. Sayangnya, jangankan untuk merayu, mengajak Ketty makan siang saja Reno tidak punya keberanian.

"Cuaca di luar sangat panas, ya?" Ketty mencoba berbasa-basi, mengipasi wajahnya dengan tangan.

"B-benar. Saya akan meminta pelayan menurunkan suhu AC," jawab Reno cepat, berbalik dengan kaku.

BRAK!

Karena sama-sama salah tingkah dan tidak fokus, saat Ketty bermaksud meletakkan cangkirnya dan Reno berbalik, lengan mereka bersenggolan. Map berisi jadwal Clara yang dibawa Ketty jatuh berserakan ke lantai karpet.

"Astaga! Maafkan saya!" seru Reno panik, langsung berjongkok untuk memunguti kertas-kertas tersebut.

"T-tidak apa-apa, aku yang ceroboh," Ketty ikut berjongkok dengan terburu-buru.

Saat tangan mereka terulur untuk mengambil kertas yang sama, jemari Reno secara tidak sengaja bersentuhan dengan punggung tangan Ketty. Waktu seakan berhenti.

Keduanya mematung, saling menatap dalam jarak yang sangat dekat. Wajah Ketty bersemu semerah kepiting rebus, sementara telinga Reno mendadak terasa panas.

"Bunda Ketty! Paman Reno!"

Suara cempreng nan riang itu membuyarkan gelembung romansa mereka seketika. Reno dan Ketty langsung melompat mundur seolah baru saja tersengat listrik.

Ken dan Key berlari masuk ke ruang tamu dengan seragam TK Royal Oak mereka, ransel kecil bergambar dinosaurus dan kelinci membalut punggung mereka.

Ketty buru-buru berdiri sambil merapikan rambutnya yang tidak berantakan. "O-oh, hai jagoan-jagoan Bunda! K-kalian sudah pulang sekolah?"

"Sudah!" Key berlari memeluk kaki Ketty, tersenyum jahil melihat wajah manajer Mama-nya yang merah padam. "Bunda Ketty sedang main pungut kertas ya sama Paman Reno?"

Reno terbatuk canggung, buru-buru memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

"Tuan Muda, Nona Muda, bagaimana sekolahnya hari ini?"

Ken melangkah maju menghampiri Reno. Wajah balita itu menengadah, menampilkan sorot mata bulat yang sengaja dibuat memelas di balik kacamatanya.

"Sekolah menyenangkan, Paman. Tapi Ken bosan. Mama sedang tidur siang di atas, dan Papa melarang kami masuk ke laboratorium," ucap Ken dengan nada balita yang sangat meyakinkan.

"Paman Reno... bolehkah Ken meminjam ponsel Paman? Ken mau main game balap mobil sebentar saja. Ponsel Ken sedang disita Papa karena ketahuan makan es krim sebelum tidur semalam."

Mendengar permintaan polos itu, pertahanan Reno langsung luluh. Pria sedingin es itu selalu punya titik lemah terhadap si kembar. Lagipula, pikir Reno, apa salahnya meminjamkan ponsel pada balita empat tahun untuk main game balap?

"Tentu saja, Tuan Muda. Tapi hanya lima belas menit, ya. Ponsel ini punya banyak data pekerjaan Papa kalian," Reno mengeluarkan ponsel hitam bersistem keamanan tingkat militernya dan menyerahkannya kepada Ken tanpa curiga sedikit pun.

"Asyik! Paman Reno memang yang terbaik!" sorak Key bertepuk tangan.

Ken menerima ponsel itu, tersenyum lebar. "Terima kasih, Paman. Paman Reno lanjutkan saja mengobrol dengan Bunda Ketty. Kami main di sofa sana ya!"

Reno kembali salah tingkah mendengar ucapan Key, sementara Ketty tiba-tiba sibuk memperhatikan motif bunga pada karpet.

Begitu si kembar duduk memunggungi kedua orang dewasa yang sedang sibuk memendam rasa itu, ekspresi wajah Ken dan Key langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Tidak ada lagi sisa-sisa kepolosan anak TK di wajah mereka.

Jari-jari mungil Ken bergerak dengan kecepatan yang nyaris tak terlihat oleh mata telanjang di atas layar ponsel Reno.

"Akses biometrik berhasil dilewati dengan token otoritas Paman," bisik Ken sangat pelan nyaris tanpa suara.

