Indonesia
NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi
Popularitas:51.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balasan Arsen

Langkah kaki lebar membawa Arsen meluncur menuju ruang kerjanya yang luas di lantai atas tepat pukul delapan malam. Duduk di balik meja kerja megahnya, Arsen mengetik beberapa perintah cepat di laptop dengan jemarinya yang terbiasa mengendalikan pasar global tanpa bantuan siapa pun, bahkan tanpa Mateo.

Ia meluncurkan serangan siber dan finansial telak ke korporat milik Erlangga.

Sementara itu, di apartemen mewah, Erlangga mendadak berteriak panik di depan layar komputer kerjanya. Grafik saham perusahaan miliknya terjun bebas membentuk garis merah curam yang menukik tajam ke dasar.

"Sialan! Apa-apaan ini?! Kenapa saham perusahaan bisa anjlok drastis dalam hitungan menit?!" geram Erlangga menjambak rambutnya sendiri hingga berantakan. Ia terus menekan-nekan tombol refresh dengan harapan itu hanya kesalahan sistem.

Namun, angka-angka merah itu justru semakin menjadi-jadi, menandakan investor besar secara serentak menarik modal mereka. Erlangga segera menghubungi Edwin untuk membantunya, tetapi hp adiknya tidak aktif. Ia pun membanting ponselnya ke lantai hingga berkeping-keping akibat frustrasi yang sudah di ambang batas.

Edwin sialan! Ini pasti ulahnya! Apa lagi sih yang dia lakukan di belakangku?!

Di saat bersamaan, pintu ruang kerja Arsen terbuka perlahan. Si kembar menyusul masuk, penasaran dengan apa yang sedang dilakukan ayah mereka. Lucian berdiri di samping kursi kerja Arsen, matanya berbinar takjub melihat deretan kode pemrograman rumit dan grafik finansial yang bergerak cepat di layar monitor.

"Wah, canggih sekali! Siapa yang bikin program ini?" tanya Lucian kagum, melirik baris kode yang berjalan otomatis.

Sementara itu, Lucky memegang kepalanya sendiri, merasa pusing seketika melihat rentetan baris kode yang rumit. "Aduh, kepala Lucky mau pecah lihat angka-angka itu. Bikin pusing tujuh keliling!" keluh bocah manja itu sambil berjalan mundur menjauhi layar.

Di sisi lain, Luvia mulai menarik-narik ujung celana Arsen dengan bibir mengerucut. "Daddy Endut lama cekaaliii! Lupia udah lapal, mau cepat-cepat tulun makan malam! Pelut Lupia udah bunyi kukuluyuk!"

Arsen terkekeh geli, melirik perut buncitnya sendiri lalu menatap putrinya tajam tapi jenaka. "Bukannya kamu yang paling semangat bikin program diet ketat buat Daddy setiap pagi? Tapi giliran urusan makan, kamu sendiri yang paling tidak sabaran."

Luvia semakin memanyunkan bibir mungilnya. "Itu beda! Daddy kan emang halus cuci lemak!"

Lucian menarik lengan Arsen, menatap Ayahnya penuh harap. "Daddy, ajarin aku cara bikin sistem peretas saham kayak gini ya?"

Arsen tersenyum hangat, senang sekali rasanya mendengar panggilan itu. Ia pun mengacak rambut Lucian lembut. "Tentu saja, jagoan. Pintu ruang kerja Daddy selalu terbuka buat calon penerus Winston Group." Arsen lalu melirik Lucky yang berdiri agak jauh. "Bagaimana denganmu, jagoan satu lagi? Mau belajar juga?"

Lucky menggeleng cepat sambil melambaikan tangan. "Ndak usah. Lucky mendingan main gim."

"Hih, Abang Lucky emang cuma tahu main dan lebahan doang!" sindir Luvia telak. Tetapi Lucky hanya menjulurkan lidah bodo amat.

Mereka bertiga akhirnya berjalan bersama menuju ruang makan keluarga. Di sana, Adara, Elena, dan Adrian sudah duduk menempati kursi masing-masing. Suasana hangat terasa saat aroma hidangan lezat menguar di udara.

Sayangnya, hal itu tidak berlaku bagi Arsen, yang hanya bisa menatap lesu piringnya yang malam ini hanya berisi porsi kecil daun selada dan dada ayam rebus tanpa bumbu.

