Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Sang Ophelia

Takdir Sang Ophelia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:500
Nilai: 5
Nama Author: Ashe Lepidoptera

Demi meningkatkan reputasi, Ophelia—seorang anak yatim piatu—tiba-tiba diadopsi oleh keluarga Pratama, konglomerat yang baru naik kasta. Namun bukannya kasih sayang, ia justru mendapatkan penyiksaan di rumah dan bullying di sekolah elit yang dimasukinya.

Puncaknya, Ophelia tewas secara tragis di tangan mereka.

Tetapi alam semesta memberinya kesempatan kedua. Terbangun satu tahun sebelum kematiannya, Ophelia bertekad merobohkan keluarga Pratama menggunakan senjata mematikan: rahasia-rahasia busuk yang ia ketahui dari masa depan.

Dibantu oleh seorang pewaris misterius dari keluarga ternama, kali ini Ophelia tidak akan lagi menjadi korban. Dia yang akan memegang kendali atas panggung permainan hidupnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashe Lepidoptera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Begitu masuk ke bagian dalam rumah itu, Ophelia langsung melepas heels dan merapikan rambutnya sedikit. 

Sebelum permainannya benar-benar dimulai dia meminta pada Chelsea untuk membiarkan rambutnya digerai, terlalu lama diikat tinggi membuatnya pusing. 

Ini juga memudahkan Ophelia kalau dia mau tidur nanti.

Sekarang rambutnya hanya ditata simpel dengan hiasan bunga mawar di sebelah kiri—mirip dengan gaya rambut kakaknya walau terlihat jauh lebih sederhana.

Oke. Pencarian tempat tidur dimulai.

Bagian dalam kediaman Mahawirya terlihat antik, seperti sedang berjelajah di dalam istana abad 90-an—dekorasi dan segala barang yang ada di dalamnya benar-benar kuno. 

Tempatnya juga sangat membingungkan. 

Ophelia tidak yakin ia bisa menemukan jalan kembali ke aula dansa nanti.

Dia sudah memberitahu Chelsea soal bocoran yang diberikan Airin dan tebakan Ophelia tentang benda itu, kakaknya pasti akan menemukannya lebih cepat dari yang lain. 

Itu yang ia pikirkan. 

Ophelia tidak tahu saja kalau ia sedang sangat beruntung karena menemukan satu ruangan besar yang diisi dengan lukisan. 

Gadis itu berjalan pelan, melihat-lihat karya di sekelilingnya dan berhenti ketika melihat lukisan yang ia cari. 

Tapi seseorang sudah menemukannya lebih dulu. 

Seorang pria yang memakai jas abu-abu terlihat berdiri di depan lukisan itu, seakan mencari makna dibaliknya. Ophelia menghela napas dan berjalan mendekat. 

Pas sekali. 

Sebelum ia bisa mengucapkan sebuah kata, suara dari speaker pengumuman kembali terdengar. 

“Clue kedua.” 

Ada jeda sebentar.

“Doubt thou the stars are fire;

Doubt that the sun doth move;

Doubt truth to be a liar;

But never doubt I love.”

“Ragukan lah bahwa bintang-bintang itu api; ragukan lah bahwa matahari bergerak; ragukan lah kebenaran sebagai kedustaan; tapi jangan pernah ragu bahwa aku mencintaimu,” pria di depannya mengucapkan arti surat cinta terkenal itu. 

Aidoneus berbalik, menatap Ophelia sembari tersenyum. “Kisah yang tragis ya?” 

Ophelia tidak menjawab dan berdiri di samping pria itu, menatap lukisan “Ophelia” karya Sir John Everett Millais di depan mereka. 

“Ini bukan lukisan yang asli ‘kan ya?” tanyanya. 

“Pastinya.” Pria itu kembali menatap lukisan di depan mereka. “Yang asli merupakan warisan budaya nasional dan ada di museum London. Tapi ini replika resmi yang dilukis secara presisi. Mendapatkannya amat sulit, walau dirimu berasal dari keluarga tinggi.”

Oh. 

Intinya walaupun hanya replika tapi lukisan ini juga langka? 

Ophelia melirik Aidoneus dan bibirnya yang masih terlihat memerah karena lipstik itu. Dia menghela napas dan mengeluarkan sapu tangan miliknya. 

“Maaf soal hal yang kulakukan. Aku tahu kalau itu tidak sopan,” ucapnya. 

“Memangnya kamu melakukan apa?” 

Kenapa dia malah bertanya? 

“Aku menciummu... lalu pergi begitu saja?” 

Aidoneus kembali tersenyum dan melirik sapu tangan yang ada di tangan Ophelia. “Hapus kalau begitu.” 

“Ya?” 

“Hapus lipstiknya.” pria itu menunduk sedikit di depan Ophelia. “Tanggung jawab dan hapus lipstiknya sendiri dengan tanganmu.” 

...oke? Itu bukan sesuatu yang sulit. 

Ophelia mengangkat sapu tangannya dan berniat mengusap bibir Aidoneus dengan itu. Tapi sebelum tersentuh, benda itu diambil dan pria di depannya  langsung menjauh. 

