Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mentor Belajar 33.

Selasa pagi itu.

Di depan gerbang rumah Livy, Rayhan sudah bertengger di atas motornya. Jaket denimnya yang pudar dan helm full-face yang sengaja dibuka kacanya memperlihatkan sepasang mata lelah khas remaja yang terjaga semalaman untuk maraton tugas.

Livy keluar rumah dengan langkah tergesa-gesa, mengancingkan almamater abu-abu SMA Kencana yang terasa agak longgar di tubuhnya. Rambutnya diikat kuda asal-asalan, karena pagi ini Livy bangun agak kesiangan, jadi ia terlihat terburu-buru.

"Pelan-pelan entar jatuh," gerutu Rayhan, menyerahkan helm cadangan berwarna merah muda yang sudah lecet di beberapa bagian. "Tumben kesiangan, apa semalam begadang nonton anime lagi?"

Livy mendengus, naik ke boncengan dengan gerakan gusar. "Fitnah aja kamu. Semalaman saya itu belajar"

"Oh gitu kirain..., yaudah yuk berangkat" Jawab Rayhan santai. Sebelum ia nyalakan mesin motornya kembali.

Motor Rayhan membelah jalanan komplek yang mulai ramai. Angin pagi menampar wajah mereka. Livy menyandarkan dahinya di punggung tegap Rayhan—kebiasaan sejak kecil jika Livy sedang habis energi.

Di tengah deru mesin, suara Rayhan terdengar agak berat. "Liv."

"Hm?"

"Ujian akhir tinggal dua bulan lagi. Nilai ulangan haruan matematika kamu kemarin di bawah KKM, kan?" Rayhan melirik dari kaca spion. "Gimana kalau saya jadi mentor belajar kamu? Tiap pulang sekolah saya bakal kerumah kamu atau mungkin malam lewat video call. Saya gak mau ya, pas kelulusan nanti kamu nangis-nangis karena gak masuk universitas negeri target kamu."

Livy terdiam sejenak. mengingat nilai fisikanya yang juga hancur-hancuran, dan fakta bahwa Rayhan otaknya encer, tawaran ini terlalu rasional untuk ditolak.

Livy menepuk pundak Rayhan dua kali. "Oke. Deal. Tapi jangan galak-galak ya, Bos. Otak saya gak secepat otak kamu."

Rayhan terkekeh, suara tawa yang bergetar di punggungnya membuat dada Livy mendadak terasa hangat yang aneh. "Tergantung berapa banyak kamu sediakan camilan untuk saya Hahaha."

"Heleh pikiran makan mulu, dasar kambing!"

"Manusia itu butuh asupan cemilan yang mumpuni" Elak Rayhan.

Livy mengerutkan kening. "Ngomong apa sih gak jelas, ayo buruan cepetan dikit, nanti telat" Pinta Livy.

Lima belas menit perjalanan mereka sampai di sekolah. Seperti biasa, Rayhan pasti akan berpisah dengan Livy saat berada di halaman sekolah. Kali ini Rayhan akan ke kantin beli air mineral, sedangkan Livy langsung pergi ke kelas nya.

**

Suasana kelas Sembilan C sudah ramai saat Livy melangkah masuk. Ia berjalan menuju mejanya dengan langkah santai.

Livy meletakkan tasnya. Tepat saat ia hendak duduk, sebuah bayangan tinggi menghalangi cahaya lampu di atas mejanya. Livy mendongak dan jantungnya sempat berhenti berdetak sesaat.

Galang berdiri di sana. Cowok dengan seragam rapi sedang menatap Livy tidak biasa.

Galang berdeham, tangannya dimasukkan ke dalam saku celana—gestur tubuh yang menunjukkan dia sedang berusaha menyembunyikan rasa canggung.

"Livy," panggilnya, suaranya berat dan rendah.

"Kenapa?" tanya Livy, nadanya kasual.

Perubahan nada itu rupanya tertangkap oleh radar Galang. Matanya menyipit tipis sebelum melanjutkan, "Saya sudah lihat nilai ulangan harian matematika kamu kemarin turun. Ujian akhir semester udah dekat." Galang menjeda kalimatnya, menatap intens ke manik mata Livy. "Kalau kamu mau... Saya bisa jadi mentor belajar kamu sampai ujian selesai."

Suasana di sekitar meja Livy mendadak senyap. Beberapa teman kelas yang menyadari interaksi itu mulai berbisik. Ini adalah keajaiban.

Galang, si juara umum yang terkenal pelit bicara dan selalu menolak mentah-mentah kehadiran Livy, Kini ulahnya justru menawarkan diri secara sukarela.

Bagi Livy yang dulu, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Dia pasti akan lompat kegirangan.

Livy menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum sopan—sebuah senyuman formal itu terbit kembali di hadapan Galang.

"Makasih tawarannya, Lang. Tapi kayaknya nggak perlu," jawab Livy tenang.

