Indonesia
NovelToon NovelToon
Dear, My First Love

Dear, My First Love

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teman lama bertemu kembali / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Dokter Genius / Aliansi Pernikahan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:19.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mae_jer

Anson adalah putra tunggal dari pemilik rumah sakit tempat Aerin bekerja. Mereka bertemu kembali setelah tiga belas tahun. Namun Anson masih membenci Aerin karena dendam masa lalu.

Tapi... Akankah hati lelaki itu tersentuh ketika mengetahui Aerin tidak bahagia? Dan kenapa hatinya ikut terluka saat tanpa sengaja melihat Aerin menangis diam-diam di atap rumah sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Aerin membelalakkan mata saat melihat bentuk wajahnya di cermin dekat wastafel. Matanya bengkak, rambutnya acak-acakan dan pakaian yang dipakainya pun sudah tak berbentuk lagi. Sangat kusut.

Ya ampun Aerin. Memalukan, sangat memalukan. Pasti Anson menertawainya diam-diam tadi. Aaahh ... Kenapa dia bisa melakukan hal bodoh itu sih hari ini?

Lupakan Aerin. Mandi saja lalu langsung tidur. Anggap tidak ada yang terjadi.

Ucap Aerin pada dirinya sendiri. Lalu mengangguk kuat dan bersiap-siap mandi.

"Mana pengering rambutnya?"

Gadis itu mencari-cari. Di dalam kamar mandi tapi tidak ada, dikamar pun tidak ada. Sudah lama Aerin mencari tapi tidak juga menemukan benda yang dia cari.

Hufft ...

Gadis itu membuang napas panjang. Apa Anson tidak pernah menggunakan pengering rambut? Ya sudahlah. Padahal dia ingin langsung tidur, tapi bagaimana mau tidur coba kalau rambut basah begini.

Aerin pun menunggu sebentar sampai rambutnya kering. Ia duduk di kursi meja Anson yang di atasnya terdapat banyak tumpukan buku-buku medis.

Anson ternyata kutu buku.

Aerin tersenyum kecil saat membayangkan Anson membaca buku dengan memakai kacamata. Pasti lucu.

Gadis itu pun meraih sebuah buku yang dia lihat. Judul bukunya adalah Kapita Selekta Neurologi. Aerin mulai membacanya sambil menunggu rambutnya kering. Namun belum sampai lima menit membaca, perempuan itu menguap. Tak lama kemudian ia pun tertidur. Maklum, dirinya sudah terlalu lelah hari ini.

Dibalkon, seseorang menelpon Anson yang tengah melamun. Panggilan dari salah seorang perawat di tim-nya

"Dokter,"

"Ada apa, katakan dengan cepat." balas Anson datar.

"Pasien di kamar 23 mengalami muntah-muntah. Dokter yang menanganinya kebetulan tidak ada, dan para dokter yang lain pun tidak ada. Apa dokter bisa memeriksa?" perawat itu menjelaskan dan bertanya dengan hati-hati.

"Tidak bisa. Aku tidak ada di rumah sakit. Coba cari dokter yang lain, memangnya rumah sakit kita kekurangan dokter?"

"Tapi pasien itu di bangsal VVIP dokter,"

"Terus maksudmu dokter lain tidak memeriksa pasien VVIP kalau bukan dokter yang bertugas di bangsal itu? Pakai otakmu. Segera panggil dokter yang lain, bilang aku yang memerintahkan mereka. Ada pasien yang jauh lebih mengkhawatirkan di sini. Aku harus mengurusnya."

"B ... Baik dok." perawat di seberang terdengar ketakutan. Lalu panggilan terputus. Anson membuang nafas kasar. Itu saja repot. Tidak tahu apa dia sedang gelisah karena Aerin yang hampir bunuh diri malam ini.

Oh iya Aerin. Anson sampai lupa sudah hampir satu jam dia di luar. Gadis itu pasti sudah habis mandi. Ia lalu berbalik ke arah kamarnya. Membuka pintu perlahan-lahan. Ketika pintu terbuka, pandangannya berhenti ke Aerin yang duduk sembari membenamkan kepalanya di atas meja.

Anson berjalan mendekat.

Sudah tidur?

Benar sudah tidur. Lalu lelaki itu menyadari sesuatu. Rambut Aerin belum dikeringkan. Ia menyentuh rambut panjang gadis itu, memang masih sangat basah. Pria itu pun menggeram.

"Kenapa tidak keringkan rambut dulu baru tidur? Kau bisa masuk angin, bodoh." gumamnya terus memandang ke bawah. Gadis itu tampak pulas. Tapi Anson harus membangunkannya dulu. Ia pun berlutut di samping kursi putar yang di duduki Aerin. Memegangi bahu gadis itu.

"Hei, Aerin. Aerin, bangun sebentar. Kau harus mengeringkan rambutmu dulu." gumamnya pelan. Tangannya yang lain menepuk-nepuk pipi gadis itu lembut. Sayangnya usahanya untuk membangunkan Aerin tidak berhasil. Gadis itu tidak bergerak sama sekali.

Anson jadi ingat perkataan Kyle dulu. Kyle pernah bilang Aerin itu kalau sudah tertidur, susah sekali dibangunkan.

Akhirnya Anson memutuskan membantu gadis itu mengeringkan rambutnya. Ia berdiri mengambil pengering rambut dalam lemari kecil dikamar mandi dan kembali. Jangan sampai Aerin sakit besok.

Anson mulai mengeringkan rambut Aerin. Angin yang dia pakai adalah angin sedang. Ia melakukan pekerjaannya dengan serius. Sesekali pria itu tertawa kecil.