"Mengaktifkan VPN jalur khusus. Menyusup ke dalam server Hydra milik mafia Volkov di Rusia dalam 3... 2... 1..."

Key memantau situasi dari layar jam tangannya yang sudah disinkronkan dengan ponsel Reno.

"Bagus, Kak. Mereka tidak mendeteksi peretasan ini karena IP yang terbaca adalah perangkat resmi milik tangan kanan Van Der Berg. Tanam malware pelacak nya sekarang."

Hanya dalam waktu empat menit, sementara di belakang mereka Reno masih terbata-bata menawarkan Ketty biskuit, Ken dan Key berhasil meretas jaringan komunikasi internal milik sindikat mafia paling ditakuti di Eropa Timur.

"Selesai," gumam Ken, menghapus riwayat log aktivitas dan kembali membuka aplikasi game balap mobil seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun, sebelum Ken mematikan jalur sadap tersebut, layar jam tangan Key mendadak menampilkan sebaris pesan intersepsi yang baru saja masuk ke server mafia tersebut.

Mata Key menyipit. Aura riang anak kecilnya menguap, digantikan oleh sorot membunuh yang sangat dingin.

"Kak Ken," bisik Key tajam.

"Lihat ini. Pesan dari agen Volkov di Jakarta."

Ken melirik ke arah jam tangan adiknya. Teks berbahasa Rusia yang telah diterjemahkan otomatis itu berbunyi:

Target utama dalam kondisi lemah (hamil). Titik penyusupan: Jadwal pemeriksaan medis rutin di Rumah Sakit Internasional lusa depan. Siapkan regu pembersih.

Udara di sekitar kedua balita itu mendadak terasa mencekam. Mereka baru saja menemukan bukti bahwa mafia itu tidak hanya mengintai dari jauh, melainkan sudah berada di Jakarta dan bersiap menyerang.

Bersambung...

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, penerbangan Alexio berhasil diselamatkan dan Clara juga selamat, semua karena ke jeniusan si kembar.... bravo Ken dan key

asli part ini bacanya seru
Umi Zein
waalaikumsalam... Alhamdulillah baik kak Ri🤗 sehat2 selalu juga buat kak othornya 🥰Ok ka siaap 🫡😄
Rani R.I
gpp byk musuh tapii jgn biarkan si terkalahkan,,membaca sambil bersitegang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sgtt Seruuu dan menegangkan thourr 🤣🤣🤣🤣🤣,, terimakasih thourr 👍💪🔥,, semangat up thourr dan sehat slalu 🤲🤲🤲🔥🔥🔥
Siti Nurhayati
cerita y sangat menarik sprti d film
Ariany Sudjana
waduh kok bisa Alexio kecolongan dan pergi ke eropa? semoga si kembar bisa menangani kejadian di mansion dan menangkap pelakunya
Siti Nurhayati
hebat bner si kembar bsa melindungi keluarga y Mantappp
Umi Zein
kak maaf kyanya kalo umur 4th agak aneh klo anak seusia mereka bisa mengendalikan komputer seorang hacker suhu. walau cm Novel, klo usia 7th masuk akal😄😄
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 duhhh Dimitri nama mu bagus tapii syg harus jadi musuh yang harus di musnah kan oleh si kembar,,hmmm Baru permulaan yea 🤣🤣🤣,,, kita lihat sampai mana kemampuan mu tuan Dimitri 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Munas Tuti
gaaaaass teroooos 💪💪
Munas Tuti
buseeeet...dasar bocil genius
Rani R.I
wowww musuh sudah mulai mendekat,, Ayuk ken dan key jgn biarkan siapapun mendekati mama dan adek kalian 🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪
Rani R.I
wowww kerennn ken dan key,, lindungi mamah dan adek bayi 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Munas Tuti
perang pewaris di mulaiii
Munas Tuti
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, si kembar bisa mengatasi gangguan di rumah sakit. fixed mereka keturunan Alexio yang sangat jenius dan calon mafia masa depan. tapi kok Alexio Dan Reno bisa kecolongan ya?
Bu Kus
sih kembar emang ada aja akalnya cerdas dan jenius
Bu Kus
senangnya bisa berkumpul dan hidup penuh kebahagian semoga semakin bahagia Clara
neny
keren cerita nya,,seru banget
Rani R.I
Wihh seperti nya ini lawan yg tangguh,,ken dan key harus hati-hati,, thourr gpp byk musuh tapii jgn buat si kembar kalah dan lengah,,biar SERUUU
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!