Kedua alis Galang bertaut. Ada kilat keterkejutan yang nyata di matanya. "Kenapa? Kamu biasanya bingung nyari tutor."

"Saya udah punya mentor. Mulai nanti sore, saya udah janjian belajar bareng Rayhan," kata Livy mantap, sambil mengeluarkan buku catatan dari tasnya, memberi sinyal bahwa percakapan mereka sudah selesai.

Galang mematung di tempatnya. 'Rayhan Lagi!'

"Rayhan?" Galang mengulang nama itu, suaranya agak mengeras. "Emang dia pintar di mata kamu sampai memilihnya? Apa karena emang..."

Livy mendongak lagi, kali ini tatapannya lebih tegas. "Rayhan pinter kok, Lang" Potong Livy cepat. "Dan yang paling penting, dia yang nawarin diri duluan tanpa perlu saya minta-minta sampai nangis. Jadi, makasih ya. Kamu fokus aja sama belajar kamu sendiri."

Galang tidak bisa membalas lagi. Kalimat Livy menampar kesadarannya penuh tentang bagaimana dia memperlakukan gadis itu selama ini. Tanpa sepatah kata lagi, Galang berbalik dan berjalan kembali ke mejanya dengan rahang yang mengeras dan kepalan tangan yang erat di dalam saku.

Tak berselang lama, Rayhan masuk kedalam kelas serta duduk di kursi samping Livy.

Dari tempat duduknya, Galang melirik Livy yang kini sedang asyik mengobrol dan tertawa dengan teman sebangkunya.

Sekilas ucapan Livy yang reflek berteriak masuk ke dalam telinga Galang.

"SERIUS!! MAU TRAKTIR SAYA MIE GACOAN SORE INI?!"

"Jangan berisik" Rayhan berdesis.

"I-iya maaf"

"Jadi gimana?"

"Oke, deal sore ini!"

......................

...****************...

Tbc,

1
Syifa Azhar
Karin siapa nih?? kok tiba-tiba muncul nama beda typo kah😂
kadang temen nya livy juga sering ganti nama dari fanya jadi lazma😂😂
Rofiwan: karin tokoh sampingan baru yang muncul sesaat kak, circle livy ada 3 kak. Fanya, Lazma dengan Mayang.
total 1 replies
memei
saya saya kurang enak bgt di bacanya
memei
kata saya saya saya ,gak enak banget di bacanya
Rofiwan: iya maaf kak, kalau kurang enak dibaca🙏 di bab pertengahan cerita sudah jadi bahan evaluasi dan panggilan saya kamu udah diganti.
total 1 replies
memei
sebenarnya pasti banyak cowok yg iri PNGN jadi Galang yg di cintai cewek secara ugal ugalan
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
HO OH! kek begituu jadi cewekk, laki-laki nggak cuma dia piwisss
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ulalala....
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ya jujurr aja, kalau gue jadi Galang juga gue risih bjirr.
Syifa Azhar
sering typo kadang kelas XII kadang kelas 9🙄
Rofiwan: aku nulisnya tengah malam kak🤣
total 1 replies
Syifa Azhar
kalau sudah tiada baru terasa 💃💃
Syifa Azhar
ini kan yang kamu harapkan terus kenapa harus merasa aneh Galang?
Syifa Azhar
good jadi wanita kudu harga diri👍👍👍
Syifa Azhar
nah gitu dong,👍👍
berdirilah dimana kamu dihargai💪
Syifa Azhar
jika tidak di harapkan jangan datang💪
Syifa Azhar
jangan jatuhkan harga dirimu sedemikian rupa Ivy,cinta boleh bodoh jangan😂
Syifa Azhar
peduli boleh tapi gak gitu juga vy🙄
Syifa Azhar
gimana Galang gak ilfil sama kamu Ivy,kalau sikapmu seperti emang bener Galang bilang kamu cewek psikopat 😬
Syifa Azhar
siapa lagi Rangga???salah nama apa ceritain pemeran baru?
Syifa Azhar
susah memang kalau berurusah sama orang yang sudah kategori "obsesi jiwa"😂
Syifa Azhar
ceritanya menarik,cuma terlalu formal untuk bahasa sehari-hari dilingkungan sekolah, kata-kata saya bisa di ubah aku,kamu mungkin biar lebih enak cerita nya 😂
Rofiwan: iya kak, aku akui emang formal dan kaku banget, tapi bab bab kesananya udah ku ubah kok. yang bab-bab awal pondasi cerita aku memang memilih ga revisi bab nya😄
total 1 replies
Syifa Azhar
jiwa muda yang masih penuh tantangan,dimana ego dan gengsi saling beradu😂
coba kita lihat seberapa keras perjuanganmu Ivy sampai kamu menyadari arti perjuangan mu benarkan cinta atau hanya sekedar obsesi🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!