"Baru kau orang yang membuatku melakukan ini." ucapnya. Lucunya, Aerin tetap pulas. Sama sekali tidak menyadari gerakan Anson dirambutnya. Jangankan gerakan Anson yang memegang-megang rambut, bunyi suara pengering rambut yang cukup kencang saja tidak berhasil membuat gadis itu terbangun.

Itu sebabnya Anson tidak membangunkan Aerin lagi. Ia lebih memilih menggendong gadis itu dan membaringkannya di atas ranjang. Begitu jauh lebih gampang daripada membangunkannya.

S h i t.

Anson memaki dalam hati saat menyadari Aerin ternyata hanya mengenakan kemeja putih miliknya.

"Kenapa tidak memakai celana sih?" padahal dia memberikan pakaian sepaket tadi. Lihat, paha mulusnya terekspos. Dan lebih gilanya lagi, Anson bisa melihat sesuatu yang menonjol dibalik kemeja gadis itu.

Aerin tidak pakai BH.

Astaga, dia benar-benar menggodaku. Memangnya dia lupa aku ini laki-laki?

Anson menelan ludah lalu cepat-cepat membaringkan Aerin dikasur dan langsung menutupi seluruh badannya dengan selimut. Badannya panas dingin. Ia takut tidak bisa menahan gejolak godaan Aerin dan mengambil kesempatan saat gadis itu tertidur.

Anson mungkin belum pernah pacaran seumur hidup ini. Tapi bukan berarti ia laki-laki polos yang tidak mengetahui tentang hal-hal yang berbau dewasa. Umurnya sudah matang. Memang belum pernah menyentuh satu perempuan pun, namun sebagai laki-laki tulen dan amat sangat jantan, tanpa pengalaman pun dia pintar dengan hal-hal begitu.

Habis menyelimutinya, Anson menatap gadis yang tampak sangat damai tersebut. Ia menatap sangat lama. Lalu tatapannya turun ke bibir Aerin. Pria itu menelan ludah.

Entah kenapa tiap kali melihat Aerin, ada emosi bercampur yang dia rasa namun tidak bisa dia jelaskan. Apakah benar kata orang? Bahwa perbedaan benci dan cinta itu sangat tipis? Apakah dia membenci gadis ini, tapi tidak sadar menyukainya juga?

Seperti sekarang ini. Anson sangat ingin mencium Aerin. Ahh, persetan dengan semuanya. Dia akan melakukan kehendak hatinya saja. Lalu tanpa berpikir apa-apa lagi wajah Anson turun.

Menempelkan bibirnya dengan bibir Aerin. Ini pertama kalinya dia mencium wanita. Awalnya hanya menempel dalam sepersekian detik. Namun saat mulut Aerin sedikit membuka, Anson dengan berani memasukkan lidahnya dan membelai di dalam sana. Merasakan semua isi dalam rongga mulut Aerin.

Aerin sampai melenguh akibat serangan panas yang Anson berikan. Tapi gadis itu tidak sadar-sadar juga. Begitu Anson melepaskan ciuman itu, laki-laki itu tertawa.

Kau gila Anson.

Katanya, mengatai dirinya sendiri. Dan tertawa. Namun ia tidak menyesali perbuatannya. Mungkin dia memang memiliki rasa pada gadis ini. Itu sebabnya nafsunya menggila tiap kali melihatnya.

Pria itu pun mengecupi puncak kepala Aerin lalu berdiri menjauh. Ia harus berhenti sekarang. Kalau tidak, dirinya mungkin bisa berakhir dengan memperkosa Aerin. Tidak, dia tidak akan pernah melakukan hal tidak senonoh itu tanpa persetujuan Aerin.

1
Rusmini Mini
udh tau salah gak mau ninta maaf aih rumit amat hidupmu Laras iri dengki,manipulatif bener bener toxic nih Laras tangkap aja pak masukan sel bareng pembunuh mutilasi
Rusmini Mini
bagus Anson...kamu sdh mewakili aq untuk nampar mulut Laras yg super julid ❤️‍🩹🙏🙏👍👍
Rusmini Mini
dr Nick gak suka urusan pergosipan
gak seruuu...😄😄
Rusmini Mini
Ansonnnn pecat Laras sinting dr rumah sakit ini ....lihat perbuatannya mendorong Aerin dr tangga semoga Aerin gak kenapa kenapa
Rusmini Mini
anak Durhaka....Laras kalo kamu malu punya mama miskin jgn kau bentak bentak jgn kau kasari mamamu jgn kau bwt airmata mamamu mengalir krn perbuatanmu
Rusmini Mini
untung Anson pengertian
Rusmini Mini
☹️☹️☹️☹️
Rusmini Mini
saling support dan saling mendukung
Rusmini Mini
sayang nya Aerin pada Kayle sang kakak
Rusmini Mini
haredang haredang haredang 💦💦💦
Rusmini Mini
pawangnya Aerin pulang kabuuuurrrrr 😄😄😄
Rusmini Mini
udah tau Anson dan Aerin pengantin baru kenapa lu nekad ikut nebeng Laras....siapa yg bego coba....
Rusmini Mini
ada sponsor mau lewat 🤣🤣🤣
Rusmini Mini
untung Logan dan Nick bertindak cepat....
Rusmini Mini
sembuhkanlah trauma Aerin Son...
Rusmini Mini
dengar gak laras Anson teriak apa aq suamimu...hmm bagimana...kupingmu gak budeg kan
Rusmini Mini
trauma itu dtg lagi ingat Kayle meninggal krn tawuranh,ayo Anson segera tolong Aerin
Rusmini Mini
pede banget sok sok kan mo taklukkan hati Anson yg ada kamu malu sendiri Ras ☹️☹️
Rusmini Mini
krn panitia piknik Anson jd terserah dia mo gimana mana kagak ada yg berani
Rusmini Mini
Laras ge er 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!