“Bercanda. Aku hapus sendiri saja.”

Dia ini maunya apa?

Aidoneus mengusap bibirnya dengan sapu tangan merah muda itu secara perlahan. “Oh, kamu mengubah gaya rambut.” 

“Lebih nyaman begini.” 

Pria itu melirik ke arah bunga mawar berwarna merah muda di telinga kiri Ophelia. Tanpa bicara apa-apa, Aidoneus mengangkat tangannya dan mengambil bunga hiasan itu dengan perlahan. 

Kenapa tiba-tiba?

“Ada amplop di samping lukisan itu, kamu cuma harus menunjukkannya pada Kaiser.” Pria itu berjalan ke arah pintu keluar. Sapu tangan dan hiasan bunga yang tadinya dipakai Ophelia masih ada di tangannya. 

Sepertinya tidak ada niatan untuk dikembalikan.

“Sampai jumpa lagi,” pria itu tersenyum. “Ophelia.” 

Gadis itu hanya bisa berdiri sembari keheranan. Permintaan maafnya diterima ‘kan ya?

...****************...

Setelah mengambil amplop berwarna hitam dengan aksen emas itu, Ophelia memutuskan untuk langsung kembali ke aula dansa. 

Kantuknya tiba-tiba hilang ketika bertemu Aidoneus. Tapi kalau ia menemukan ruangan yang bisa dipakai tidur mungkin Ophelia akan istirahat sebentar.

Anehnya ia tidak melihat siapapun ketika kemari, sepertinya para tamu lain kesulitan. Ia benar-benar beruntung berarti. 

Atau mungkin karena Airin memberi sedikit bocoran.

Oh.

Di depan sana terlihat seorang gadis yang berjalan ke arahnya. 

Dia memakai gaun berwarna biru tua dengan potongan yang memamerkan punggung dan belahan dada. Tidak sesempurna Chelsea, tapi dia terlihat menawan.

Hanya saja Ophelia merasa ingin muntah melihat wajah itu.

“Ophelia ‘kan ya?” Reine menyapa. “Itu amplop yang dicari? Kamu udah nemu lukisannya?” 

Ia mengangguk. “Ada di belakang sana, bersama lukisan-lukisan lain.” 

“Boleh aku yang mendapatkan hadiahnya? Ayahku suka sekali dengan lukisan itu, dia pasti akan sangat senang kalau aku yang dapat,” ujar Reine enteng.

Dan dia berfikir kalau Ophelia akan menyetujuinya begitu saja?

“Waktu aku menemukan lukisannya kak Aidoneus juga ada di sana. Bisa-bisa terjadi masalah kalau dia tau aku yang menemukan tapi kakak yang dapat.”

“Begitu.”

Reine terlihat menatap Ophelia dari atas ke bawah. “Chelsea yang mendandanimu? Dia hebat banget sih, kamu yang jelek aja bisa jadi secantik itu.” 

Hm.

“Terima kasih,” senyumnya. “Kak Reine juga sengaja pakai gaun yang warnanya sama kayak setelannya Kaiser ‘kan ya? Gunanya apa? Supaya terlihat sebagai pasangannya? Padahal semua orang udah tahu kalau yang berpacaran dengan Kaiser itu Airin.”

Ophelia kemudian berkata rendah, “...sayang banget dia selamat di insiden tahun kemarin. Kalau Airin nggak ada yang bakal jadi pasangan dansanya itu kakak ‘kan?” 

Reine langsung menyipitkan mata. “Maksudnya? Kamu menuduhku, begitu?” 

“Nggak.” Ophelia masih tersenyum. “Aku cuma berandai-andai. Habisnya kalau itu beneran terjadi gaun kakak yang cantik itu nggak bakal terlihat menyedihkan.” 

Ia yakin Reine kesal namun sengaja tidak menunjukkannya dengan jelas. Mereka hanya berdua di lorong luas ini, kira-kira apa yang akan terjadi? 

Ophelia akan difitnah lagi? Kemudian Randi tahu dan ia dibunuh?

Besok hari kematiannya sih, entah kenapa Ophelia ingin melewati batas sedikit.

Hm?

Kenapa dengan ekspresi gadis itu sekarang? Reine menatapnya tajam namun dengan ekspresi yang terlihat datar. Tatapan apa itu? Kebencian? 

Bukan, itu sesuatu yang lebih dalam. 

Ophelia rasa ia pernah melihat tatapan itu sebelumnya. Itu seperti tatapan salah satu kakaknya Airin ketika menghajar pemburu bayaran satu tahun lalu. 

Tatapan yang ingin melenyapkan seseorang. 

“Kalau kalian mau berdebat bisa jangan dilakukan disini? Mengganggu orang sedang tidur saja.” 

Suara itu datang dari pintu yang mulai terbuka di sebelah mereka. Seorang pria yang memakai jas tanpa dasi terlihat keluar dari sana. 

Rambutnya berantakan, dengan raut wajah kesal.

Kebetulan sekali.

1
aku
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!