Adrian, yang duduk di ujung meja, melipat serbetnya lalu menatap putranya dengan penuh wibawa. "Sen, ke mana kamu seharian ini? Kenapa absen dari rapat penting di kantor pusat? Sebagai CEO, kamu tidak boleh lalai."

Belum sempat Arsen menjawab, Lucky sudah lebih dulu nyeletuk dengan wajah polosnya. "Pasti makan paha ayam goreng diam-diam di belakang kita, kan?"

Luvia tertawa cekikikan mendengar celetukan kakaknya. Sementara Lucian memilih tetap tenang, melanjutkan suapan makanannya bersama Elena dan Adara.

Arsen menghela napas berat, menatap ayahnya jujur. "Aku mengurus masalah kecil. Memberi pelajaran pada pria brengsek yang hampir mencelakai Luvia waktu itu, Yah."

Mendengar hal itu, Luvia tertegun sejenak. Bocah perempuan itu perlahan turun dari kursinya, berjalan mendekati Arsen, lalu memeluk pinggang sang ayah erat-erat.

"Daddy... Lupia boleh ikut ketemu Paman jahat itu, ndak?" tanyanya dengan nada polos. "Lupia mau lihat mukana waktu dimalahin Daddy. Coalna Lupia macih ingat waktu didolong ke laut."

Arsen tersenyum lembut, mengecup puncak kepala putrinya penuh kasih. "Iya. Besok Daddy bawa kamu ke sana."

Elena dan Adrian saling melempar senyuman hangat melihat interaksi manis antara Arsen dan si kembar. Kecuali, di seberang meja, Adara justru diam dalam kecamuk pikiran. Ia tahu persis tabiat Vanessa yang tidak akan tinggal diam setelah kejadian di butik tadi. Adara mengepalkan kedua tangannya erat di atas paha.

Aku sudah kembali ke Jakarta, Vanessa. Kali ini, aku tidak akan tinggal diam jika kau mencoba menyakiti anak-anakku lagi.

Ketegangan kecil di meja makan mendadak mencair ketika Luvia dengan polosnya berseru, "Malam ini Lupia mau tidul cama Daddy!"

Lucky langsung menggeleng keras, melotot protes. "Ndak boleh! Nanti perut buncit Daddy bikin Adik Luvia kepental jauh!"

Arsen langsung cemberut mendengar ledekan anak-anaknya. "Tenang saja, Daddy bakal kurus secepat kilat sebelum hari pernikahan tiba!"

Elena tersenyum penuh arti dan menyesap tehnya. "Bagus kalau begitu. Ibu tunggu perubahan drastis di tubuhmu, Arsen."

Lucian dan Lucky saling bertukar pandang dengan ekspresi sangsi. "Waktunya kan cuma sebulan lagi. Emangnya sempat kurus sebelum hari itu datang?"

Dua bocah itu tidak yakin.

1
Elina thea
masih kurang thor~~~
Ilfa Yarni
apa tujuan lauren menculik ank2 adara Dan arsen
Rani R.I
Adara seharusnya dari tadi kek bicara sama Arsen,knp pulaa harus ada drama dlm keadaan genting...
Rani R.I
up lg donk thourr,, kok cuman satu bab saja,, ituu si Lauren menghipnotis si kembar kok bisa si kembar tiba tiba nurut begitu saja
Arsen hancur kan mereka,,, ingat yea Adara jgn mudah tertipu dan luluh sama ibu yg sudah membuang mu
Eka Haslinda
si kembar diculik nenek yg satunya.. ada udang dibalik bakwan
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪
Ilfa Yarni
yg bawa ankw itu si Lauren entah apa maksudnya syo arsen adara temukan ankmu km punya insting yg kuat
Ilfa Yarni
emang novel toon in nyebelin memperkaya diri sendiri dgn iklan yg byk giliran kasih uang buat para other enggan
Lisa Halik
lagi thor
Dew666
Kok cuma 2 update nya
Ma Em
Pasti si kembar dibawa ibunya Adara , tapi Lucian cerdik pasti bisa memberi kabar pada Arsen atau Adara .
Rani R.I
pasti di bawa oleh Lauren,,,jgn sampai mereka terluka sedikitpun,, kalian tidak bakalan slamat
Abinaya Albab
Lauren ini nenek satunya
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪💪💪
Suryati Surti
ceritanya bagus
Lim Kursini
ceritanya masih bersambung ya?
Elina thea
bagus
siti Syamsiar
lanjut thor👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!